Jereweh, kerajaan / P. Sumbawa – Prov. Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Jereweh terletak di pulau Sumbawa, Prov. Nusa Tenggara Barat, Kab. Sumbawa Barat, Kecamatan Jereweh. Diperkirakan agama Hindu-Budha berkembang pesat di kerajaan-kerajaan kecil Sumbawa sekitar dua ratus tahun sebelum masuknya Kerajaan Majapahit (antara tahun 1450–1540) ke wilayah Sumbawa ini.

The kingdom of Jereweh is located on the island of Sumbawa, Prov. Nusa Tenggara Barat, Kab. Sumbawa Barat, Jereweh. It is estimated that Hindu-Buddhist religion developed rapidly in the small kingdoms of Sumbawa about two hundred years before the entry of the Majapahit Kingdom (between 1450-1540) into this Sumbawa region. 
For english, click here

Lokasi pulau Sumbawa

—————————
Lokasi kecamatan Jereweh di P. Sumbawa


Foto kerajaan-kerajaan di P. Sumbawa

* Foto raja-raja dulu di P. Sumbawa: link
* Foto raja-raja yang masih ada di P. Sumbawa: link
* Foto istana di P. Sumbawa: link

* Foto situs kuno di P. Sumbawa: link


* Video sejarah Sumbawa dan NTB, 40.000 SM – sekarang: link


* Garis kerajaan-kerajaan di Sumbawa: link


KERAJAAN JEREWEH

Sejarah kerajaan Jereweh, abad ke-13

Diperkirakan agama Hindu-Budha telah berkembang pesat di kerajaan-kerajaan kecil di Pulau Sumbawa sekitar 200 tahun sebelum invasi Kerajaan Majapahit antara tahun 1450–1540 ke wilayah ini. Beberapa kerajaan itu antara lain Kerajaan Dewa Mas Kuning di Selesek (Ropang), Kerajaan Airenung (Moyo Hulu), Kerajaan Awan Kuning di Sampar Semulan (Moyo Hulu), Kerajaan Gunung Setia (Sumbawa), Kerajaan Dewa Maja Paruwa (Utan), Kerajaan Seran (Seteluk), Kerajaan Taliwang, dan Kerajaan Jereweh.

Kerajaan Taliwang dulunya terdiri dari 3 kerajaan yaitu Kerajaan Jereweh yang dipimpin oleh Raja Magaparang, Kerajaan Taliwang yang dipimpin oleh Datu Taliwang dan Kerajaan Seran yang dipimpin oleh Datu Seran.


Kerajaan Jereweh dan Kemutar Telu

Kemutar Telu, kerajaan Seran, kerajaan Taliwang dan kerajaan Jereweh sebagai tanda bernaung di bawah kekuasaan Kerajaan Sumbawa mempunyai delapan macam kewajiban, menurut istilah adatnya “Sonap lawang blau balu” (melalui pintu delapan) yaitu:

* Pertama: Nguri ( persembahan berupa uang dalam bilangan tertentu menurut kedudukan sesuaru pejabat kepada raja, bila Raja ditimpa duka / suka.
* Kedua: Turut membuat kuta ( benteng ) negeri Sumbawa, membuat tembok “Dalam” dan mengumpulkan kayu sepang.
* Ketiga: Mengumpulkan kain dan orang, serta ikut mengiringi Raja bila berkunjung ke Makassar.
* Keempat: Membawa hantaran (istilah adatnya: perisi atau tekan tonang) dan menghadiri upacara kematian.
* Kelima: Sama dengan empat pada upacara perkawinan, khitan dan sebagainya.
* Keenam: Membuat / mengerjakan bendungan dan selokan bersama rakyat dari Mata hingga Sekongkang
* Ketujuh: Memberi bantuan jika terjadi peperangan
* Kedelapan: Membayar uang peti.


SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI P. SUMBAWA

Untuk sejarah kerajaan-kerajaan di P.Sumbawa, klik di sini

Kerajaan Jereweh, dan kerajaan-kerajaan lain di pulau Sumbawa, 1550 M

Sumbawa, 1550 M


Peta kuno pulau Sumbawa (Cambaua)

Klik di sini untuk peta pulau Sumbawa tahun 1598, 1606 Sumbawa / Nusantara, 1614, 1615, 1697 Sumbawa / Nusantara 1800-an, 1856, 1856, 1910.

Pulau Sumbawa (Cambaua), 1615


Sumber kerajaan Jereweh

Tentang kerajaan Jereweh / Kemutar Telu: https://kombotaliwang.wordpress.com/sejarah/
– Tentang kerajaan Jereweh: https://ihinsolihin.wordpress.com/

 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: