Sanggar, kerajaan / P. Sumbawa – Prov. Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Sanggar terletak di pulau Sumbawa, dihancur akibat letusan Tambora tahun 1815.
Keturunan kerajaan Sanggar sampai sekarang (2017) masih ada. Lihat foto

The kingdom of Sanggar was located on the island of Sumbawa; destroyed together with the kingdoms of Pekat and Tambora in 1815 because of the eruption of mount Tambora.
For english, click here

Location island of Sumbawa

Pulau Sumbawa


* Foto kerajaan Sanggar: link
* Foto kerajaan-kerajaan Sumbawa: link
* Foto situs kuno di Sumbawa: link


Tentang Raja / About the King

Sekarang (2017) ada 2 putera dari Putera Mahkota, Abdul Azis: Mahmud Azis dan Abdul Azis.

Raja Sanggar Abdullah Samsuddin Daeng Manggalai (1900-1926), yang melepaskan jabatannya sebagai Raja dan memutuskan untuk bergabung bersama Bima tahun 1928, untuk sebuah alasan yaitu “BERSATU”, sejak dulu masyarakat Sanggar mengenal konsep bersatu yang dapat dilihat paska meletusnya gunung tambora 1815, yaitu terbentuknya kembali sanggar setelah meletusnya Tambora di desa Kaboro, Kaboro yang mempunyai makna bersatu atau dalam bahasa setempat bersama.
Sumber: Fahru Rizki, FB

Mahmud Azis, putera dari putera mahkota kerajaan Sanggar, Abdul Azis.

Abdul Azis, putera dari putera mahkota kerajaan Sanggar, Abdul Azis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Klik gambar untuk besar !


Kerajaan Sanggar sekarang (2017)

Upaya sedang dilakukan sekarang (2017) untuk hidup kembali Kerajaan Sanggar.

Lokasi kerajaan Pekat, Sanggar dan Tambora


Sejarah / History kerajaan Sanggar

Sanggar adalah satu dari tiga kerajaan yang berada di lereng Gunung Tambora. Dua kerajaan lainnya, yaitu Tambora dan Pekat, yang disebut dalam berbagai literatur telah musnah akibat letusan gunung Tambora tahun 1815.

Kerajaan Sanggar adalah salah satu kerajaan mandiri yang terletak di semenanjung Sanggar.
Belum diketahui  dengan pasti kapan kelompok masyarakat Sanggar terbentuk.
Hubungan kerajaan Sanggar dengan kerajaan lain kebanyakan dari hubungan dagang melalui pelabuhan Sanggar yang banyak mengimpor kuda ke berbagai wilayah kerajaan Nusantara.

Dari catatan Dagregister Belanda, eksistensi kerajaan ini sudah mulai ada sejak abad 17 hingga 20.
Seringkali dikatakan lenyap saat erupsi gunung Tambora tahunn 1815, namun semua itu salah kaprah sejarah mengenai kerajaan Sanggar.
Kontak kerajaan Sanggar dengan Islam ditulis pada tahun 1608 sejak ekspansi politik kerajaan Gowa yang tercatat dalam lontaraq Gowa.

– Sumber sejarah: http://chunkybrandalz.blogspot.co.id/2013/07/menelusuri-jejak-kerajaan-sanggar-kore.html
– Islamisasi kerajaan Sanggar: http://www.mbojoklopedia.com/2016/09/islamisasi-kerajaan-sanggar-oleh-sultan.html


Pemerintahan Kerajaan Sanggar

Kerajaan Sanggar menggunakan sistem pemerintahan Monarki, kerajaan dipimpin oleh seorang Raja dan wakil raja adalah seorang dengan gelar Bumi Tarupong. pejabat lainnya juga bergelar Djeneli dan Gelarang pengaruh sistem kerajaan Gowa. Tercatat dalam kontrak Sanggar, bahwa raja Sanggar pertama tertulis adalah Hasanuddin (1700-1704). Jumlah raja yang pernah memimpin kerajaan Sanggar ada 15 orang. (Peter Truhart, 2004).
.

Detik-detik bergabungnya Sanggar dengan Bima.
Berawal dari pembentukan Neo Landschap keresidenan timur tahun 1920,dan daerah Manggarai mulai bergejolak para Dalu yang dibawah kekuasaan kesultanan Bima mulai memberontak di pimpin oleh Dalu Todo. Tahun 1920 Bima dengan resmi melepaskan Manggarai kepada Dalu Todo dan tahun 1929 Manggarai dan sekitarnya menjadi Neo Landschap, 14 November 1930 Alexander van Baroek diangkat menjadi Raja di ruteng untuk menjadi raja Neo Landschap Manggarai.

Sebagai gantinya Residen timur menawarkan kerajaan Sanggar untuk dileburkan ke dalam Bima sebagai daerah neo landschap karena dinilai tidak memberikan keuntungan dan sudah tidak mampu lagi mengembangkan perdagangan sesuai dengan isi kontrak tahun 1901.
Raja Abdullah (1900-1926) karena dinilai sudah tidak mampu lagi mengembangkan perdagangan kerajaan, oleh residen timur Anthony Hendrik Spaan menyarankan kepada Gubernemen Hindia Belanda di Makassar untuk menggabungkan Sanggar ke Bima. Ketika itu pemerintah Hindia Belanda dilanda oleh krisis keuangan akibat perang Aceh. Jadi, ketika kerajaan yang dinilai tidak menguntungkan akan dileburkan ke kerajaan besar yang dinilai bisa mengelola wilayahnya.
Tahun 1926 Raja Abdullah menandatangani penyerahan Kerajaan Sanggar di Bima didampingi oleh Bumi Tarupong, dan kesultanan Bima di wakili oleh Sultan Muhammad Salahuddin didampingi oleh Bumi Luma Rasanae Muhammad Yakub. Serta pejabat residen timur ikut menyaksikan penyerahan Kerajaan Sanggar ke Bima.


Daftar raja raja / list of kings

C. 1700: kerajaan Sanggar dibentuk / founded.

1926: Gabungkan / Merged with kesultanan Bima.

* c.1700 – 1704: Kalongkong Hasanuddin
* 1704 – c.1764: Daeng Pamalie
* 1765 – 17….: Muhammad Johan Syah
* 17…. – 1790: Adam Safiallah
* 1790 – 1805: Muhammad Sulaiman
* 1805 – 18…. :Ismail Ali
* 18…. – 1836: La Lisa Daeng Jaie
* 1836 – 1845: Daeng Malabba
* 1845 – 1869: Manga Daeng Manasse
* 1869 – 22 Dec 1900: La Kamena Daeng Anjong (b. c.1820 – d. 1900)
* 22 Dec 1900 – 1901 Regency
* 1901 – 1926: Abdullah Siamsuddin Daeng Manggala (d. c.1928)

– Sumber / Source: link

Sketsa kerajaan Sanggar tahun 1788:
– Sumber: http://www.bimasumbawa.com/2016/11/peta-kerajaan-sanggar-yang-misterius.html?m=0

Peta lokasi kerajaan-kerajaan di pulau Sumbawa


Benteng kerajaan Sanggar

Kore atau Sanggar dulu adalah sebuah kerajaan yang makmur. Negeri ini dilapisi tiga banteng pertahanan. Dua banteng laut yaitu Takapase dan Kaniki. Takapase terletak di lautatau di sebelah utara Nisa Kaniki. Sedangkan Kaniki berada di sebelah utara desa Boro.
Satu benteng di dekat istana kerajaan di desa Boro yang disebut Lawang Koneng.

Benteng Kaniki


Sanggar dan Tambora setelah letusan 1815

Ditulis Fahru Rizki, FB

Awalnya di wilayah Semenanjung Sanggar hanya ada dua nama pada abad 16 yaitu Sangar dan Kengkelu. Awal abad 17 Kengkelu di dikalahkan oleh Bumi Soro Jamaludin dari Gowa membentuk Tambora, juga di Dompu di tempatkan juga seorang Bumi Soro sebagai Sultan.
Paska letusan 1815 wilayah Tambora menjadi tanah tak bertuan, diberikan pada Daeng Manrangka wilayah pekat dan wilayah Tambora untuk Sanggar.

1865 semua wilayah Tambora diberikan pada Sanggar, lalu ada yang iri dan protes karena wilayah Sanggar sangat besar menguasai hampir seluruh semenanjung.
1866 wilayah Tambora dibagi menjadi dua: Selatan untuk Dompu dan Utara untuk Sanggar. Hingga tahun 1926 Sanggar digabungkan dengan Bima.

1935 wilayah Tambora selatan dan Utara diberikan pada Bima dan juga wilayah Dompu diserahkan pada Bima sebagai daerah kejenelian hingga 1947. Memasuki masa kemerdekaan Tambora dibagi menjadi dua mengikuti kontrak Bosch 1866 antara Tambora dan Sanggar (Bima) dan Pekat (Dompu).


Peta kuno pulau Sumbawa (Cambaua)

Klik di sini untuk peta pulau Sumbawa tahun 1598, 1606 Sumbawa / Nusantara, 1614, 1615, 1697 Sumbawa / Nusantara 1800-an, 1856, 1856, 1910.

Pulau Sumbawa 1615


Sumber Sanggar

– Sejarah kerajaan Sanggar:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sanggar
– Sanggar bukan Bima: http://doonjuan.blogspot.co.id/2009/05/sanggar-bukan-bima.html
– Kerajaan Sanggar paska letusan Gunung Tambora: http://www.mbojoklopedia.com/2015/02/kerajaan-sanggar-paska-letusan-gunung.html
– Sanggar, bekas kerajaan yang menolak lupa: http://travel.detik.com/read/2014/11/17/101708/2749978/1519/sanggar-bekas-kerajaan-yang-menolak-lupa-di-kaki-tambora
Tentang kerajaan Sanggar: http://www.beritaaktual.com/1895/menolak-lupa-kerajaan-sanggar-di-kaki-gunung-tambora
Daftar Raja Sanggar: link
– Sistem pemerintahan kerajaan Sanggar pasca letusan Gunung Tambora: http://lklisanggar.blogspot.co.id/2016/02/sistem-pemerintahan-kerajaan-sanggar.html

Sumber letusan Tambora

– Sejarah letusan Tambora dan hilangnya 3 kerajaan: link
Sejarah letusan Tambora, 3 kerajaan terkubur: link
– Letusan Gunung Tambora di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Tambora#Letusan_tahun_1815
Gunung Tambora sebelum dan sesudah letusan 1815: http://tamborachallenge.com/2015/04/08/gunung-berapi-tambora-sebelum-dan-sesudah-1815/
Peringatan 2 abad meletusnya Gunung Tambora: http://tamborachallenge.com/2015/04/08/gunung-berapi-tambora-sebelum-dan-sesudah-1815/


Gambar letusan Gunung Tambora tahun 1815

Letusan Gunung Tambora 1815

Letusan Gunung Tambora 1815

Letusan Gunung Tambora 1815

Letusan Gunung Tambora 1815

Letusan Gunung Tambora 1815

Letusan Gunung Tambora 1815


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s