Labala, Kerajaan / Nusa Tenggara Timur – Lembata

Kerajaan Labala terletak di pulau Lembata, Kab. Lembata, Prov. Nusa Tenggara Timur.

The Kingdom of Labala is situated on the island of Lembata.

Klik foto untuk besar !

Lokasi pulau Lembata

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur


Tentang Raja / About the King

Raja terakhir: Putra Mahkota, Raja Ibrahim Baha Mayeli (1926).
Last king: Crown Prince Raja Ibrahim Baha Mayeli (1926).


Sejarah / History kerajaan Labala

Kampung Lebala pada jaman sebelum penjajahan, berbentuk kerajaan yang mengusai 18 kampung di pulau Lembata, antara lain, Desa Lusilame, Nuba Haeraka, Atakore, Lerek, Alap Atadei, Leba Ata, Atalojo, Atakore, Karangora. Kampung-kampung ini sekarang tersebar di dua kecamatan yakni, kecamatan Atadei dan kecamatan Wulandoni.

Pada masa pra Islam Kerajaan Labala berturut-turut dipimpin oleh Raja Mayeli, Raja Pada Mayeli, Raja Sare, Kiwan Gelu Ama atau Raja Atageha, Raja Baha Mayeli (1897-1926) dan Raja Ibrahim Baha Mayeli, sebagai raja terakhir yang memerintah tahun 1926-1945, dan berlanjut hingga masa Republik Indonesia Serikat (RIS).
Sekadar catatan, Raja Kiwan Gelu Ama bernama asli Atageha (orang lain) karena Sang Raja berasal dari Klan/suku Lamarongan, bukan klan suku Mayeli. Dengan demikian dapat dikatakan, keturunan Raja Labala setelah Raja Kiwan Gelu Ama (Atageha) bukanlah asli suku Mayeli.

Pada Masa pemerintahan Raja Baha Mayeli, Raja Lebala Kelima (1897-1926), Lebala sudah mulai mengenal Islam, melalui pedagang yang datang dari kerajaan Terong dan Lamahala, dua kerajaan di pulau Adonara yang penduduknya terlebih dahulu memeluk agama Islam.

Menurut sejarah, Kerajaan Labala masuk dalam komunitas kerajaan Solor Watan Lema (Lima Kerajaan Islam Bersaudara) seperti Kerajaan Terong, kerajaan Lemahala, Kerajaan Lohayong, Kerajaan Lamakera, dan Kerajaan Labala.

klik peta-peta untuk besar !

Peta kerajaan Adonara, Lohayong, Lamakera, Terong, Lamahala, Labata

Pulau Lembata


Labala is the only kingdom in the district and is the youngest of the kingdoms east from the island of Flores (like Adonara Island, Solor island, Lembata island, the island of Alor and Pantar). Historically, the Kingdom Labala entered the community Solor Watan Lema (5 brother kingdoms): the Kingdom of Terong, Lemahala kingdom, the Kingdom Lohayong, Lamakera Kingdom, and the Kingdom Labala.


Masuknya Islam

Sebelum masuknya agama Islam, sebagaimana masyarakat di kerajaan lain, masyarakat Labala menganut kepercayaan nenek moyang yaitu kepercayaan animisme dan dinamisme.
Agama Islam masuk di Kerajaan Labala pada masa kekeuasaan Raja Baha Mayeli (1896-1929), namun mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Sang Anak Raja Ibrahim Baha Mayeli (1926-1954).
Pada masa Raja Ibrahim Baha Mayeli (1926) ini untuk pertama kalinya dibangun mushallah sebagai tempat ibadah pertama yang diberi nama al-Muqarrabin Labala.
Proses masuknya Agama islam di Kerajaan Labala di sebarkan oleh para pedagang dari Kerajaan Lamahala yang lebih dahulu menerima Islam.

Sumber: https://youchenkymayeli.blogspot.co.id/2013/01/sejarah-masuknya-islam-di-labala.html


Daftar Raja / list of kings

Pada masa pra Islam Kerajaan Labala berturut-turut dipimpin oleh:

* Raja Mayeli,
* Raja Pada Mayeli,
* Raja Sare,
* Kiwan Gelu Ama atau/ or Raja Atageha,
* 1897-1926: Raja Baha Mayeli dan
* 1926-1945: Raja Ibrahim Baha Mayeli, sebagai raja terakhir, dan berlanjut hingga masa Republik Indonesia Serikat (RIS).

NB:

Sekadar catatan, Raja Kiwan Gelu Ama bernama asli Atageha (orang lain) karena Sang Raja berasal dari suku Lamarongan, bukan klan suku Mayeli. Dengan demikian dapat dikatakan, keturunan Raja Labala setelah Raja Kiwan Gelu Ama (Atageha) bukanlah asli suku Mayeli.
—————–
King Kiwan Gelu Ama‘s real name was Atageha, because the King came from the clan / tribe Lamarongan, not from the clan Mayeli. Thus it can be said, that the descendants of the King Labala after King Kiwan Gelu Ama (Atageha) are not from the original Mayeli tribe.
.
– Sumber daftar raja:  link


Sumber / Source

Raja Labala, Mayeli atau Lamarongan ?: link
– Sumber daftar raja:  link
– Masuknya Islam di Labala:  https://youchenkymayeli.blogspot.co.id/2013/01/sejarah-masuknya-islam-di-labala.html
.
English

– About Lembata island:
Wiki


Foto foto

Raja Ibrahim Mayeli (raja terakhir Kerajaan Lebala)

Raja Labala-Raja Baha Mayeli, Ayahanda dari Raja Ibrahim Baha Mayeli. Sumber: http://labala-leworaja.blogspot.co.id/2013/10/raja-labala.html

(foto 2011) Dari kanan ke kiri: – Raja Amam Kelake, kerajaan Lohayong, Raja Nuhur Adi Pehang, kerajaan Lamahala, Raja Ibrahim Tuan Dasy, kerajaan Lamakera, Raja Ibrahim Baha Mayeli, kerajaan Labala and Raja Bapa Pukeng kerajaan Terong.

Ua Kote Belao/bloo-Kepala tongkat berbahan emas milik Kerajaan Labala berlambang Ratu Belanda Wilhelmina II, dan kalung emas (beloo) peninggalan Kerajaan Labala. Sumber: http://labala-leworaja.blogspot.co.id/2013/10/bukti-sejarah-kerajaan-labala.html

Ua Kote Belao/bloo-Kepala tongkat berbahan emas milik Kerajaan Labala berlambang Ratu Belanda Wilhelmina II, dan kalung emas (beloo) peninggalan Kerajaan Labala. Sumber: http://labala-leworaja.blogspot.co.id/2013/10/bukti-sejarah-kerajaan-labala.html

Beduk tua peninggalan Kerajaan Islam Labala. Beduk ini sekarang tersimpan di Mesjid al-Muqarrabin Labala. Sumber: http://labala-leworaja.blogspot.co.id/2013/10/bukti-sejarah-masuknya-agama-islam-di.html

Beduk tua peninggalan Kerajaan Islam Labala. Beduk ini sekarang tersimpan di Mesjid al-Muqarrabin Labala. Sumber: http://labala-leworaja.blogspot.co.id/2013/10/bukti-sejarah-masuknya-agama-islam-di.html

Atajawa-Prasasti dari kayu jati yang bertuliskan huruf palawa (jawa kuno). Prasasti ini kini tersimpan di Rumah adat Suku Mayeli Atulolon. Sumber: http://labala-leworaja.blogspot.co.id/2013/10/bukti-sejarah-kerajaan-labala.html

Penangkapan paus secara tradisional ini sudah berlangsung sejak nenek moyang. Perburuan ini dilakukan secara turun temurun oleh warga Lamalera di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur, dikenal sebagai nelayan pemburu ikan paus dan merupakan sumber hidup mereka. Daging paus hasil tangkapan dibagi sesuai aturan yang telah ditetapkan secara musyawarah di wilayah itu. Masyarakat Lamalera sudah mempunyai tatanan baku untuk membagi perolehan mereka, yaitu mengutamakan tuan tanah, pemiliki kapal, lamafa, para matros, dan orang-orang yang dianggap terlibat membantu proses penangkapan. Ada suku atau marga tertentu, pemilik perahu, tombak, dan penombak mendapat bagian khusus. Ada yang dapat ekor, kepala, bagian perut, isi, dan seterusnya. Daging, minyak, kulit, tulang, kepala, ekor, dan lainnya dimanfaatkan sesuai kebutuhan pemilik. Sebagian besar ditukar (barter) dengan jagung, padi, beras, singkong, dan kacang kacangan di pasar yang disebut Wulandoni. Daging paus hasil tangkpan ditukar dengan barang kebutuhan sehari-hari.Daging paus itu macam mata uang. Bisa ditukar apa saja. Seukuran telapak tangan orang dewasa, misalnya, bisa ditukar dengan sebatang rokok. Begitu tersiar kabar paus ditangkap, berbondong-bondong orang gunung yang pekerjaannya bertani turun ke pantai. Mereka membawa hasil bumi berupa ubi dan jagung untuk ditukar dengan daging paus. Sumber: Indonesia Timur Tempo Dulu, FB

Gunung Ile Ape, pulau Lembata

Gunung Ile Ape, pulau Lembata


Advertisements
4 Comments

4 thoughts on “Labala, Kerajaan / Nusa Tenggara Timur – Lembata

  1. Sawia Gelu

    Kata Gelu dalam Nama raja kiwan Gelu adalah Nama atau marga ?

    • Sultans in Indonesia

      Menurut sumber kami dia Raja Kiwan Gelu Ama, bernama asli Raja Atageha (orang lain).
      Karena Sang Raja berasal dari suku Lamarongan, bukan klan suku Mayeli. Dengan demikian dapat dikatakan, keturunan Raja Labala setelah Raja Kiwan Gelu Ama (Atageha) bukanlah asli suku Mayeli.

      Dengan hormat,
      Paul

  2. Labala is in SW Lembata.Present raja is Raja Syams Mayeli.He is on my fb list.

  3. Dynasty Mayeli.The present raja with picture also in my fb list.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: