Pasumayan Koto Batu, kerajaan / Prov. Sumatera Barat – kab. Tanah Datar

Kerajaan Pasumayan Koto Batu dulu adalah kerajaan Minangkabau di provinsi Sumatera Barat, Kab. Tanah Datar. Kerajaan ini mempunyai pusat pemerintahan di wilayah sekitar lereng Gunung Marapi yang kemudian dikenal dengan nama Pariangan Padang Panjang.
Kerajaan ini berdiri pada abad ke-1 dan berakhir abad ke-5..

The kingdom of Pasumayan Koto Batu is a kingdom of the Minangkabau People. Located in the prov. of West Sumatera. Existed in the 1st century.
This kingdom had a central government in the area around the slopes of Mount Marapi (Regency of Agam), which became known as Pariangan Padang Panjang.
This kingdom existed in the 1st century.

For english, click here

Lokasi Kab. Tanah Datar, prov. Sumatera Barat


* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh dulu: link

* Foto perang Aceh – Belanda, 1873-1904: link
* Foto situs kuno di Sumatera: link


Sejarah kerajaan Pasumayan Koto Batu

Kerajaan Pasumayan Koto Baru, yang berpusat di Pariangan, di kaki gunung Merapi, berusia kurang lebih 3 abad sebelum masehi. Raja yang terkenal adalah Sri Maharaja Di raja, yang menurut Tambo Alam Minangkabau adalah anak dari sultan Iskandar Zulkarnaen.
Pada abad ke-1 M, telah terjadi migrasi orang-orang dari anak benua India (India Selatan) menuju Pulau Percha (pulau Sumatera) lalu mendirikan kerajaan yang bernama kerajaan Pasumayan Koto Batu di sekitar lereng Gunung Merapi. Rajanya bergelar Sri Maharajo Dirajo dengan permaisurinya Puti Indo Jolito dan anaknya bernama Sutan Maharajo Basa yang kemudian dikenal dengan gelar Datuk Ketumanggungan. Setelah meninggal dunia Sri Maharajo Dirajo digantikan oleh Datuk Suri Dirajo, sedangkan istrinya kembali menikah dengan Cati Bilang Pandai (penasehat ahli Sri Maharajo Dirajo) dan melahirkan tiga orang anak: Sutan Balun, Sutan Bakilap Alam, dan Puti Jamilan. Sutan Balun kemudian dikenal dengan gelar Datuk Perpatih Nan Sebatang.
Setelah kerajaan Pasumayan Koto Batu berakhir, Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang yang merupakan dua bersaudara se-ibu lain ayah mendirikan kerajaan baru.
Datuk Ketumanggungan mendirikan kerajaan Bungo Setangkai di Sungai Tarab dan sebagai yang dipertuan (perdana menteri) adalah Datuk Bandaro Putiah.
Sedangkan Datuk Perpatih Nan Sebatang mendirikan kerajaan Dusun Tuo di Lima Kaum dan sebagai yang dipertuan adalah Datuk Bandaro Kuniang. Kerajaan Pasumayan Koto Batu tidak diteruskan.

Peta yang menunjukan wilayah penganut kebudayaan Minangkabau di pulau Sumatera



Sejarah kerajaan-kerajaan Minangkabau

Sebelum Kerajaan Pagaruyung di Minangkabau, sudah ada kerajaan-kerajaan lainnya secara silih berganti antara lain:

1. Kerajaan Pasumayan Koto Baru, lihat di atas.

2. Kerajaan Bunga Setangkai. Setelah kerajaan Lagundi Nan Baselo runtuh, maka muncullah kerajaan Bunga Setangkai yang berpusat di sungai Tarab, yang usianya dari pertengahan abad ke-5 M sampai pertengahan abad ke-14 M. Dipimpin oleh rajanya yang bergelar Datuk Ketumanggungan.

3. Kerajaan Dusun Tuo. Bersamaan dengan kerajaan Bunga Setangkai berdiri pula kerajaan Dusun Tuo yang berpusat di Lima Kaum, yang dipimpin oleh rajanya yang bergelar Datuk Perpatih Nan Sabatang. Kerajaan ini tidak berusia panjang hanya sampai abad ke-5 M, yang kemudian bersatu dengan kerajaan Bunga Setangkai. Rajanya kemudian diberi kebesaran Gajah Gadang Patah Gadiang.

4. Kerajaan Lagundi Nan Baselo yang berpusat di Pariangan Padang Panjang, berusia dari pertengahan abad ke-2 M sampai pertengahan abad ke-5 M.

5. Kerajaan Bukit Batu Patah
Kerajaan Bukit Batu merupakan kelanjutan dari kerajaan Pasumayan Koto Batu, yang berakhir abad ke-5. Kerajaan Bukit Batu Patah didirikan oleh seseorang Datuk yang bertapa di Bukit Patah. Ini masih ada hubungan keluarga dengan. Yang Dipertuan Bungo Satangkai. Nama Datuk ini adalah Sutan Nun Alam. Di Bukit Batu Patah ini sampai sekarang masih terdapat Luak Nan Tigo, tempat bertapa dilereng Gunung Bungsu di belakang istana Pagaruyung sekarang. Pada masa kerajaan Bukit Batu Patah ini Luak Nan Tigo sudah dapat disatukan dalam masalah adat dan pemerintahan. Sudah dibentuk Rajo Nan Duo Selo dan Basa Ampek Balai.

7. Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan ini pernah dipimpin oleh Adityawarman sejak tahun 1347. Dan sekitar tahun 1600-an, kerajaan ini menjadi kesultanan Islam.


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: