Tambusai, kerajaan / Sumatera – Prov. Riau, kab. Rokan Hulu

Kerajaan Tambusai, terletak di Sumatera, Kabupaten Rokan Hulu di propinsi Riau. Sudah ada abad ke-16.

The kingdom of Tambusai was located on Sumatera, in District Rokan Hulu, province of Riau. This kingdom already existed in the 16th century.
For english, click here

Kab. Rokan Hulu, prov. Riau


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto Istana kerajaan di Sumatera: link


KERAJAAN  TAMBUSAI

Tentang raja sekarang (2020)

Tidak ada info tentang pewaris atau keturunan kerajaan ini.


Sejarah kerajaan Tambusai, abad ke-16

Dahulunya, daerah Rokan Hulu dikenal dengan nama Rantau Rokan atau Luhak Rokan Hulu, karena merupakan daerah tempat perantauan suku Minangkabau yang ada di daerah Sumatera Barat
Sebelum kemerdekaan yakni pada masa penjajahan Belanda, wilayah Rokan Hulu terbagi atas dua daerah:
* wilayah Rokan Kanan yang terdiri dari kerajaan Tambusai, kerajaan Rambah dan kerajaan Kepenuhan.
* wilayah Rokan Kiri yang terdiri dari kerajaan Rokan IV Koto, kerajaan Kunto Darussalam serta beberapa kampung dari kerajaan Siak (kewalian negeri Tandun dan kewalian Kabun)

Kerajaan-kerajaan di atas sekarang dikenal dengan sebutan Lima Lukah.
Pada tahun 1905, kerajaan-kerajaan di atas mengikat perjanjian dengan pihak Belanda. Diakuilah berdirinya kerajaan-kerajaan tersebut sebagai landscape. Setiap peraturan yang dibuat kerajaan mendapat pengesahan dari pihak Belanda.

Lokasi kerajaan Tanah Putih, 1730 M

Lokasi kerajaan Tanah Putih, 1730 M


Daftar raja

* 850-951: Raja I. Sultan Mahyudin Gelar Mohamad Kahar
* Raja II. Sultan Zainal
* Raja III. Sultan Ahmad
* Raja IV. Sultan Abdullah
* Raja V. Sultan Syaifuddin
.
* Raja VI. Sultan Abdurahaman
* Raja VII. Sultan Duli Yang Dipertuan Tua
* Raja VIII. Sultan Duli Yang Dipertuan Akhir Zaman
* Raja IX. Sultan Duli Yang Dipertuan Saidi Muhamil
* Raja X. Sultan Duli Yang Dipertuan Sakti
.
* Raja XI. Sultan Duli Yang Dipertuan Ngagap
* Raja XII. Sultan Duli Yang Dipertuan Akhir Zaman
* Raja XIII. Sultan Duli Yang Dipertuan Djumadil Alam (Abdul Hamid)
* Raja XIV. Sultan Duli Yang Dipertuan Besar
* 1864-1887: Raja XV. Sultan Abdul Wahid
.
* 1887-1916: Raja XVI.Sultan Zainal Abidin
* 1916: Raja XVII. Sultan Ahmad (Glr T. Muhamad Silung 1916)
* Raja XVIII. Yang Dipertuan Tengku Muhammad Yudo
* Raja XIX. Tengku Ilyas Gelar Tengku Sulung.

– Sumber / Source: http://www.riaudailyphoto.com/2010/02/kerajaan-tambusai.html

(Disusun dari sumber tertulis Terombo Siri pegangan Raja Tambusai dalam memimpin kerajaan, disimpan oleh Haji Tengku Ilyas, Gelar Tengku Sulung Raja Tambusai XIX).
Raja I s.d ke-4 kedudukan di Karang Besar, Raja ke-5 Pindah ke Tambusai lalu ke Dalu-dalu, pada masa Raja VII Sultan Yang Dipertuan Tua dibentuklah Datuk Non Berempat: Datuk Bendaharo, Datuk Rangkayo Maharajo, Datuk Paduko Sumarajo, Datuk Paduko Majolelo
Raja XV Sultan Abdul Wahid, mendirikan Istana darurat di Rantau Binuang, setelah di nobatkan Sultan Mohammad Zainal Abidin sebagai raja ke-14 Tambusai berkedudukan di Istana II di Rantau Kasai.


KERAJAAN-KERAJAAN DI ROKAN

Untuk sejarah dan daftar kerajaan-kerajaan di wilayah Rokan, klik di sini


KERAJAAN-KERAJAAN DI RIAU

Untuk sejarah dan daftar kerajaan2 di Riau, klik di sini.

Kerajaan2 di Riau abad ke-19


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber kerajaan Tambusai

– Tuanku Tambusai di Wiki: link
Kerajaan Tambusai:  http://www.riaudailyphoto.com/
– Daftar raja kerajaan Tambusai: http://www.riaudailyphoto.com/

——————————

Sumber Rokan Hulu

– Sejarah Kab. Rokan Hulu: http://www.riaudailyphoto.com
– Asal mulanya Kab. Rokan Hulu: http://herwandisahputra.blogspot.co.id/
Sejarah Rokan: https://mediacenter.rokanhulukab.go.id/

——————————

Sumber Rokan Hilir

– Sejarah Kab. Rokan Hilir: http://www.riaudailyphoto.com
– Kab. Rokan Hilir: https://id.wikipedia.org/wiki/
– Sejarah Rokan Hilir: http://www.putramelayu.web.id
Sejarah Rokan: https://mediacenter.rokanhulukab.go.id


Kerajaan-kerajaan di Sumatera utara, abad ke-19

Kerajaan-kerajaan wilayah prov. Sumatera Utara sekarang. Abad ke-19


Rantau Kasa
9 Comments

9 thoughts on “Tambusai, kerajaan / Sumatera – Prov. Riau, kab. Rokan Hulu

  1. samssr

    saya juga dari keturunan tambusai.sheikh abdul wahab rokan.pendiri babussalam Langkat

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih !

  2. Jjj

    Saya adalah keturunan Tambusai, tapi tinggal di Asahan karna moyang kami merantau ke Asahan, sampai sekarang saya belum tahu silsilah keluarga moyang saya

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Info di internet tentang kerajaan Tambusai cuma sedikit aja. Paul, penerbit website

  3. assllkm,,,,,nenek saya tambusai

  4. Syaza

    Moyang saya pernah cakap family saya ada keturunan tambusai😅

  5. Dear Sir; Thanks.Having from arhive Holland also many info about raja2 Tambusai.Look also for more and about present chief dynaty.I am sejarahwam kerajaan2 Indonesia.Thank you.

  6. shamsukma

    KESAH “BUJANG KELANA” :Bujang Kelana (nama asalnya dirahsiakan) adalah keturunan Raja Tembusai, Sumatera Indonesia yang memerintah tiga buah daerah iaitu Tembusai, Dedalu dan Sedingin. Raja Tembusai yang bernama Sutan Malim Maharaja Lela mempunyai 3 orang anak ; yang pertama lelaki, kedua perempuan dan ketiga ‘Bujang Kelana’.Apabila Raja Tembusai mangkat, berlakulah perebutan kuasa antara anak sulung dengan ‘Bujang Kelana’. Masing-masing ingin menjadi Raja Tembusai. Namun bagi mencari penyelesaiannya Abang Sulung telah menawarkan suatu pertaruhan pelik antara dia dengan “Bujang Kelana”. Pertaruhannya ialah ‘Bujang Kelana’ hendaklah mengambil seulas durian yang hendak dibuat lempuk dan dicincang  lumat dan ditanam. Sekirannya biji durian itu tumbuh, maka beliaulah yang layak menjadi Raja Tembusai. Manakala abang sulungnya pula perlu mengambil seulas durian dalam kawah yang sedang menggelegak panas untuk dibuat lempuk dan menanamkannya. Sekiranya biji durian itu tumbuh, maka beliaulah yang layak menjadi Raja Tembusai. ‘Bujang Kelana’ menolak tawaran ini lalu berkelana ke Tanah Melayu.’Bujang Kelana’ dengan perasaan marah, nekad dan tercabar lalu mengambil sebuah perahu lalu berseru kepada Abang dan Kakaknya serta rakyat Tembusai, ” Mulai saat ini nama hamba ialah ‘BUJANG’. Aku merentas Selat Melaka yang luas ini ke Tanah Melayu. Aku pasrah kepada Illahi. Dimana sahaja aku terdampar kelak di situlah aku mengabdikan diri dan sujud kepada Illahi. Namun balik ke Tembusai tidak sekali. Selamat tinggal kekandaku berdua dan selamat tinggal tanah tumpah darahku Tembusai dan rakyat sekelian.Pelayaran ‘Bujang Kelana’ akhirnya sampai ke Kelang. Sebelum beliau naik ke darat beliau telah menerajang perahunya sambil berkata “Hanyutlah kamu kemana sahaja di bawa arus lautan luas ini dan aku akan ber’Kelana’ di daratan tanpa ku ketahui kemana arahnya. Aku pasrah kepada Tuhan yang maha Esa di mana sahaja rezekiku ditentukan oleh Illahi di situlah aku akan sujud dan mengabdikan diri di bumi bertuah itu nanti.Perjalanan ‘Bujang Kelana’  di daratan akhiranya sampai ke kampung Lubuk Salak Selangor dalam tahun 1870. ‘Bujang Kelana’ adalah seorang yang kacak, rajin, baik budibahasanya, pandai ilmu agama dan ilmu persilatan. Sifat-sifat terpuji ‘Bujang Kelana’ telah mendapat perhatian Tok Menteri Husain, Orang Besar Daerah Hulu Selangor lalu mengahwinkanya dengan anaknya, Cik Andak Jiwa.

    Saudara, saya telah membaca catatan saudara yang sekelian banyak catatan mengenai kerajaan Tambusai. Nah, saya juga adalah sebahgian keturunan raja Tambusai satu ketika dahulu. Tetapi yang menjadi musykilnya ialah kami masih lagi tidak dapat menjejak susur galur keturunan kami. Di sini saya perturunkan catatan yg pernah dibuat oleh pewaris di;
    Kami cuma perlu mencari ‘the missing link’ agar kami bisa tahu sejarah keluarga. Jueteru itu kami amat berharap andainya ada sahabat-sahabat di sana yang mengetahui bagaiman boleh kami menjejaki susur galur ini agar tidak luput dari ingatan.’

    • Sultans in Indonesia

      KYT,

      Terima kasih atas kommen anda. Interesting story.
      Kami sudah masukkan kommen anda di website kami.

      Dengan hormat,
      Paul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: