Titawaai, negeri / P. Nusa Laut – Prov. Maluku

Negeri Titawaai, berteung Lesinusa Amalatu, kadang dieja sebagai Titawaay atau Titawai adalah salah satu dari 7 negeri yang termasuk ke dalam wilayah kecamatan Nusalaut, Maluku Tengah, Maluku. Negeri ini tergolong sebagai negeri pesisir.
Penduduk Titawaai memeluku ajaran Kristen Protestan seperti penduduk negeri-negeri lain di Nusalaut pada umumnya.

Lokasi Pulau Nusa Laut

———————–

Lokasi P. Nusa Laut

———————–

Negeri Titawaai di P. Nusa Laut

Nusa Laut


Foto raja-raja negeri di Maluku yang ada sekarang

Untuk foto raja-raja, klik di sini


Foto Maluku

* Foto Maluku masa dulu: link
* Foto Baileo di Maluku: link
* Foto tarian Cakalele: link
* Foto situs kuno di Maluku: link


NEGERI TITAWAAI

Tentang raja negeri Titawaai

Tentang raja sekarang (2022) tidak ada info.

Sebagai sebuah negeri atau desa adat, Titawaai dipimpin oleh seorang raja yang berkedudukan layaknya kepala desa. Raja Titawaai bergelar sebagai tuan latu (raja). Apabila raja belum terpilih, tampuk kepemimpinan dijabat oleh pejabat negeri.
Jabatan raja di Titawaai dipangku oleh fam (matarumah parentah) Hehanusa dengan Pattikayhatu sebagai kapitan. Pejabat yang menjabat sebagai kepala pemerintahan Titawaai saat ini adalah Johan Tahalele, S.Pd. Jabatan Bapak Johan akan bertahan hingga raja definitif berhasil dipilih atau dimusyawarahkan.


Sejarah negeri Titawaai

Pada paruh tengah abad ke-16 M, misionaris-misionaris Katolik asal Portugis rajin mendatangi Pulau-pulau Lease. Misi yang dipimpin oleh Santo Fransiskus Xaverius disebut telah membaptis satu orang di Titawaai pada tahun 1546. Kemungkinan antara tahun 1555 sampai 1563 seluruh penduduk Titawaai telah menerima ajaran Katolik dan masuk Kristen. Masyarakat Katolik di Titawaai nantinya akan berpindah menjadi pemeluk Protestan tatkala Belanda menguatkan cengkeramannya atas Pulau-pulau Lease.

Afbeeldingsresultaat voor negeri titawaai


Baileo negeri Titawaai

Rumah Baileo adalah rumah adat Maluku dan Maluku Utara. Rumah Baileo merupakan representasi kebudayaan Maluku dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Rumah Baileo adalah identitas setiap negeri di Maluku selain Masjid atau Gereja. Baileo berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda suci, tempat upacara adat, sekaligus sebagai balai warga.
Lantai baileo dibuat tinggi karena dipercaya agar roh-roh nenek moyang memiliki tempat dan derajat yang tinggi dari tempat berdirinya masyarakat. Dan agar masyarakat tahu permusyawaratan yang berlangsung di balai.
– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_baileo

Tidak ada foto baileo negeri Titawaai; sebagai contoh, di bawah foto Baileo negeri Aboru


Fam, SOA  dan Pela / Gandong negeri Titawaai

1) Fam
Aijal
Hehanussa
Hiariej
Hitijahubessy
Hukom
Lahumeten
Latumahina
Lebelauw
Leuwol
Lokollo
Maipauw
Makooy
Nahuway
Namarubessy
Nendissa
Pattikaihatu
Pattimaipau
Sahetapy
Siahay
Siaila
Soumete
Toisuta
Tomasoa
Tulalessy
Wacanno
Wattimena
Wattimury

2) SOA
Tidak ada info tentang SOA negeri ini.

3) Pela dan Gandong
Negeri Titawaai memiliki hubungan gandong dengan Negeri Pelauw di Pulau Haruku serta terikat pela dengan Negeri Sahulau dan Sepa.


Cari nama Fam SOA, pela, gandong, klik di sini


Subjek penting budaya Maluku

1) Penjelasan Baileo negeri Maluku: klik di sini
2) Foto foto Baileo di Maluku: klik di sini
3) Penjelasan Pela dan Gandong, klik di sini
4) Penjelasan Panas Pela, klik di sini
5) Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri Maluku, klik di sini
6) Penjelasan Fam, marga dan SOA, klik di sini


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku tahun 1640 (Gilolo = Halmahera)


Sumber

– Negeri Titawaai: https://id.wikipedia.org/wiki/Titawaai,_Nusalaut,_Maluku_Tengah


Maluku, tahun 1700 M

Maluku, tahun 1700 M


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: