Sigi, kerajaan / Prov. Sulawesi Tengah – kab. Donggala

Kerajaan Sigi terletak di Sulawesi, Kab. Donggala, prov. Sulawesi Tengah. Kerajaan ini adalah kerajaan Suku Kaili.

The kingdom of Sigi is located on Sulawesi, Kab. Donggala, prov. Sulawesi Tengah. This is a kingdom of the Kaili People.
For english, click here

Lokasi kab. Donggala


* Foto kerajaan Sigi: di bawah

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link

* Foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto suku Bugis: link
* Foto suku Toraja: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Sejarah Kerajaan Sigi
.
Ada:
Kerajaan Sigi,
Kerajaan Dolo,
Kerajaan Dolo Biromaru,
Kerajaan Sigi Dolo,
kerajaan Biromaru,
– Kerajaan Sigi Biromaru.
Kerajaan Dolo pernah bergabung dengan Rindau & Kaleke dari tahun 1650 sampai 1890. Bergabung dengan Birumaru dari 1908 sampai 1915 menjadi Dolo Birumaru, sampai Birumaru memisahkan diri.
1908-1915: Dolo Biromaru
1918: raja Dolo diturunkan dan Dolo bergabung dengan Sigi.
1915-1929: Sigi BiromaruDatu Pamusu adalah raja Dolo.
Tetapi raja ini diturunkan 17-5-1918. Kemudian  Dolo bergabung dengan Sigi. Ibu Magau Lamakarate adalah Yolekodi, nikah Magau Jayalangkara dari Tawaeli.– Sumber: Donald Tick, FB
.
Tentang Kerangka jenazah Raja Muda Sigi Karanja Lemba

Kerangka jenazah Raja Muda Sigi Karanja Lemba dimakamkan ulang di Desa Watunonju, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, belum lama ini. Sebelumnya jenazah raja masyarakat Kaili ini dimakamkan di Sukabumi, Jawa Barat, yang menjadi tempat pengasingan selama dibuang oleh Belanda.

Prosesi pemakaman ulang dilakukan dengan upacara adat Kaili di Gedung Juang Palu. Jenazah kemudian dibawa menuju pemakaman di Watunonju sekitar 20 kilometer arah selatan Kota Palu. Ribuan pelayat mengiringi prosesi ini.

Pemindahan kerangka Raja Sigi yang telah berusia puluhan tahun ini dilakukan atas inisiatif Pemerintah Provinsi Sulteng dengan biaya sekitar Rp 250 juta. Tindakan ini bertuan untuk memudahkan perawatan sekaligus memperjuangkan Raja Sigi sebagai pahlawan nasional.

Untuk informasi, Raja Muda Sigi Karanja Lemba pada tahun 1915 dibuang penjajah Belanda ke Sukabumi. Raja bergelar Toi Dompo ini ini wafat pada 1917 dan dimakamkan di Desa Cisaat, Sukabumi.

Berdiri dari kiri ke kanan: Lamatti, pabiccara dari Sigi, pangeran Risa dan Tometonda


Tentang raja Sigi

Susunan Magau Sigi yang tercatat dalam Stamboom Magau Sigi tahun 1926:
1. Bakulu.
2. Sairalie Intobongo.
3. Tondalabua.
4. Navana Lemba.
5 Pue Bava.
6. Baka keke.
7. Lolontomene.
8. Daemasiri.
9. Karandja Lemba
10. Intondei.
11. Lamakarate.
12.Lamasaera.

– Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1712613095470069&set=gm.2033533280252936&type=3&theater

……..Magau Sairali Intobongo of Sigi
Succeeded father, Magau Bakulu and married Intowiwa, and was succeeded by brother, Tanjalabu.

………Magau Pue Bua of Sigi
Succeeded father, Sairali I Mewanalemba, and married to the Mogara of Dolo. Their daughter, Bakakeku, became ruler of Dolo and married Tondalabua, who was ruler of Sigi, and nephew of Pue Bua.

…….. Magau Intobonga of Sigi
She married, Lolontomene, who was son of  Princess Bakakeku of Dolo and Prince Tondalabua of Sigi.

1906-15 Regent-Ratu/Magau I Tondai of Biromaru
1907-15 Magau of Sigi
Successor of her father, Daeng Masiri of Sigi, the year after she had followed her mother Yahasia as Regent-Ratu/Magau of Biromaru. I Tondai abdicated in 1915 and the states of Biromaru and Sigi-Dolo merged. She was succeeded by Magu Lamakarate, Datu Pamusu, the son of her sister, Yolekodi, who was married to Magau Jayalangkara van Tawaeli. Her successor was already ruler of Dolo.
– Sumber:  http://www.guide2womenleaders.com/indonesia_substates.htm

Raja Sigi Lamakarate. 1906-15 Regent-Ratu/Magau I Tondai of Biromaru (Indonesia) 1907-15 Magau of Sigi Successor of her father, Daeng Masiri of Sigi, the year after she had followed her mother Yahasia as Regent-Ratu/Magau of Biromaru. I Tondai abdicated in 1915 and the states of Biromaru and Sigi-Dolo merged.


Sejarah wilayah Kabupaten Donggala

Sebelum ditaklukkan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1904 wilayah Kabupaten Donggala adalah wilayah Pemerintah raja-raja yang berdiri sendiri-sendiri yaitu:
1. Kerajaan Palu
2. Kerajaan Sigi Dolo
3. Kerajaan Kulawi
4. Kerajaan Biromaru
5. Kerajaan Banawa
6. Kerajaan Tawaili
7. Kerajaan Moutong
8.
Kerajaan Parigi

Sebelum ditaklukan oleh pemerintah Belanda pada Tahun 1904 wilayah Kabupaten Sigi merupakan salah satu wilayah pemerintahan raja-raja yang berdiri sendiri-sendiri di Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu Kerajaan Sigi Dolo yang  pusat pemerintahannya berkedudukan di Bora. Pemerintah Hindia Belanda menduduki kerajaan ini setelah mengalami perang Sigi Dolo.
Perang diakhiri dengan penanda tanganan perjanjian yang dikenal dengan langeverkliring  yang kemudian disusul konterverkliring  yang intinya pengakuan terhadap kedaulatan pemerintahan Belanda atas wilayah-wilayah kerajaan tersebut.
Lamakarate, Magau Sigi ke-XI,  1906-15 Regent-Ratu/Magau I Tondai dari Biromaru, 1907-15 Magau dari Sigi penerus ayahnya, Daeng Masiri of Sigi, tahun kemudian dia mengikuti ibunya Yahasia sebagai Regent-Ratu/Magau dari Biromaru.
I Tondai mengundurkan diri tahun 1915, dan Biromaru dan Sigi-Dolo menggabungkan.

Sumber: link

Mohammad Sairin Lamasatu dan Pegiu adalah cucu Magau Sigi, Daeng Masiri. Palindate adalah putra Lamasatu sementara Toma Djidji kemungkinan Toma Djidjimpeluru (Palundate Daeng Masiri).


Struktur pemerintahan kerajaan Dolo dan Kerajaan Sigi

Klik foto untuk besar


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah Donggala di Wiki: link
Sejarah Kab. Sigi:  https://sanggentala.wordpress.com/tentang-sigi/
– Sejarah Kab. Sigi: http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/72/name/sulawesi-tengah/detail/7210/sigi
Sejarah yang tercatat tentang Lamakarate: http://lamakarate.blogspot.co.id/2009/06/sekilas-sejarah-yg-sempat-tercatat.html

– Kerangka Raja Sigi dipindahkan (2006): link


Peta Palu, Sigi dan Dolo tahun 1917 


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: