Salurang, kerajaan / Sul. Utara – Kab. Kepulauan Sangihe

Kerajaan Salurang terletak di pulau Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara.

Lokasi P. Sangihe

Pulau Sangihe

Pulau Sangihe

 

 

 

 

 

 

 

 

 

———————————————————————————————————————
Foto foto kepulauan Sangihe: link
——————————————————————————————————————–
Sejarah kerajaan Salurang

Adapun sebagai Kulano (Raja) yang pertama sekali di Tampunganlawo (Pulau Sangihe) adalah bernama Gumansalangi mempunyai istri bernama Ondoasa yang disebut juga Sangiangkonda atau Kondowulaeng.

Gumansalangi adalah seorang Putra Mahkota dari Sultan di Kotabato (Mindanao Selatan) akhir abad ke XII. Menurut pesan ayahnya, bahwa Gumansalangi bersama dengan istrinya Ondaasa, keduanya harus pindah dari Kotabato dengan maksud supaya mereka dapat mendirikan Kerajaan baru disebelah Timur.

Untuk mematuhi perintah ayahnya, maka keduanya berangkat dari Kotabato dengan memakai Perahu ULAR SAKTI singgah di Wiarulung (Pulau Balut), kemudian menuju arah selatan sampai di Pulau Mandolokang (Tagulandang), dan di Pulau ini mereka tidak turun, langsung melewati Pulau Siau, terus ke Tampunganglawo yaitu di Tabukan Selatan. Dalam perjalanan ini ikut pula saudara laki-laki dari Andoasa yang bernama Pangeran Bawangunglara.
Di Tabukan Selatan mereka turun mendarat di sebuah tempat yang disebut Pantai Saluhe. Oleh karena Gumansalangi adalah seorang Kulano atau Raja, maka tempat mereka mendarat itu berubah namanya oleh penduduk disitu menjadi SALUHANG yang berarti dielu-elukan dan dipelihara supaya ia bertumbuh dengan baik dan subur.
Dari kata SALUHANG kemudian diubah menjadi SALURANG hingga sekarang.

Pada abad ke XIII atau Tahun 1300 Masehi, mereka mendirikan sebuah Kerajaan baru di Salurang dan wilayahnya sampai di Marulang.

Setelah Kerajaan Salurang telah berdiri dengan baik, maka Pangeran Bawangunglaro dengan perahu ULAR SAKTInya berangkat lagi melanjutkan perjalanannya kearah Timur Laut dan ia sampai di Talaud yaitu di Pulau Kabaruan pada salah satu tempat yang mulai sejak itu tempat tersebut diberi nama Pangeran sampai sekarang.

Setelah keberangkatan Bawangunglaro ke Talaud, Gumansalangi bersama istrinya tidak menetap lagi di Salurang, dan tempat itu hanya dijadikan Pusat Pemerintahan saja. Keduanya pindah ke Puncak Gunung Sahendarumang dan menetap disana.
Setelah keduanya berada di tempat ini maka selalu kedengaran bunyi guntur dan sinar cahaya kilat yang memancar dari Puncak Gunung itu, sehingga Gumansalangi diberi nama MEDELLU yang berarti GUNTUR yang berbunyi dan Ondaasa diberi nama MEKILA yang berarti KILAT yang bercahaya dan sampai saat ini kedua nama tersebut sudah tidak diubah lagi. Gumansalangi dan Ondaasa mempunyai 2 orang anak yaitu Melintang Nusa dan Meliku Nusa.

Setelah kedua anaknya menjadi dewasa, maka Pemerintah Kerajaan Salurang diserahkan kepada anaknya yang sulung yaitu Melintang Nusa dalam Tahun 1350, sedangkan anaknya yang bungsu yaitu Meliku Nusa pergi mengembara ke Selatan dan sampai di Bolaangmangondow, ia menikah dengan Menongsangiang (Putri Bolaangmangondow) dan ia menetap disana sampai meninggal.

– Sumber: http://sangihekab.go.id/home/index.php?document_srl=855&mid=Sejarah
————————————————————————————————————————
Sumber

Sejarah terbentuknya kerajaan2 dan kolano di Sangihe:  http://dhevinadalinda.blogspot.co.id/2014_10_01_archive.html
– Sejarah kebudayaan pulau Sangihe: http://www.dikpora-sangihe.com/file-file/Hasil_Karya_Guru/ORANG_Sangihe.pdf
– Jejak sejarah Islam Sangihe: http://sangihepirua.blogspot.co.id/2015_07_01_archive.html?view=flipcard#!
– Asal usul Manado, Siau dan Sangihe Talaud: http://manado.tribunnews.com/2013/06/25/asal-usul-manado-siau-dan-sangihe-talaud
-Sejarah kerajaan di Sangihe: http://dhevinadalinda.blogspot.co.id/2014/10/cerita-sejarah-raja-gumansalangi-raja.html
-Suku Sangir: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/983/suku-sangir-sulawesi-utara

———————————————————————————————————————–

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: