Tangko, kerajaan / P. Sumbawa – Prov. Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Tangko terletak di pulau Sumbawa, di wilayah Desa Ongko, kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Prov. Nusa Tenggara Barat.

The kingdom of Tangko was located on the island of Sumbawa, in the region of Desa Ongko, kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa. Prov. Nusa Tenggara Barat.
For english, click here

Pulau Sumbawa

Location island of Sumbawa


* Foto kerajaan-kerajaan Sumbawa: link
* Foto situs kuno di Sumbawa: link


Sejarah kerajaan Tangko

Berdasarkan berbagai referensi sejarah, pada tahun 1357 Kerajaan Majapahit melakukan ekspedisi penaklukan ke Pulau Sumbawa, dengan pimpinan Mpu Nala. Dalam ekpedisi penaklukan ini telah berhasil dikuasai beberapa kerajaan di bagian barat dan timur Pulau Sumbawa, yakni Dompo (Dompu), Sapi (Sape), Gunung Api (Tambora), Taliwung (Taliwang), Seran (Seteluk), Hutan Kadali (Utan) dan Kerajaan Tangko (Empang).

Dengan ditaklukkannya kerajaan- kerajaan ini maka agama Hindu menjadi agama di kerajaan yang ditaklukkan tersebut. Masih berdasarkan referensi sejarah Kerajaan Tangko Empang berada di wilayah Desa Ongko sekarang, dan dipimpin oleh seorang raja dengan gelar Batara. Ada beberapa sumber di Empang dan Tarano yang menyebutkan lokasinya bernama hutan Ai Pat, di kawasan pegunungan antara Desa Ongko- Banda (Kecamatan Tarano) dan Desa Mata (Kecamatan Tarano).

Sisa- sisa Kerajaan Tangko tersebut kini dipercaya menjadi lokasi tempat bercokolnya kekuatan- kekuatan gaib yang kerap mempengaruhi warga desa, seperti bisa menimbulkan penyakit atau membawa berkah- berkah tertentu. Sejak lama, telah ada ‘juru pelihara’ lokasi tersebut, yang menghubungkan roh- roh yang ada di lokasi dengan orang- orang yang berkepentingan dengannya, seperti menyembuhkan penyakit atau mengharap berkah. Adalah Hajjah Sening (70), warga Desa Banda. Perempuan ini diyakini sebagai keturunan ‘juru kunci’ lokasi Kerajaan Tangko.

– Sumber: http://sumbawaklopedia.blogspot.nl/2016/09/menelusuri-kebenaran-sejarah-kerajaan.html

Peta lokasi kerajaan-kerajaan di pulau Sumbawa


Sejarah singkat pulau Sumbawa

Nagarakretagama abad ke-14 menyebutkan beberapa kerajaan yang berada di Sumbawa: Dompu, Bima, Sape dan Sang Hyang Api. Empat kerajaan kecil di Sumbawa barat merupakan ketergantungan Kekaisaran Majapahit di Jawa Timur. Karena sumber daya alam, Sumbawa sering  diserang oleh kekuatan luar – dari Jawa, Bali, Makassar, Belanda dan Jepang.
Belanda pertama kali tiba di Sumbawa pada tahun 1605, namun tidak secara efektif memerintah Sumbawa sampai awal abad ke-20.
Kerajaan Gelgel  di Bali memerintah Sumbawa barat untuk waktu yang singkat juga. Bagian timur pulau itu juga merupakan rumah bagi Kesultanan Bima, sebuah pemerintahan Islam yang memiliki hubungan dengan orang Bugis dan Makasar di Sulawesi Selatan, serta kepolisian Melayu-Islam lainnya di nusantara.
Bukti sejarah menunjukkan bahwa orang-orang di pulau Sumbawa dikenal di Hindia Belanda karena madu, kuda, kayu sappan mereka untuk memproduksi pewarna merah, dan kayu cendana digunakan untuk dupa dan obat-obatan. Kawasan itu dianggap sangat produktif secara pertanian.
Pada abad ke-18, Belanda mengenalkan perkebunan kopi di lereng barat Gunung Tambora, sebuah gunung berapi di sisi utara Sumbawa, sehingga menciptakan varian kopi Tambora.
Letusan Kolosal Tambora pada tahun 1815 adalah salah satu yang paling kuat sepanjang masa, mendepak 150 kilometer kubik  abu dan puing ke atmosfer. Letusan tersebut menewaskan hingga 71.000 orang dan memicu periode pendinginan global yang dikenal sebagai “Tahun Tanpa Musim Panas” pada tahun 1816. Ini juga tampaknya menghancurkan budaya kecil afinitas Asia Tenggara, yang dikenal oleh para arkeolog sebagai “budaya Tambora”.
Akibat letusan Gunung Tambora 3 kerjaan di Sumbawa dihancur: kerajaan Sanggar, kerajaan Tambora dan kerajaan Pekat.


Peta kuno pulau Sumbawa (Cambaua)

Klik di sini untuk peta pulau Sumbawa tahun 1598, 1606 Sumbawa / Nusantara, 1614, 1615, 1697 Sumbawa / Nusantara 1800-an, 1856, 1856, 1910.

Pulau Sumbawa 1615


Sumber Tangko

– Tentang kerajaan Tangko: http://pepenk26.blogspot.nl/2011/12/catatan-dari-sumbawa.html
– Tentang kerajaan Tangko: http://sumbawaklopedia.blogspot.nl/2016/09/menelusuri-kebenaran-sejarah-kerajaan.html

Sumber sejarah pulau Sumbawa

– Sejarah pulau Sumbawa: https://ihinsolihin.wordpress.com/artikel/sejarah-raja-pemerintahan-di-sumbawa/
– Sejarah pulau Sumbawa: http://sejarahini.blogspot.co.id/2013/06/sejarah-singkat-pulau-sumbawa.html
– Sejarah pulau Sumbawa: http://www.galeribudaya.com/2017/10/sejarah-pulau-sumbawa.html
– Sejarah pulau Sumbawa: http://lsotour.blogspot.co.id/2012/01/sejarah-singkat-sumbawa.html


Makam Aisyah, Putri dari Raja Kerajaan Tangko (Sumber Foto- Yin Ude (Corong Bulaeng)


 

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: