Minangkabau, Tuanku Laras / Prov. Sumatera Barat

For english, click here

TUANKU LARAS adalah jabatan adat bikinan Belanda untuk mengontrol masyarakat Minangkabau. Gelar tuanku lareh (‘tuanku laras’), atau larashoofd (‘kepala laras’) dalam bahasa Belanda, cukup bergengsi di Minangkabau pada zaman kolonial. Mereka yang dipilih menjadi kepala laras biasanya berasal dari kalangan penghulu berpengaruh di suatu nagari yang bisa diajak bekerjasama oleh Belanda.
Jabatan tuanku laras sebebarnya sangat pelik: ke atas ia harus loyal kepada Belanda, ke bawah ia harus melindungi rakyatnya. Banyak kepala laras yang masih memegang idealisme, tetapi tak sedikit yang dibenci oleh masyarakatnya sendiri karena secara langsung atau tidak mereka menjadi perpanjangan tangan kolonialis Belanda untuk menekan dan mengontrol masyarakat Minangkabau di nagari-nagari.

Wilayah Minangkabau


Demang Darni gelar Datu Rangkajo Bungsu; Tuanku Laras dari XII Kota/Soengai Limau/Kampar di Tengah 1892-1923. Bagian penting kekad kerajaan Minangkabauw. — Sumber: magazine Pandji Poestaka /1925/part 1/page 656 — donald tick, Facebook

——————————-

Tuanku Laras Permato Lelo, kepala laras di Rau Rau

——————————

Tuanku Laras Datu Radja Mangkoeto, Tuanku Laras di Tarab

———————————-

Tuangku Laras Si Kajo Inan Galar Permato Lelo dari Rau-Rau. Adalah kerajaan di bawah kerajaan Minagkabau.
– Sumber:.Magazine Bintang Hindia-1906-page 174. — donald tick, Facebook