Pajang, kesultanan / Prov. Jawa Tengah – wilayah Demak

Kesultanan Pajang: 1568 – 1586. Kerajaan Pajang adalah satu kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan Kerajaan Demak. Kompleks keratonnya pada zaman ini tinggal tersisa berupa batas-batas fondasinya saja yang berada di perbatasan Kelurahan Pajang – Kota Surakarta dan Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.

The Sultanate of Pajang: 1568 – 1586. Located on Central Jawa; was successor of the kingdom of Demak.
For english, click here

Lokasi Demak


* Foto keraton Pajang: link
* Video petilasan keraton Pajang: link

* Foto sultan dan raja, yang masih ada di Jawa: link
* Foto keraton di Jawa, yang masih ada: link
* Foto Batavia (Jakarta) masa dulu: link

* Foto Jawa masa dulu: link
* Penyerbuan Batavia oleh Sultan Agung, 1628/1628: link
* Foto perang Diponegoro, 1825: link

* Foto situs kuno di Jawa: link


Sejarah

I   Garis sejarah kerajaan di Jawa: link

II  Sejarah kerajaan Pajang, 1568 – 1586

Masa Awal

Kerajaan Pajang merupakan kelanjutan dari Kerajaan Demak. Pajang pada awalnya merupakan daerah bawahan Kerajaan Demak. Pada saat itu Kerajaan Demak mengalami keruntuhan yang disebabkan karena pembalasan dendam yang dilakukan oleh Ratu Kalinyamat yang bekerja sama dengan Bupati Pajang Hadiwijaya (Jaka Tingkir). Mereka berdua ingin menyingkirkan Arya Penangsang sebagai pemimpin Kerajaan Demak karena Arya Penangsang telah membunuh suami dan adik suami dari Ratu Kalimanyat. Dengan tipu daya yang tepat mereka berhasil meruntuhkan pemerintahan Aria Penangsang. Jaka Tingkir kemudian naik tahta setelah menyingkirikan Arya Penangsang. Jaka Tingkir memindahkan pusat pemerintahan dari Demak ke Pajang.

Masa Kejayaan

Kerajaan Pajang dipuncak masa keemasan pada masa kepemimpinan Hadiwijaya, dimana beliau dapat membuat para Raja penting di Jawa timur mengakui kekuasaanya. Beliau berhasil memperluas daerahnya. Ia memperluas kekuasaannya di tanah pedalaman ke arah timur sampai Madiun yang berada di aliran tanah anak terbesar Sungai Bengawan Solo. Setelah itu secara berturut-turut ia bisa menaklukkan daerah lain, antara lain:

1) Tahun 1554 ia berhasil menaklukkan Blora.
2) Tahun 1577 berhasil menaklukkan Kediri.

Selain memperluas dearahnya Pajang mempunyai lumbung padi yang besar karena irigasinya berjalan lancar. Dalam aspek sosial budaya dan ekonomi Pajang mengalami kemajuan. Tahun 1581 Ia berhasil mendapatkan pengakuan sebagai sultan Islam dari raja-raja penting di Jawa Timur.

Masa Akhir

Sepulang dari perang, Sultan Hadiwijaya jatuh sakit dan meninggal dunia. Terjadi persaingan antara putra dan menantunya, yaitu Pangeran Benawa dan Arya Pangiri. Arya Pangiri berhasil naik takhta tahun 1583. pemerintahan Arya Pangiri hanya disibukkan dengan usaha balas dendam terhadap Mataram. Kehidupan rakyat Pajang terabaikan. Hal ini membuat Pangeran Benawa yang sudah tersingkir ke Jipang, merasa prihatin. Pada tahun 1586 Pangeran Benawa bersekutu dengan Sutawijaya (anak angkat Jaka Tingkir dan pendiri Kerajaan Mataram) menyerbu Pajang. Meskipun pada Tahun 1582, Sutawijaya memerangi Sultan Hadiwijaya, namun Pangeran Benawa tetap menganggapinya sebagai saudara tua. Perang antara Pajang melawan Mataram dan Jipang berakhir dengan kekalahan Arya Pangiri. Ia dikembalikan ke negeri asalnya, yaitu Demak. Pangeran Benawa kemudian menjadi Raja Pajang yang ketiga. Pemerintahan Pangeran Benawa berakhir tahun 1587. Tidak ada putra mahkota yang menggantikannya, sehingga Pajang diberikan kepada Sutawijaya sebagai daerah bawahan Mataram.

Sumber: Wiki

Lokasi Pajang dan Demak

Lokasi Pajang


Daftar raja

* 1549-1582: Jaka Tingkir atau Hadiwijaya
* 1583-1586: Arya Pangiri bergelar Sultan Ngawantipura.
* 1586-1587: Pangeran Benawa atau Prabuwijaya

– Sumber / Source: Wiki

Majapahit - Mataram


Keraton

Kompleks keraton, yang sekarang tinggal batas-batas fondasinya saja, berada di perbatasan Kelurahan Pajang, Kota Surakarta dan Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.
– Foto keraton dan petilasan kesultanan Pajang: link

Joko Tingkir merupakan penguasa dan Raja Kraton Pajang. Tempat ini merupakan petilasan Kraton Kerajaan Pajang, tepatnya di kampung Pajang Kecamatan Kartasura. Di samping petilsana, terdapat aliran sungai yang menembus Sungai Bengawan solo. Selain itu, beberapa peninggalan Kraton Pajang juga dapat dilihat di lokasi ini.


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234


Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Pajang: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Pajang
Sejarah kesultanan Pajang: http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/kerajaan-pajang.html
Sejarah kesultanan Pajang: http://www.gurusejarah.com/2015/07/kerajaan-pajang.html
Sejarah kesultanan Pajang: http://indonesiaindonesia.com/f/4085-kesultanan-pajang/


Pendapa Agung Petilasan Keraton Pajang

Pendapa Agung Petilasan Keraton Pajang.


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: