Huristak, kerajaan / Prov. Sumatera Utara – kab. Tapanuli Selatan

Kerajaan Batak Tua, Huristak, terletak di kab. Tapanuli Selatan, prov. Sumatera Utara. Ini kerajaan di Tanah Batak.
Kerajaan Huristak adalah dua fase:
2 M-1650 M, kerajaan Batak Tua.
1650 – sekarang, kerajaan Huristak, bergabung dengan NKRI 1947.

The kingdom of Batak Tua, Huristak, is located in kab. Tapanuli Selatan, prov. Sumatera Utara. This kingdom is a kingdom of the Batak People.
Kingdom of Huristak: century 2-1650, kingdom of Batak Tua. 1650 – today.
For english, click here

Kab. Tapanuli Selatan, prov. Sumatera Utara


* Foto kerajaan Huristak: link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh dulu: link

* Foto perang Aceh – Belanda, 1873-1904: link
* Foto situs kuno di Sumatera: link


Raja kerajaan Huristak (2017)

Raja Tondi Hasibuan gelar Patuan Daulat Sultan Palaon, Raja Huristak ke-12.


Sejarah kerajaan Huristak

Kerajaan Huristak:
* 2 M-1650 M kerajaan Batak tua.
* 1650 M – sekarang kerajaan Huristak, bergabung dengan NKRI 1947.

Akar sejarah kerajaan Huristak dimulai jauh dari abad ke-1 M, di mana telah berdiri kerajaan Batak yang diambil dari kata Pa’ta berkedudukan di Batahan, sekitar kota Natal sekarang. Di masa itu agama yang dianut orang Batak adalah Parmalim, dimana pemimpin agama malim bertindak sebagai penasehat pemerintahan yang berlaku. Dimana raja Batak ketika itu bernama Raja Jolma dengan penasehat Raja Malim.

Kerajaan Batak Tua yang terletak di Tapanuli Selatan telah menjalin hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan lain seperti kerajaan Ming di China dan kerajaan Cola di India.

Pada tahun 1024, terjadi pertempuran antara kerajaan Batak Tua dengan kerajaan Cola, hal ini disebabkan karena ketersinggungan raja Rajendra Cola Dewa 1 atas hubungan dagang kerajaan Batak tua dan kerajaan Ming. Pertempuran ini berlangsung selama 5 tahun, dan pada tahun 1029 kerajaan Cola berhasil menguasai daerah tersebut, kerajaan Batak Tua runtuh, raja negeri batak ditangkap tapi tidak dibunuh dan setahun kemudian pada tahun 1030 pecahan kerajaan Batak Tua berdiri kembali di Barus , Raja Malim (pimpinan agama Malim di gunung tua), menobatkan menantunya sebagai Raja Mula di kerajaan Batak Barus.

Kerajaan Huristak sendiri memiliki sejarah luhat-luhat (wilayah) yang juga masih jarang diketahui publik. Sejarah luhat-luhat tersebut dibagi menjadi:
1) 1840. Jaman Raja Kali Omar (Raja Huristak VII)
Di jaman ini belum dikenal istilah barat seperti onderafdeeling dan onder district. Di jaman ini kerajaan Huristak masih memakai sistem Haradjaon, dimana batas-batas sungai dijaga administrasinya oleh Datuk dan Pandito yang ditunjuk raja.

2) 1885. Jaman Raja Sutan Palaon (Raja Huristak VIII)
Administrasi Hindia Belanda telah masuk ke wilayah kerajaan Huristak. Belanda mengakui Sutan Palaon sebagai Raja van Hoeristak dan juga pemilik tanah di tiga luhat (Luhat Huristak, Luhat Simangambat dan Luhat Ujung Batu).
Secara administrasi Belanda adalah onderdistricthoofd tetapi secara administrasi internal kerajaan tetap memakai sistem lama. Terbukti ditemukan surat pembelian budak dan dengan tegas Sutan Palaon menyebut Kesultanan Kotapinang sebagai Luhat Kotapinang saja sebagai bentuk protes beliau kepada Belanda.

3) 1914. Jaman Raja Patuan Barumun (Raja Huristak IX)
Ketiga luhat (Huristak, Simangambat, Ujung batu) masih menghadap paduka dan wajib membayar pajak dan lain lain, dimana kepemilikan tanah tetap diatur oleh Patuan Barumun. Di luar itu Belanda mulai membuat banyak luhat demi membendung Patuan Barumun. Terdapat surat protes Patuan terhadap Belanda bahwa Luhat Gunung Tua dulunya juga merupakan tanah pemberian kakeknya setelah dikeluarkan dari peta administrasi kerajaan, Belanda malah membuat semakin banyak luhat.

Bagas Godang Huristak. Bagas Godang adalah Rumah adat atau arsitektur tradisional Suku Mandailing. Rumah besar ini dahulu sebagai tempat tinggal atau tempat istirahat raja.


Silsilah raja-raja Huristak

I Raja-raja Huristak abad ke-2 sampai 1650

* Abad 2-11: Raja2 batak tua di Padang lawas
(raja mula- raja donia ,raja sorimangaraja l, ll dll)

* Abad 12-1500: Raja2 batak di Toba
( patuan sorimangaraja, patuan sorbadibanua dll)

* 1300 – 1500: Raja2 di Dolok (prasasti dolok tolong – majapahit/ R wijaya – Sorbadibanua)- Raja Sobu – Raja Hasibuan – Raja BonanDolok dll

* 1500 M – 1650 M: Raja2 di Silindung (ompu silindung)

Makam raja Huristak

II Raja-raja Huristak di Padang Lawas 1650 – sekarang

* 1650: Raja Huristak I: Raja Soritaon (ompu suhataon) – prasasti soritaon
* 1700: Raja Huristak II: Sutan gadoe mulia tandang
* Raja Huristak III: Raja Malengkung,
* Raja Huristak IV: Mangaradja Lela I,
* Raja Huristak V: Raja Barita
* Raja Huristak VI: Mangaradja Lela II
* 1840: Raja Huristak VII: Kali Omar (Sutan Barumun),
* 1885: Raja Huristak VIII: Sutan Palaon,
* 1914: Raja Huristak IX: Patuan Barumun,
* 1947: Raja Huristak X: Sutan Managor,
* Raja Huristak XI: Patuan Barumun,
* Raja Huristak XII: Raja Tondi Hasibuan gelar Patuan Daulat Sultan Palaon, dilantik sutan managor 1986

– Sumber: https://www.facebook.com/kerajaanhuristak/?fref=nf

Tentang Raja Patuan Barumun, Raja Huristak ke-9, 1884 – 1966

HUT ke-72 RI menjadi momen untuk kembali mengenang jejak pejuang kemerdekaan yang sudah merebut kemerdekaan. Salah satunya adalah Patuan Barumun (1884-1966), Raja ke IX dari kerajaan Huristak, Padang Lawas, Sumatera Utara.

Patuan Barumun, Raja ke-9 dari kerajaan Huristak – Padang Lawas, dilahirkan di Bagas Godang Huristak tahun 1884, semenjak muda Patuan Barumun sudah rajin menemani ayahnya (Sutan Palaon- Raja Huristak ke-8) dalam tugas-tugas kenegaraan, Patuan Barumun sering mewakili Sutan Palaon bila bertemu controleur Hindia-Belanda dan ikut memberikan pandangan dan sikap atas permasalahan-permasalahan kerajaan.

Patuan Barumun sudah dipersiapkan ayahnya dari semenjak muda, dan dinobatkan sebagai penggantinya, walaupun dia mengalami pergolakan batin antara menjaga  adat dan kezuhudannya dalam beragama.
– Sumber dan lengkap: https://www.facebook.com/kerajaanhuristak/posts/patuan-barumun-1884-19661884-patuan-barumun-raja-ke-ix-dari-kerajaan-huristak-pa/1506261439500860/

Raja Patuan Barumun, Raja Huristak ke-9


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber

– Sejarah kerajaan Huristak: http://showbiz.liputan6.com/read/2423470/kerajaan-huristak-salah-satu-kerajaan-tertua-di-kebudayaan-batak
– Sejarah kerajaan Huristak: http://budaya-info.blogspot.co.id/2013/01/sejarah-batak-dan-kerajaan-yang-pernah.html
– Silsilah raja-raja Huristak: https://www.facebook.com/kerajaanhuristak/?fref=nf

Facebook

Kerajaan Huristak di Facebook



 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: