Cinnongtabi, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Wajo

Kerajaan Cinnongtabi terletak di prov. Sulawesi Selatan, wilayah kab. Wajo. Berdiri abad ke-14.
Lima generasi raja kerajaan Cinnongtabi sebelum bubarnya, kerajaan ini bubar dan kemudian terbentuklah Kerajaan Wajo.

Lokasi kab. Wajo


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KERAJAAN CINNONGTABI

Kerajaan Wajo berdiri sekitar tahun 1399, kelanjutan dari kerajaan Cinnotabi.

Dalam lontara Wajo disebutan bahwa yang merintis berdirinya negeri Cinnottabi’ adalah “La Paukke” putra dari Datu Cina yang kemudian berganti nama menjadi Pammana, dikisahkan bahwa setelah Boli rusak maka La Paukke bersama para pengikutnya pergi tinggal disuatu daerah yang bernama Cinnotta’ Bangka dan kemudian dinamai menjadi Cinnottabi’.
Didaerah tersebut La Paukke dan pengikutnya membuka sawah, ladang, menangkap ikan dan berburu untuk kehidupannya, dari hari ke hari daerah Cinnottabi’ menjadi daerah yang ramai dan makmur. Dan akhirnya La Paukke lalu diangkat oleh rakyat Cinnottabi’ untuk menjadi Raja ke-1.

Tata pemerintahan tradisional kerajaan Cinnongtabi yang merupakan cikal bakal terbentuknya kerajaan Wajo.
Lima generasi kerajaan Cinnongtabi sebelum bubarnya, kerajaan ini bubar dan kemudian terbentuklah Kerajaan Wajo.

Raja raja kerajaan Cinnongtabi:
* Arung Cinnotabi I: La Paukke
* Arung Cinnotabi II: We Panangngareng
* Arung Cinnotabi III: We Tenrisui
* Arung Cinnotabi IV: La Patiroi
* Arung Cinnotabi V: Kemudian kedua putra  La Patiroi Arung Cinnotabi IV menjabat sekaligus sebagai Arung Cinnotabi V yakni:
La Tenribali dan La Tenritippe.
Pada masa kepemimpinan Arung Cinnongtabi V inilah terjadi model kepemimpinan Dualisme atau Dua Raja yang memimpin dalam satu kerajaan, pada masa inilah kerajaan Cinnontabi mengalami krisis karena tidak bisa sejalannya antara dua Arung Cinnongtabi V ini. Terjadinya masalah-masalah yang tidak bisa di selesaikan, kemudian membuat kerajaan Cinnongtabi di bubarkan.

Kemudian Sisa-Sisa pejabat kerajaan Cinnotabi dan rakyatnya bersepakat berkumpul dan bermusyawarah di bawah pohon bajo dan memilih La Tenribali sebagai raja mereka dan mendirikan kerajaan baru yaitu kerajaan Wajo.

Pada masa awal rajanya bergelar Batara Wajo.
Kerajaan Wajo dipimpin oleh La Tenribali sebagai Batara Wajo I (bekas arung Cinnotabi V).


Sumber

– Sejarah kerajaan Cinnongtabi: http://wahyumeru.blogspot.com/2013/01/cikal-bakal-kerajaan-wajo.html
– Sejarah kerajaan Cinnongtabi: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Wajo
– Sejarah kerajaan Cinnongtabi: https://ugasiengkang.wordpress.com/2012/09/04/sejarah-berdirinya-kerajaan-wajo/


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: