Natal, kerajaan / Prov. Sumatera Utara – kab. Mandailing Natal

Kerjaan Natal terletak di Sumatera, kab. Mandailing Natal, prov. Sumatera Utara.

The kingdom of Natal was located on Sumatera, District Mandailing Natal, prov. Sumatera Utara.
For english, click here

Kabupaten Mandailing Natal, prov. Sumatera Utara


* Foto foto situs kuno dan suku-suku di Sumatera dan Sumatera dulu: link


Sejarah kerajaan Natal

Untuk sejarah lengkap, klik di sini

Natal atau Nata, sejak berabad-abad lalu telah menjadi basis perdagangan bagi masyarakat Minangkabau. Bersama kota-kota di pantai barat Sumatera Utara lainnya seperti Sibolga, Barus, dan Sorkam, kota ini memiliki pola budaya Minangkabau. Wilayah ini mulai berkembang sejak diteroka oleh Raja Putiah asal Kesultanan Indrapura. Peneroka lainnya adalah Pangeran Indra Sutan asal Kerajaan Pagaruyung dan ikut pula bersamanya Datuk Imam asal Ujung Gading.
Dalam perkembangannya, wilayah ini kemudian menjadi kerajaan tersendiri yang dikenal sebagai Ranah Natal. Masih terdapat kontroversi mengenai asal mula nama Natal. Ada yang mengatakan bangsa Portugis yang memberi nama tersebut karena ketika mereka tiba di Pelabuhan di Pantai Barat Mandailing, para pelaut Portugis mendapatkan kesan bahwa pelabuhan alam ini mirip dengan Pelabuhan di wilayah Natal yang berada di Afrika Selatan sekarang.
Ada versi lain yang menyebutkan bahwa armada Portugis tiba di Pelabuhan ini tepat pada hari besar Natal sehingga mereka menamakan pelabuhan tersebut dengan nama Natal. Oleh Puti Balkis A Alisjahbana, adik kandung pujangga Sutan Takdir Alisjahbana menjelaskan bahwa kata “Natal” berasal dari dua ungkapan pendek masing-masingdalam bahasa Mandailing dan Minangkabau. Ungkapan dalam bahasa Mandailing yaitu “Na Tarida” yang artinya yang tampak (dilihat dari kaki Gunung Sorik Marapi di wilayah Mandailing Natal). Ungkapan ini kemudian berangsur-angsur menjadi Natar.

Pada abad ke-16, Natal dikuasai oleh Kerajaan Aceh. Sejak tahun 1751-1825, Natal menjadi pos perdagangan Inggris. Setelah ditandatanganinya Traktat London, Natal menjadi bagian pemerintah Hindia Belanda, yang pada tahun 1843 dimasukkan ke dalam Residensi Tapanuli. Setelah masa kemerdekaan, wilayah ini kemudian dimasukkan ke dalam administrasi Provinsi Sumatera Utara.

Makam raja-raja Hutagodang. Sumber: https://rahipabean.blogspot.com/2017/08/mandailing-natal-makan-raja-raja.html


Gelar orang bangsawan

Seperti wilayah lainnya di pesisir barat Minangkabau, di Natal seorang anak yang ibu dan ayahnya keturunan bangsawan, maka akan berhak menyandang gelar Sutan (laki-laki) atau Puti (perempuan). Namun jika ibunya bukan keturunan bangsawan, maka anaknya hanya menggunakan gelar Marah (laki-laki) atau Sitti (perempuan).


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber

– Sejarah kerajaan Natal: https://id.wikipedia.org/wiki/Natal,_Mandailing_Natal
– Sejarah kerajaan Natal: https://daerah.sindonews.com/read/1284994/29/sejarah-berdirinya-kerajaan-natal-di-sumatera-utara-1519545620