Labala, kerajaan / P. Lembata – Prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Labala terletak di pulau Lembata, kecamatan Wulandoni, kab. Lembata, Prov. Nusa Tenggara Timur.

The Kingdom of Labala is situated on the island of Lembata.
For english, click here

Lokasi pulau Lembata

Lokasi pulau Lembata


Tentang Raja kerajaan Labala

Raja terakhir: Putra Mahkota, Raja Ibrahim Baha Mayeli (1926).

Sejarah raja raja Labala

(Baca juga: Raja Labala: Mayeli atau Lamarongan ? Untuk penjelasan, Klik di sini)

Raja Mayeli adalah raja pertama kerajaan Labala. Raja Mayeli datang dari lepan batan ketika terjadi belebu lebu atau tsunami.
Di Labala, Raja Mayeli menurunkan dua klan/suku mayeli yaitu Mayeli Atulolon dan Mayeli Atulangun.
Mayeli Atulolon menjalankan peran sebagai pewaris tahta raja atau sebagai kepala pemerintahan keajaan, sedangkan suku Mayeli Atulangun menjalankan peran sebagai penasehat raja, pelaksana ritual adat, pemegang rahasia cerita sejarah raja dan silsila keturunan raja.

Silsilah Suku Mayeli Atulolon:

* Raja Mayeli,
* Raja Pada Mayeli,
* Raja Sare,
* Kiwan Gelu Ama,
* Raja Atageha,
* 1897-1926: Raja Baha Mayeli dan
* 1926-1945: Raja Ibrahim Baha Mayeli, sebagai raja terakhir, dan berlanjut hingga masa Republik Indonesia Serikat (RIS).

NB: Sekadar catatan, Raja Kiwan Gelu Ama bernama asli Atageha (orang lain) karena Sang Raja berasal dari suku Lamarongan, bukan klan suku Mayeli. Dengan demikian dapat dikatakan, keturunan Raja Labala setelah Raja Kiwan Gelu Ama (Atageha) bukanlah asli suku Mayeli.

Silsilah Suku Mayeli Atulangun:

1. raja mayeli
2. hajon mayeli
3. ola mayeli
4. hajon ola mayeli
5. ola hajon mayeli
6. bela hajon mayeli
7. yahya hajon mayeli

Hinga kini klan/suku Mayeli merupakan satu diantara tiga klan/suku besar di Labala selain suku Labala sebagai Lewotanah Alap (tuan tanah) dan suku Lamalewar sebagai Atabreket (panglima perang).
– Sumber: https://www.facebook.com/Labala212Leworaja/photos/a.901773436611051.1073741827.901740279947700/1072832626171797/?type=3&permPage=1

Raja Labala-Raja Baha Mayeli (1896-1926), Ayahanda dari Raja Ibrahim Baha Mayeli. Sumber: http://labala-leworaja.blogspot.co.id/2013/10/raja-labala.html

Raja Ibrahim Mayeli (raja terakhir Kerajaan Lebala)


Sejarah / History kerajaan Labala

Kampung Lebala pada jaman sebelum penjajahan, berbentuk kerajaan yang mengusai 18 kampung di pulau Lembata, antara lain, Desa Lusilame, Nuba Haeraka, Atakore, Lerek, Alap Atadei, Leba Ata, Atalojo, Atakore, Karangora. Kampung-kampung ini sekarang tersebar di dua kecamatan yakni, kecamatan Atadei dan kecamatan Wulandoni.

Pulau Lembata

Pada masa pra Islam Kerajaan Labala berturut-turut dipimpin oleh Raja Mayeli, Raja Pada Mayeli, Raja Sare, Kiwan Gelu Ama atau Raja Atageha, Raja Baha Mayeli (1897-1926) dan Raja Ibrahim Baha Mayeli, sebagai raja terakhir yang memerintah tahun 1926-1945, dan berlanjut hingga masa Republik Indonesia Serikat (RIS).
Sekadar catatan, Raja Kiwan Gelu Ama bernama asli Atageha (orang lain) karena Sang Raja berasal dari Klan/suku Lamarongan, bukan klan suku Mayeli. Dengan demikian dapat dikatakan, keturunan Raja Labala setelah Raja Kiwan Gelu Ama (Atageha) bukanlah asli suku Mayeli.

Pada Masa pemerintahan Raja Baha Mayeli, Raja Lebala Kelima (1897-1926), Lebala sudah mulai mengenal Islam, melalui pedagang yang datang dari kerajaan Terong dan Lamahala, dua kerajaan di pulau Adonara yang penduduknya terlebih dahulu memeluk agama Islam.

Menurut sejarah, Kerajaan Labala masuk dalam komunitas kerajaan Solor Watan Lema (Lima Kerajaan Islam Bersaudara) seperti Kerajaan Terong, kerajaan Lemahala, Kerajaan Lohayong, Kerajaan Lamakera, dan Kerajaan Labala.

* Prasasti Kuno “Ata Jawa” di Desa Lewo Raja, kerajaan Labala: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/lembata-island/raja-of-labala-lembata/prasasti-kuno-ata-jawa-di-desa-lewo-raja-kerajaan-labala/

Peta kerajaan Adonara, Lohayong, Lamakera, Terong, Lamahala, Labata


Masuknya Islam

Sebelum masuknya agama Islam, sebagaimana masyarakat di kerajaan lain, masyarakat Labala menganut kepercayaan nenek moyang yaitu kepercayaan animisme dan dinamisme.
Agama Islam masuk di Kerajaan Labala pada masa kekeuasaan Raja Baha Mayeli (1896-1929), namun mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Sang Anak Raja Ibrahim Baha Mayeli (1926-1954).
Pada masa Raja Ibrahim Baha Mayeli (1926) ini untuk pertama kalinya dibangun mushallah sebagai tempat ibadah pertama yang diberi nama al-Muqarrabin Labala.
Proses masuknya Agama islam di Kerajaan Labala di sebarkan oleh para pedagang dari Kerajaan Lamahala yang lebih dahulu menerima Islam.
Sumber: https://youchenkymayeli.blogspot.co.id/2013/01/sejarah-masuknya-islam-di-labala.html


Penemuan ukiran kuno di Desa Hingalamamengi, Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata

Akhir agustus 2018 silam, publik Lembata dihebohkan dengan berita penemuan ukiran kuno pada dinding batu Liang Pu’en, Desa Hingalamamengi, Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata. Ukiran yang terbilang unik tersebut, semula ditemukan oleh seorang warga desa setempat yaitu Hanan Abdul Lali Eha’ (41) ketika dirinya hendak mencari seekor kambing yang hilang.
Informasi ini kemudia diteruskan oleh Pemerintah desa ke kabupaten. Menurut cerita lisan, tempat tersebut konon dianggap angker tetapi ternyata faktanya menyimpan sebuah gambar peradaban kuno.
– Sumber dan cerita lengkap: https://riandoedlwala.blogspot.com/


Penangkapan paus secara tradisional

Penangkapan paus secara tradisional ini sudah berlangsung sejak nenek moyang. Perburuan ini dilakukan secara turun temurun oleh warga Lamalera di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, dikenal sebagai nelayan pemburu ikan paus dan merupakan sumber hidup mereka. Daging paus hasil tangkapan dibagi sesuai aturan yang telah ditetapkan secara musyawarah di wilayah itu. Masyarakat Lamalera sudah mempunyai tatanan baku untuk membagi perolehan mereka, yaitu mengutamakan tuan tanah, pemiliki kapal, lamafa, para matros, dan orang-orang yang dianggap terlibat membantu proses penangkapan. Ada suku atau marga tertentu, pemilik perahu, tombak, dan penombak mendapat bagian khusus. Ada yang dapat ekor, kepala, bagian perut, isi, dan seterusnya. Daging, minyak, kulit, tulang, kepala, ekor, dan lainnya dimanfaatkan sesuai kebutuhan pemilik. Sebagian besar ditukar (barter) dengan jagung, padi, beras, singkong, dan kacang kacangan di pasar yang disebut Wulandoni. Daging paus hasil tangkpan ditukar dengan barang kebutuhan sehari-hari.Daging paus itu macam mata uang. Bisa ditukar apa saja. Seukuran telapak tangan orang dewasa, misalnya, bisa ditukar dengan sebatang rokok. Begitu tersiar kabar paus ditangkap, berbondong-bondong orang gunung yang pekerjaannya bertani turun ke pantai. Mereka membawa hasil bumi berupa ubi dan jagung untuk ditukar dengan daging paus.
Sumber: Indonesia Timur Tempo Dulu, FB


Sumber / Source

Raja Labala, Mayeli atau Lamarongan ?: link
– Sumber daftar raja:  link

(foto 2011) Dari kanan ke kiri: – Raja Amam Kelake, kerajaan Lohayong, Raja Nuhur Adi Pehang, kerajaan Lamahala, Raja Ibrahim Tuan Dasy, kerajaan Lamakera, Raja Ibrahim Baha Mayeli, kerajaan Labala and Raja Bapa Pukeng kerajaan Terong.

———————————
Ua Kote Belao/bloo-Kepala tongkat berbahan emas milik Kerajaan Labala berlambang Ratu Belanda Wilhelmina II, dan kalung emas (beloo) peninggalan Kerajaan Labala. Sumber: http://labala-leworaja.blogspot.co.id/2013/10/bukti-sejarah-kerajaan-labala.html

Ua Kote Belao/bloo-Kepala tongkat berbahan emas milik Kerajaan Labala berlambang Ratu Belanda Wilhelmina II, dan kalung emas (beloo) peninggalan Kerajaan Labala. Sumber: http://labala-leworaja.blogspot.co.id/2013/10/bukti-sejarah-kerajaan-labala.html

————————————
Beduk tua peninggalan Kerajaan Islam Labala. Beduk ini sekarang tersimpan di Mesjid al-Muqarrabin Labala. Sumber: http://labala-leworaja.blogspot.co.id/2013/10/bukti-sejarah-masuknya-agama-islam-di.html

Beduk tua peninggalan Kerajaan Islam Labala. Beduk ini sekarang tersimpan di Mesjid al-Muqarrabin Labala. Sumber: http://labala-leworaja.blogspot.co.id/2013/10/bukti-sejarah-masuknya-agama-islam-di.html

———————————
Atajawa-Prasasti dari kayu jati yang bertuliskan huruf palawa (jawa kuno). Prasasti ini kini tersimpan di Rumah adat Suku Mayeli Atulolon. Sumber: http://labala-leworaja.blogspot.co.id/2013/10/bukti-sejarah-kerajaan-labala.html


10 Comments

10 thoughts on “Labala, kerajaan / P. Lembata – Prov. Nusa Tenggara Timur

  1. APRO

    Kaka ini soal raja atageha ini apakah betul beliau bukan keturnan asli dri suku mayeli

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Kalau ada info betul tentang raja Atageha, mohon kirim, biar webste betul. Paul, penerbit website

  2. rian odel

    sumber dari kedang raja labala itu kakak adik dengan suku odel hanya versi asl usulnya berbeda

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Kalau ada info tambahan tentang raja raja Labala, mohon kirim, biar info di website lengkap. Paul, penerbit website.

      • rian odel

        saudara bisa baca di blog saya tentang mengenal odel wala
        https://riandoedlwala.blogspot.com

      • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

        Terima kasih atas kiriman berita penemuan ukiran kuno di P. Lembata. Berita ini sudah dimasukkan halaman kerajaan Labala. Paul, penerbit website.

  3. Sawia Gelu

    Kata Gelu dalam Nama raja kiwan Gelu adalah Nama atau marga ?

    • Sultans in Indonesia

      Menurut sumber kami dia Raja Kiwan Gelu Ama, bernama asli Raja Atageha (orang lain).
      Karena Sang Raja berasal dari suku Lamarongan, bukan klan suku Mayeli. Dengan demikian dapat dikatakan, keturunan Raja Labala setelah Raja Kiwan Gelu Ama (Atageha) bukanlah asli suku Mayeli.

      Dengan hormat,
      Paul

  4. Labala is in SW Lembata.Present raja is Raja Syams Mayeli.He is on my fb list.

  5. Dynasty Mayeli.The present raja with picture also in my fb list.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s