Tulehu, negeri / P. Ambon – prov. Maluku

Negeri Tulehu berteung Amang Tuirehui Haturessi, terletak di pulau Ambon, kec. Salahutu, Kab. Maluku Tengah, prov. Maluku.
Negeri Tulehu merupakan negeri terbesar di kecamatan Salahutu, merupakan komunitas Salam atau Islam tua yang ada di Maluku yang mana dahulunya Tulehu adalah negeri bagian dari kerajaan besar Islam HITU.

Lokasi pulau Ambon


* Video Negeri Tulehu: link
* Video Warga Desa Tulehu, merayakan hari Raya Idul Adha dengan cara yang unik: link
* Video Karnaval Budaya Tulehu Abdau, 2015: link
* Foto foto negeri, kerajaan dan suku di Maluku: link


Nederlands (bah. belanda)

* Klik Molukken en Nederland voor:
– lijsten met marga’s en negeri’s,
– zoekmachine voor marga’s,
– informatie over Molukkers in Nederland en molukse onderwerpen.


Tentang Raja negeri Tulehu

* 14/02/2019: Pengukuhan Adat Upu Latu Hausua Kumbang, Urian Ohohella (Raja Negeri Tulehu) oleh Saniri Negeri Tulehu.
Pengukuhan Adat Upu Latu Hausua Kumbang berlangsung ricuh.
– Sumber: https://tabaos.id/ricuh-warga-protes-pengukuhan-adat-raja-tulehu-uriel-ohorella/

* 2011-2016: Raja negeri Tulehu: John S. Ohorella.
Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, Rabu sore menggelar pertemuan dengan Bupati Maluku Tengah Abdullah Tuasikal bersama Pemerintah Negeri Tulehu, untuk membahas percepatan proses pelantikan Jhon Ohorella, sebagai Raja Tulehu periode 2011-2016 yang sempat tertunda.
“Pertemuan ini penting untuk mencari solusi terbaik dalam rangka mempercepat proses pelantikan Raja Tulehu,” kata Gubernur Ralahalu, di Ambon, Rabu.
Sumber: http://www.antaramaluku.com/print/14196/gubernur-gelar-pertemuan-bahas-pelantikan-raja-tulehu


Baileo negeri Tulehu

Rumah Baileo adalah rumah adat Maluku dan Maluku Utara. Rumah Baileo merupakan representasi kebudayaan Maluku dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Rumah Baileo adalah identitas setiap negeri di Maluku selain Masjid atau Gereja. Baileo berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda suci, tempat upacara adat, sekaligus sebagai balai warga.
Lantai baileo dibuat tinggi karena dipercaya agar roh-roh nenek moyang memiliki tempat dan derajat yang tinggi dari tempat berdirinya masyarakat. Dan agar masyarakat tahu permusyawaratan yang berlangsung di balai.
– Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_baileo
* https://kangapip.com/rumah-adat-maluku/

Tidak ada foto baileo negeri Tulehu; di bawah contoh baileo Ullath

Afbeeldingsresultaat voor baileo


Sejarah negeri Tulehu

Ketiga wilayah yang ditempati oleh ketiga anak Upu Latu Nusa Huhuin masih kosong dan belum berpenghuni maka Maruapey mendirikan Negeri yang diberi nama Mawael sedangkan Tuarita mendirikan Negerinya dengan nama Tial. Karena keturunan Puteri Asel yang akan melanjutkan posisi Upu Latu pada Kerajaan Sir maka Upu Latu Nusa Huhuin, Puteri Sefa dan Upu Latu Aman Husar menemani Puteri Asel dengan suaminya di Negeri Tulehu. Mengapa Negeri Tulehu tidak dinamakan seperti nama asli Puteri Asel? Karena Negeri Tulehu didirikan sendiri oleh Upu Latu Nusa Huhuin.

Lokasi negeri Tulehu di P. Ambon


Sejarah Tulehu, Tial dan Mawael

Untuk sejarah Tulehu  (Tial dan Mawael), klik di sini.


Marga, SOA dan Pela / Gandong negeri Tulehu

1) Nama Marga

Lekasalaissa
Lesteluhu
Marasabessy
Nahumarury
Ohorella
Ruhuputty
Santi
Tehuhatuela
Tehupelasury
Tuasalamony
Tuasamu
Umarella
Wakan
– Sumber: Atlas Maluku

Untuk marga marga negeri Tulehu, lihat:
– Marga Tulehu, 1: http://pulawan.blogspot.co.id/2011/03/marga-marga-di-negeri-tulehu-bagian-ii.html
Marga Tulehu, 2: http://pulawan.blogspot.co.id/2011/03/marga-marga-di-negeri-tulehu-bagian-i.html

2) SOA

Untuk SOA, klik: http://www.nunusaku.com/pdfs/LastNamesbyVillage05_28_07.pdf

3) Cari nama marga dan negeri

Daftar nama marga di Maluku, dan Negeri: nunusaku.com/pdfs
– Daftar Negeri di Maluku, dan marga: nunusaku.com/pdfs
– Daftar Negeri di Maluku, dan marga: Atlas Maluku

4) Pela dan Gandong

Negeri Tulehu pela dengan negeri Tial Islam, Hulaliu, Tiouw, Paperu, Sila, Lekloor, dan Asilulu.

Sumber daftar Pela dan Gandong:
Atlas Maluku
Kumpulan Pela dan Gandong
Nunusaku.com


Penjelasan Marga, Matarumah dan SOA

Marga / Matarumah

Marga atau Fam, merupakan adat-istiadat atau tradisi yang menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Maluku, sebagai nama sebutan Mata-Rumah(Luma-taun) bagi satu kesatuan keluarga besar sekelompok orang dalam satu garis keturunan yang sama atau sedarah (genealogis)  menurut garis keturunan dari  ayah(laki-laki) – patrilineal.
Sejumlah marga merupakan matarumah / rumtau.
Di atas matarumah / rumahtau ada SOA.
Dan di atas SOA ada negeri.

SOA

Desa-desa di Maluku Tengah terdiri dari berbagai SOA. SOA adalah subdivisi desa yang terdiri dari klan eksogami yang biasanya tidak terkait. SOA diwakili oleh kepala SOA yang mewakili SOA di dewan desa (saniri negeri) dan bertanggung jawab atas ketertiban internal.
Matarumah di Maluku Tengah umumnya ditemukan di satu desa asal atau di gugusan desa terdekat. Jadi mungkin bagi orang Maluku untuk segera mengidentifikasi desa asal ketika mereka mendengar dari seseorang nama belakang yang identik dengan nama klan mereka. Ini penting untuk mengidentifikasi orang-orang yang menjadi anggota serikat pela di desa itu yang mendiskualifikasi mereka sebagai pasangan nikah.
– Sumber: http://www.nunusaku.com/05_adat/01_clans/index.html

* Daftar marga dan Negeri:  nunusaku.com/pdfs
* Daftar Negeri dan marga:  nunusaku.com/pdfs

Sumber lain:
https://id.wikipedia.org/wiki/Fam_Maluku
http://alifurusupamaraina.blogspot.com/2019/02/marga-fam-nama-matarumah-orang-maluku.html


Penjelasan Pela dan Gandong

Pela adalah suatu sistem hubungan sosial yang dikenal dalam masyarakat Maluku, berupa suatu perjanjian hubungan antara satu negeri (sebutan untuk kampung atau desa) dengan negeri lainnya, yang biasanya berada di pulau lain dan kadang juga menganut agama lain di Maluku (Bahasa Ambon: Tapele Tanjong). Biasanya satu negeri memiliki paling tidak satu atau dua Pela yang berbeda jenisnya.

Sistem perjanjian pela ini diperkirakan telah dikenal atau telah ada sebagai bagian kearifan lokal masyarakat Maluku sebelum masa kedatangan bangsa-bangsa Eropa, terutama Portugis dan Belanda.

Pada prinsipnya dikenal tiga jenis Pela yaitu Pela Karas (Keras), Pela Gandong (Kandung) atau Bongso (Bungsu) dan Pela Tampa Siri (Tempat Sirih).

  1. Pela Karas adalah sumpah yang diikrarkan antara dua Negri (kampung) atau lebih karena terjadinya suatu peristiwa yang sangat penting dan biasanya berhubungan dengan peperangan antara lain seperti pengorbanan, akhir perang yang tidak menentu (tak ada yang menang atau kalah perang), atau adanya bantuan-bantuan khusus dari satu Negri kepada Negri lain.
  2. Pela Gandong atau Bongso didasarkan pada ikatan darah atau keturunan untuk menjaga hubungan antara kerabat keluarga yang berada di Negri atau pulau yang berbeda.
  3. Pela Tampa Siri diadakan setelah suatu peristiwa yang tidak begitu penting berlangsung, seperti memulihkan damai kembali sehabis suatu insiden kecil atau bila satu Negri telah berjasa kepada Negri lain. Jenis Pela ini juga biasanya ditetapkan untuk memperlancar hubungan perdagangan.

Panas Pela

Untuk menjaga kelestariannya maka pada waktu-waktu tertentu diadakan upacara bersama yang disebut “panas Pela” antara kedua Negeri yang berpela. Upacara ini dilakukan dengan berkumpul selama satu minggu di salah satu Negeri untuk merayakan hubungan dan kadang-kadang memperbaharui sumpahnya. Pada umumnya upacara atau gelaran panas Pela diramaikan dengan pertunjukan menyanyi, dansa dan tarian tradisional serta acara lain seperti makan patita/makan perdamaian.
– Video Panas Pela Desa Rumngeur dan Desa Kilmasa (2018): https://www.youtube.com/watch?v=DXisDy37UWE

Sumber:

http://pelagandong.blogspot.com/2013/05/pengertian-pela-dan-gandong-sebagai.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Pela
http://historymaluku.blogspot.com/2016/06/pela-gandong-hanya-di-maluku.html


Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri-negeri di Maluku

Negeri negeri Maluku memiliki sistem pemerintahan sendiri. Susunan pemerintahan berdiri atas:
– Raja,
– Saniri,
– Soa,
– Kewang,
– Fam,
– Marinyo.

Untuk penjelasan susunan pemerintahan: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/struktur-pemerintahan-dan-masyarakat-negeri-maluku/


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku tahun 1640


Sumber / Source

Marga marga di negeri Tulehu: http://lestaluhu611.blogspot.co.id/2013/03/marga-marga-di-negeri-tulehu.html
– Tradisi Abdau negeri Tulehu: http://www.amboinafeodora.com/2011/05/tradisi-abdau-tulehu-maluku.html
Pelantikan Jhon Ohorella, sebagai Raja Tulehu periode 2011-2016: http://www.antaramaluku.com/print/14196/gubernur-gelar-pertemuan-bahas-pelantikan-raja-tulehu


Foto

Raja John S. Ohorella saat pelantikan tahun 2003.

Sejumlah peserta pawai asal Negeri Tulehu, Maluku Tengah, mengikuti Karnaval Budaya Mangente (berkunjung) Ambon 2015, di Kota Ambon, Maluku, Minggu (6/9). Acara Karnaval yang digelar sehari menjelang HUT ke-440 Kota Ambon tersebut diikuti warga berbagai etnis dengan masing-masing identitas adat mereka. ANTARA FOTO/Embong Salampessy/kye/15. tulehu – tari cakalele

Raja Ambon. All the 34 raja’s, patihs and orang kaya’s of Ambon together with their staff and their banners with the symbols of the three kingdoms. About 1920. In the middle with crown: raja Leonard L. Rehatta van Soya. Photographer unknown. Picture from Pusaka (Indonesian Kingdoms Documentation Centre) in Vlaardingen (the Netherlands), used with permission of secretary Donald P. Tick.

 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s