Pasumayan Koto Batu, kerajaan / Prov. Sumatera Barat

Kerajaan Pasumayan Koto Batu dulu adalah kerajaan Minangkabau di provinsi Sumatera Barat, Kab. Agam. Kerajaan ini mempunyai pusat pemerintahan di wilayah sekitar lereng Gunung Marapi (Kab. Agam), yang kemudian dikenal dengan nama Pariangan Padang Panjang.
Kerajaan ini berdiri pada abad ke-1.

The kingdom of Pasumayan Koto Batu is a kingdom of the Minangkabau People. Located in the prov. of West Sumatera. Existed in the 1st century.
This kingdom had a central government in the area around the slopes of Mount Marapi (Regency of Agam), which became known as Pariangan Padang Panjang.
This kingdom existed in the 1st century.

For english, click here

Gunung Marapi terletak di Kabupaten Agam

Gunung Marapi terletak di Kabupaten Agam

Provinsi Sumatera Barat (hijau)

Provinsi Sumatera Barat (hijau)


* Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
*
Foto situs kuno di Sumatera: link
*
Foto Suku Minangkabau:
link


Sejarah / History kerajaan Pasumayan Koto Batu

Maka urutan kerajaan di dalam Tambo Alam Minangkabau adalah:

1 Kerajaan Pasumayan Koto Batu,
2 Kerajaan Pariangan Padang Panjang
3 Kerajaan Dusun Tuo yang dibangun oleh Datuk Perpatih Nan Sabatang
4 Kerajaan Bungo Sitangkai
5 Kerajaan Bukit Batu Patah dan terakhir
6 Kerajaan Pagaruyung.
.
Kerajaan Pasumayan Koto Batu adalah kerajaan tradisional yang pertama berdiri di wilayah Minangkabau. Kerajaan ini mempunyai pusat pemerintahan di wilayah sekitar lereng Gunung Marapi yang kemudian dikenal dengan nama Pariangan dan Padang Panjang. Sedangkan wilayah kekuasaan kerajaan Pasumayan Koto Batu hanya disebutkan dalam Tambo secara kiasan tanpa dapat dijelaskan dimana sebenarnya nama-nama yang disebutkan.

Pada abad 1 Masehi, telah terjadi migrasi orang-orang dari anak benua India (India Selatan) menuju Pulau Percha (pulau Sumatera) lalu mendirikan kerajaan yang bernama kerajaan Pasumayan Koto Batu di sekitar lereng Gunung Merapi. Rajanya bergelar Sri Maharajo Dirajo dengan permaisurinya Puti Indo Jolito dan anaknya bernama Sutan Maharajo Basa yang kemudian dikenal dengan gelar Datuk Ketumanggungan. Setelah meninggal dunia Sri Maharajo Dirajo digantikan oleh Datuk Suri Dirajo, sedangkan istrinya kembali menikah dengan Cati Bilang Pandai (penasehat ahli Sri Maharajo Dirajo) dan melahirkan tiga orang anak: Sutan Balun, Sutan Bakilap Alam, dan Puti Jamilan. Sutan Balun kemudian dikenal dengan gelar Datuk Perpatih Nan Sebatang.
Setelah Kerajaan Pasumayan Koto Batu berakhir, Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang yang merupakan dua bersaudara se-ibu lain ayah mendirikan kerajaan baru. Datuk Ketumanggungan mendirikan Kerajaan Bungo Setangkai di Sungai Tarab dan sebagai yang dipertuan (perdana menteri) adalah Datuk Bandaro Putiah. Sedangkan Datuk Perpatih Nan Sebatang mendirikan Kerajaan Dusun Tuo di Lima Kaum dan sebagai yang dipertuan adalah Datuk Bandaro Kuniang. Kerajaan Pasumayan Koto Batu tidak diteruskan.

Peta yang menunjukan wilayah penganut kebudayaan Minangkabau di pulau Sumatera



Sumber / Source


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s