Pewaris sejarah kesultanan Aceh Darussalem

Tulisan ini oleh Adi Fa, Facebook

—————————————

PEWARIS SEJARAH KESULTANAN ACEH DARUSSALAM

Tuanku Raja Ibrahim merupakan putera tertua dari Sulthan Muhammad Daud Syah. Ia adalah pemegang Putera Mahkota terakhir. Ratu Belanda pernah ingin melihatnya langsung.
putra Mahkota Kerajaan Aceh yang Sudah bertahun tahun Di buru oleh marsose pasukan terhebat Ratu Belanda yg di kenal sebagai anjing anjing Ratu Belanda.sebagai rasa hormat sang ratu terhadap puttra mahkota beliau di beri pangkat kehormatan colonel .
Tuanku Raja Ibrahim ini juga pernah diasingkan oleh Belanda bersama dengan ayahanda dan ibundanya ke Batavia hingga akhirnya bisa pulang kembali ke Aceh tahun 1937.

Sampai tahun 1960 Tuanku Raja Ibrahim menjabat Mantri Tani di Sigli dan diberikan rumah untuk tinggal sementara oleh Pemerintah Republik Indonesia pada masa gubernur muzakir walad dengan status pinjam pakai

Putra mahkato Kerajaan Aceh Darussalam menghembuskan nafas terakhir Pada 1 Maret 1982, dan dikebumikan di Baperis (Badan Pengurus Kompleks Makam Raja Aceh).
estafet kepemimpinan Sultan Trah Alaidin selanjut nya di terus kan oleh Putri Pertamanya.

Tuanku Raja Ibrahim meninggal kan 16 orang putera-puteri dari beberapa istrinya.dari perkawinan nya dengan Potjut Hamidah binti potjut Umar lahirlah Tengku Putro Safiatuddin Cahya Nur Alam.I

Putri tertuanya Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam, yang menetap diMataram Bersama Putri nya cut neneng mahmi datu hasanah

Sultanah Teungku putro Safiaruddin Cahya Nur Alam lahir di Pidie pada tahun. 1932.Beliau di nobat kan sebagai pewaris putra mahkota sekaligus sebagai pewaris Kesultanan Aceh Darussalam dari trah Alaidin di masjid Leung putu ketika Beliau masih remaja turut hadir Teuku Umar Keumangan.Teungku Umar Tiro teuku laksamana njong dan beberapa raja dari tanah Gayo yg menghadiahi kepada Beliau puluhan Ekor kerbau sebagai tanda takzim dan Hormat kepada sang pewaris.dengan kudrat Allah SWT kerbau kerbau itu kembali lagi ke tanah Gayo.

Pasca perang cumbok terjadi razia besar besaran oleh pasukan liar dari yang ingin membasmi sisa sisa feodal.Sultanah Teungku putro safiatudin sempat di periksa dan semua peninggalan regelia Alat alat kerajaan yang masih bekiau warisi dari kakeknya disita oleh gerombolan itu.termasuk juga ayunan bayi berlapis emas peninggalan indatunya.(wawancara dgn beliau)

Teungku putroe safiatuddin Cahya Nur Alam menikah dengan Teuku Sulaiman Syah bin Teuku Ahmad Syah meureudu bin Teuku Muda Cut Lateh Meurdu bin Teuku Po Maharaja Tjhik. dan mempunyai 6 orang anak yaitu: Teuku Sulasya,Teuku Arzul syah,Cut Sulfia,Cut Sultana dan Mahmidul Khasanah

Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam tutup usia di RS Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (6/6/2018) sekitar pukul 06.45 WITA.
Aceh kembali berduka dan Kehilangan sang pengwaris sejarah Kesultanan Aceh yang sudah cukup lama dilupakan oleh rakyat Aceh.yg beranggapan tdk ada lagi keturunan Sultan pasca di tangkap nya sultan
Silsilah Sulthanah Teungku Putroe Safiatuddin Cahya Nur Alam.dan Adik adiknya adalah Bin
Tuanku Raja Ibrahim Bin Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah bin Tuanku pangeran Zainal Abidin bin Sultan Alaidin Ibrahim Mansyur Syah.Sultan aceh darussalam ke 41 bin sultan Alaidin Jauhar Alamsyah (Tuanku Husein)sultan aceh ke 37.

Menikah dengan Putroe Gamba Gadeing binti Tuanku Abdul Majid binti Tuanku pangeran Abbas binti Sultan Alaidin Jauhar Alamsyah (tuanku husein) Sultan aceh dadussalam ke 37

berikut nama nama adik daripada Sultanah Teungku Puro safiatuddin Cahya Nur Alam.
Teungku Putroe Kasmi Nur Alam, Beliau sangat mirip wajah nua dengan Twk raja Ibrahim.

Tuanku Raja Zainal Abidin.

Teungku Putroe Rangganis, Tuanku Raja Ramaluddin, Teungku Putroe Sariawan, Tuanku Raja Mansur, Tuanku Raja Djohan, Tuanku Raja Iskandar.

Teungku Putroe Sukmawati, Tuanku Raja Syamsuddin, Tuanku Raja Muhammad Daud, Tuanku Raja Yusuf, Tuanku Raja Sulaiman, Teungku Putroe Gambar Gading, dan Tuanku Raja Ishak Badruzzaman.(foto kenangan penulis bersama sultanah Teungku putro cahya nur Alam binti twk Raja Ibrahim bin Sultan muhammad Daosyah bin twk pangeran zainal abidin bin Sultan ibrahim mansyursyah bin sultan Alaidin Jauhar alamsyah.