Selatong, kerajaan / Sumatera – prov. Aceh

Kerajaan Selatong. Dahulu di Aceh ada satu kerajaan yang bernama Kerajaan Selatong; kerajaan ini terletak di kabupaten Aceh Singkil, prov. Aceh, Sumatera.

Lokasi Selatong


* Foto kesultanan Aceh Darussalem: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh: link
*
Foto Aceh dulu: link
*
Foto perang Aceh-belanda (1873-1903): link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto situs kuno di Sumatera: link


Sejarah kerajaan Selatong

– Sumber dan diambil dari: https://sianakrimo.blogspot.com/2019/01/serba-serbi-kerajaan-aceh-singkil-1.html

Sebagai anak Aceh Singkil, atau buat kamu yang pernah main ke Singkil. Pasti melewati satu desa yang bernama Silatong, sebuah desa di pinggiran jalan besar di Kecamatan Simpang Kanan. Asal muasal nama desa ini bukan lahir begitu saja lo, ternyata dahulu ada satu kerajaan yang bernama Kerajaan Selatong. Desa ini berada dekat dengan sungai, jika kita menempuh perjalanan dari Rimo, maka setelah dari Lipat Kajang dan turun dan berjalan beberapa menit, maka kita akan menemukan desa ini.

Proses terbentuknya kerajaan ini cukup unik, lahir karena pertalian kekeluargaan antara marga Perbancian dan marga Manik yang diwakili oleh kampung Lipat Kajang. Wilayah kekuasaannya pun merupakan gabungan dari tanah milik kedua marga tersebut. Tidak berbeda jauh dengan sistem pemerintahan di Kerajaan Tanjung Mas, Raja disini juga dibantu oleh banyak Pengapit ” Menteri “. Misalnya semasa pemerintahan Raja Usaka dari marga Perbancian, Beliau didampingi oleh lima belas Pengapit, namun rata – rata para pengapit raja juga merupakan penguasa di wilayah bagian dari kerajaan tersebut. Sebagai contoh Raja Hungul Perbancian, disamping sebagai Pengapit beliau juga memegang jabatan pemangku di Silatong.

Penguasa di daerah ini sebahagian besar bergelar Raja Lela. Pada umumnya penguasa yang diangkat disesuaikan dengan marga pemilik tanah setempat, kalau daerah yang berasal dari tanah marga Perbancian, maka raja yang diangkat juga berasal dari marga Perbancian, begitu sebaliknya dengan marga Manik. Namun ada beberapa wilayah yang dikepalai oleh marga yang berbeda.

Sebagai contoh Tanah Bara, daerah ini semula milik marga Manik, setelah masuk menjadi wilayah kerajaan Selatong, Raja Lelanya bernama Si Tegah dari marga Lingga. Malahan moyang beliau berasal dari Karo bernama Acit. Karena hubungan perkawinan salah seorang keluarganya dengan anggota keluarga Manik, beliau bisa menjabat Raja Lela. Sedang Acit akhirnya menetap di Sibungke dan masuk Islam.

Wilayah dari kerajaan Selatong yang tidak dipimpin oleh seorang Raja Lela, biasanya dibawahi oleh seorang Maha Jering atau Penghulu. Contohnya kampung Lipat Kajang, kampung ini dikepalai oleh seorang Maha Jering bernama Mohammad Tajol bermarga Manik, sedangkah daerah  yang dipimpin oleh seorang penghulu antara lain Kampung Selatong. Kala itu penghulunya bernama Si Durun Perbancian.

Referensi ; Buku Ketika Pala Mulai Berbunga ” Seraut Wajah Aceh Selatan “.


 

Blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: