Kaway XVI, federasi / Sumatera – Prov. Aceh, kab. Aceh Barat

Federasi Kawai XVI terletak di Sumatera, prov. Aceh, kab. Aceh Barat.
Setelah berakhirnya Perang Aceh, tahun 1914, Kawai XVI masuk Onderafdeling Meulaboh, sebagai “swapraja”.

Kab. Aceh Barat


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kesultanan Aceh

* Foto kesultanan Aceh Darussalem: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh: link
*
Foto Aceh dulu: link
*
Foto perang Aceh-belanda (1873-1903): link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto Istana kerajaan di Sumatera: link


FEDERASI KAWAI XVI

Tentang raja

Pewaris 2017: Teuku Ronal Nehdiansyah; putera sulung raja terakhir Kaway XVI.
Foto dari Teuku Ronal, FB.


Sejarah federasi Kawai XVI

Meulaboh bertambah maju ketika Kerajaan Aceh dipimpin Sultan Ibrahim Mansjur Sjah (1841-1870) karena semakin banyaknya orang-orang dari Minangkabau yang pindah ke sana, karena Minangkabau saat itu sudah dikuasai Belanda. Di sana mereka tidak lagi bebas berkebun setelah Belanda menerapkan peraturan oktrooi dan cultuurstelsel yang mewajibkan warga menjual hasil kebunnya kepada Belanda.

Pernikahan tahun 1931 of Regent-raja Teuku Mohammed Ali Akbar alias RR Teuku Rajeu; raja sementara Kawaj XVI 1910-42. Sumber foto: Donald Tick, Facebook

Di Meulaboh para pendatang dari Minangkabau itu membuka perkebunan lada yang kemudian membuat daerah itu disinggahi kapal-kapak Inggris untuk membeli rempah-rempah. Meulaboh kemudian berkembang pesat di bawah pemerintahan Sultan Ibrahim Mansyur Syah (1841-1870). Di masa kejayaannya tersebut, kepala-kepala negeri di Meulaboh kemudian menyusun tata negara berbentuk federasi uleebalang yang disebut Kawai XVI. Federasi ini diketuai oleh Uleebalang Kedjruen Tjiek Ujong Kala. Kawai XVI ini terdiri dari Meulaboh/Tandjung, Udjung Kala, Seunagan, Teuripa, Woyla, Peureumbeue, Gunung Meuëh, Kuala Meureubok, dan Ranto Pandjang.

Disebut Kaway XVI karena fedrasi itu dibentuk oleh enam belas Uleebalang, yaitu Uleebalang Tanjong, Ujong Kala, Seunagan, Teuripa, Woyla, Peureumbeu, Gunoeng Meuh, Kuala Meureuboe, Ranto Panyang, Reudeub, Lango Tangkadeuen, Keuntjo, Gume/Mugo, Tadu, serta Seuneu’am.

Setelah berakhirnya Perang Aceh, tahun 1914, Kawai XVI masuk Onderafdeling Meulaboh, sebagai “swapraja”.

– Sumber: https://rajaagam.wordpress.com/

Man right: Keujruen Teuku Chik Itam Teuboih Moehamat Ali Hanapiah of Kawaj XVI (1890-1894), succesor K T Radja Nago;1894, died 1910, real rule since 1902. Picture ca. 1892. Sumber foto: KITLV Netherlands — Donald Tick, Facebook


————————-

T Ali Akbar; regent-raja of Kawaj XVI


KERAJAAN-KERAJAAN KECIL DI BAWAH KESULTANAN ACEH

– Untuk sejarah lengkap: klik di sini

Kesultanan Aceh Darussalam dipimpin oleh sultan bergelar Sultan Imam Adil.
Bentuk pemerintahan kesultanan Aceh adalah federasi. Disebut federasi karena kesultanan Aceh menganut prinsip desentralisasi dengan memberikan otonomi yang tinggi bagi daerah bawahannya yaitu nanggroe dan mukim, apalagi untuk daerah taklukan.

Peta Uleebalang Aceh 1873

11 Aceh, 1873


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber Meulaboh / Kawai

– Sejarah Meulaboh: https://rajaagam.wordpress.com
– Sejarah Meulaboh: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Aceh_Barat

Sumber struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan di bawah kesultanan Aceh

– Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://helmiyymailcom.blogspot.co.id
Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://syahrureza.blogspot.com/
Kesultanan Aceh, Ulèëbalang dan pembagian wilayah: https://id.wikipedia.org/
Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: https://www.facebook.com/
Uleebalang, raja kecil dalam kesultanan Aceh: https://id.wikipedia.org/
Sistem pemerintahan kesultanan Aceh lokal: https://id.wikipedia.org/wiki/

Kesultanan Aceh: klik di sini


Foto


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: