Sejarah lengkap Keureuto

—————————————————————————————————————–

Sumber: Adi Fa, FB.

SEJARAH NEGERI KEUREUTO

Keureuto adalah sebuah daerah yang mempunyai kedudukan yang khas di antara wilayah Aceh sebagai salah daerah yang terkemuka dan terkaya. Negeri ini sedemikian padat penduduknyasehingga dijuluki dengan nama Keujreun Lalat. Dalam lembaran sejarah Keureuto mengambil tempat terkemuka. Dalam pemerintahan Sultan Aceh, uleebalangnya turut bersama dalam musyawarah. Karenanya melihat potensi yang dipunyai daerah ini kemudian Belanda berusaha mengusainya. Ketika Belanda dapat menguasai daerah ini, maka daerah yang begitu luas telah diperkecil dengandijadikan suatu landskap di bawah onderafdeling Lhok Sukon.

Uleebalang pertama yang memerintah Keuleebalangan Keureuto adalah Teuku Keujreun Peugamat dan yang terakhir hingga Indonesia merdeka adalah Teuku Raja Sabi. Namun ada seoranguleebalang yang terkenal dari daerah ini yaitu Cut Nyak Asiah. Ia menggantikan suaminya yang bernama Teuku Chik Muhammad Ali setelah suaminya itu meninggal. Cut Nyak Asiah adalahseorang wanita yang tangkas dan bijak dalam berbicara di majelis. Dalam tiap konsultasi denganuleebalangcutnya, dia sendiri yang memimpin pertemuan tanpa dibantu oleh orang lain

Perkawinan antara Cut Nyak Asiah dengan Teuku Chik Muhammad Ali menghasilkan duaorang anak, tetapi keduanya telah meninggal sejak kecil. Menurut adat seorang uleebalang yangmeninggal harus digantikan oleh keturunannya. Karenanya kemudian Cut Nyak Asiah mengambildua putera dari saudaranya T Ben Berghang yang bernama Teuku Syamsarif dan Teuku CutMuhammad sebagai anaknya.Setelah Cut Nyak Asiah meninggal Belanda yang telah menduduki keuleebalangan keureutomencoba menerapkan politik adu domba. Belanda mengangkat Teuku Syamsarif, yang tidak disenangi rakyat dan bersedia bekerja sama dengan Belanda, sebagai uleebalang. Teuku CutMuhammad tidak menerima kerja sama itu. Kemudian, ia memimpin rakyatnya menentang Belandadan berjuang di gunung-gunung bersama

Dalam peperangan dengan Belanda, Teuku Chik Muhammad bergabung dengan pasukanTeuku Ben Daud. Sebelumnya Teuku Chik Muhammad berperang bersama dengan Sultan padawaktu Sultan dan Panglima Polem menjadikan Pasee dan Aceh Utara sebagai pusat pertahanan. Atas jasa-jasanya itu, akhirnya Teuku Cut Muhammad diangkat sebagai uleebalang Keurueto dari sultandengan sebuah surat pengangkatan yang menggunakan cap sikeureung (cap sembilan). Oleh karenaitu, daerah keureuto terdapat dua uleebalang, yaitu Teuku Syamsarif yang diangkat oleh Belandasebagai uleebalang Baroh (yang terkenal dengan nama Teuku Chik Di Baroh atau Teuku Chik Bentara) dan Teuku Cut Muhammad yang diangkat oleh sultan sebagai uleebalang Tunong yangkemudian diberi gelar Teuku Chik Tunong.Teuku Chik Tunong adalah bukan orang yang gila pangkat dan kedudukan, bebas dari pengaruh asing. Ia sama sekali tidak mau tunduk kepada pengaruh asing yang seringkali menginjak-injak kehormatan nusa, bangsa, dan agama serta selalu menganggap musuh kepada bangsa asingseperti Belanda. Sifat ini dibawanya ketika menjadi uleebalang.

Teuku Chik Tunong bukan sekedar uleebalang yang tidak mau bekerja sama dengan Belanda, tetapi ia juga seorang pemimpin musliminyang ditakuti lawan dan dihormati kawan.Setelah menikah dengan Cut Nyak Meutia, Teuku Chik Tunong lebih bersemangat dalammelakukan perjuangan menentang kekuasaan Belanda karena perjuangannya didukung penuh olehsang istri. Jadilah, mereka pasangan serasi yang saling membahu dalam perjuangan melawanimprialis dan kolonialis Belanda.Mengenai perjuangan Teuku Chik Tunong, Zentgraaff (1982: 148), pernah mengomentaridengan kata-kata “sungguh sebuah kisah tersendiri. Mendadak, bagaikan kilat, ia melakukanserangan-serangan, sebentar di sini kemudian beralih di sana, dan menghilang jauh-jauh. Dia cukuparif memahami, agar tidak selalu melakukan perlawanan-perlawanan yang teratur terhadap pasukanBelanda”.Dalam melakukan peperangan Teuku Chik Tunong mempuyai strategi yang jitu dan matang.Ia bersama-sama dengan istrinya, sebelum mencegat patroli Belanda terlebih dahulu menyebar mata-mata. Dengan demikian, mereka dapat mempersiapkan pasukannya yang sedang melakukan operasiyang dianggap strategis. Cara ini dapat memberikan keuntungan besar karena Belanda dicegat secaratiba-tiba sehingga Teuku Chik Tunong dapat merampas senjata-senjata anggota pasukan Belanda

Beberapa kali mereka berhasil mencegat patroli Belanda. Pada tahun 1902 pasukan TeukuChik Tunong menyerang Detasemen Infantri di bawah komandan Van Steijn Parve yang berkekuatan 30 serdadu. Pada pertempuran itu, Belanda kehilangan 8 serdadu tewas dan lukasedangkan pada pihak pasukan Teuku Chik Tunong menderita 14 orang yang tewas. Dalam bulanAgustus ia mencatat kembali penyerangan yang berhasil terhadap pasukan Belanda yang sedangmelakukan patroli dari Simpang Ulin menuju ke Blang Ni.

Teuku Chik Tunong dapat mengetahuirute yang dilewati oleh pasukan Belanda tersebut dan kemudian menghancurkannya dekat jalansetapak tidak jauh dari Meunasah Jeuro.Salah satu pukulan keras yang diberikan pasukan Teuku Chik Tunong kepada Belanda terjadi pada bulan November 1903. Ketika itu, sebuah pasukan patroli yang dipimpin oleh Letnan Kok menaiki dua buah perahu yang bertolak dari Krueng Sampoe Niet menuju ke kampung MatangReyeuk. Pasukan ini akan menghancurkan pasukan Teuku Chik Tunong yang akan mengadakankenduri besar. Namun sebetulnya kenduri itu hanya tipuan belaka. Sesuai dengan rencana, pasukanKok akhirnya dapat dihancurkan oleh pasukan Teuku Chik Tunong
LikeLike • Share

Comment di Facebook:

Adi Fa and 28 others like this.
View 2 more comments
Zubier Ispir Pantas orang kita suka meramai ramaikan sesuatu..
12 hrs • Like • 1
Donald Tick Interesting this story.Like to know more about it.Yes,T Raja Sabi was a praised man.Until his death he behaved like a moral high person.He was killed by anti-raja nationalists jan/febr 1946.Hisx original name was T Ahmad.His daughter Cut Zuraida was st…See More
11 hrs • Like • 4
Adi Fa T Adriansyah Djohan,ini cucu teuku raja sabi,ulee balang keureuto, Donald Tick.
11 hrs • Like • 1
Teuku Nouf Levi Kasah Hulu Balang pertama yang memerintah Keuleebalangan Keureuto TEUKU RAJA WAN SYARIFUDDIN (TOK WAN) Panglima Perang Negeri Keureutow (angkatan Perang masa Sulthan Iskandar Muda), Syahid di malaka dalam pertempuran menghadapi portugis yang merupakan Indat…See More
10 hrs • Like • 2
Donald Tick Thank you!!!
10 hrs • Like • 3
Donald Tick Thank you also for this info.I wait for info by YM Teuku T Adriansyah Djohan about this matter.I see he also is leading a facebook with people interested in the 101 uleebalang dynasties of Aceh.
7 hrs • Like • 1
Sumber: Adi Fa, FB.
———————————————————————————————————————————

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: