Indraprahasta, kerajaan / Prov. Jawa Barat – kab. Cirebon

Kerajaan Indraprahasta: 363 – 726. Terletak di Jawa, wilayah kabupaten Cirebon, prov. Jawa Barat.
Kerajaan Indraprahasta Cirebon Girang adalah suatu kerajaan di pulau Jawa. Berlokasi di Cirebon Girang lereng gunung Cereme (gunung Indrakila). Awalnya berupa kemandalaan yang bernama Mandala Indraprahasta. Selanjutnya kemandalaan Indraprahasta ini berkembang menjadi kerajaan.

The kingdom of Indraprahasta: 363 – 726. Located on Jawa, the region of Cirebon, province of West Java.
For english, click here

Lokasi kabupaten Cirebon


Garis kerajaan-kerajaan di Jawa: link


Foto sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa

* Foto sultan dan raja, yang masih ada di Jawa: link
* Foto keraton di Jawa, yang masih ada: link
* Foto Batavia (Jakarta) masa dulu: link
* Foto Jawa masa dulu: link
* Penyerbuan Batavia oleh Sultan Agung, 1628/1628: link
* Foto perang Diponegoro, 1825: link
* Foto situs kuno di Jawa: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa

– Video Penguasa Monarki kesultanan Jawa Mataram, 1556 – 2020: link
– Video sejarah kesultanan Mataram, 1576-2020: link
– Video sejarah kerajaan Medang Mataram Hindu: link
– Video sejarah kerajaan Majapahit, 1293 sampai 1527: link
– Video raja-raja Majapahit hingga ke Mataram, 1293 – 1587: link
– Video sejarah kerajaan Jawa, 10.000 SM – 2017: link
– Video sejarah kerajaan Jawa Timur, 1.5jt SM sampai 2020: link
– Video sejarah kerajaan Jawa Barat, 3000 SM sampai 2020: link
– Video sejarah kerajaan Jawa Tengah, 1.5jt SM sampai 2020: link


KERAJAAN INDRAPRAHASTA

Sejarah kerajaan Indraprahasta, 363 – 726

Nama Kerajaan           : Indraprahasta
Pendiri                        : Maharesi Santanu
Raja Terkenal              : Maharaja Wiryabanyu
Tahun Berdiri              : 363-723 (360 tahun)
Raja yang berkuasa    : 14 raja
Agama Kerajaan         : Hindu
Agama Penduduk       : Hindu, Budha, Hyang
Pusat Kerajaan            : Cirebon

Kerajaan Indraprahasta adalah kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Pulau Jawa yang berdiri pada tahun 398 Masehi. Pendiri sekaligus raja pertama kerajaan ini adalah Maharesi Sentanu, yang datang dari India.
Kerajaan Indraprahasta terletak di lereng Gunung Ceremai atau Indrakila, Jawa Barat.

Sejarah berdirinya Kerajaan Indraprahasta

Sebelum terbentuk menjadi kerajaan, Indraprahasta adalah sebuah mandala (wilayah kekuasaan) yang berada di bawah kerajaan Salakanegara. Pada awal abad ke-4 Masehi, banyak kelompok pendatang dari India yang bermukim di nusantara. Kedatangan mereka dipicu oleh perang di negeri India akibat serangan pasukan Samudra Gupta.

Salah satu dari pendatang ini bernama Maharesi Sentanu Murti, yang memilih bermukim di Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Maharesi Sentanu kemudian mendirikan kerajaan Indraprahasta pada 398 Masehi, tetapi masih sebagai bawahan kerajaan Salakanegara. Setelah menjadi raja, Maharesi Sentanu bergelar Prabu Indraswara Salakakretabuwana. Ia menikah dengan Permaisuri Indari, putri Prabu Darmawirya Dewawarman VIII dari kerajaan Salakanegara.
Kerajaan Indraprahasta memiliki kesamaan nama dengan kerajaan di India. Konon, hal ini memang disengaja dilakukan oleh Maharesi Sentanu. Bahkan beberapa tempat juga dinamai serupa, seperti Gunung Ciremai sebagai Indrakila dan sungai yang melintasi wilayah kerajaan diberi nama Gangganadi. Setelah Maharesi Sentanu wafat, takhta kerajaan jatuh ke tangan putranya, Jayasatyanagara. Semenjak pemerintahan Jayasatyanagara inilah kerajaan Indraprahasta menjadi bawahan kerajaan Tarumanegara.

Keruntuhan kerajaan Indraprahasta

Dari raja ke-4 sampai raja ke-10, tidak ada peristiwa khusus yang terjadi. Raja ke-11, Wisnumurti, mempunyai seorang puteri yang dipersunting raja terakhir Tarumanegara, Linggawarman. Pada saat raja ke-13, Padmahariwangsa, kerajaan Tarumanegara pecah menjadi Sunda dan Galuh. Karena posisi geografisnya, Indprahasta menjadi bagian dari Galuh, bahkan ikut dalam perebutan kekuasaan dengan mendukung Purbasora.

Saat berkuasa, Prabu Wiratara membantu Purbasora merebut kekuasaan kerajaan Galuh. Di saat yang sama, kerajaan Indraprahasta mulai mengalami kemunduran karena diserang kerajaan Sunda, salah satu pecahan kerajaan Tarumanegara selain Galuh. Kerajaan Indraprahasta benar-benar runtuh saat Sanjaya, dari kerajaan Mataram Kuno, menyerang pendukung Purbasora. Serangan Sanjaya itu menandai berakhirnya masa kekuasaan kerajaan Indraprahasta.


Daftar raja

* 398-432: Maharesi Sentanu yeng menjadi Raja pertama Indraprahasta. Penobatan di Indraprahasta ke 1 sebagai bawahan kerajaan Salakanagara. Raja Prabu Maharesi Santanu bergelar Prabursi Indraswara Salakakretabuwana. Permaisuri Indari adalah putri Dewawarman VIII. Prabu Maharsei Sentanu berputra Jayasatyanagara. Kerajaan ini berada di lereng gunung Cereme (gunung Indrakila);

* 432-454: Jayasatyanagara Raja ke-2. Penobatannya di Indraprahasta sebagai kerajaan bawahan kerajaan Tarumanagara. Permaisuri Ratna Manik, putri Wisnubumi, raja dari kerajaan Malabar. Berputra Wiryabanyu

* 454-476: Wiryabanyu raja ke-3. Penobatan di Indraprahasta. Permaisuri Nilem Sari, putri kerajaan Manukrawa. Berputra (1) Suklawati, diperistri oleh Wisnuwarman, putra Purnawarman; (2) Warna Dewaji. Sejak raja Indraprahasta ke-2, Indraprahasta menjadi bawahan Tarumanagara.

* 476-503: Warna Dewaji raja ke- 4. Penobatan di Indraprahasta. Berputra Raksahariwangsa.

* 503-538: Raksahariwangsa raja ke-5. Penobatan di Indraprahasta. Setelah penobatan, bergelar Prabu Raksahariwangsa Jayabhuwana. Permaisuri putri raja Sanggarung. Berputra Dewi Rasmi, bersuami Tirtamanggala, putra kedua raja kerajaan Agrabintapura.

* 538-556: Dewi Rasmi ratu ke-6. Penobatan di Indraprahasta. Dewi Rasmi menikah dengan Tirtamanggala, putra kedua raja kerajaan Agrabintapura. Bergelar Prabu Tirtamanggala Darmagiriswara. Berputra (1) Astadewa (2) Jayagranagara.

* 556-570: Astadewa raja ke-7. Penobatan di Indraprahasta. Berputra Rajaresi Padmayasa (ia memilih menjadi pertapan, penerus pamannya di Mandala Indraprahasta). Sebagai catatan Jayagranagara adalah adik Astadewa, penerus raja-raja Indrprahasta adalah dari anak bungsu.

* 570-575: Jayagranagara raja ke-8. Penobatan di Indraprahasta. Sebagai catatan Ia adalah adik Astadewa, raja Indraprahasta 7

* 575-618: Rajaresi Padmayasa raja ke-9. Penobatan di Indraprahasta. Berputra Anak Andabuwana. Catatan Raja Rajaresi Padmayasa adalah putra Astadewa, raja Indraprahasta ke 7. Ia menggantikan kedudukan pamannya.

* 618-663: Andbuana raja ke-10. Penobatan di Indraprahasta. Berputra Anak Wisnumurti.

* 663-688: Wisnumurti raja ke-11. Penobatan di Indraprahasta. Berputra (1) Dewi Ganggasari, diperistri oleh Linggawarman, yang kelak menjadi raja Tarumanagara ke 12 (2) Tunggulnagara, melanjutkan warisan ayahnya.

* 688-732: Tunggalnagara raja ke-12. Penobatan di Indraprahasta. ia adiknya Ganggasari; Anak Padmahariwangsa. Gangasari ialah putri sulung Prabu Indraprahasta ke 11 yang diperistri oleh Prabu Tarumanagara 12.

* 732-744: Resiguru Padmahariwangsa raja ke-13. Penobatan di Indraprahasta. Berputra (1) Citrakirana, yang diperistri oleh Purbasora.(2) Wiratara, yang menjadi penerus ayahnya (3) Ganggakirana, yang menjadi Adipati Kusala dari kerajaan Wanagiri, bawahan Indraprahasta.

* 743-747: Prabu Wiratara raja ke-14. Penobatan di Indraprahasta. Berputra Raksadewa. Peristiwa yang terjadi dalam pemerintahan Prabu Wiratara ialah Ia membantu Purbasora merebut kekuasaan Galuh dari Prabu Sena. Sementara itu, Kakak Wiratara, yang bernama putri Citrakirana, diperistri oleh Purbasora.

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Indraprahasta#Raja-raja_Indraprasta_Cirebon_Girang

Silsilah


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234


Sumber / Source


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: