Tangko, kerajaan / P. Sumbawa – Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Tangko terletak di pulau Sumbawa, di wilayah Desa Ongko, kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa.

Pulau Flores

Provinsi Nusa Tenggara Barat


* Foto kerajaan-kerajaan Sumbawa: link
* Foto situs kuno di Sumbawa: link


Latar belakang masyarakat Sumbawa

Secara khusus masyarakat di Kabupaten ini tidak didominasi oleh satu suku, melainkan terdiri dari berbagai macam suku. Dalam perjalanan sejarah sangatlah sulit melacak penduduk aslinya, sebab penduduk di Sumbawa ini berasal dari berbagai daerah. Tana Samawa yang pada saat itu konon sangat terbuka dan memiliki berbagai kekayaan, mendorong adanya perpindahan penduduk dari berbagai daerah. Perkiraan adanya perpindahan penduduk ini berlangsung jauh sebelum zaman kerajaan Sriwijaya, dilakukan oleh para pedagang, nelayan, petani, kiyai, dan sebagainya yang berasal dari berbagai daerah, yaitu: semenanjung Melayu, Aceh, Minang, Banten, Banjar, Jawa, dan Sulawesi. Hal ini terbukti dengan banyaknya jumlah pelabuhan yang sampai saat ini ada di sepanjang pesisir Sumbawa. Sampai pada suatu saat ditemukan berbagai kerajaan yang pernah ada di Kabupaten ini, diantaranya Tangko.
– Sumber:
http://pepenk26.blogspot.nl/2011/12/catatan-dari-sumbawa.html


Sejarah kerajaan Tangko

Berdasarkan berbagai referensi sejarah, pada tahun 1357 Kerajaan Majapahit melakukan ekspedisi penaklukan ke Pulau Sumbawa, dengan pimpinan Mpu Nala. Dalam ekpedisi penaklukan ini telah berhasil dikuasai beberapa kerajaan di bagian barat dan timur Pulau Sumbawa, yakni Dompo (Dompu), Sapi (Sape), Gunung Api (Tambora), Taliwung (Taliwang), Seran (Seteluk), Hutan Kadali (Utan) dan Kerajaan Tangko (Empang).

Dengan ditaklukkannya kerajaan- kerajaan ini maka agama Hindu menjadi agama di kerajaan yang ditaklukkan tersebut. Masih berdasarkan referensi sejarah Kerajaan Tangko Empang berada di wilayah Desa Ongko sekarang, dan dipimpin oleh seorang raja dengan gelar Batara. Ada beberapa sumber di Empang dan Tarano yang menyebutkan lokasinya bernama hutan Ai Pat, di kawasan pegunungan antara Desa Ongko- Banda (Kecamatan Tarano) dan Desa Mata (Kecamatan Tarano).

Sisa- sisa Kerajaan Tangko tersebut kini dipercaya menjadi lokasi tempat bercokolnya kekuatan- kekuatan gaib yang kerap mempengaruhi warga desa, seperti bisa menimbulkan penyakit atau membawa berkah- berkah tertentu. Sejak lama, telah ada ‘juru pelihara’ lokasi tersebut, yang menghubungkan roh- roh yang ada di lokasi dengan orang- orang yang berkepentingan dengannya, seperti menyembuhkan penyakit atau mengharap berkah. Adalah Hajjah Sening (70), warga Desa Banda. Perempuan ini diyakini sebagai keturunan ‘juru kunci’ lokasi Kerajaan Tangko.

– Sumber: http://sumbawaklopedia.blogspot.nl/2016/09/menelusuri-kebenaran-sejarah-kerajaan.html


Peta lokasi kerajaan-kerajaan di pulau Sumbawa


Peta kuno pulau Sumbawa (Cambaua)

Klik di sini untuk peta pulau Sumbawa tahun 1598, 1606 Sumbawa / Nusantara, 1614, 1615, 1697 Sumbawa / Nusantara 1800-an, 1856, 1856, 1910.

Pulau Sumbawa 1615


Sumber

– Latar belakang masyarakat Sumbawa: http://pepenk26.blogspot.nl/2011/12/catatan-dari-sumbawa.html
– Tentang kerajaan Tangko: http://sumbawaklopedia.blogspot.nl/2016/09/menelusuri-kebenaran-sejarah-kerajaan.html


Makam Aisyah, Putri dari Raja Kerajaan Tangko (Sumber Foto- Yin Ude (Corong Bulaeng)


 

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: