Penjelasan raja raja Bintauna

Sumber:  http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:ZeC19kQ7Xs4J:kim.ung.ac.id/index.php/KIMFIS/article/download/3106/3082+&cd=11&hl=nl&ct=clnk

——————————————————————————————————————————-

Adapun dimensi raja-raja yang pernah memimpin kerajaan bintauna adalah sebagai berikut:

1) Raja Lepeo Mooreteo, 1675-1720
Raja Lepeo Mooreteo memimpin sekitar tahun 1675-1720, pada masa pemerintahannya negeri Bintauna bertempat di Raaminanga. Mooreteo ketika menjadi raja masih menganut kepercayaan Animisme dan Dinamisme dengan masuknya Agama Kristen pada akhir abad ke-17 maka raja mooreteo memeluk agama tersebut.

Pada masa pemerintahan Raja Lepeo Mooreteo terjadi pembentukkan struktur kemasyarakatan dan kesejahteraan masyarakat, sedangkan bentuk penyapaan pada anak cucu Ohongia Biasa di sapa dengan kata Avo dan Vua.

2) Raja Datu, 1720-1783
Meninggalnya raja Mooreteo, di gantikan anaknya Datu, karena Datu diangkat menjadi raja maka rakyat saat itu mengatakan Datu rono solako dalam arti Datu sudah besar dalam hal ini menjadi Raja. Sebutan tersebut telah melekat pada raja dan berubah menjadi Datunsolang sehingga raja-raja berikutnya telah memakai julukan tersebut, sebagai marga keturunannya. Ia menikah dengan putrid rantoiya dan memperoleh dua orang putra masing-masing, Bolakia dan Patilima. Pada masa kepemimpinannya negeri dipindahkan dari raaminanga k salako.

Pada masa kepemimpinannya sebagian penduduk dan pembesar-pembesar kerajan sudah mulai memeluk agama islam.

3) Raja Patilima Datunsolang, 1783-1823
Sesudah raja Datu meninggal, digantikan oleh raja Patilama Datunsolang yang di nobatkan di Ternate pada tahun 1783. Raja Patila Datunsolang seperangkat alat kebesaran adat raja adat dari Ternate misalnya: Kulintang, Gong, Tambur, Payung dan Taparajo (tombak) yang sekarang masih tersimpan pada keluargannya. Dimasa kepemimpinannya agama islam menjadi agama kerajaan.

4) Raja Salmon Datunsolang, 1823-1857
Menggantikan raja Patila Datunsolang adalah Raja Salmon. Masa pemerintahannya Negeri Bintauna dari Raminanga dipindahkan kesuatu tepat yang bernama Voaa. Pemrintahan raja salmo untuk menshejahterakan rakyat Bintauna.

5) Raja Eliyas Datunsolang, 1857-1874
Menggantikan raja Salmon ialah adik kandungnya Eliyas Datunolang, kedudukan pemerintah dipindahkan ke negeri Pangkusa. Dimasa pemerintahannya memiliki wilayah kerajaan Bone-Suwawa. Raja Eliyas melakukan kontrak politik dengan Residen Manado.

6) Raja Toraju Datunsolang I, 1874-1884
Setelah raja Eliyas meninggal dunia, maka yang di angkat sebagai Raja adalah Toraju Datunsolang, anak dari raja Salmon Datunsolang dan karena umurnya sudah lanjut usia, maka beliau mengundurkan diri dan di angkat raja baru yang bernama Serael Datunsolang. Semasa pemerintahannya negeri dipindahkan dari negeri Pangkusa ke Vantayo.

7) Raja Serael Datunsolang, 1884-1893
Raja Serael adalah anak dari raja Eliyas Datunsolang. Pada masa pemerintahannya raja Seral Datunsolang pusat pemerintahan kerajaan kembali lagi dipindahkan dari negeri Vantayo menuju negeri Pangkusa.

8) Raja Toraju Datunsolang II, 1893-1895
Menggantikan raja Serael Datunsolang adalah raja Toraju Datunsolang, sebenarnya menurut ketentuan pada waktu itu yang harus memangku jabatan adalah putra Mohammad Datunsolang. Namun usianya terlalu muda maka masyarakat dan tua-tua adat bersepakat mengangkat kembali Toraju Datunsolang II untuk menjadi raja sambil menunggu putra mahkota dewasa.

9) Raja Mohammad Datunsolang, 1895-1948
Pewaris tahta kerajaan saat Toraju wafat adalah Mohammad Datunsolang, Beliau diangkat menjadi Raja dari dari tahun 1895-1948. Penobatan raja Mohammad Datunsolang pada tanggal 1 juli 1895. Dan menyerahkan jabatanya kepada Abo Jan Rasid Datunsolang pada tanggal 1 Juli 1948. Beliau meninggal dunia pada bulan Februari 1950 dan dimakamkan dipimpi bersama permaisuri Vua Mosolako. Didalam pemerintahan beliau banyak berbuat untuk kesehjahteraan rakyat Bintauna

10) Raja muda Jan Rasid Datunsolang 1948-1950
Menggantikan raja Muhammad Dtunsolang adalah Raja Muda Jan Rasid Datunsolang,Namun kekuasaannya hanya bersifat simbolis.

———————————————————————————————————————————

 

 

 

 

 

————————————————————————————————————————————

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: