Tanete (Barru) – kerajaan Tanete / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Barru

Kerajaan Tanete (Barru) adalah kerajaan di Sulawesi, kab. Barru, prov. Sulawesi Selatan.
Awalnya adalah kerajaan Agang Nionjo dan kemudian kerajaan Agang Nionjo menjadi kerajaan Tanete (Barru).
Kerajaan Tanete berdiri sekitar pertengahan abad ke-16.

The kingdom of Tanete was a kingdom in south Sulawesi, district of Kab. Barru.
For english, click here

Lokasi kab. Barru


* Foto kerajaan Tanete (Barru): link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link

* Foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto suku Bugis: link
* Foto suku Toraja: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Sejarah kerajaan Tanete Barru

Kabupaten Barru dahulu sebelum terbentuk adalah sebuah kerajaan kecil yang masing-masing dipimpin oleh seorang raja, yaitu: Kerajaan Berru (Barru), Kerajaan Tanete, Kerajaan Soppeng Riaja dan Kerajaan Mallusetasi.

Awalnya adalah kerajaan Agang Nionjo dan kemudian kerajaan Agang Nionjo menjadi kerajaan Tanete (Barru).
Pada sekitar abad ke-17 disebut Agang Nionjo konon karena letaknya strategis dan selalu dilewati orang daerah lain, jalan ini dalam bahasa makassar (agang) dilewati (nionjo).

Kerajaan Agangnionjo (Tanete) mulai berdiri disekitar abad ke-16, pada tahun 1547 Masehi, dengan rajanya yang pertama Datu Golla’E.

Kerajaan Tanete berdiri sekitar pertengahan abad ke-16 dengan Raja pertama Datu Gollae yang merupakan kemanakan dari Raja Gowa ke-10. “Sampai pada Daeng Sinjai, Raja ke tujuh, nama Kerajaan Tanete masih Kerajaan Angangnionjo” (Mattalatta, 2003: 24). Nanti pada Raja selanjutnya yaitu To Maburu Limanna, Kerajaan Angangnionjo berubah nama menjadi Kerajaan Tanete.

Dimasa pemerintahan Belanda dibentuk Pemerintahan Sipil Belanda dimana wilayah Kerajaan Barru, Tanete dan Soppeng Riaja dimasukkan dalam wilayah Onder Afdelling Barru yang bernaung dibawah Afdelling Parepare. Sebagai kepala Pemerintahan Onder Afdelling diangkat seorang control Belanda yang berkedudukan di Barru, sedangkan ketiga bekas kerajaan tersebut diberi status sebagai Self Bestuur (Pemerintahan Kerajaan Sendiri) yang mempunyai hak otonom untuk menyelenggarakan pemerintahan sehari-hari baik terhadap eksekutif maupun dibidang yudikatif.
Sumber: Wiki

—————————

Info tambahan dikirim Andi M. Anwar Zaenong

Di Tanete sepanjang sejarah telah 4 kali perubahan sejarah politik, yaitu:

1) Kerajaan To Sangiang
2) Kerajaan Agang Nionjo bahasa Makassar atau Tanete bahasa Bugis di Lalabata dan Coppo’ Matajang
3) Selfbestur atau Swapraja Tanete artinya Kerjaan Tanete Pinjaman Kolonial di Pancana dan Lalolang
4) Kecamatan Tanete di PekkaE Padaelo

Tetapi setelah terbentuk Kerajaan Agang Nionjo atau Tanete, Datu GollaE sebagai raja I dan La Patau raja terakhir, maka istilah kerajaan To Sangiang disebut Arung MarioloE bahasa Bugis artinya raja terdahulu telah diganti oleh Arung MarimunriE artinya raja pengganti yang diberi kedudukan disebut riadeki bahasa Bugis artinya dihormati atau disembah oleh marga To Sangiang disebut keluarga Mangade’ atau Makkasuwiyyang artinya menundukkan diri bukan artinya sebagai hamba yang dijajah kecuali sebagai rakyat yang telah terlindungi. Sebatas itulah disebut kerajaan Tanete beradat yang berpusat di Lalabata atau di Coppo’ yang terakhir dan terkenal sebagai Onroang Allantikeng ArungngE.

Di wilayah sekarang disebut Tanete dalam adminstrasi Kabupaten Barru, secara kronologis dimulai dengan istilah kerajaan To Sangiang, kemudian kerajaan Agang Nionjo bahasa Makassar atau Tanete bahasa Bugis Ibu Kota Lalabata dan sekitarnya misalnya Coppo’ Matajang, dan pada masa kolonial disebut kerajaan Tanete pinjaman Kolonial disebut Selfbestuur atau Swapraja Tanete dengan ibu kota Pancana. Sekarang Kecamatan Tanete Rilau setelah dimekarkan Ibu Kota PekkaE/Padaelo.

Ibu A. Muh. Rum mantan Bupati Barru adalah cucu we Tenri Olle, makanya dari nama diberikan yakni Tenri Olle


Daftar Raja Tanete (Barru)

Kerajaan Tanete masih kerajaan Agang Nionjo

1) Datu Ngolla Karaeng Segeri (awal abad ke-16).
2) Pangara Wampang Puang Lolo Ujung.
3) To MatinroE Ribuku Jurunna.
4) Daeng Ngasseng.
5) Daeng Majanna.
6) Torijallo ri Adderenna.
7) Daeng Sinjai.

Kerajaan Tanete

8) To Maburu Limanna.
9) Petta To Sugie atau Petta Pallase IseE.
10) Petta MatinroE ri Buliana.

11) La Waru Daeng Mattepu.
12) La Sulo Daeng Mattajang.
13) Datu Tanete We Patteketana Daeng Tanisanga. Beliau menikah dengan To Palaguna
Matinrowe ri Langkana, putera Setiaraja, Raja Luwu XXI. Dan juga menikahi La Temmu Page orang tua Lamallarangen Datu Lompulle
14) Sultan Fahruddin Latenrioddang.
15) We Tenrileleang petta Matinroe Risoreang .Juga Payung Ri Luwu

16) 1824: La Madussila Datu Tanete To Appangewa Petta Matinroe Ri Dusun
17) 1824-1844: La Patau Datu Tanete Karaeng Tanete Petta Matinroe Salo Moni
18) 1844-1856: Rumpang Megga Dulung Larnuru
19) 1856-1910:  Sitti Aisyah We Tenriolle
20) 1910-1926: We Pancaitana BungawaliE Arung Pancana
21) 1926-1927: We Pattekketana Arung Lalolang
22) 1927-1950: Andi Baso Latenrisessu Datu Bakke

– Sumber: http://wijakalibarru.blogspot.co.id/2014/09/agang-nionjo-kerajaan-tanete-barru.html

* Tanete-Barru pada masa pemerintahan Andi Baso Paddippung (1927-1950): klik di sini

Sitti Aisyah We Tenriolle, memerintah 1856-1910

Siti Aisyah We Tenriolle - Wikipedia


We Tenri Olle, Ratu kerajaan Tanete, 1855-1910

Bersama Wé tanri Ollé, Ratu Tanete, yang kematiannya diberitahukan kepada kami dari Makassar, seorang tokoh sejarah menghilang. Java-Bode menulis darinya:
Sejak 1856 wanita ini memerintah di Tanete, sebelumnya salah satu negara bagian Sulawesi Selatan, yang terletak di Ned. Pemerintah Hindia paling banyak menimbulkan masalah, tetapi itu telah terjadi sejak awal, kami tidak ingin mengatakan yang paling tenang, karena selalu ada keresahan dalam negeri, tetapi setidaknya yang paling setia dari semua negara yang bersekutu.
Tiga kali sebelum 1850, pemerintah harus mengirim ekspedisi untuk menaklukkan daerah kecil, yang mengejek otoritas kami. Tetapi selama 54 tahun pemerintahan, “Kompani” tidak memiliki teman yang lebih setia daripada Wé Tanri Ollé. Di pemberontakan, gangguan, perang, yang mengganggu Sulawesi Selatan pada waktu itu, gubernur Tanete selalu memilih partai pemerintah.
Bahkan pada tahun 1905, setelah dimulainya ekspedisi Boni, ketika semua pangeran Sulawesi Selatan berbalik melawan pemerintah, puteri Tanete tetap setia. Pemerintah telah menghargai persahabatan dan kesetiaannya, begitu sering dan terus menerus, dihargai, dan baik Landvoogd maupun Supreme Board tidak gagal mendukungnya. Selain medali emas besar, dia diberi medali salib ksatria Singa Belanda dan salib komandan Oranye-Nassau. Juga, karena menghormatinya, perubahan dalam hubungan antara pemerintahan sendiri dan pemerintah telah ditinggalkan, pada pijakan yang sama seperti dalam kaitannya dengan negara bagian Sulawesi Selatan lainnya. Hanya pada tahun 1901 sebuah pernyataan diperoleh darinya, di mana ia menyerahkan kekuasaan untuk memungut bayaran di wilayahnya terhadap kompensasi.
Terakhir kali kami melihat sesuatu disebutkan di majalah-majalahnya, mengikuti perjalanan dengan mobil yang dilakukan di sepanjang Pantai Barat semenanjung dari Makassar ke arah Paré-Paré. Dengan ramah sang ratu kemudian menampung tuan-tuan itu dari jauh ke kota utamanya. Banyak kali potret teman tertua pemerintah Belanda ini diterbitkan di majalah bergambar. ” terhadap kompensasi. Terakhir kali kami melihat sesuatu disebutkan di majalah-majalahnya, mengikuti perjalanan dengan mobil yang dilakukan di sepanjang Pantai Barat semenanjung dari Makassar ke arah Paré-Paré.
Pada 1898 ia diangkat sebagai Knight dan pada 1906 Commandeur di Orde of Nassau Orange. Menurut sebuah laporan di Sumatra Post 22 April 1907, dia mendapatkan salib komandan yang disematkan pada tahun 1907 di Makassar (Ujung Pandang).
– Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2918170288253264&set=gm.2984204814928830&type=3&theater
– Sumber lain: https://id.wikipedia.org/wiki/Siti_Aisyah_We_Tenriolle

Ratu We Tenri Olle kerajaan Tanete


Daftar kerajaan Pasal / Bawahan kerajaan Tanete

Meski kerajaan Tanete merupakan salah satu kerajaan kecil diantara kerajaan-kerajaan besar (Gowa-Tallo/Makassar, Bone, Luwu, Wajo, Soppeng) di jazirah Sulawesi Selatan, namun kerajaan Tanete juga mempunyai peranan penting pada perkembangan sosial politik di Sulawesi, Tanete juga memiliki kerajaan palili (Pasal/Bawahan) diantaranya:

  • Alekale, sekarang menjadi dusun Alekale di desa Pujananting, kecamatan Pujananting (Tanah leluhur masyarakat Tanete).
  • Punranga, sekarang menjadi dusun Punranga di kecamatan Pujananting.
  • Tinco, sekarang menjadi dusun Tinco di desa jangang-jangang, kecamatan Pujananting.
  • Ajang Bulu, suatu kampung di kecamatan Pujananting.
  • Gattareng, sekarang menjadi desa Gattareng, kecamatan Pujananting.
  • Barang, sekarang menjadi nama dusun Barang di desa Pujananting, kecamatan Pujananting.
  • Salopuru, sekarang menjadi dusun Salopuru di kecamatan Pujananting.
  • Wanawaru, sekarang menjadi nama dusun Wanawaru di kecamatan Pujananting.
  • Pange, sekarang menjadi nama dusun Pange di kecamatan Pujananting.
  • Pangi, sekarang menjadi nama dusun Pangi di desa Jangang-jangang, kecamatan Pujananting (Tanah leluhur masyarakat Tanete juga merupakan tempat munculnya To Manurung To Sangiang).
  • Beruru, suatu kampung di kecamatan Pujananting.
  • Lemo, suatu kampung di desa Jangang-jangang, kecamatan Pujananting
  • Bellayanging, nama suatu kampung di kecamatan Pujananting.
  • Rea atau Reya, nama suatu kampung yang sekarang masuk wilayah administrasi kabupaten Bone, kecamatan Lamuru.
  • Mammeke, nama suatu kampung di kecamatan Pujananting.
  • Ampiri, sekarang menjadi dusun Ampiri di desa Bacu-bacu, kecamatan Pujananting.
  • Balenrang.
  • Salomoni, nama suatu kampung di kecamatan Tanete Rilau.
  • Boli.
  • Cinekko, nama kampung di kecamatan Taneter Rilau.
  • Palludda, sekarang menjadi dusun Palludda di kecamatan Pujananting.
  • Pancana, sekarang menjadi desa Pancana, kecamatan Tanete Rilau (Dahulu Pancana merupakan ibu kota kerajaan Tanete).
  • Lipukassi, sekarang menjadi desa Lipukasi, kecamatan Tanete Rilau (Lipukasi pada masa kerajaan Tanete dijadikan sebagai tempat khusus untuk para tawanan.
  • Lajoanging dan Ammerung (daerah pemberian kerajaan Lamuru kepada Tanete).

Sumber: © Daftar Palili Kerajaan Tanete (Kerajaan Pasal/Bawahan Tanete) | Attoriolong
Source: https://www.attoriolong.com/2014/09/daftar-palili-kerajaan-tanete-kerajaan.html


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

Kabupaten Barru: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Barru
Daftar Raja Tanete: http://wijakalibarru.blogspot.co.id/2014/09/agang-nionjo-kerajaan-tanete-barru.html
– Tanete-Barru pada masa pemerintahan Andi Baso Paddippung (1927-1950): https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/raja-of-tanete-bulukumpa/tanete-barru-pada-masa-pemerintahan-andi-baso-paddippung-1927-1950/
– Kerajaan kerajaan di Barru, Tanete: http://attoriolong.blogspot.co.id/2015/03/kerajaan-kerajaan-di-barru.html

– Tentang Ratu Tenri Olle: link


Peta Sulawesi selatan (incl. Barru) tahun 1909


26 Comments

26 thoughts on “Tanete (Barru) – kerajaan Tanete / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Barru

  1. Andi M. Anwar Zaenong

    Istilah Agang Nionjo bahasa Makassar dan Tanete bahasa Bugis, pada dasarnya tidak berbeda arti menunjukkan lain Agangnionjo dan lain Tanete,melainkan dari keduanya dalam arti yang serupa. Agangnionjo artinya tanah diinjak tetapi tidak berarti tanah dijajah malainkan tanah yang telah terlindungi terbentuk sebagai perpanjangan dari kerajaan sebelumnya, berdiri bukan karena menaklukkan tetapi dengan permintaan To Sangiang sendiri untuk diayomi, diperintah dan dilindungi, sehingga mereka disebut Makkasuwiyyang atau Mangade’ bahasa Bugis, di tempat lain misalnya di Kiru-Kiru dan Balusu disebut Parakka’.

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas kirim infonya. Info ini kami juga masukkan halaman “kerajaan Agangnionjo”. Paul, penerbit website

  2. Andi M. Anwar Zaenong

    Di Tanete sepanjang sejarah telah 4 kali perubahan sejarah politik, yaitu:
    1. Kerajaan To Sangiang
    2. Kerajaan Agang Nionjo bahasa Makassar atau Tanete bahasa Bugis di Lalabata dan Coppo’ Matajang
    3.Selfbestur atau Swapraja Tanete artinya Kerjaan Tanete Pinjaman Kolonial di Pancana dan Lalolang
    4. Kecamatan Tanete di PekkaE Padaelo

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas kirim info tentang kerajaan tanete (Barru). Info yang anda kirim, sudah masuk website (kerajaan Tante Barru). Thank you, Paul, penerbit website

  3. Nurdin

    Mau tanya..
    Nenek sya punya kuburan di tengah sawah di Tanete Riaja.. ap betul almarhum pernah menjadi salah satu bagian di kerajaan Tanete..???

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Tidak ada info sama sekali tentang kuburan ini. Paul

  4. Nurdin

    Sya mau tanya..
    Kuburan yg ad di Tanete Riaja ap betul tangan kanan dri raja Tanete..???

    • Nurdin

      Apa betul ad salah satu tangan kanan raja Tanete yg meninggal di Tanete Riaja..
      Dan klo mmang ada tolong sebutkan nama lengkapx..🙏🙏

      • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

        Terima kasih atas mail anda. Tidak ada info tambahan. Info tentang kerajaan Tanete cuma sedikit. Paul, penerbit website

      • Baso ahmad

        Assalamualaikum
        Tabe saya mau bertanya admin. Apakah ada yang tau Andi tenratu di Barru (tanete Rilau)

      • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

        Maaf, Tidak ada info tentang Andi Tenratu di Barru (tanete Rilau). Sorry. Paul

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Sorry, tidak ada info tentang kuburan yang ada di Tanete. Paul, penerbit website

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Tentang kuburan di Tanete kami tidak ada info.

  5. Pingback: Tiro, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan, Kab. Bulukumba | ruang bulukumba

  6. Pingback: Ara Bontohari, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan, Kab. Bulukumba | ruang bulukumba

  7. Rehan

    Tolong d cari kuburan kedua orang tua puang lolo saide pendamping datue bakke

    • Sultans in Indonesia

      kami belum dapat info tentang puang lolo saide. Juga Google tidak kasih info.
      Paul,
      penerbit website

  8. Awan

    Bagai mana dgn datu tenri olle, ibu dari mantan bupati barru andi muhammad rum

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda.
      Tentang datu Tenri Olle belum ada info cukup.

      Dengan hormat,
      Paul, penerbit website

  9. Puang lolo lasaide

    Tolong di cari sejarahnya puang lolo lasaide yang kuburannya di kaworo (nane’e)

    • Sultans in Indonesia

      Kami tidak (belum) dapat info tentang puang lolo lasaide dan kuburnya.
      Maaf.

      Dengan hormat,
      Paul, penerbit website

  10. Andi

    Apakah ada literasi mengenai datu tanete andi baso latenrisessu

    • Sultans in Indonesia

      Belum ada info tentang literasi mengenai datu tanete andi baso latenrisessu.
      Dengan hormat,
      Penerbit website.

  11. Andy Charlie

    More than a centuries. Shes rule the land. Amazing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: