Sisingamangaraja (Sinambela), Dinasti / Prov. Sumatera Utara

Dinasti Sisingamangaraja ada dinasti di Negeri Bakkara, prov. Sumatera Utara. Wilayah Danau Toba selatan.

The Dynasty of Sisingamangaraja, was located in the region of Negeri Bakkara, prov. Sumatera Utara.
The location of Bakkara is south of the Lake Toba, prov. Sumatera Utara.
For english, click here

Lokasi Bakkara

Provinsi Sumatera Utara

Provinsi Sumatera Utara


* Foto istana dinasti raja Sisingamangaraja: link
* Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
*
Foto situs kuno di Sumatera:
link


Tentang Raja

Raja sekarang (2017): Ir. Raja Tonggo Tua Sinambela XV, Cicit Kandung Raja Sisingamangaraja XII, Ir Raja Tonggo Tua Sinambela (Putera dari Alm Raja Patuan Sori Sinambela & Alm Maria Magdalena Boru Pasaribu)
Sumber:
link


Sejarah Dinasti Sisingamangaraja (Sinambela) / Negeri Bakkara

Sepanjang sejarah Suku Batak Kuno (Toba Tua) di Sumatera, pernah terdapat tiga dinasti kerajaan yang menyatukan berbagai kelompok suku yang mempunyai keterkaitan dengan beberapa suku dari India Selatan,  pedalaman Myanmar (Burma)  – Thailand dan Tibet, yang sebelumnya telah mendiami kepulauan dan Pulau Sumatera sejak abad sebelum masehi (+ 1.500 SM).  Pemimpin di antara pemimpin (Primus Interpares) suku membentuk dinasti yang menaungi kelompok klan, kerajaan-kerajaan suku di Tanah Batak (sampai dengan Aceh) dan selanjutnya Raja-raja Marga-marga dan Wilayah Huta, yaitu:

  1.  Dinasti Sori Mangaraja

Dinasti ini dipimpin oleh raja turun temurun yang bergelar Sori Mangaraja (Sori Mangaraja diadaptasi dari gelar Sri Maharaj).  Sori Mangaraja I didampingi penasihat kerajaaan, Batara Guru, tokoh dari India Selatan.  Dinasti ini berdiri selama + 300-500 tahun, sejak abad ke-7 M (atau abad ke-9 M?) sampai dengan awal abad ke-12 M.
Ibukota kerajaan di Lobu Tua, Barus dan Pansur sebagai kota pelabuhan dan pusat perdagangan dunia.  Selama berdiri, Dinasti ini membangun peradaban dan kebudayaan yang tinggi dan maju. Dinasti berakhir akibat peperangan yang dahsyat antara Kerajaan Chola, India dengan Sriwijaya di wilayahnya.
– Dinasti Sorimangaraja: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/batak-dinasti-sagala-sorimangaraja/

  1.  Dinasti Hatorusan

Dinasti berdiri selama hampir 300 tahun sejak awal abad ke-13 M sampai dengan awal abad ke-16 M dipimpin oleh raja turun-temurun yang bergelar Raja Hatorusan I-VII. Raja Pertama, Uti Mutiaraja, berasal dari keturunan Guru Tatea Bulan, Pusuk Buhit. Dinasti ini berupaya menata kembali dan meneruskan tradisi kerajaan dan kejayaan Dinasti Sori Mangaraja.  Ibukota Kerajaan di Barus dan kemudian bergeser ke pedalaman di perbatasan wilayah Aceh. Kamper dan kemenyaan tetap sebagai sumber penghasilan kerajaan yang diperdagangkan di pelabuhan Pansur, Barus.  Dinasti ini menyerahkan tampuk kuasa kerajaan ke Dinasti Sisingamangaraja dari Negeri Bakara.
– Dinasti Hatorusan: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/hatorusan-kerajaan/

  1.  Dinasti Sisingamangaraja

Dinasti ini berdiri selama + 400 tahun,  sejak tahun 1500-an sampai dengan 1907. Pusat pemerintahan di Negeri Bakara, di bawah kepemimpinan Raja Sisingamangaraja I – XII.   Kerajaan ini bersama rakyatnya menghadapi peperangan selama 30 tahun dengan Belanda yang berusaha menaklukkan Tanah Batak.   Dinasti berakhir dengan gugurnya Sisingamangaraja XII, Ompu Patuan Bosar  Sinambela (Ompu Pulo Batu) sebagai Sisingamangaraja terakhir, pada pertempuran heroik di Si Onom Hudon tahun 1907.
Dinasti Sisingamangaraja: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/raja-of-sisingamangaraja/


Daftar Raja Sisingamangaraja

SM Raja I adalah turunan dari Oloan dari marga Sinambela. Dinasti SM Raja adalah sebagai berikut:

1. Raja Sisingamangaraja I dengan nama asli Raja Mahkota atau Raja Manghuntal memerintah tahun 1540 s.d. 1550
2. SM Raja II, Raja Manjolong gelar Datu Tinaruan atau Ompu Raja Tinaruan memerintah 1550 s.d 1595
3. SM Raja III, Raja Itubungna, 1595-1627
4. SM Raja IV, Tuan Sorimangaraja 1627-1667
5. SM Raja V, Raja Pallongos, 1667-1730
6. SM Raja VI, Raja Pangolbuk, 1730-1751
7. SM Raja VII, Ompu Tuan Lumbut, 1751-1771
8. SM Raja VIII, Ompu Sotaronggal, gelar Raja Bukit 1771-1788
9. SM Raja IX, Ompu Sohalompoan, Gelar Datu Muara Labu, 1788-1819
10. SM Raja X, Aman Julangga, Gelar Ompu Tuan Na Bolon, 1819-1841
11. SM Raja XI, Ompu Sohahuaon, 1841-1871
12. SM Raja XII, Patuan Bosar, gelar Ompu Pulo Batu, 1871-1907

Mahkuta menjadi raja pertama dengan gelar Sisingamangaraja I (SM Raja) pada tahun 1540 Masehi. Sebagai seorang bermarga Sinambela dari Toga Sumba, berbeda dengan Raja Uti yang Pasaribu dari Kubu Tatea Bulan, Mahkuta sebenarnya telah memulai sebuah dinasti baru yakni dinasti SM Raja yang memerintah Batak sampai SM Raja XII. Walaupun begitu, sebagai pendiri spiritual Batak, Raja Uti dan keturunanya, sampai abad ke-20, masih dimuliakan dan mendapat tempat terhormat dalam doa-doa. Bila Dinasti SM Raja mendapat kesulitan dalam urusan dalam negerinya, perwakilan dari keturunan Raja-raja Uti kerap dihadirkan untuk menjadi penengah.

Raja SM Raja XII, sebagai penghargaan terhadap usahanya mengusir si Bottar Mata, penjajah Belanda, dianugerahi Pahlawan Nasional Indonesia dengan keputusan Presiden RI No. 590 Tanggal 9 November 1961.


Istana raja Sisingamangaraja

Lokasi: Istana Raja Sisingamangaraja yang terletak di Dusun Lumban Raja, Desa Simamora, Baktiraja.

Memasuki pintu gerbang dengan atap khas tradisional Batak Toba, pandangan langsung tertuju pada sebuah bangunan batu dengan lantainya yang ditumbuhi rumput Jepang. Persis di tengah bangunan batu tersebut terdapat gambar bendera perang Sisingamangaraja XII.
Bendera perang yang berisi gambar dua pedang kembar yang disebut Piso Gaja Dompak, pusaka raja-raja Sisingamangaraja I-XII. Sang pewaris tahta raja harus mampu mencabut pedang ini dari wadahnya untuk dapat menyandang gelar Sisingamangaraja. Inilah makam Raja Sisingamangara XI yang sering didatangi para peziarah.
.
* Foto istana dinasti raja Sisingamangaraja: link


Sumber Sisingamangaraja

– Raja Boental, pewaris Mahkota Kerajaan Sisingamangaraja: link
– Raja Sisingamangaraja XII: https://id.wikipedia.org/wiki/Sisingamangaraja_XII
Sejarah Dinasti Sisingamangaraja: https://nababan.wordpress.com/2011/07/25/dinasti-kerajaan-batak-3/
Sejarah Dinasti Sisingamangaraja: http://forum.detik.com/showpost.php?p=7659047&postcount=159
– Sejarah Dinasti Sisingamangaraja: http://batak-people.blogspot.co.id/2013/04/dinasti-dinasti-batak.html

Sumber Bakkara 

– Sejarah negeri Bakkara: http://haposanbakara.blogspot.co.id/2012/06/tiga-dinasti-kerajaan-di-tanah-batak.html
– Sejarah negeri Bakkara: https://protapanuli.wordpress.com/2008/07/19/bakkara/
– Sejarah negeri Bakkara: http://humbahas.blogspot.co.id/2006/08/dinasti-dinasti-batak.html


Sisingamangaraja XII (lahir di Bakara, 18 Februari 1845 – meninggal di Dairi, 17 Juni 1907 pada umur 62 tahun) adalah seorang raja di negeri Toba, Sumatera Utara, pejuang yang berperang melawan Belanda, kemudian diangkat oleh pemerintah Indonesia sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Sumber: Wiki


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s