Cirebon, Keraton Kaprabonan / Prov. Jawa Barat – Kab. Cirebon

Keraton Kaprabonan berdiri sejak perpecahan kesultanan Cirebon tahun 1696. Terletak di Kab. Cirebon, prov. Jawa Barat. didirikan oleh putera mahkota kesultanan Kanoman Pangeran Raja Adipati Kaprabon yang lebih memilih untuk memperdalam ilmu agama Islam pada tahun 1696.

The Keraton of Kaprabonan was founded in 1696.

Klik foto untuk besar  !

Kabupaten Cirebon

Kabupaten Cirebon

Provinsi Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat


* Foto keraton Kaprabonan: link

* Foto komplek bangunan keraton Kaprabonan: link


Adalah 4 Keraton di Cirebon / There are 4 keratons in Cirebon.

* Keraton Kaprabonan, present Pangeran: Pangeran Kaprabonan Cirebon X Pangeran Hempi Raja Kaprabon.
* Keraton Kasepuhan, present Sultan: Sultan Sepuh XIV
* Keraton Kanoman, present Sultan: Sultan Kanoman Cirebon 12 Kanjeng Gusti Muhammad Emirrudin
* Keraton Kacirebonan, present Pangeran: Pangeran Kacirebonan Pangeran Abdul-gani Natadiningrat


1) Tentang Raja / About the king

Present Pangeran of Kaprabonan (2013): Pangeran Kaprabonan Cirebon X, Pangeran Hempi Raja Kaprabon.
Dilantik tahun 2001.
Installed in 2001.

Info from kerajaan indonesia:

Kaprabonan dan Kacirebonan hanya memiliki pangeran sebagai raja. Meskipun Kacirebonan mencoba untuk membiarkan menaikkan gelarnya.

Kaprabonan and Kacirebonan only has a pangeran as king. Although Kacirebonan tries to let raise his title.


2) Sejarah / History Keraton Kaprabonan

Pendirian kesultanan Cirebon sangat berkaitan erat dengan keberadaan Kesultanan Demak.
Kesultanan Cirebon didirikan pada tahun 1552 oleh panglima kesultanan Demak, kemudian yang menjadi Sultan Cirebon ini wafat pada tahun 1570 dan digantikan oleh putranya yang masih sangat muda waktu itu. Berdasarkan berita dari klenteng Talang dan Semarang, tokoh utama pendiri Kesultanan Cirebon ini dianggap identik dengan tokoh pendiri Kesultanan Banten yaitu Sunan Gunung Jati.
Sultan kesultanan Cirebon:
* 1479-1568: Sunan Gunung Jati
* 1568-1570: Fatahillah
* 1570-1649: Panembahan Ratu I
* 1649-1677: Panembahan Ratu II

Perpecahan I, 1677
Pembagian pertama terhadap Kesultanan Cirebon, dengan demikian terjadi pada masa penobatan tiga orang putra Panembahan Girilaya, yaitu Sultan Sepuh, Sultan Anom, dan Panembahan Cirebon pada tahun 1677. Ini merupakan babak baru bagi keraton Cirebon, dimana kesultanan terpecah menjadi tiga dan masing-masing berkuasa dan menurunkan para sultan berikutnya. Dengan demikian, para penguasa Kesultanan Cirebon berikutnya adalah:
* Sultan Keraton Kasepuhan, Pangeran Martawijaya, dengan gelar Sultan Sepuh Abil Makarimi Muhammad Samsudin (1677-1703)
* Sultan Kanoman, Pangeran Kartawijaya, dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin (1677-1723)
* Pangeran Wangsakerta, sebagai Panembahan Cirebon dengan gelar Pangeran Abdul Kamil Muhammad Nasarudin atau Panembahan Tohpati (1677-1713).
Pangeran Wangsakerta tidak diangkat menjadi sultan melainkan hanya Panembahan. Ia tidak memiliki wilayah kekuasaan atau keraton sendiri, akan tetapi berdiri sebagai Kaprabonan (Paguron) yaitu tempat belajar para intelektual keraton.

Perpecahan II, 1807, berdirian Kacirebonan
Suksesi para sultan Cirebon pada umumnya berjalan lancar, sampai pada masa pemerintahan Sultan Anom IV (1798-1803), dimana terjadi perpecahan karena salah seorang putranya, yaitu Pangeran Raja Kanoman, ingin memisahkan diri membangun kesultanan sendiri dengan nama Kesultanan Kacirebonan.
Kehendak Pangeran Raja Kanoman didukung oleh pemerintah Kolonial Belanda dengan keluarnya besluit (Bahasa Belanda: surat keputusan) Gubernur-Jendral Hindia Belanda yang mengangkat Pangeran Raja Kanoman menjadi Sultan Carbon Kacirebonan tahun 1807 dengan pembatasan bahwa putra dan para penggantinya tidak berhak atas gelar sultan, cukup dengan gelar pangeran. Sejak itu di Kesultanan Cirebon bertambah satu penguasa lagi, yaitu Kesultanan Kacirebonan, pecahan dari Kesultanan Kanoman. Sementara takhta Sultan Kanoman V jatuh pada putra Sultan Anom IV yang lain bernama Sultan Anom Abusoleh Imamuddin (1803-1811).


————
Kaprabonan palace was founded in the year 1696 AD, by Pangeran Raja Adipati Kaprabonan; he wanted to develope the Islam according to theWaliyullah, especially Sunan Gunung Jati. At that time the political turmoil with the Dutch government heated up. Pangeran Raja Adipati Kaprabon wanted to distance himself from the situation and wanted to specialize himself  (Mandita) in the development of the Islamic religion to students.

– Sumber / Source: link


3) Daftar Raja / List of kings

Setelah Pangeran Raja Adipati Kaprabon sebagai Sultan Pandita agama Islam Tareqat wafat pada tahun 1734 M, kemudian secara turun-menurun diteruskan oleh puteranya, yaitu:
After Pangeran Raja Adipati Kaprabon as Sultan Pandita (preacher) Islam Tareqat died in 1734 AD, then hereditary was forwarded by his son, namely:

* 1734-1766: Pangeran Kusumawaningyun Kaprabon
* 1766-1798: Pangeran Brataningrat Kaprabon
* 1798-1838: Pangeran Raja Sulaiman Sulendraningrat Kaprabon
* 1838-1878: Pangeran Arifudin Kusumabratawirdja Kaprabon
* 1878-1918: Pangeran Adikusuma Adiningrat Kaprabon
* 1918-1946: Pangeran Angkawijaya Kaprabon
* 1946-1974: Pangeran Aruman Raja Kaprabon
* 1974-2001: Pangeran Herman Raja Kaprabon
*2001-sekarang: Pangeran Hempi Raja Kaprabon

– Sumber: link

Silsilah Cirebon.

Silsilah Cirebon.


4) Keraton / Palace

Keraton Kaprabonan

Foto foto Keraton Kaprabonan: link


5) Sumber / Source

Sejarah keraton Kaprabonan:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kaprabonan
– Sejarah singkat keraton Kaprabonan: http://kaprabonan.blogspot.co.id/
Sejarah: kerajaan indonesia
Website Keraton Kaprabonan: link
Daftar Raja: http://kaprabonan.blogspot.co.id/
.
– Sejarah kesultanan Cirebon (1430-1667) di Wiki: link
– Sejarah kesultanan Cirebon (1430-1667) : http://www.sejarahnusantara.com/kerajaan-islam/sejarah-kejayaan-kesultanan-cirebon-1445%E2%80%931677-kesultanan-pakungwati-cirebon-10026.htm

English

– History on Wiki: link


* Foto keraton Kaprabonan: link

* Foto foto Keraton Kaprabonan: link

Pangeran P. Hempi

Pangeran P. Hempi


 

 

 

 

 

Advertisements
1 Comment

One thought on “Cirebon, Keraton Kaprabonan / Prov. Jawa Barat – Kab. Cirebon

  1. Kaprabonan and Kacirebonan only has a pangeran as king.Although Kacirebonan tries to let raise his title.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: