Mamala, negeri / P. Ambon – prov. Maluku

Negeri Mamala berteung Pausela Amalatu, adalah negeri di pulau Ambon, yang beragama Islam. Terletak di jazirah Leihitu, Kab. Maluku Tengah, prov. Maluku.
Negeri Mamala bertetangga dengan Hitumessing dan Morella.
Mamala terikat pela dengan Lateri dan gandong dengan Tiouw di Saparua.

Lokasi pulau Ambon


* Foto negeri Mamala Amalatu: link
* Video Baku pukul manyapu negeri Amalatu Mamala (2012): link
* Video Hadrat Negeri Mamala: link
* Foto foto negeri, kerajaan dan suku di Maluku: link


Nederlands (bah. belanda)

* Klik Molukken en Nederland voor:
– lijsten met marga’s en negeri’s,
– zoekmachine voor marga’s,
– informatie over Molukkers in Nederland en molukse onderwerpen.


Tentang Raja negeri Mamala

6 Juni 2015: Pelantikan Adat Upu Latu Polonunu, M. Ramli Malawat, Raja Amalatu Mamala.
Sumber: Facebook


Baileo Hatusela negeri Mamala

Sebelum pembangunan Stadion Mini Hatusela pada tahun 1981 atas prakarsa Kapolri Awaludin Djamin, masyarakat Mamala menyebutnya sebagai Palei (Baileo) yakni tempat untuk pertemuan masyarakat. Menurut beberapa orang warga yang dituakan menyebutkan bahwa di tempat inilah, dahulu yang menjadi tempat pengungsian warga saat Kapahaha diserang oleh Belanda.

Penyebutan tempat ini sebagai Palei (Baileo) selain disebabkan oleh fungsinya, juga dikarenakan di tempat ini terdapat batu pamali (Hatu tihal). Saat pembangunan Stadion Mini Hatusela, batu ini berada di belakang podium (pintu masuk stadion). Batu Pamali adalah simbol material adat masyarakat Maluku. Selain Baileo, rumah tua, dan teung soa, batu Pamali juga termasuk mikrosmos dalam negeri-negeri yang ditempati masyarakat adat Maluku.

Batu Pamali merupakan batu alas atau batu dasar berdirinya sebuah negeri adat yang selalu diletakkan di sekitar Baileo, sekaligus sebagai representasi kehadiran leluhur (Tete Nene Moyang) di dalam kehidupan masyarakat.

Lokasi negeri Mamala di P. Ambon

Batu Pamali sebagai bentuk penyatuan soa-soa dalam negeri adat, dengan demikian batu Pamali adalah milik bersama setiap soa. Di beberapa negeri adat Maluku, batu Pamali dimiliki secara kolektif, termasuk negeri adat yang masyarakatnya memeluk agama yang berbeda. Seiring dengan perkembangan agama di masyarakat, terjadi pergeseran praktik ritus dan keberadaan batu Pamali. Dengan adanya UU No.5 tahun 1979, adat asli negeri-negeri diganti dengan penyeragaman sistem pemerintahan desa.
Formulasi sei hale hatu, hetu lisa pei; sei lesi sou, soulesi ei – siapa bale batu, batu tindis dia; siapa langgar sumpah, sumpah bunuh dia – merupakan formulasi hukum, di mana batu menjadi material legalisasi, yang diparalelkan dengan “hukum”.
Dalam kerangka itu, batu juga menjadi pusat ritus klen dan / atau komunitas negeri. Ini terlihat melalui batu teung yang dimiliki oleh setiap soa dan juga negeri. Batu teung pun menjadi tanda legal yang membatasi lingkungan permukiman antar Soa. Di Mamala misalnya, setiap soa memiliki batu pamali.
– Sumber: http://mamala-amalatu.blogspot.com/2016/01/baileo-adat-negeri-mamala-stadion-mini.html

Baileo Hatusela negeri Mamala

Afbeeldingsresultaat voor Baileo / Pale Hatusela mamala

 

 


Sejarah negeri Mamala

– Sumber sejarah dan info lengkap: http://mamala-amalatu.blogspot.com/2015/08/latar-belakang-sejarah-negeri-mamala.html

Negeri Mamala merupakan salah satu negeri di jazirah Leihitu Pulau Ambon.
Bertolak dari penuturan tua-tua adat bahwa negeri Mamala dalam bahasa daerah disebut dengan kata “Ama-Latu” yaitu “Ama’ artinya Negeri , dan “Latu” artinya Raja., jadi kata “Ama-Latu” artinya Negeri Raja.

Pejabat pemerintah dan raja-raja di pantai barat laut Hitoe di mulut Wai Moki setelah perjalanan sekitar Salahutu di Ambon, 1939.
Duduk dari kiri ke kanan: W.A.F. Gaspersz, departemen administrasi domestik resmi; Raja M. Malawat dari Mamala; A. H. Ruibing, calon inspektur. Atas Raja S.J. Rehatta dari Soya. Di atas Raja Ibrahim Ohorella dari Toelehoe
Sumber: KITLV, Netherlands

Negeri Mamala yang pertama terletak di puncak gunung Salahutu dan disebut “Pausela” (Ulupokol), kemudian pindah ke gunung “Iyal-Uli” , yang letaknya kurang lebih 3 km sebelah timur dari letak Mamala sekarang. Pada abad ke XV sebagian penduduk berpindah ke tempat sekarang dan bergabiung dengan negeri Loing dan Polut.
Sebagai orang pertama tiba di tempat tersebut adalah Uka Latu Apel.
Uka Latu Apel diangkat untuk menjadi pemimpin (Raja) mereka, dengan mendudukkan beliau di atas sebuah batu, dan batu tersebut sampai saat ini dikenal dengan sebutan “Hatu Hiti Latu”.

Tahun 1812, atas persetujuan Latu Manut (Raja Mamala), Sabar Thenu diangkat sebagai Raja kerajaan Morela dengan gelar “Latu Sabar Thenu”, untuk memerintah negeri tersebut. Hal ini terbukti dengan adanya sebuah “Surat Keputusan”, yang diberikan oleh pemerintahan Inggris sementara atas persetujuan Latu Manut. Ketika Morella pisah dari Mamala, tidak serta merta Sabar Thenu di lantik menjadi raja Morela, tetapi kekuasaan atas daerah itu terus menjadi perwalian Inggris, hingga kembali diambil alih belanda, barulah tahun 1886, Sabar Thenu dilantik, kemudian berturut-turut, Mandasaha, haji Yasin, haji Ali, Akib, Kadir dan Yunan sampai saat ini.

Untuk upacara pelantikan Raja di kedua negeri (Mamala dan Morella) berbeda, dimana untuk Raja Mamala, pelantikan Raja dilaksanakan dengan suatu upacara adat di “Hiti Latu Tetui” (Tanjung pengangkatan raja), dan diangkat secata adat oleh Hitiy sesuai dengan tugasnya, dengan didukung beliau di sebuah batu yang dikenal dengan nama “Hatu Hiti Latu”, dan diikuti oleh Meten dan Tuhe, yang berjalan dari Wae Ume (Mamala) sampai ke Wai Tua (Morela), kemudian menuju ke baileu.


Struktur masyarakat dan pemerintahan negeri Mamala

Sistem kehidupan bermasyarakat setempat adalah komunal sosialis dengan sistem pemerintahan adat yang dipimpin oleh seorang raja yang memiliki peran sebagai pengambil keputusan atas masukan dari tua adat maupun masyarakat untuk kepentingan bersama. Kegiatan kemasyarakatan biasanya diadakan di tempat peribadatan, rumah raja, atau tempat2 luas lainnya yamg sudah disepakati .
Untuk struktur pemerintahan (lengkap) negeri Mamala, klik di sini

Rumah Raja Negeri Mamala


Marga, SOA dan Pela / Gandong negeri Mamala

1) Nama Marga

Laupopoe
Lawalata
Malawat
Samaniri
Sasoly
Sela
– Sumber: Atlas Maluku

2) SOA

Untuk SOA, klik: http://www.nunusaku.com/pdfs/LastNamesbyVillage05_28_07.pdf

3) Cari nama marga dan negeri

Daftar nama marga di Maluku, dan Negeri: nunusaku.com/pdfs
– Daftar Negeri di Maluku, dan marga: nunusaku.com/pdfs
– Daftar Negeri di Maluku, dan marga: Atlas Maluku

4) Pela dan Gandong

Negeri Mamala pela dengan negeri Kaibobo, Halong dan Waai.

Sumber daftar Pela dan Gandong:
Atlas Maluku
Kumpulan Pela dan Gandong
Nunusaku.com

M. Ramli Malawat, Raja Amalatu Mamala, 2015


Subjek penting budaya Maluku

1) Penjelasan Marga, Matarumah dan SOA
2) Penjelasan Pela dan Gandong
3) Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri negeri di Maluku
4) Baileo negeri maluku
5) Tarian Cakalele
6) lain

Untuk subjek penting, klik di sini


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku 1640 (Gilolo = Halmahera)


Sumber

– Sejarah negeri Mamala: http://mamala-amalatu.blogspot.com/2015/08/selayang-pandang-sejarah-negeri-mamala.html
– Sejarah negeri Mamala Amalatu: http://mamala-amalatu.blogspot.com/2015/08/latar-belakang-sejarah-negeri-mamala.html
– Tentang negeri Mamala: http://amalatu.awardspace.com/data/mamala.php

Facebook: https://www.facebook.com/amalatu2015/
———————

– Struktur pemerintahan dan masyarakat Negeri di Maluku: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/struktur-pemerintahan-dan-masyarakat-negeri-maluku/
Sejarah Maluku: http://pelangimaluku.blogspot.co.id/2008/05/sejarah-maluku.html
– Sejarah Maluku: http://juliansoplanit.blogspot.co.id/2011/03/maluku-merupakan-salah-satu-propinsi.html
Sejarah Maluku: https://singalodaya.wordpress.com/2009/10/07/sejarah-maluku/comment-page-1/
.
Suku di Maluku: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/08/suku-di-maluku.html
– Suku di Maluku: http://www.lasamahu.com/2011/06/mengenal-suku-maluku-dari-dekat.html
– Asal usul penduduk Maluku:
http://www.angelfire.com/home/SiAPAPorto/asal_usul_mal.htm