Lau, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan, Kab. Maros

Kerajaan Lau adalah kerajaan di Sulawesi, Kab. Maros, prov. Sulawesi Selatan.

The Kingdom of Lau is a kingdom on Sulawesi, in the District of Maros, south Sulawesi.
For english, click here

Kabupaten Maros

Kabupaten Maros

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)


* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Sejarah / History kerajaan Lau

For english, click here

Lau’ pada awalnya adalah sebuah daerah Kasullewatangan (kesultanan) yang dibentuk dalam tahun 1824 ketika pasukan Bone berhasil diusir dari wilayah Maros, oleh pemerintah Gubernemen membentuk empat daerah Kasullewatangan yaitu Lau’, Wara, Raya dan Timboro.

Yang menjadi Sullewatang Lau’ pertama adalah La Mattotorang PagelipuE Abdul Wahab Daeng Mamangung, putera dari La Mauraga Sultan Adam Datu Mario ri Wawo dari istri bernama Ince Jauhar Manikam I Denra Petta WaliE puteri dari Ince Abi Asdollah Dato’ Pabean, Bendahara Kerajaan Gowa.
Selanjutnya La Mattotorang Daeng Mamangung diangkat menjadi Regent/Karaeng Lau’ pertama ketika seluruh daerah pemerintahan adat di Maros dibentuk menjadi Regentschappen. Ketika wafat La Mattotorang Daeng Mamangung dimakamkan di Laleng Tedong sehingga diberi gelar anumerta Matinroe ri Laleng Tedong.

– Sumber: http://vhazollee.blogspot.co.id/2012/02/kerajaan-kerajaan-di-maros-bagian-ii.html

Peta Sulawesi Selatan tahun 1909
klik peta untuk besar


Daftar Raja / List of kings

1. La Mattotorang Daeng Mamangung Matinroe ri Laleng Tedong
2. La Tenrowang Daeng Pasampa Matinroe ri Manrimisi
3. La Rombo Muhammad Saleh Daeng Lullu Matinroe ri Kassikebo
4. Andi Pappe Daeng Massikki
5. Andi Abdullah

– Sumber / Source:  http://hasri2jujursejarah.blogspot.co.id/2014/03/kerajaan-kerajaan-di-maros.html


Sejarah kerajaan-kerajaan wilayah Maros

Perjanjian Bungaya 1667/1669 yang dilakukan antara Sultan Hasanuddin Raja Gowa XVI dengan Admiral Cornelis Spelman ternyata memberi dampak besar tidak saja bagi Kerajaan Gowa sebagai fihak yang dirugikan tetapi juga membiaskan pengaruh ke kerajaan lain termasuk kerajaan yang berada di sekitar Gowa antara lain Maros.

Dalam Perjanjian Bungaya, Maros ditetapkan sebagai daerah yang dikuasai langsung oleh Belanda (direct rule) sehingga bentuk-bentuk pemerintahan kerajaan-kerajaan yang berada di Maros diformulasikan dalam bentuk Regentschaap yang dipimpin oleh penguasa bangsawan lokal yang bergelar Regent (Bupati).

Pada akhirnya sekitar abad XVII di Wilayah Maros dan sekitarnya telah berdiri sekitar 8 buah kerajaan yang berotonom. Kerajaan-kerajaan itu adalah:

* Kerajaan Simbang,
* Kerajaan Tanralili,
* Kerajaan Marusu,
* Kerajaan Bontoa,
* Kerajaan Lau,
* Kerajaan Turikale.


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan-kerajaan di Maros:  http://vhazollee.blogspot.co.id/2012/02/kerajaan-kerajaan-di-maros-bagian-ii.html
Sejarah kabupaten Maros:  http://gmzware.blogspot.co.id/2013/03/sejarah-kabupaten-maros.html
Daftar raja:  http://hasri2jujursejarah.blogspot.co.id/2014/03/kerajaan-kerajaan-di-maros.html


Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: