Tambora, kerajaan / P. Sumbawa – Prov. Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Tambora, terletak di P. Sumbawa, prov. Nusa Tenggara Barat. 1815 dihancur letusan Tambora. Awalnya Kerajaan Tambora bernama Kengkelu pengaruh dari Klungkung (Bali), pada tanggal 3 juli 1626 Sultan Gowa Alauddin menaklukkan wilayah Kengkelu.

The kingdom of Tambora, located on the island of Sumbawa. 1815 destroyed because of the eruption of the Tambora Vulcano.
For english, click here

Lokasi pulau Sumbawa

——————————-
Lokasi Tambora di P. Sumbawa


* Foto peninggalan kerajaan Tambora: link


Foto kerajaan-kerajaan di P. Sumbawa

* Foto raja-raja dulu di P. Sumbawa: link
* Foto raja-raja yang masih ada di P. Sumbawa: link
* Foto istana di P. Sumbawa: link

* Foto situs kuno di P. Sumbawa: link


– Video sejarah Sumbawa dan NTB, 40.000 SM – sekarang: link


– Garis kerajaan-kerajaan di Sumbawa: link


Sejarah kerajaan Tambora

Tambora adalah satu dari tiga kerajaan yang berada di lereng Gunung Tambora. Dua kerajaan lainnya, yaitu Sanggar dan Pekat, yang disebut dalam berbagai literatur telah musnah akibat letusan gunung Tambora.
Awalnya Kerajaan Tambora bernama Kengkelu pengaruh dari Klungkung (Bali), pada tanggal 3 juli 1626 Sultan Gowa Alauddin menaklukkan wilayah Kengkelu.
Kerajaan Tambora mempunyai hubungan kekerabatan dengan kerajaan Gowa, karena pengaruh Gowa sangat signifikan dalam budaya maupun sistem pemerintahan yang di pakai oleh kerajaan Tambora.
Kerajaan Tambora  dihancur letusan Tambora tahun 1815.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Letusan_Tambora_1815

Lokasi kerajaan Pekat, Sanggar dan Tambora


Daftar raja

1675 Kesultanan Tambora dibentuk

* 1794 – 1800: Abdul Rasyid Tajul Arifin
* 1800 – 1801: Muhammad Tajul Masahur
* 1801 – 10 Apr 1815: Abdul Jafar Daeng Mataram (d. 1815)

10 Apr 1815: Ledakan Tambora hancur kerajaan.

Peta lokasi kerajaan-kerajaan di pulau Sumbawa


Letusan Gunung Tambora 1815

Letusan Tambora 1815 adalah salah satu letusan gunung berapi yang paling kuat dalam sejarah tertulis dan diklasifikasikan sebagai peristiwa dengan VEI-7.

Gunung Tambora terletak di pulau Sumbawa di Indonesia. Letusan ini dimulai pada 10 April 1815, diikuti oleh antara enam bulan sampai tiga tahun meningkatnya kepulan dan letusan freatik kecil. Bumbungan letusannya menurunkan suhu global, dan beberapa ahli percaya hal ini menyebabkan pendinginan global dan kegagalan panen di seluruh dunia pada tahun berikutnya, kadang dikenal sebagai tahun tanpa musim panas.
– Untuk lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Letusan_Tambora_1815

Letusan Gunung Tambora 1815


Tambora paska letusan 1815 

Ditulis Fahru Rizki, FB

Awalnya di wilayah Semenanjung Sanggar hanya ada dua nama pada abad 16 yaitu Sangar dan Kengkelu. Awal abad 17 Kengkelu di dikalahkan oleh Bumi Soro Jamaludin dari Gowa membentuk Tambora, juga di Dompu di tempatkan juga seorang Bumi Soro sebagai Sultan.
Paska letusan 1815 wilayah Tambora menjadi tanah tak bertuan, diberikan pada Daeng Manrangka wilayah pekat dan wilayah Tambora untuk Sanggar.

1865: semua wilayah Tambora diberikan pada Sanggar, lalu ada yang iri dan protes karena wilayah Sanggar sangat besar menguasai hampir seluruh semenanjung.
1866: wilayah Tambora dibagi menjadi dua: Selatan untuk Dompu dan Utara untuk Sanggar. Hingga tahun 1926 Sanggar digabungkan dengan Bima.

1935: wilayah Tambora selatan dan Utara diberikan pada Bima dan juga wilayah Dompu diserahkan pada Bima sebagai daerah kejenelian hingga 1947. Memasuki masa kemerdekaan Tambora dibagi menjadi dua mengikuti kontrak Bosch 1866 antara Tambora dan Sanggar (Bima) dan Pekat (Dompu).

Setelah lapisan tanah dikupas, terlihat enam umpak bekas berdirinya tiang rumah orang Tambora beserta sisa-sisa bangunan yang terbakar. (Dok. Sonny Wibisono-Puslitbang Arkenas).


Sejarah singkat kerajaan-kerajaan di pulau Sumbawa

Abad ke-13: kerajaan2 kecil yang merupakan permulaan sejarah Samawa (Sumbawa), kerajaan2 kecil tersebut sudah ada sekitar abad ke-13 masehi oleh kerajaan2 hindu pengaruh dari majapahit. Kerajaan2 kecil di Tana Samawa adalah:

Kerajaan Gunung Setia di Sumbawa
Kerajaan Ai Renung di Batu Tering, Moyo Hulu
Kerajaan Dewa Mas Kuning di selesek, Ropang
– Kerajaan Dewa Awan Kuning di Sampar Semulan
Kerajaan Perumpak dekat pernek
Kerajaan Gunung Galesa di Moyo Hilir
Kerajaan Tangko di Empang
– Kerajaan Kolong di Plampang
– Kerajaan Alas di Alas
Kerajaan Seran di Seteluk
Kerajaan Taliwang di Taliwang
Kerajaan Jereweh di Jereweh

Kerajaan2 kecil di Tana Samawa di persatukan menjadi satu kerajaan pada tahun 1623, pada masa pemerintahan Raja Goa I Mangarangi Daeng Manrabia, Sultan Alauddin TU Menanga RI Gaukanna.

Abad ke 14 dan 15: di Sumbawa terdapat sekitar 8 buah kerajaan besar dengan masing-masing memiliki kerajaan satelit, yaitu:

1) Kerajaan Utan Kadali di Utan,
2) Kerajaan Seran di Seteluk, KSB,
3) Kerajaan Taliwang, di KSB,
4) Kerajaan Jereweh di KSB,
5) Kerajaan Ngali, di Lape,
6) Kerajaan Sampar Samulan di Moyo Hulu.
7) Kerajaan Gunung Galesa, di Olat Po Moyo Hilir,
8) Kerajaan Gunung Setia di Sumbawa.

Dari kedelapan kerajaan yang disebut di atas, 5 (lima) diantaranya merupakan kerajaan tertua, yaitu:
Kerajaan Ngali,
Kerajaan Utan Kadali,
Kerajaan Sampar Samulan,
Kerajaan Seran, dan
Kerajaan Taliwang.
Kerajaan Ngali diperkirakan berdiri pada abad ke-5 M. Kerajaan ini merupakan kerajaan paling tua dan terbesar di Sumbawa pada saat itu dengan wilayah kekuasaan mencakup wilayah Sumbawa Timur dan sebagian Sumbawa Selatan.

Nagarakretagama abad ke-14 menyebutkan beberapa kerajaan yang berada di Sumbawa: Dompu, Bima, Sape dan Sang Hyang Api. Empat kerajaan kecil di Sumbawa barat merupakan ketergantungan kekaisaran Majapahit di Jawa Timur. Karena sumber daya alam, Sumbawa sering diserang oleh kekuatan luar – dari Jawa, Bali, Makassar, Belanda dan Jepang.

Kelahiran Dompu sebagai cikal bakal kerajaan telah dimulai sejak abad ke-7 yaitu pada zaman Sriwijaya. Menjadi kesultanan tahun 1545.
Kerajaan Bima abad ke14 – ke15 adalah salah satu wilayah di bawah kekuasaan Majapahit. Kesultanan Bima didirikan tahun 1640.
Kerajaan Sumbawa sudah ada abad ke-14. Kerajaan ini menjadi kesultanan tahun ca 1650.

Belanda pertama kali tiba di Sumbawa pada tahun 1605, namun tidak secara efektif memerintah Sumbawa sampai awal abad ke-20.

Kerajaan Gelgel  di Bali memerintah Sumbawa barat untuk waktu yang singkat juga. Bagian timur pulau itu juga merupakan rumah bagi kesultanan Bima, sebuah pemerintahan Islam yang memiliki hubungan dengan orang Bugis dan Makasar di Sulawesi Selatan, serta kepolisian Melayu-Islam lainnya di nusantara.

Bukti sejarah menunjukkan bahwa orang-orang di pulau Sumbawa dikenal di Hindia Belanda karena madu, kuda, kayu sappan mereka untuk memproduksi pewarna merah, dan kayu cendana digunakan untuk dupa dan obat-obatan. Kawasan itu dianggap sangat produktif secara pertanian.
Pada abad ke-18, Belanda mengenalkan perkebunan kopi di lereng barat Gunung Tambora, sebuah gunung berapi di sisi utara Sumbawa, sehingga menciptakan varian kopi Tambora.
Letusan kolosal Tambora pada tahun 1815 adalah salah satu yang paling kuat sepanjang masa, mendepak 150 kilometer kubik  abu dan puing ke atmosfer. Letusan tersebut menewaskan hingga 71.000 orang dan memicu periode pendinginan global yang dikenal sebagai “Tahun Tanpa Musim Panas” pada tahun 1816. Ini juga tampaknya menghancurkan budaya kecil afinitas Asia Tenggara, yang dikenal oleh para arkeolog sebagai “budaya Tambora”. Akibat letusan Gunung Tambora 3 kerjaan di Sumbawa dihancur: kerajaan Sanggar, kerajaan Tambora dan kerajaan Pekat.


Peta kuno pulau Sumbawa (Cambaua)

Klik di sini untuk peta pulau Sumbawa tahun 1598, 1606 Sumbawa / Nusantara, 1614, 1615, 1697 Sumbawa / Nusantara 1800-an, 1856, 1856, 1910.

Pulau Sumbawa 1615


Sumber Tambora

Kerajaan Tambora: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Tambora
– Sejarah kerajaan Tambora: http://www.mbojoklopedia.com/2015/02/kerajaan-tambora-dalam-lintasan-sejarah.html
Sejarah kerajaan Tambora: http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/03/sejarah-kerajaan-tambora-yang-ikut-musnah-bersama-letusan
Daftar Raja Tambora: link

Sumber letusan Tambora

– Sejarah letusan Tambora dan hilangnya 3 kerajaan: link
Sejarah letusan Tambora, 3 kerajaan terkubur: link
– Letusan Gunung Tambora di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Tambora#Letusan_tahun_1815
Gunung Tambora sebelum dan sesudah letusan 1815: http://tamborachallenge.com/2015/04/08/gunung-berapi-tambora-sebelum-dan-sesudah-1815/
Peringatan 2 abad meletusnya Gunung Tambora: http://tamborachallenge.com/2015/04/08/gunung-berapi-tambora-sebelum-dan-sesudah-1815/


Penggalian ditemukan rumah sisa letusan 1815, di perkirakan rumah bangsawan kerajaan Tambora orde Abdul Gafur last king, kemungkinan Istana Tambora berada disekitar temuan ini.

—————————–
Letusan Gunung Tambora 1815

Letusan Gunung Tambora 1815

—————————-
Letusan Gunung Tambora 1815

Letusan Gunung Tambora 1815

 


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: