Langnge-langnge, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Bulukumba

Kerajaan Langnge-langnge adalah kerajaan di Sulawesi, Kab. Bulukumba, prov. Sulawesi Selatan.


Tentang Kerajaan Langnge-langnge

Info tentang kerajaan ini cuma sedikit sedikit

Terdapat beberapa kerajaan kecil di daerah Suku Konjo, disebut kerajaan kecil karena tidak sebesar kerajaan Gowa dan Bone.

Kearah selatan Kajang, akan ditemui kerajaan kuno, yakni Karaeng Hero dan Langnge-langnge, dan penggabungan kedua nama tersebut menjadi asal muasalah Kerajaan Herlang.

Keduanya dalam banyak hal masih berada di bawah pengaruh kerajaan Kajang yang jauh lebih besar, dan serta turut dalam pemujaan yang di pimpin oleh Amma Toa.

– Kerajaan Hero: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/acac/
– Kerajaan Herlang: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/hero-langnge-langnge-herlang-kerajaan-bulukumba/


Sejarah kerajaan-kerajaan di Bulukumba

Pada awal abad ke-16 adalah awal berkembangnya sebuah kekuatan pada kerajaan-kerajaan kecil yang ada di Bulukumba baik dari segi ekonomi, pertahanan, serta, dapat mejalankan kekuasaannya dengan begitu baik sebagai penguasa kerajaan. Hanya saja ancaman dan tantangan sering datang dan pergi.
Kerajaan yang ada di Bulukumba adalah Kajang Amma toa. Setelah kerajaan berdiri mulailah aturan
Adat di budayakan ini yang terjadi di kerajaan Kajang. Dan ada beberapa kerajaan kecil yang ada di Bulukumba perlu kita tahu bahwa sebelum nama Bulukumba ada kerajaan kecil ini sudah ada terlebih dahulu, penamaan Bulukumba baru di bentuk setelah adanya pertentangan antara kerajaan Gowa dan kerajaan Bone.
Beberapa kerajaan kecil ada di Bulukumba yaitu:
* Kerajaan Tanete,
* kerajaan (Gantarang) Kindang,
* kerajaan Hero
* kerajaan Langnge-langnge,
* kerajaan Herlang,
* kerajaan Ujung Loe,
* kerajaan Ara Bontohari,
* kerajaan Kajang,
* kerajaan Tiro.

Di abad ke-16-17 di masa itu kerajaan Bone dan kerajaan Gowa bertikai dalam perebutan wilayah kekuasaan yaitu daerah bangkeng buki’, yang berada di wilayah Bulukumba sekarang.
Akhirnya kedua kerajaan ini kembali berdamai serta mendukung para raja yang ada di Bulukumba tetap mempertahankan dan menjaga wilayah kekuasaan mereka.
Karena mereka sudah tau kelicikan Belanda dan para sekutunya, mereka mengadu domba semua raja-raja supaya saling bertikai. Karena Belanda berpikir jika semua kerajaan bersatu maka semakin sulit untuk di kuasai.


Sumber

https://www.bulukumbakab.go.id/rubrik/makam-parakkasi-dg.-maloga
https://beritaku.id/mengenal-suku-bahasa-konjo-populasi-500-000-org/


Peta Sulawesi selatan (inkl. Boeloekoemba) tahun 1909


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: