Suku Tanimbar – Prov. Maluku, Kep. Tanimbar

Kepulauan Tanimbar adalah sekelompok etnis atau masyarakat asal Indonesia yang mendiami Kepulauan Tanimbar yang berasal dari campuran Austronesia-Papua.
Jumlah populasinya sekitar 10.000 jiwa.

Lokasi kepulauan Tanimbar


* Foto Suku Tanimbar: link


Tentang Suku Tanimbar

Orang Tanimbar menganut sistem kekerabatan yang berdasarkan garis keturunan ayah (patrilineal). Keluarga intinya disebut tabil dalam. Namun mereka lebih suka mengelompok dalam kesatuan keluarga batih patrilineal yang disebut das dalam. Hubungan kekerabatan dibedakan atas awai merwan (saudara dekat) dan awai babar (saudara jauh).
Secara umum garis kekerabatan yang patrilineal itu mereka sebut tojame matan.

Kelompok kerabat yang merupakan keturunan orang yang mula-mula mendiami daerah ini disebut mele, dan sering disebut tuan tanah. Sedangkan orang-orang yang datang kemudian disebut famudi. Golongan mele dianggap mempunyai kedudukan sosial yang lebih tinggi sehingga mereka hanya boleh kawin dengan sesama golongan mele.

Kepulauan Tanimbar


Asal usul

Banyak cerita tentang asal-usul Suku Tanimbar. Setiap keluarga, marga atau kelompok masyarakat tertentu, memiliki cerita sendiri-sendiri tentang asal usulnya. Ada cerita yang mempunyai kemiripan dengan yang lain, namun ada juga yang bertolak belakang. Namun demikian, menurut cerita pada umumnya (anggap saja dongeng), dahulu kala Orang Tanimbar berasal dari wilayah tertentu di belahan bumi tertentu. Oleh karena satu dan lain hal ( alasan peperangan, bencana alam, dll), kemudian mereka mencari wilayah baru. Dan dari perjalanan pelayaran yang panjang, akhirnya mereka tiba ( Terdampar = Tanempar/Tnebar ) di Kepulauan Tanimbar. Ada pendapat lain tentang asal-usul orang/suku Tanimbar. bahwa orang Tanimbar berasal dari suku-suku seperti Buton, Bugis; dan suku-suku di Maluku, seperti Halmahera, Seram, Lease dan sebagainya (kecuali wilayah bagian tenggara).


Kepercayaan
Kepercayaan asli orang Tanimbar adalah memuja tokoh Pencipta Pertama yang mereka sebut Limnditi Fenreu (Matahari dan Bulan), dan pemujaan kepada roh-roh nenek moyang, serta kepercayaan kepada adanya roh-roh alam dan kekuatan adikodrati yang merusak atau melindungi kehidupan manusia. Kemampuan mempengaruhi kekuatan magis untuk kepentingan tertentu disebut perbuatan suanggi.
.

Sumber

Tentang Suku Tanimbar: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2015/02/sejarah-suku-tanimbar.html
– Tentang Suku Tanimbar: https://ameteling.wordpress.com/2011/12/07/tanimbar-orangsuku-dan-kepulauan-tanimbar/
Budaya Tanimbar: http://budayatanimbar.blogspot.co.id/2012_05_01_archive.html

– 12 Perkampungan kuno ditemukan di pulau Tanimbar: http://www.beritamalukuonline.com/2014/03/12-perkampungan-kuno-ditemukan-di-pulau.html