Manggarai – penjelasan Dalu di wilayah Manggarai / P. Fores – prov. Nusa Tenggara Timur

Dalu: Masyarakat tradisional Manggarai terdiri dari 38 kedaluan (hameente).
Suku Manggarai adalah sebuah suku bangsa yang mendiami bagian barat pulau Flores di provinsi Nusa Tenggara Timur. Suku Manggarai tersebar di tiga kabupaten di provinsi tersebut, yaitu Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.

Lokasi Pulau Flores


Foto kerajaan-kerajaan di P. Flores

* Foto raja-raja yang ada sekarang di Flores: link
* Foto raja-raja yang dulu ada di Flores: link

* Foto pulau Flores dulu: link
* Foto situs kuno di pulau Flores: link
* Foto wilayah Manggarai: link


Garis kerajaan-kerajaan di P. Flores: link


Video sejarah P. Flores dan NTT, 50.000 SM – sekarang: link


Penjelasan Dalu di P. Flores

Dalu: Masyarakat tradisional Manggarai terdiri dari 38 kedaluan (hameente).

Sejak abad ke-11 Manggarai menjadi perebutan antara kesultanan Bima di Sumbawa dan Kesultanan Gowa di Sulawesi untuk memperoleh monopoli perdagangan. Meskipun secara nyata kekuasaan asing dirasakan hanya di pesisir, kedua penguasa ini meninggalkan pengaruh dalam bentuk struktur kekuasaan dan gelar. Di Reok dan Pota, keduanya kota kecil di pantai utara ditempatkanlah perwakilan Sultan Bima.
Pada tahun 1700-an atau mungkin sebelumnya, di Manggarai telah ada suatu sistem pemerintahan dari tiga kelompok masyarakat yang cukup besar, yaitu Todo, Cibal dan Bajo
Suku-suku yang sementara itu sudah mulai terorganisasi dalam aliansi suku menjadi kedaluan yang dikepalai seorang dalu. 
Dalu: Dalu merupakan sistem pemerintahan terapan Kesultanan Bima yang terkait dengan penarikan pajak berupa budak (pajak taki mendi). Sosiolog Universitas Indonesia(UI), Robert MZ Lawang menyebut, ada 3 Dalu besar, yang berada di Barat Manggarai, yang langsung berada di bawah kontrol ‘raja naib’, yakni Cibal, Todo dan Bajo.
Raja Naib: merupakan wakil Sultan Bima yang bertempat di Reo dan Pota, Manggarai Utara.
Gelarang: Di bawah Dalu ditempatkan gelarang yang menguasai satu atau lebih wilayah tuan tanah (tu’a teno). Dalu maupun gelarang kebanyakan dipilih di antara tokoh adat. Kemudian, dalam perkembangannya menjadi gelar turun temurun.


Daftar Dalu di Manggarai

Bajo,
Bari,
Biting,
Boleng,
Congkar,
Cibal,
Kempo,
Kepo,
Kolang,
Lambaleda,
Lelak,
Loó,
Manus,
Matawae,
Mburak,
Ndoso,
Ngoo,
Pacar,
Pasat,
Pocoleok,
Pongkir,
Pota,
Rahong,
Rajong,
Reho,
Rembong,
Reo,
Rimu,
Ronggakoe,
Ruis,
Ruteng,
Sita,
Todo,
Torokgolo,
Welak,
Wotong.


Sumber

– Tentang dalu di Manggarai: http://derosaryebed.blogspot.com/2011/12/sejarah-manggarai-flores-nusa-tenggara.html
– Sejarah kekuasaan di Manggarai: http://www.floresa.co/2015/08/13/sejarah-kekuasaan-di-manggarai-raya-dari-perang-todo-vs-cibal-hingga-pilkada-langsung/
– Manggarai Pernah Miliki 6 Raja: https://www.facebook.com/1374562626200650/posts/manggarai-pernah-miliki-6-rajacatatan-tulisan-ini-merupakan-tulisan-wartawan-har/1374571196199793/
– Berakhirnya kekuasaan kesultanan Bima di Manggarai: http://www.mbojoklopedia.com/2015/10/berakhirnya-kekuasaan-kesultanan-bima.html


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: