Buleleng, kerajaan / Bali – kab. Buleleng

Kerajaan Buleleng, 1660–1950 terletak di Bali Utara, kab. Buleleng.
Kerajaan Buleleng adalah suatu kerajaan di Bali utara yang didirikan sekitar pertengahan abad ke-17 dan jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1849. Kerajaan ini dibangun oleh I Gusti Anglurah Panji Sakti dari Wangsa Kepakisan dengan cara menyatukan seluruh wilayah wilayah Bali Utara.

The kingdom of Buleleng, 1660–1950. Located on north Bali. Came under dutch rule in 1849.
For english, click here

Lokasi kab. Buleleng

——————
Lokasi pulau Bali


* Foto Kerajaan / Kingdom Buleleng: link
*
Foto Puri (Istana) Agung Buleleng: link

* Foto foto Bali dulu: link
* Foto foto situs kuno di Bali: link
* Foto foto puputan Denpasar, 1906: link
* Foto foto puputan Klungkung, 1908: link


Raja sekarang (2019)

2020: Penglingsir Puri Agung Singaraja: Anak Agung Ngurah Ugrasena. Putera mahkota kerajaan Buleleng.

Kingdoms of Indonesia (Kerajaan Indonesia): Anak Agung Ngurah ...


Sejarah / History kerajaan Buleleng, 1660–1950

Keberadaan Panji Sakti di Den Bukit merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Buleleng. Dengan kekuatan yang dimilikinya, I Gusti Ngurah Panji melakukan upaya penyatuan wilayah Den Bukit. Pada tahun 1660, Ki Panji Sakti secara resmi berkuasa dan mendirikan Kerajaan Buleleng. Beliau memerintah Kerajaan Buleleng dari tahun 1660 sampai 1697.

Buleleng didirikan sebagai kerajaan oleh Gusti Panji Sakti, yang memerintah c. 1660-c. 1700. Ia diperingati sebagai heroik nenek moyang-tokoh yang memperluas kekuatan Buleleng sampai Blambangan di Jawa Timur.
Kerajaan ini melemah selama penerusnya, dan jatuh di bawah kekuasaan raja dari tetangga kerajaan Karangasem di paruh kedua abad ke-18. Hal ini dipimpin oleh cabang otonom dari Dinasti Karangasem di 1806-1849.
Kekuasaan kolonial Belanda menyerang Buleleng pada tahun 1846, 1848 dan 1849, dan mengalahkan itu pada kesempatan terakhir. Buleleng didirikan dalam sistem kolonial Belanda dan kehilangan otonomi pada tahun 1882. Pada tahun 1929 keturunan Gusti Panji Sakti, sarjana terkenal Gusti Putu Jelantik, diangkat bupati oleh Belanda. Dia meninggal pada tahun 1944, selama pendudukan Jepang di Indonesia. Anaknya, seorang novelis terkenal, Anak Agung Panji Tisna Nyoman. Pada tahun 1947, Anak Agung Pandji Tisna menyerah tahta untuk adiknya, Anak Agung Ngurah Ketut Djelantik, yang dikenal sebagai Meester Djelantik, sampai 1950. Pada tahun 1949-1950 Buleleng, seperti sisa Bali, didirikan di republik kesatuan Indonesia.

Sumber: link

Gusti Ngurah Ketut Jelantik, raja Buleleng ke-14, dalam pakaian berburunya.

Gusti Ngurah Ketut Jelantik, raja Buleleng ke-14, dalam pakaian berburunya.


Puri (istana) kerajaan Buleleng di Singaraja: Puri Agung Buleleng (atau Puri Kanginan)

Puri Agung Buleleng di Singaraja yang sering disebut sebagai Puri Agung atau Puri Gede, dibangun oleh Raja pertama Kerajaan Den Bukit, Ki Gusti Anglurah Pandji Sakti pada 30 Maret 1604. Ki Gusti Anglurah Panji Sakti adalah putra dari Dalem Sagening, Raja Bali Dwipa yang beristana di Puri Gelgel, Klungkung.
Sumber: https://springocean83.wordpress.com/2014/04/01/istana-istana-kerajaan-di-indonesia-yang-masih-ada-di-pulau-dewata/

* Foto foto Puri Agung Buleleng: link

Puri Agung Buleleng


Daftar raja / list of kings

Wangsa Panji Sakti

* 1660-1697/99: Gusti Panji Sakti
* 1697/99-1732: Gusti Panji Wayahan Danurdarastra, anak Gusti Panji Sakti
* 1732-1757/65: Gusti Alit Panji, anak Gusti Panji Wayahan

Di bawah kekuasaan Mengwi paruh pertama abad ke-18

* 1757/65: Gusti Ngurah Panji (di Sukasada), anak Gusti Alit Panji

Di bawah kekuasaan Karangasem c. 1757-1806

* 1757/65-1780: Gusti Ngurah Jelantik (di Singaraja), saudara Gusti Ngurah Panji
* 1780-1793: Gusti Made Jelantik, anak Gusti Ngurah Jelantik
* 1793-?: Gusti Made Singaraja, kemenakan Gusti Made Jelantik

A.A. Pandji Tisna

A.A. Pandji TisnaWangsa Karangasem

* ?-1806: Anak Agung Rai, anak Gusti Gede Ngurah Karangasem
* 1806-1818: Gusti Gede Karang, saudara Anak Agung Rai
* 1818-1822: Gusti Gede Ngurah Pahang, anak Gusti Gede Karang
* 1822-1825: Gusti Made Oka Sori, kemenakan Gusti Gede Karang
* 1825-1849: Gusti Ngurah Made Karangasem, kemenakan Gusti Gede Karang

Wangsa Panji Sakti

* 1849-1851-1853: Gusti Made Rahi, canggah Gusti Ngurah Panji

Di bawah kekuasaan Bangli 1849-1854

* 1854-1873, regen 1853-1861: Gusti Ketut Jelantik, keturunan dari Gusti Ngurah Jelantik

Di bawah pemerintahan langsung Belanda 1882-1929

* 1929-1938: Regen: Anak Agung Putu Jelantik; menggunakan gelar Anak Agung 1938-1944, keturunan dari Gusti Ngurah Jelantik
* 1944-1947: Anak Agung Nyoman Panji Tisna, anak Anak Agung Putu Jelantik
* 1947-1950: Ngurah Ketut Jelantik (wafat 1970), saudara Anak Agung Panji Tisna

Buleleng bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia 1950

* 1950-1958: Anak Agung Nyoman Panji Tisna kepala keluarga kerajaan, wafat 1978).

– Sumber: Wiki


Puri di Bali

Puri di pulau Bali adalah nama sebutan untuk tempat tinggal bangsawan Bali, khususnya mereka yang masih merupakan keluarga dekat dari raja-raja Bali. Berdasarkan sistem pembagian triwangsa atau kasta, maka puri ditempati oleh bangsawan berwangsa ksatria.

Puri-puri di Bali dipimpin oleh seorang keturunan raja, yang umumnya dipilih oleh lembaga kekerabatan puri. Pemimpin puri yang umumnya sekaligus pemimpin lembaga kekerabatan puri, biasanya disebut sebagai Penglingsir atau Pemucuk. Para keturunan raja tersebut dapat dikenali melalui gelar yang ada pada nama mereka, misalnya Ida I Dewa Agung, I Gusti Ngurah Agung, Cokorda, Anak Agung Ngurah, Ratu Agung, Ratu Bagus dan lain-lain untuk pria; serta Ida I Dewa Agung Istri, Dewa Ayu, Cokorda Istri, Anak Agung Istri, dan lain-lain untuk wanita.

Puri Agung Buleleng

Puri Buleleng

Daerah atau wilayah kekuasaan puri-puri di Bali zaman dahulu, tidak berbeda jauh dengan wilayah administratif pemerintahan kabupaten dan kota di Provinsi Bali. Setelah Kerajaan Gelgel mulai terpecah pada pertengahan abad ke-18, terdapat beberapa kerajaan, yaitu Badung (termasuk Denpasar), Mengwi, Tabanan, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng, Bangli dan Jembrana. Persaingan antardinasti dan antaranggota dinasti pada akhirnya menyebabkan Belanda dapat menguasai Bali dengan tuntas pada awal abad ke-20.

Setelah masa kolonial Belanda, Jepang dan masa kemerdekaan Indonesia, kekuasaan puri berubah menjadi lebih bersifat simbolis. Peranan berbagai puri di Bali umumnya masih tinggi sebagai panutan terhadap berbagai pelaksanaan aktivitas adat dan ritual Agama Hindu Dharma oleh masyarakat banyak.


Sejarah singkat kerajaan-kerajaan di Bali

Kerajaan Bali merupakan istilah untuk serangkaian kerajaan Hindu-Budha yang pernah memerintah di Bali, di Kepulauan Sunda Kecil, Indonesia. Adapun kerajaan-kerajaan tersebut terbagi dalam beberapa masa sesuai dinasti yang memerintah saat itu. Dengan sejarah kerajaan asli Bali yang terbentang dari awal abad ke-10 hingga awal abad ke-20, kerajaan Bali menunjukkan budaya istana Bali yang canggih di mana unsur-unsur roh dan penghormatan leluhur dikombinasikan dengan pengaruh Hindu, yang diadopsi dari India melalui perantara Jawa kuno, berkembang, memperkaya, dan membentuk budaya Bali.

Kerajaan di Bali, sekitar tahun 1900.

Karena kedekatan dan hubungan budaya yang erat dengan pulau Jawa yang berdekatan selama periode Hindu-Budha Indonesia, sejarah Kerajaan Bali sering terjalin dan sangat dipengaruhi oleh kerajaan di Jawa, dari kerajaan Medang pada abad ke-9 sampai ke kerajaan Majapahit pada abad ke-13 hingga 15. Budaya, bahasa, seni, dan arsitektur di pulau Bali dipengaruhi oleh Jawa. Pengaruh dan kehadiran orang Jawa semakin kuat dengan jatuhnya kerajaan Majapahit pada akhir abad ke-15.
Setelah kekaisaran jatuh di bawah Kesultanan Muslim Demak, sejumlah abdi dalem Hindu, bangsawan, pendeta, dan pengrajin, menemukan tempat perlindungan di pulau Bali. Akibatnya, Bali menjadi apa yang digambarkan oleh sejarawan Ramesh Chandra Majumdar sebagai benteng terakhir budaya dan peradaban Indo-Jawa.
Kerajaan Bali pada abad-abad berikutnya memperluas pengaruhnya ke pulau-pulau tetangga. Kerajaan Gelgel Bali misalnya memperluas pengaruh mereka ke wilayah Blambangan di ujung timur Jawa, pulau tetangga Lombok, hingga bagian barat pulau Sumbawa, sementara Karangasem mendirikan kekuasaan mereka di Lombok Barat pada periode selanjutnya.

Sejak pertengahan abad ke-19, negara kolonial Hindia Belanda mulai terlibat di Bali, ketika mereka meluncurkan kampanye mereka melawan kerajaan kecil Bali satu per satu. Pada awal abad ke-20, Belanda telah menaklukkan Bali karena kerajaan-kerajaan kecil ini jatuh di bawah kendali mereka, baik dengan kekerasan atau dengan pertempuran, diikuti dengan ritual massal bunuh diri, atau menyerah dengan damai kepada Belanda. Dengan kata lain, meskipun beberapa penerus kerajaan Bali masih hidup, peristiwa-peristiwa ini mengakhiri masa kerajaan independen asli Bali, karena pemerintah daerah berubah menjadi pemerintahan kolonial Belanda, dan kemudian pemerintah Bali di dalam Republik Indonesia.


Peta kuno Bali

Klik di sini untuk peta kuno Bali1618, 1683, 1700-an, 1750, 1800-an, 1856, abad ke-19.

 Bali abad ke-16 ?


Sumber kerajaan Buleleng

– Sejarah kerajaan Buleleng di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Buleleng
Sejarah kerajaan Buleleng: http://sejarah-puri-pemecutan.blogspot.co.id/2010/01/sejarah-buleleng.html
Sejarah kerajaan Buleleng dan dinasti Warmadewa: http://www.mikirbae.com/2015/10/kerajaan-buleleng-dan-kerajaan-dinasti.html
Sejarah kerajaan Buleleng: http://rosmalinda-hidayah.blogspot.co.id/2014/06/kerajaan-buleleng.html
Tentang A.A. Pandji Tisna, last king: https://id.wikipedia.org/wiki/Anak_Agung_Pandji_Tisna
– Daftar Raja Buleleng di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Raja_Bali#Raja-raja_Buleleng
– Istana kerajaan Buleleng: https://springocean83.wordpress.com/2014/04/01/istana-istana-kerajaan-di-indonesia-yang-masih-ada-di-pulau-dewata/

Intervensi Belanda di Bali, 1846, 1848, 1849, 1906, 1908

– 1846: Perang Bali I: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-i-1846/
– 1848: Perang Bali II: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-ii-1848/
– 1849: Perang Bali III: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-iii-1849/
– 1906: Intervensi belanda di Bali / Puputan 1906: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-bali-1906/
– 1908: Intervensi Belanda di Bali / Puputan 1908: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-klungkung-1908/

Facebook

Puri Agung Singaraja


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s