Helong, kerajaan / P. Timor – prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Helong berpusat di pulau Timor, kab. Kupang, prov. Nusa Tenggara timor.
Kerajaan Helong berdiri pada abad ke-16.

The kingdom of Helong is located on the island of Timor, region Kupang, prov. Nusa Tenggara timor.
This kingdom exists since the 16th century.
For english, click here

Kabupaten Kupang

——————–
Lokasi pulau Timor


* Foto raja-raja sekarang di Timor: link
* Foto raja-raja dulu di Timor: link

* Foto situs kuno pulau Timor: link
* Foto suku Timor: link


Tentang raja Helong (2017)

Raja Muda Salmon Bislissis adalah kepala utama dalam dinasti Raja-Raja Helong. Kerajaan itu juga disebut Kupang, sebelum kerajaan bersatu Kupang muncul menjadi ada pada 1917. Kupang dulu dibuat dari bagian barat dari Timor Barat. Kemudian orang Helong hanya memerintah di titik Barat Timor dan di pulau Semau. Setelah kematian Raja Christiaan D. Bissi Lissin pada tahun 1994 tidak ada Raja baru dan persaingan sedikit, siapa yang Royal paling penting dalam dinasti.
Pangeran Salon sekarang yang penting dalam dinasti.
Sumber: http://riaulingga.blogspot.co.id/2005/08/helong-west-timor-ntt.html

Prince Bisslissin, chief dynasty of Kupang Helong. 2005

Prince Bisslissin, chief dynasty of Kupang Helong. 2005


Sejarah raja-raja kerajaan Helong

Berselang beberapa generasi Lissin Bissing (Lissin lai bissin) bermukim di Boni Baun. Periode berikutnya rombongan Lais-kodat (Lasi Kodat) menyusul, namun memilih tinggal diujung Tanjung (Lokasi Kantor Syah Bandar dan Mercusuar). Saat itu masyarakat memiliki dan mengakui tiga raja, yaitu Lain Kopan, Lissin Bissing dan Lais Kodat (Raja muda). Itulah yang menjadi cikal bakal lahirnya Kampung Kupang Tempo Doeloe. Dari kisah ini terungkap bahwa Lai Kopan adalah Raja Pertama. Tugas utamanya telah merintis payung koordinasi kehidupan kemasyarakatan, pemerintahan dan perdagangan tradisional serta keamanan lingkungan bagi warganya. Raja kedua adalah yaitu Lissin Bissing (Lissin Lai Bissi) dinobatkan menggantikan bapaknya Lai Bissi untuk memimpin tiga puluh lima kepala keluarga dan anggotanya. Namun setibanya di Buni Baun, statusnya sebagai Raja menempati urutan kedua setelah Lai Topan (Lai Kopan) yang sudah lebih dulu diakui masyarakatnya sebagai Raja.

Data menunjukkan Raja Lissin Bissing dan putra mahkota Bissig lissin memangku jabatan pada masa prasejarah. Setelah itu disusul Raja KoEn Lai Bissi yang bergelar KoEn Am Tuan (KoEn Besar). Tergolong masa peralihan dari prasejarah memasuki masa sejarah. Menurut catatan pada masa kekuasaan KoEn Lai Bissi dan periode kekuasaan raja-raja selanjutnnya berjumlah 15 orang dan semuanya dari keturunan Lissin Bissin. Demikian pula pada masa VOC/Pemerintahan Hindia Belanda terdapat 10 orang Raja dari keturunan Lissin Bissin.

Daftar raja Helong

Pada masa VOC/Pemerintahan Hindia Belanda terdapat 10 orang raja dari keturunan Lissin Bissin diantaranya yaitu:
* 1816-1826: Manas Bissi Ikemudian
* 1872-1882: Manas Klomang Bissilisin urutan raja ke-6. Saat itu Raja Manas Klomang Bissilisin memperkenalkan sonaf Kai salun dengan anam Sonaf 3.  Setelah Raja Manas Klomang Bissilisin, Jabatan sebagai raja dipangku:
* 1882-1885: Leo Manas Bissilisin lalu:
* 1885-1908: Dean Manas Bissilisin lalu:
* 1908-1911: Soleman Pallo Bissilisin dan urutan Raja ke-10 dijabat:
* 1911-1917: Salmun Pallo Bissilisin. Sesuai dengan penerapan system politik pemerintahan Belanda maka periode berikutnya jabatan raja diturunkan menjadi Fettor.
– Sumber: https://radarntt.co/daerah/2019/sejarah-kota-kupang-2/

Candidat Raja Helong,Yermived Bungtilu Bisilisin, putra dari Mr johanes Bisilisin. Foto 2014


Sejarah kerajaan Helong

Menilik sejarah, Lai Kopan adalah raja pertama Kerajaan Helong, yang memerintah Kota Kupang sebelum Portugis datang ke Nusa Tenggara Timur. Nama Kupang  berasal  dari nama Lai Kopan itu. Kopan, karena bisa pengucapan oleh masyarakat, kemudian menjadi Kupang.

Waktu awal abad ke-17 Kerajaan Helong sudah ada. Pada perkembangan selanjutnya, Kerajaan Helong ini berpindah ke Pulau Semau. Seiring dengan pembentukan Swapraja Kupang pada tahun 1917, Semau menjadi salah satu di antara tujuh kefettoran (daerah raja muda) yang membentuk swapraja tersebut.

Di Pulau Timor, sudah berdiri Kerajaan Helong pada abad ke-16. Kerajaan ini didirikan oleh Lisin Bai Sili pada tahun 1516. Menurut catatan sejarah, Kerajaan Helong yang didirikan oleh Suku Helong ini berasal dari Pulau Seram, Maluku. Bangsa Suku Helong bermigrasi ke Pulau Timor, kemudian menetap di Desa Bunibaun dan mendirikan kerajaan di Kupang. Lalu suku-suku lain seperti Suku Rote, Suku Pita’i, Suku Taebenu, Suku Sonbai, dan Suku Am’abi mendatangi Kerajaan Helong dan tersebar di wilayah kekuasaan Raja Helong atau yang lebih dikenal dengan Raja Kupang ini.

Pada tahun 1917, Kupang bertransformasi menjadi federasi, sehingga terpecahlah kerajaan besar menjadi kerajaan-kerajaan kecil, yakni Sonbai Kecil, Amabi, Amabi-Oifetto, TaEbenu dan Helong.


Istana kerajaan Helong


Sejarah kerajaan-kerajaan di pulau Timor

Pulau Timor dihuni sebagai bagian dari migrasi manusia yang telah membentuk Australasia secara lebih umum. Pada tahun 2011, bukti ditemukan pada manusia di Timor Timur pada 42.000 tahun yang lalu, di lokasi gua Jerimalai.
Sekitar 3000 SM, migrasi kedua membawa orang Melanesia. Orang-orang Veddo-Australoid sebelumnya mengundurkan diri saat ini ke pedalaman pegunungan. Akhirnya, proto-Melayu tiba dari Cina selatan dan Indocina utara.

Catatan sejarah paling awal tentang pulau Timor adalah Nagarakretagama abad ke-14, Canto 14, yang mengidentifikasi Timur sebagai pulau di dalam wilayah Majapahit. Timor dimasukkan ke dalam jaringan perdagangan Jawa, Cina, dan India kuno pada abad ke-14 sebagai pengekspor cendana aromatik, budak, madu dan lilin, dan diselesaikan oleh Portugis, pada akhir abad ke-16, dan Belanda, yang berbasis di Kupang, pada pertengahan abad ke-17.

Pulau Timor dijajah oleh Portugis pada abad ke-16; mengklaim pada tahun 1520. Para pelaut Portugis mungkin pertama kali tiba di Timor Timur sekitar tahun 1514. Penjelajah Eropa menemui beberapa kerajaan kecil di awal abad ke-16. Yang paling penting adalah Wehale di Timor Tengah.  Pada waktu itu, lereng-lereng bukit diliputi hutan kayu cendana. Perdagangan kayu cendana sangat menguntungkan, dan pohon-pohon ini saja sudah cukup menjadi alasan bagi orang Portugis untuk mendirikan pos perdagangan. Gereja Katolik juga berminat pada daerah itu dan ingin mengirim para misionaris untuk menobatkan penduduk pribumi. Kedua faktor ini menggerakkan orang Portugis untuk mulai menjadikan pulau ini jajahan mereka pada tahun 1556.
VOC Belanda tiba pada tahun 1640, mendesak Portugis ke Timor Lorosa’e dan bentuk koloni Belanda-Timor.
Pertengkaran antara Belanda dan Portugal akhirnya menghasilkan sebuah perjanjian tahun 1859 dimana Portugal menyerahkan bagian barat pulau tersebut ke Belanda.

 Zaman kebangkitan nasional (1900-1942)

Pada masa sesudah tahun 1900, kerajaan-kerajaan yang ada di Nusa Tenggara Timur pada umumnya telah berubah status menjadi status menjadi Swapraja. Swapraja-swapraja tersebut, 10 berada di Pulau Timor (Kupang, Amarasi, Fatuleu, Amfoang, Molo, Amanuban, Amanatun, Mio mafo, Biboki, Insana). Swapraja-swapraja tersebut terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang wilayahnya lebih kecil. Wilayah-wilayah kecil itu disebut Kafetoran-kafetoran.

Zaman pemerintahan Hindia Belanda

Wilayah Nusa Tenggara Timur pada waktu itu merupakan wilayah hukum dari keresidenan Timor dan daerah takluknya. Keresidenan Timor dan daerah bagian barat (Timor Indonesia pada waktu itu, Flores, Sumba, Sumbawa serta pulau-pulau kecil sekitarnya seperti Rote, Sabu, Alor, Pantar, Lomblen, Adonara, Solor).

Keresidenan Timor dan daerah takluknya berpusat di Kupang, yang memiliki wilayah terdiri dari tiga afdeling (Timor, Flores, Sumba dan Sumbawa), 15 onderafdeeling dan 48 Swapraja. Afdeeling Timor dan pulau-pulau terdiri dari 6 onderafdeeling dengan ibukotanya di Kupang. Afdeeling Flores terdiri dari 5 onder afdeeling dengan ibukotanya di Ende. Yang ketiga adalah Afdeeling Sumbawa dan Sumba dengan ibukota di Raba (Bima). Afdeeling Sumbawa dan Sumba ini tediri dari 4 oder afdeeling.

Keresidenan Timor dan daerah takluknya dipimpin oleh seorang residen, sedangkan afdeeling di pimpin oleh seorang asisten residen. Asisten residen ini membawahi Kontrolir atau Controleur dan Gezaghebber sebagai pemimpin Onder afdeeling. Asisten residen, kontrolir dan gezaghebber adalah pamong praja Kolonial Belanda. Para kepala onder afdeling yakni kontrolir dibantu oleh pamong praja bumi putra ber pangkat Bestuurs assistant. (Ch. Kana, 1969,hal . 49-51).

Zaman kemerdekaan (1945-1975).

Setelah Jepang menyerah, Kepala Pemerintahan Jepang (Ken Kanrikan) di Kupang memutuskan untuk menyerahkan pemerintahan atas Kota Kupang kepada tiga orang yakni Dr.A.Gakeler sebagai walikota, Tom Pello dan I.H.Doko. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena pasukan NICA segera mengambil alih pemerintahan sipil di NTT, dimana susunan pemerintahan dan pejabat-pejabatnya sebagian besar adalah pejabat Belanda sebelum perang dunia II.
Dengan demikian NTT menjadi daerah kekuasaan Belanda lagi, sistem pemerintahan sebelum masa perang ditegakkan kembali. Pada tahun 1945 kaum pergerakan secara sembunyi-sembunyi telah mengetahui perjuangan Republik Indonesia melalui radio. Oleh karena itu kaum pegerakan menghidupkan kembali Partai Perserikatan Kebangsaan Timor yang berdiri sejak tahun 1937 dan kemudian berubah menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Perjuangan politik terus berlanjut, sampai pada tahun 1950 dimulai pase baru dengan dihapusnya dewan raja-raja. Pada bulan Mei 1951 Menteri Dalam Negeri NIT mengangkat Y.S. Amalo menjadi Kepala Daerah Timor dan kepulauannya menggantikan H.A.Koroh yang wafat pada tanggal 30 Maret 1951. Pada waktu itu daerah Nusa Tenggara Timur termasuk dalam wilayah Propinsi Sunda Kecil.


Sumber kerajaan Helong

– Sejarah lengkap kerajaan Helong: https://radarntt.co/daerah/2019/sejarah-kota-kupang-2/
– Sejarah kerajaan Helong: http://kupang.tribunnews.com/2014/03/14/oepura-dulu-jadi-pusat-kerajaan
– Tentang kerajaan Helong: http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.co.id/2016/01/raja-amponon-dari-kupang.html
– Sejarah kerajaan Helong: https://radarntt.co/daerah/2019/sejarah-kota-kupang-2/
Tentang raja Helong: http://riaulingga.blogspot.co.id/2005/08/helong-west-timor-ntt.html


Kerajaan-kerajaan di Timor tahun 1900


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: