Ango Talaga, kerajaan / Prov. Kalimantan Barat

Kerajaan Ango Talaga terletak di Kec. Sengah Temila, kab. Landak, prov. Kalimantan Barat. Berdiri diperkirakan pada abad ke-13, dan eksis lebih 400 tahun, dan 3 kali pindah ibukota, Tajur Tangkodi’, Mototn Calikng dan Mototn Sisara.

Lokasi kab. Landak, prov. Kalimantan Barat


* Foto sultan dan raja yang masih ada di Kalimantan: link
* Foto raja2 di Kalimantan dulu: link

* Foto suku Dayak: link
* Foto Kalimantan dulu: link
* Foto perang belanda di Kalimantan, abad ke-19: link


Sejarah kerajaan Ango Talaga

Kerajaan Ango Talaga adalah kerajaan suku Dayak Bukit di Kalimantan Barat. Kerajaan ini didirikan oleh Taga’ Tamula, putra Nek Lame’ dan Dayakng Linatn. Mereka ini berasal dari Bukit Tiong Kandang. Pusat pemerintahannya di sebuah tempat bernama Tajur Tangkodi’, lembah Bukit Talaga.

Sebagaimana raja di daerah lain, Taga’ Tamula kemudian bergelar Patih, yang dikenal dengan Patih Baramula. Ia mengangkat abangnya, Taga’ Tagukng sebagai Pangalangok (panglima perang) kerajaan. Patih Baramula ini menikah dengan Dara Ngidatn, memperanakan 7 orang anak: Rodo, Titi, Kanjong, Mage, Renan, Bauk dan Bolokng.

Pada masa pemerintahan Patih Baramula ini, Patih Gumantar, raja Kerajaan Bangkule Rajakng yang berpusat di Gaong, hulu Sungai Mempawah terbunuh oleh serangan suku Miaju. Suku Miaju ini sekarang dikenal dengan suku Madjang, yang berdiam di daerah Meliau dan Tayan, hilir Sungai Kapuas.

Putra dan putri raja yang selamat kemudian dijaga oleh Patih Baramula di istana Tajur Tangkodi’. Mereka adalah Ria Janakng, Ria Nyabakng dan Dara Itapm. Demi keamanan putri bungsu Patih Gumantar itu, raja kemudian meminta agar putri itu diantar ke abangnya yang bernama Ranang, yang tinggal di Tanjung Selimpat, hulu Sungai Landak (di Behe) daerah tanjung Selimpat ( Sekarang Dusun Kurnia) hingga situasi benar-benar aman.

Berikut raja-raja Ango Talaga:

1. Patih Baramula
2. Patih Bolokng
3. Patih Gandar Anum
4. Patih Bini
5. Patih Jaraya

6. Patih Sutan
7. Patih Gargila
8. Patih Somo
9. Patih Kurobokng
10. Patih Rugap
11. Patih Dehepm
12. Patih Garak

Kerajaan Ango Talaga berdiri diperkirakan pada abad ke-13, dan eksis lebih 400 tahun, dan 3 kali pindah ibukota, Tajur Tangkodi’, Mototn Calikng dan Mototn Sisara.

Berakhirnya kerajaan ini pada masa pemerintahan Patih Garak pada abad ke-18, yang menurut catatan Dr.Yuan Bingling, pada saat itu terjadi peperangan besar dengan Kongsi Lanfang di Mandor. Kemenangan perang Kongsi Lanfang melawan Kerajaan Ango Talaga karena kongsi ini bersekutu dengan Kerajaan Landak, Kerajaan Pontianak dan Kerajaan Mempawah.

Sayangnya, bukti-bukti peninggalan kerajaan (makam raja), ibukota kerajaan, dan lain-lain sulit lagi ditemukan (karena rusak), namun cerita rakyat, dan benda-benda peninggalan serta tradisi warisan masih hidup sampai hari ini.


Sumber

1) Sumber awal catatan ini berdasarkan pendokumentasian tahun 2004 oleh Yayasan Pangingu Binua:

  1. F.Bahaudin Kay
  2. Maniamas Miden Sood
  3. Mait Entok

(Bersambung: masih dalam penelusuran dan pendokumentasian, Maret 2019 diperkirakan selesai dan akan dicetak menjadi buku).
Sumber : Yohanes S Laon, SE, M.Si

2) https://www.facebook.com

3) https://elegansipikiran.blogspot.com/2019/06/kerajaan-sengah-temila.html


Blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: