Muko Muko, kerajaan / Sumatera – Prov. Bengkulu, kab. Mukomuko

Kerajaan Muko Muko terletak di Sumatera, Kab. Mukomuko, Prov. Bengkulu.

The Kingdom of Muko Muko was located in Kab. Mukomuko, province of Bengkulu, Sumatera.
For english, click here

Lokasi kab. Mukomuko, prov. Bengkulu, Sumatera


* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh dulu: link

* Foto suku Minangkabau: link
* Foto suku Batak: link
* Foto situs kuno di Sumatera: link


Tentang Raja sekarang

2 juni 2018
Sultan Bangsa, Sultan Mukomuko Bengkulu dengan gelar Tuanku Gulamatsyah II meninggal pada 2 juni 2018. Beliau dikukuhkan menjadi Ketua Kaum Agung Pekal pada 2017.

29 juli 2017
Sultan Bangsa didaulat menjadi Pemangku Sultan Mukomuko Bengkulu dengan gelar Tuanku Gulamatsyah II. Penobatan dilakukan Daulat Yang Di Pertuan Raja Alam Minangkabau Sultan Taufik Thaib. Kesultanan Mukomuko memiliki hubungan yang erat dengan Kerajaan Pagaruyung Minangkabau.


Sejarah kerajaan Muko Muko

Sebelum Kedatangan bangsa asing ke Bengkulu sekitar abad ke-14, di Bengkulu sudah berdiri kerajaan-kerajaan seperti Kerajaan Sungai Serut, yang diganti dengan Kerajaan Sungai Lemau di Sungai Hitam, Kerajaan Balai Buntar di Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah dengan beberapa bagiannya seperti Kerajaan Bagian Parit Lawang Seketeng di Dusun Raja. Begitu juga di Lebong, berdiri Kerajaan Pat Petulai. Baik kerajaan Sungai Lemau, kerajaan Balai Buntar, dan kerajaan Pat Petulai mayoritas penduduknya adalah Suku Rejang. Selain itu terdapat juga kerajaan lainnya, seperti di Bengkulu Selatan dan Mukomuko.
Di Mukomuko sejak tahun 1772 terjadi protes dan para petani selalu mengadakan rapat-rapat untuk menentang inggris.
Pada tahun 1798,sultan Mukomuko mengadu ke fort Marlborough mengenai kekejaman residen inggris,jhon Campbell,dan meminta supaya residen tersebut di berhentikan.
Pada masa stanfort Thomas raffles di Bengkulu pada tanggal 4 Juni 1818 menghapus system tanam paksa lada yang di lakukan oleh komisaris ewer yang kenyataannya sangat memberatkan rakyat sehingga rakyat merasa betul-betul di eksploitasai oleh para pejabat kompeni. Kemudian suktan Mukomuko, pangeran sungai lemau,dan pangeran sungai hitam di jadikan pejabat pemerintah colonial dengan gaji tertentu. Setiap keluarga memebayar 1 Dollar spanyol Setiap tahunnya sebagai ganti rugi dari penghampusan system tanam paksa.
Terhadap kerajaan mukomuko,pos residen inggris dihapuskan dan pemerintah kerajaan diserahkan kepada Sultan Mukomuko,Hidayat Syah (1789-1828),dengan diberi 600 ringgit sebulan.
.
Stempel kerajaan Muko Muko


Daftar Raja

Hasil musyawarah,pada hari senin 10 Maret 1529 adalah resminya nama
Mukomuko dan resminya batas Mukomuko dengan Kerinci,ialah darei renah sianit sampai bukit setinjau laut.
Raja pertama di Mukomuko adalah Raja Adil, raja ke dua Rajo mudo kawin penekan sang depati laut tawar, raja ke tiga Maharaja gedang dengan penakan sang depati laut tawar.

*1681 – 1761: Tuanku Paduko Sarie Maharaja, Sultan Gadam Sah
* 1761 – 1806: Tuanku Sultan Sarie Maharaja, Pasissir Barat Sah
* 1806 – 1833: Tuanku Sarie Maharaja Sultan, Chalipattullah Indijat Sah
* 1833 – 1836: Tuanku Sarie Maharaja Sultan, Hidaijat Tula Sah
* 1836 – 1859: Tuanku Sarie Maharaja Sultan, Takadir Chalipattullah Sah

Sumber: http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states1.html

Sultan Indrapura ke-38 (dari 42 rajo/ sultan) Sultan Abdul Muthalib gelar Sultan Taqdir Chalifatullah Syah, kemudian menjadi Regen di Muko-muko, pensiun tahun 1870.


Sejarah kerajaan-kerajaan di Bengkulu

Di Bengkulu dahulunya pernah berdiri kerajaan – kerajaan yang berdasarkan etnis/suku, seperti:

Kerajaan Anak Sungai
Kerajaan Sungai Serut,
Kerajaan Selebar,
Kerajaan Pat Petulai,
Kerajaan Balai Buntar,
Kerajaan Sungai Lemau,
Kerajaan Sekiris,
Kerajaan Gedung Agung,
Kerajaan Marau Riang.
Kerajaan Kaur
Kerajaan Muko Muko
Kerajaan Pepinau
Kerajaan Serawai
Kerajaan Sungai Hitam

Wilayah Bengkulu pernah menjadi sasaran kerajaan Budha Sriwijaya pada abad ke-8. Kerajaan Shailendra dan Kerajaan Singosari menggantikan Sriwijaya tetapi tidak jelas apakah mereka menyebarkan pengaruhnya atas Bengkulu. Majapahit juga memiliki sedikit pengaruh atas Bengkulu.

Sampai pada akhir abad ke-15 kerajaan-kerajaan di daerah Bengkulu berada di bawah pengaruh Kerajaan Majapahit yang mengalahkan Sriwijaya pada abad ke-13. Dalam periode ini kerajaan-kerajaan di daerah Bengkulu, khususnya di daerah Rejang Lebong, dipimpin oleh para biksu (pimpinan agama Budha) yang datang dari kerajaan Sriwijaya. Setelah kekuasaan Kerajaan Majapahit mundur pada pertengahan abad ke-16 kerajaan-kerajaan di daerah Bengkulu masuk ke dalam pengaruh Kesultanan Banten.

Di sebagian daerah Bengkulu ini, juga pernah berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inderapura semenjak abad ke-17.

British East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada Bencoolen/Coolen yang berasal dari bahasa inggris “Cut Land” yang berarti tanah patah, karena daerah bengkulu ini merupakan daerah patahan gempa bumi yang paling aktif di dunia dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi Kota Bengkulu.

Pada waktu itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagnagn lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar pada tanggal 12 Juli 1685 mengizinkan Inggris untuk mendirikan benteng dan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan pada tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut.

Sejak 1714, dibangunlah sebuah benteng yang bernama Marlborough dan selesai dibangun pada tanun 1719 yang hingga sekarang masih berdiri. Namun, perusahaan ini lama kelamaan menyadari tempat itu tidak menguntungkan karena tidak menghasilkan lada dalam jumlah yang mencukupi.

Sejak dilaksanakannya Perjanjian London pada tahun 1824, Bengkulu diserahkan ke Belanda dengan imbalan Malaka sekaligus penegasan atas kepemilikan Tumasik/Singapura dan Pulau Belitung. Sejak perjanjian itu Bengkulu menjadi bagian dari Hindia Belanda.

Penemuan deposit emas didaerah Rejang Lebong pada paruh kedua abad ke-19 menjadikan tempat itu sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Sekarang, kegiatan penambangan komersial telah dihentikan semenjak habisnya deposit.


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Mukomuko: http://pemuda-pelajar-mukomuko.blogspot.co.id/2009/07/sekilas-sejarah-kabupaten-mukomuko.html
– Sejarah kerajaan Mukomuko: http://herijunaidi.blogspot.co.id/2009/10/sejarah-mukomuko.html
Regen Muko Muko 1900: http://niadilova.blogdetik.com/2012/12/24/minang-saisuak-116-regen-muko-mukosultan-inderapura-m-rusli-sultan-abdullah-1891-1911
Daftar Raja: http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states1.html
Pendaftaran Peserta silaturahmi nasional: link


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: