Rambe (Tanah Rambe), negeri / Prov. Sumatera Utara – wil. Danau Toba

Tanah Rambe terletak di prov. Sumatera Utara, wilayah Danau Toba.

Lokasi Danau Toba, prov. Sumatera Utara


Sejarah Tanah Rambe

* Info di bawah di ambil dari: https://pakkat1974.wordpress.com/2008/10/05/negeri-rambe-persimpangan-peradaban/
Sumber lain tidak ada.

* Lihat juga: Kesultanan Barus (dinasti Pardosi)

Tano Rambe atau Tanah Rambe didirikan oleh Alang Pardosi, bermarga Pohan, dari Balige sebagai bagian dari tanah Baru yang dibukannya di bagian Barat arah Pesisir Sumatera Utara. Raja Alang Pardosi membuka kawasan tersebut setelah memutuskan untuk hijrah dari Balige akibat friksi keluarga.

Sulit untuk memprediksi tahun berdirinya Tanah Rambe tersebut. Namun bila kita mengambil sebuah perbandingan bahwa Barus didirikan oleh keturunan anak Raja Alang Pardosi melalui Guru Marsakkot, dan Barus telah eksis dan terdengar namanya sebelum abad ke-2 M saat Ptolemeus dari Mesir berkunjung untuk urusan dagang maka Tanah Rambe mungkin saja telah eksis sebelum tahun-tahun Masehi.

Selain bukti kuat dari dokumentasi perjalanan Ptolemeus tersebut di Tanah Rambe masih terdapat beberapa situs-situs kuno, yang nampaknya belum pernah dieksplorasi, seperti situs Istana Raja Alang Pardosi di Gotting, Tukka. Juga terdapat perkuburan kuno dan patung-patung yang terbuat dari batu dari zaman megalitikum yang sudah tidak dimengerti oleh penduduk setempat mengapa dan apa makna patung tersebut, dan sayangnya, terbengkalai dan menjadi sasaran incaran para bandit-bandit kolektor yang akan menjualnya ke toke-toke Cina di Medan.

Bandit-bandit tersebut sejak tahun 1995, dengan menggunakan tangan penduduk setempat, berkeliaran di tempat-tempat bersejarah dan mencurinya tanpa sepengatahuan penduduk, yang saban tahun sering menjadikannya sebagai taman wisata tradisional, atau setidaknya tanpa sepengetahuan si pemilik tanah.

Pencurian itu diyakini melanda ratusan patung-patung megalitikum yang diyakini penduduk masih menyimpan kekuatan gaib. Tahun 2005, sebuah pencurian patung megalitikum dari sebuah situs berhasil digagalkan penduduk, namun sayang patungnya berhasil dibawa kabur dan dijual dengan harga ratusan juta rupiah.

Untuk sekedar informasi, pencurian patung-patung bernilai tinggi dari zaman kuno, bukan saja melanda Tanah Rambe tapi juga di Dairi. Namun, usaha pencurian di Dairi berhasil dihentikan setelah sebuah harian daerah memberitakan tertangkapnya beberapa orang Siantar yang berkeliaran di Dairi memburu patung-patung yang dijual ke Eropa dengan harga 150-an juta perbuah.