Kalimantan / perang Banjar, 1859 -1863

Perang Banjar (1859-1905, menurut sumber Belanda 1859-1863) adalah perang perlawanan terhadap penjajahan kolonial Belanda yang terjadi di Kesultanan Banjar yang meliputi wilayah provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

The Banjar War (1859-1905, according to Dutch sources 1859-1863) was a war of resistance against Dutch colonial rule that took place in the Banjar Sultanate which covered the provinces of South Kalimantan and Central Kalimantan.
For english, click here

Kesultanan Banjar


* Foto perang belanda di Kalimantan: di bawah


* Video sejarah kerajaan-kerajaan di Kalimantan

– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan, 45.000 SM – 2017: link
Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Barat, 45.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Tengah / Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Timur / Utara, 1M – 2020: link
– Video sejarah kesultanan Banjar: link


PERANG BANJAR, 1859-1905

Perang Banjar

Perang Banjar (1859-1905) adalah perang perlawanan terhadap penjajahan kolonial Belanda yang terjadi di Kesultanan Banjar yang meliputi wilayah provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Perang Banjar berlangsung antara 1859 -1905 (menurut sumber Belanda 1859-1863). Konflik dengan Belanda sebenarnya sudah mulai sejak Belanda memperoleh hak monopoli dagang di Kesultanan Banjar. Dengan ikut campurnya Belanda dalam urusan kerajaan, kekalutan makin bertambah.

Kapal uap Celebes bertempur dengan kapal-kapal Dayak bersenjata


Pada tahun 1785, Pangeran Nata yang menjadi wali putra makota, mengangkat dirinya menjadi raja dengan gelar Sultan Tahmidullah II (1785-1808) dan membunuh semua putra almarhum Sultan Muhammad. Pangeran Amir, satu-satunya pewaris tahta yang selamat, berhasil melarikan diri lalu mengadakan perlawanan dengan dukungan pamannya Arung Turawe, tetapi gagal. Pangeran Amir (kakek Pangeran Antasari) akhirnya tertangkap dan dibuang ke Srilangka.

Kompleks keraton Banjar di Martapura pada tahun 1843

– Sebab umum :
• Rakyat tidak senang dengan merajalelanya Belanda yang mengusahakan perkebunan dan pertambangan di Kalimantan Selatan.
• Belanda terlalu banyak campur tangan dalam urusan intern kesultanan.
• Belanda bermaksud menguasai daerah Kalimantan Selatan karena daerah ini ditemukan pertambangan batubara. (Karena ditemukan Batubara di kota Martapura Belanda telah merencanakan untuk memindah ibukota kesultanan ke kota Negara – bekas ibukota pada zaman Hindu), bahkan jauh sebelumnya Belanda telah berencana bahwa kerajaan ini tidak lagi diberi jabatan Sultan yang bertahta (dihapuskan).
– Sebab Khusus:
Karena Pangeran Hidayatullah yang seharusnya menjadi Sultan Banjar tidak disetujui oleh Belanda yang kemudian menganggap Tamjidullah sebagai sultan yang sebenarnya tidak berhak menjadi sultan. Kemudian setelah Belanda mencopot Tamjidullah dari kursi sultan, Belanda membubarkan Kesultanan Banjar. Pada 25 Juni 1859, Hindia Belanda mengirim Sultan Tamjidullah II ke Buitenzorg, Jawa.
– Sumber: Wiki

Kapal Onrust di Lalutung Tuor.


Sumber

– Perang Banjar: https://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Banjar
– Perang Banjar:
https://sejarahlengkap.com/indonesia/sejarah-perang-banjar
– Perang Banjar: http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/perang-banjar.html


Perang Banjar

—————————

Perang Banjar

—————————

Pangeran Antasari dan Pangeran Hidayatullah II memimpin perlawanan terhadap Belanda pada 1859. Pangeran Antasari memimpin penyerangan terhadap benteng Belanda dan tambang batubara di wilayah Pengaron.


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: