Takalar – daftar dan sejarah kerajaan2 di wilayah Takalar / Prov. Sulawesi Selatan

Kabupaten Takalar terletak di Sulawesi, prov. Sulawesi Selatan.

The District of Takalar is located on Sulawesi, prov. Sulawesi Selatan.
For english, click here

Lokasi kabupaten Takalar


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto istana kerajaan2 di Sulawesi: link


KERAJAAN2 DI WILAYAH TAKALAR

Tentang kerajaan di Takalar

Sejarah Takalar pada masa kerajaan

Sejarah Takalar tidak bisa dipisahkan dari keberadaan kerajaan-kerajaan yang berdiri pada masa lalu. Sebelum Belanda berkuasa di wilayah Takalar, dahulu wilayah Takalar terdiri dari beberapa kerajaan-kerajaan. Adapun beberapa wilayah kerajaan itu yang cukup terkenal di anataranya:
* kerajaan Galesong,
* kerajaan Sanrobone dan
* kerajaan Polongbangkeng.

Kerajaan Galesong

Di dalam sejarah, Galesong adalah salah satu wilayah kekuasaan kerajaan Gowa. Terdapat satu catatan yang menjelaskan bahwa pada tanggal 13 Juni 1635, saat itu Sultan Alauddin, Raja Gowa ke-14, tinggal di Beba (kini adalah salah satu desa di mana terdapat Tempat Pendaratan Ikan yang ramai), salah satu daerah di utara Galesong di dekat pantai.

Beberapa penguasa Galesong masih merupakan kerabat atau keluarga dari kerajaan Gowa, diantaranya adala Karaeng Galesong putra Sultan Hasanuddin dari istri keempatnya bernama I Hatijah I Lo’mo Tobo yang berasal dari kampung Bonto Majannang.

Lokasi Takalar, paling selatan (merah), 1835 M

Takalar, 1835

Karaeng Galesong bernama lengkap I Mannindori Kare Tojeng Karaeng Galesong, lahir pada 29 Maret 1655. Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, ia diangkat sebagai Karaeng Galesong dan kemudian menjadi panglima perang kerajaan Gowa. Kerajaan Gowa dan Galesong tidak bias terpisahkan pada saat itu.

Wilayah politik Galesong terus bertahan sampai pada tahun 1914, saat itu kerajaan Galesong di Pangku Oleh Karaeng Larigau Daeng Mangingruru hingga berakhir pada tahun 1951, kemudian selanjutnya pada tahun 1952 sampai dengan 2009 dilantiklah A.J. Bostan Karaeng Mamad’ja sebagai Pemangku Adat Karaeng Galesong, nama pemangku adat ini sebagai pengganti nama kerajaan karena tidak memungkin lagi pada struktur ketatanegaraan di Indonesia.

Kerajaan Sanrobone

Sebelum kerajaan ini terbentuk, di wilayah ini telah ada beberapa kelompok masyarakat, yaitu Bajeng, Malewang, Bangkalang, Lassang, Galesong, Jipang dan Kantingan. Pada masa pemerintahan raja Gowa Tumamparisis Kallongna memperluas wilayah kekasaannya ke selatan, kerajaan Gowa yang dibantu oleh Jipang menyerang Kantingan.

Pada penyerangan itu, Kantingan mengalami kekalahan, wilayahnya kemudian dipecah menjadi beberapa wilayah. Beberapa wilayah pecahan itu kemudian membentuk persekutuan yang disebut dengan Sanrobone.

Pada perkembangan selanjutnya, hubungan Sanrobone dengan Gowa semakin membaik, terlebih setelah raja Gowa Sultan Hasanuddin menikah dengan I Petta Daeng Nisali dari Sanrobone. Kerajaan Sanrobone turut mengalami kemunduran setelah kerajaan Gowa mengalami kekalahan pada Perang Makassar pada tahun 1667 dan harus menandatangai Perjanjian Bungaya.

Kerajaan Polongbangkeng

Nama Polongbangkeng sudah ada di dalam lontara Patturioloangan Gowa di zaman raja Gowa ke-10, Tunipalangga Ulaweng (memerintah 1546-1565). Dikisahkan bahwa Galesong di bawah pimpinan karaeng Loe Rigalesong menyerang kerajaan Bajeng.

Akhirnya Karaeng Galesong berhasil menaklukkan Bajeng. Sebagai hadiah, maka Karaeng Galesong mendaptkan tanah/wilayah di Bontokaddopepe dari raja Gowa yang merupakan kerajaan induk Galesong.
Nama Polongbangkeng itu sendiri berawal dari kisah penyerangan itu. Polongbangkeng artinya orang-orang Bajeng yang berada dalam pengawasan kerajaan Gowa, pengawasan langkah-langkahnya untuk tidak kembali melawan Gowa.

Sejarah Takalar pada masa Pemerintahan Hindia Belanda

Di masa pemerintahan Belanda, Takalar berstatus sebagai Onderafdeling yang tergabung dalam daerah Afdeling Makassar bersama-sama dengan Onderafdeling Makassar, Onderafdelig Gowa, Onderafdeling Maros, Onderafdeling Pangkajene Kepulauan dan Onderafdeling Jeneponto.

Onderafdeling Takalar, membawahi beberapa district atau gemenschap, yaitu District Polombangkeng, District Galesong, District Topejawa, District Takalar, District Laikang, District Sanrobone. Setiap district diperintah oleh seorang Kepala Pemerintahan yang bergelar Karaeng, kecuali District Topejawa diperintah oleh Kepala Pemerintahan yang bergelar Lo’mo.

Masa kemerdekaan hingga menjadi kabupaten

Setelah Indonesia merdeka, maka pada tanggal 10 Februari 1960, Takalar berubah status menjadi Kabupaten, berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 tahun 1959 tentang pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II di Sulawesi.


Sumber

– Sejarah kerajaan-kerajaan di wilayah Takalar: https://ettapedia.org/
Sejarah kerajaan-kerajaan di wilayah Takalar: https://id.wikipedia.org/wiki/
– Sejarah kerajaan-kerajaan di wilayah Takalar: https://attoriolong.com/


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: