Bengkulu – sejarah dan daftar kerajaan2 di Bengkulu / Sumatera – prov. Bengkulu

Provinsi Bengkulu


* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh dulu: link

* Foto suku Minangkabau: link
* Foto suku Batak: link
* Foto situs kuno di Sumatera: link


Sejarah kerajaan-kerajaan di Bengkulu

Di Bengkulu dahulunya pernah berdiri kerajaan – kerajaan yang berdasarkan etnis/suku, seperti:
Kerajaan Anak Sungai
Kerajaan Sungai Serut,
Kerajaan Selebar,
Kerajaan Pat Petulai,
Kerajaan Balai Buntar,
Kerajaan Sungai Lemau,
Kerajaan Sekiris,
Kerajaan Gedung Agung,
Kerajaan Marau Riang.
Kaur
Muko Muko
Pepinau
Serawai
Sungai Hitam

Wilayah Bengkulu pernah menjadi sasaran kerajaan Budha Sriwijaya pada abad ke-8. Kerajaan Shailendra dan Kerajaan Singosari menggantikan Sriwijaya tetapi tidak jelas apakah mereka menyebarkan pengaruhnya atas Bengkulu. Majapahit juga memiliki sedikit pengaruh atas Bengkulu.

Sampai pada akhir abad ke-15 kerajaan-kerajaan di daerah Bengkulu berada di bawah pengaruh Kerajaan Majapahit yang mengalahkan Sriwijaya pada abad ke-13. Dalam periode ini kerajaan-kerajaan di daerah Bengkulu, khususnya di daerah Rejang Lebong, dipimpin oleh para biksu (pimpinan agama Budha) yang datang dari kerajaan Sriwijaya. Setelah kekuasaan Kerajaan Majapahit mundur pada pertengahan abad ke-16 kerajaan-kerajaan di daerah Bengkulu masuk ke dalam pengaruh Kesultanan Banten.

Di sebagian daerah Bengkulu ini, juga pernah berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inderapura semenjak abad ke-17.

British East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada Bencoolen/Coolen yang berasal dari bahasa inggris “Cut Land” yang berarti tanah patah, karena daerah bengkulu ini merupakan daerah patahan gempa bumi yang paling aktif di dunia dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi Kota Bengkulu.

Pada waktu itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagnagn lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar pada tanggal 12 Juli 1685 mengizinkan Inggris untuk mendirikan benteng dan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan pada tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut.

Sejak 1714, dibangunlah sebuah benteng yang bernama Marlborough dan selesai dibangun pada tanun 1719 yang hingga sekarang masih berdiri. Namun, perusahaan ini lama kelamaan menyadari tempat itu tidak menguntungkan karena tidak menghasilkan lada dalam jumlah yang mencukupi.

Sejak dilaksanakannya Perjanjian London pada tahun 1824, Bengkulu diserahkan ke Belanda dengan imbalan Malaka sekaligus penegasan atas kepemilikan Tumasik/Singapura dan Pulau Belitung. Sejak perjanjian itu Bengkulu menjadi bagian dari Hindia Belanda.

Penemuan deposit emas didaerah Rejang Lebong pada paruh kedua abad ke-19 menjadikan tempat itu sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Sekarang, kegiatan penambangan komersial telah dihentikan semenjak habisnya deposit.


Sumber

– Sejarah Bengkulu: http://juragansejarah.blogspot.nl/2011/12/sejarah-kota-bengkulu.html
– Sejarah Bengkulu: https://id.wikipedia.org/wiki/Bengkulu
Sejarah Bengkulu: https://pedomanbengkulu.com/2018/01/sejarah-raja-raja-di-bengkulu-selatan/
– Sejarah Bengkulu: https://bengkuluprov.go.id/sekilas-bengkulu/


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: