Kulawi, Kerajaan / Sul. Tengah – Kab. Donggala

Kerajaan Kulawi adalah kerajaan Suku Kulawi, terletak di Sulawesi, Kab. Sigi, prov. Sulawesi Tengah.
Raja bergelar: Magau.

The Kingdom of Kulawi was a kingdom of the Kulawi People, located in the Donggala region. Central Sulawesi.
The title of the king is Magau.

Klik foto untuk besar !

Lokasi Kulawi

Provinsi Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah


* Foto kerajaan Kulawi: link

* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Tentang Raja sekarang

Raja bergelar: Magau.
Tentang raja sekarang tidak ada info.


Silsilah raja-raja Kulawi

* 1800-1830: Tampere (penguasa lumpuh di sulawesi Tengah)
* 1830-1850: Balo [anak]
* 1850-1880: Paloigi [putri]
* 1880-1900: Potempa  [anak]
* 1900-1906: Mesagala
* 1906-1910: Tomai Rengke (turun tahta)
* 1910-1918: Tomampe [keponakan]
* 1918-1920: Lakuntu
* 1920-1950: DJilóy [cucu Potempa]


Tentang kerajaan Kulawi

Suku Kulawi pemukimannya tersebar di sekitar danau Lindu, dataran Kulawi, dataran Gimpu dan sekitar daerah aliran sungai Koro (sungai Lariang untuk sebutan di Sulawesi Barat dan Tawaelia di daerah Lore).
Pada masa lalu, beberapa kelompok kecil suku Kulawi membentuk sebuah kerajaan yang dinamakan Kerajaan Kulawi. Setelah sekian lama berdiri, maka Kerajaan Kulawi menjadi kerajaan besar di wilayah Sulawesi Tengah.
Tahun 1905 di Bulu Momi terjadi perang antara masyarakat Kulawi melawan kolonial Belanda di bawah pimpinan seorang pahlawan Kulawi yaitu Towualangi yang juga disebut Taentorengke. Ketika perang berlangsung, pada pada saat itu pula kolonial Belanda mulai berkuasa di Kulawi untuk menjadikan Kulawi sebagai daerah kerajaan, maka pada tahun 1906 Kolonial Belanda mengangkat Towualangi menjadi raja Kulawi yang pertama.

– Sumber: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/10/suku-kulawi-sulawesi_12.html


Sejarah / History  kerajaan Kulawi

Masyarakat Kulawi memiliki sistem garis keturunan yang bilateral sifatnya. Pasangan-pasangan yang baru kawin umumnya tinggal di lingkungan rumah pihak wanita (uksorilokal atau matrilokal), dan setelah anak pertama lahir biasanya mereka pindah ke lingkungan pihak laki-laki, atau membuat rumah baru sendiri.
Pada zaman dulu masyarakat Kulawi berbentuk sebuah kerajaan kecil, rajanya disebut Magau atau Sangkala. Ia dibantu oleh sebuah dewan pemerintahan yang anggota-anggotanya berasal dari lapisan tinggi menurut adat, yaitu kaum to tua ngata. Pada masa sekarang pengaruh pelapisan lama itu sudah semakin tipis. Golongan tertinggi zaman dulu adalah maradika yang terdiri dari raja-raja dan keluarganya, lalu golongan to tua ngata sebagai bangsawan pembantu raja. Orang kebanyakan disebut to dea, di bawah sekali adalah golongan budak dan hamba sahaya yang disebut batua.

Sebelum ditaklukkan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1904 wilayah Kabupaten Donggala adalah wilayah Pemerintah raja-raja yang berdiri sendiri-sendiri yaitu:
1. Kerajaan Palu
2. Kerajaan Sigi Dolo
3. Kerajaan Kulawi
4. Kerajaan Biromaru
5. Kerajaan Banawa
6. Kerajaan Tawaili
7. Kerajaan Moutong
8. Kerajaan Parigi

Pada masa lalu, beberapa kelompok kecil suku Kulawi membentuk sebuah kerajaan yang dinamakan Kerajaan Kulawi. Setelah sekian lama berdiri, maka Kerajaan Kulawi menjadi kerajaan besar di wilayah Sulawesi Tengah.
Tahun 1905 di Bulu Momi terjadi perang antara masyarakat Kulawi melawan kolonial Belanda di bawah pimpinan seorang pahlawan Kulawi yaitu Towualangi yang juga disebut Taentorengke.
Ketika perang berlangsung, pada pada saat itu pula kolonial Belanda mulai berkuasa di Kulawi untuk menjadikan Kulawi sebagai daerah kerajaan, maka pada tahun 1906 Kolonial Belanda mengangkat Towualangi menjadi raja Kulawi yang pertama. Dan oleh kolonial Belanda wilayah dataran Lindu masuk ke dalam wilayah administrasi Kerajaan Kulawi.
—————-
Before it was conquered by the Dutch government in 1904, there were several kingdoms in this region, namely:
1. Kingdom of Palu
2. Kingdom of Sigi Dolo
3. Kingdom of Kulawi
4. Kingdom of Biromaru
5. Kingdom of Banawa
6. Kingdom of Tawaili
7. Kingdom of Moutong
8. Kingdom of Parigi

In the past, several small groups of the Kulawi tribe founded a kingdom, called Kingdom of Kulawi. Later, the kingdom of Kulawi became a big kingdom in the region of Central Sulawesi.
In 1905 there was a war in Bulu Momi by the Kulawi people to resist the Dutch colonial government. When the war continued, the Dutch begun the give power to Kulawi to become a kingdom again.
In 1906 the dutch named Towualangi as the first king of Kulawi. The region of Lindu was made part of the kingdom of Kulawi. Later this region became under dutch government the “Afdeling Donggala”. The under-afdeling (sub district) “Palu” consisted of: landschap Kulawi in Kulawi, and 2 others.


Rumah raja Kulawi DJilóy


Peta peta kerajaan di Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta (1500, 1600, 1909 M, dan lain) , klik di sini


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

– Sejarah kerajaan-kerajaan Wilayah Donggala: link
Donggala on Wiki: link
Suku Kulawi:  http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/10/suku-kulawi-sulawesi_12.html
– Suku Kulawi: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2014/09/sejarah-suku-kulawi-di-sulawesi.html


* Foto kerajaan Kulawi: link


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: