Bakkara, kerajaan (dinasti Sisingamangaraja) / Prov. Sumatera Utara – Tanah Batak

Kerajaan Bakkara terletak di prov. Sumatera Utara, kabupaten Humbang Hasundutan, di pinggir selatan Danau Toba.
Bakara sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Toba di bawah kepemimpinan Dinasti Sisingamangaraja. Sejak abad ke-16.

The kingdom of Bakkara is located on Sumatera, district of Humbang Hasundutan, south of the Toba Lake, prov. North Sumatera. 16th Century.
For english, click here

Lokasi Bakkara di kab. Humbang Hasundutan


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


KERAJAAN  BAKKARA (DINASTI SISINGAMANGARAJA)

Tentang raja kerajaan Bakkara sekarang (2019)

Tidak ada info tentang raja sekarang.

Raja Boental, Pewaris Mahkota kerajaan Sisingamangaraja.
Sumber: https://togapardede.wordpress.com/2012/10/31/raja-boental-pewaris-mahkota-kerajaan-sisingamangaraja/


Sejarah kerajaan Bakkara (dinasti Sinambela / Sisingamangaraja), abad ke-16

Bakara sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Toba di bawah kepemimpinan Dinasti Sisingamangaraja (Bakara: Huta Harajaon Toba, Tatuan ni Sisingamangaraja) sejak abad ke-16 sampai dengan abad ke-20 (sejak masa Sisingamangaraja I, lahir tahun 1515 hingga gugurnya Sisingamangaraja XII tahun 1907).

Sesuai dengan informasi yang dapat dikumpulkan, Raja Manghuntal lahir pada tahun 1520 dan dinobatkan menjadi Raja sisingamagaraja I pada tahun 1550 dipulau Mussung Babi oleh Raja Uti VII. Setelah itu pada tahun 1555 Dia pulang ke Bakkara lalu mendirikan kerajaan Bakkara.

Pada jaman kerajaan Batak kuno dinasti kerajaan Bakkara, Balige merupakan wilayah strategis yang menjadi daerah perdangan dan pusat politik dari dinasti Bakkara. Ditandainya dengan berdirinya Onan Balige (Balairung) sebagai pusat pemerintahaan dan politik Sisingamangaraja. Dan makan pahlawan nasional Sisingamangaraja juga dibangun di desa pagar Batu Balige.

Selama menjadi pusat kerajaan Sisingamangaraja, Bakkara mengalami paling tidak tiga kali pembumi hangusan oleh musuh. Pertama oleh pasukan Paderi dari Bonjol pimpinan Panglima Tuanku Rao ketika berupaya menundukkan Sisingamangaraja X (nenek Op. Pulo Batu) dan sekaligus upaya mengislamkan masyarakat Batak pedalaman.  Tuanku Rao memang berhasil menewaskan Sisingamangaraja X, tetapi gagal mengislamkan rakyat Batak di Tapanuli bagian Utara saat itu.

Kemudian Belanda melakukan pembumi hangusan Bakkara sebanyak dua kali dalam rangka pengejaran Sisingamangaraja XII. Namun dua kali pula Belanda gagal menangkap Sisingamangaraja XII. Untuk melemahkan otoritas Sisingamangaraja XII di mata rakyat Batak, Belanda membumi hanguskan seluruh Bakkara termasuk komplek istana Sisingamangaraja dan Bale Pasogitnya (tempat yang dianggap suci oleh SIsingamangaraja). Perjuangan Sisingamangaraja XII terus berlansung hingga 17 Juni 1907. Dalam sebuah pertempuran di Bukit Lae Sibulbulen, Sisingamangaraja XII gugur setelah peluru Belanda pasukan Belanda menembus dadanya.

Keluarga Sisingamangaraja XII dalam tawanan Belanda di Siborong-borong, Tapanuli, 1907


Daftar raja kerajaan Bakkara / dinasti Sinambela (Sisingamangaraja)

Menurut Lead Surveyor Tim Live in Marbun, Bob Moningka dalam folklore yang berkembang di masyarakat Humbahas, disebutkan di sanalah ibunda Sisingamangaraja I, yakni Boru Pasaribu menerima ‘wahyu’ dari Tuhan. Boru Pasaribu kemudian melahirkan seorang anak laki-laki yang kelak menjadi seorang raja di Bakkara.

Anak laki-laki itu kemudian diberi nama Manghuntal. Manghuntal inilah yang dikenal sebagai Sisingamangaraja I. Dari sinilah trah Sisingamangaraja dimulai. Mereka memerintah negeri Bakkara. Trah ini berakhir pada Sisingamangaraja XII yang gugur di tangan Belanda pada 1907,” terangnya.

SM Raja I adalah turunan dari Oloan dari marga Sinambela. Dinasti SM Raja adalah sebagai berikut:

1) 1540 s.d. 1550: Raja Sisingamangaraja I dengan nama asli Raja Mahkota atau Raja Manghuntal
2) 1550-1595: SM Raja II, Raja Manjolong gelar Datu Tinaruan atau Ompu Raja Tinaruan
3) 1595-1627: SM Raja III, Raja Itubungna
4) 1627-1667: SM Raja IV, Tuan Sorimangaraja
5) 1667-1730: SM Raja V, Raja Pallongos
6) 1730-1751: SM Raja VI, Raja Pangolbuk
7) 1751-1771: SM Raja VII, Ompu Tuan Lumbut
8) 1771-1788: SM Raja VIII, Ompu Sotaronggal, gelar Raja Bukit
9) 1788-1819: SM Raja IX, Ompu Sohalompoan, Gelar Datu Muara Labu, 10) 1819-1841: SM Raja X, Aman Julangga, Gelar Ompu Tuan Na Bolon,
11) 1841-1871: SM Raja XI, Ompu Sohahuaon
12) 1871-1907: SM Raja XII, Patuan Bosar, gelar Ompu Pulo Batu.

Sisingamangaraja XII (lahir di Bakara, 18 Februari 1845 – meninggal di Dairi, 17 Juni 1907 pada umur 62 tahun) adalah seorang raja di negeri Toba, Sumatera Utara, pejuang yang berperang melawan Belanda, kemudian diangkat oleh pemerintah Indonesia sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Sumber: Wiki


Istana raja Sisingamangaraja

Lokasi: Istana Raja Sisingamangaraja yang terletak di Dusun Lumban Raja, Desa Simamora, Baktiraja.
Memasuki pintu gerbang dengan atap khas tradisional Batak Toba, pandangan langsung tertuju pada sebuah bangunan batu dengan lantainya yang ditumbuhi rumput Jepang. Persis di tengah bangunan batu tersebut terdapat gambar bendera perang Sisingamangaraja XII.
Bendera perang yang berisi gambar dua pedang kembar yang disebut Piso Gaja Dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII. Sang pewaris tahta raja harus mampu mencabut pedang ini dari wadahnya untuk dapat menyandang gelar Sisingamangaraja. Inilah makam Raja Sisingamangara XI yang sering didatangi para peziarah.
* Foto istana dinasti raja Sisingamangaraja: link


Dinasti Batak lain

Dinasti Sorimangaraja (marga Sagala), abad ke-7 hingga ke-12 M.
– Sejarah lengkap dinasti Sorimangaraja: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/batak-dinasti-sagala-sorimangaraja/

Dinasti dinasti Hatorusan (marga Pasaribu), sampai abad ke-15.
– Sejarah lengkap kerajaan Hatorusan: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/hatorusan-kerajaan/

Dinasti dinasti Pardosi (marga Pardosi)
– Sejarah lengkap dinasti Pardosi: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/dinasti-batak-pardosi-pohan/

Stempel Kerajaan Sisingamangaraja dengan 11 ukiran sisi luar


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber Sisingamangaraja

– Raja Boental, pewaris Mahkota Kerajaan Sisingamangaraja: link
– Raja Sisingamangaraja XII: https://id.wikipedia.org/wiki/Sisingamangaraja_XII
Sejarah Dinasti Sisingamangaraja: https://nababan.wordpress.com/2011/07/25/dinasti-kerajaan-batak-3/
Sejarah Dinasti Sisingamangaraja: http://forum.detik.com/showpost.php?p=7659047&postcount=159
– Sejarah Dinasti Sisingamangaraja: http://batak-people.blogspot.co.id/2013/04/dinasti-dinasti-batak.html

Sumber Bakkara

– Sejarah negeri Bakkara: http://haposanbakara.blogspot.co.id/2012/06/tiga-dinasti-kerajaan-di-tanah-batak.html
– Sejarah negeri Bakkara: https://protapanuli.wordpress.com/2008/07/19/bakkara/
– Sejarah negeri Bakkara: http://humbahas.blogspot.co.id/2006/08/dinasti-dinasti-batak.html


Stempel Kerajaan Sisingamangaraja dengan 12 ukiran sisi luar


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: