Latuhalat, negeri / P. Ambon – prov. Maluku

Negeri Latuhalat terletak di pulau Ambon, kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Prov. Maluku.
Negeri Latuhalat di ujung tanjung Nusaniwe.
Pela kaweng dengan Allang yang berada di seberang di jazirah Leihitu.
Negeri ini beragama kristen.

Lokasi pulau Ambon

———————

Lokasi negeri Latuhalat di P. Ambon


Foto raja-raja negeri di Maluku yang ada sekarang

Untuk foto raja-raja, klik di sini


Video negeri Latuhalat

* Video pelantikan raja negeri Latuhalat, 2014: link
* Video tarian asli negeri Latuhalat: link
* Video upacara adat negeri Latuhalat: link


Foto Maluku

* Foto Ambon masa dulu: link
* Foto Maluku masa dulu: link
* Foto Baileo di Maluku: link
* Foto tarian Cakalele: link
* Foto situs kuno di Maluku: link


Nederlands (bah. belanda)

* Latuhalat: PAALS: Perkumpulan anak anak Latuhalat-Seilale. De vereniging heeft als doel de handhaving van de leefgemeenschap van de in Nederland levende nazaten van Latuhalat-Seilale, alsmede hun cultuur en erfgoed.

* Algemeen

Klik Molukken en Nederland voor:
– lijsten met marga’s en negeri’s,
– zoekmachine voor marga’s,
– informatie over Molukkers in Nederland en molukse onderwerpen.


Hubungan dengan belanda

PAALS: Perkumpulan anak anak Latuhalat-Seilale.


NEGERI LATUHALAT

Raja negeri Latuhalat

7 desember 2021
Negeri Latuhalat salah satu dari 10 negeri adat, dalam waktu dekat akan memiliki Raja defenitif karena seluruh proses pentahapan telah dilaksanakan dan tinggal menunggu persetujuan dan pelantikan oleh Walikota Ambon Richard Louhenapessy.

Jan. 2014
Raja Latuhalat: Audy Salhuteru. Untuk periode 2014 – 2020.
– Sumber: http://katongnews.blogspot.co.id/2014/01/keamanan-diperketat-saat-pelantikan.html

Pelantikan Audy Salhuteru sebagai raja Latuhalat, 2014


Baileo negeri Latuhalat

Rumah Baileo adalah rumah adat Maluku dan Maluku Utara. Rumah Baileo merupakan representasi kebudayaan Maluku dan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Rumah Baileo adalah identitas setiap negeri di Maluku selain Masjid atau Gereja. Baileo berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda suci, tempat upacara adat, sekaligus sebagai balai warga.
Lantai baileo dibuat tinggi karena dipercaya agar roh-roh nenek moyang memiliki tempat dan derajat yang tinggi dari tempat berdirinya masyarakat. Dan agar masyarakat tahu permusyawaratan yang berlangsung di balai.
– Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_baileo

Tidak ada foto baileo negeri Latuhalat; sebagai contoh, di bawah foto Baileo negeri Aboru


Sejarah negeri Latuhalat

Dahulu negeri-negeri di semenanjung Nusaniwe Pulau Ambon berada dalam suatu persekutuan yang disebut Uli Nusaniwe. Uli ini dipimpin oleh seorang raja bergelar Lopulalan. Selain raja Lopulalan terdapat juga pemimimpin lain dalam Uli Nusaniwe sehingga membentuk Pemerintahan Empat Perdana Nusaniwe.
Ketika Imperialisme barat menanamkan kekuasaanya di Ambon, kekuasan Lopulalan sebagai penguasa Uli Nusaniwe mulai melemah dan negeri-negeri bawahannya mulai melepaskan diri membentuk pemerintahan otonom.

Ukuhuri dan Soapapala (sekarang: Waimahu) membentuk suatu pemerintahan dalam negeri Latuhalat dipimpin oleh Raja Salhuteru(nama sebenarnya Latuhalat) dengan gelar Upu Latu Jorusana.
Pada masa kejayaan negeri Nusaniwe di jazirah Leitimor, raja Latuhalat berada dibawah pengaruh negeri ini dan hanya berkuasa sebagai orang kaya (gelar pemimpin) pada sebuah perkampungan (uku) yang disebut Ukuhuri (= Kampung tandu.
Raja pertama di negeri Latuhalat adalah Pautuselang Salhuteru kemudian diganti oleh putranya Pattikiring Salhuteru. Selanjutnya Raja yang ketiga adalah Latumanona Salhuteru.
– Sejarah lengkap negeri Latuhalat: Sejarah lengkap negeri Latuhalat

Pelantikan Raja Latuhalat Tahun 2014

Afbeeldingsresultaat voor Negeri Latuhalat raja


Fam, SOA dan Pela / Gandong negeri Latuhalat

1) SOA dan Fam

– Sumber: https://paals.jimdo.com/latuhalat-seilale/oorsprong/

Soa 1: ANTONLATU
Kepala Soa: Latuhihin
Marinjo: Bastiaan

Marga:
Salhuteru (Leslateru)
Latuhihin
Latuputty
Oppier
Angkotta
Singadji
Bastiaan
Latuhalat (lenyap)
Laturua (lenyap)
Sauema (lenyap)

Soa 2: TOMUHUAT
Kepala Soa: Lekatompessy
Marinjo: Lekatompessy

Marga:
Lekatompessy
Munster
Tehusalawané
Salamor
Manahuseu (uitgestorven/lenyap)

Soa 3: TUTUWARONG
Kepala Soa: Narua
Marinjo: Tuhumury

Marga:
Narua
Tuhumury
Soplantila
Mahulete
Nampasnea
Lopumeten (lenyap)

Soa 4: TEHUWANE HUAT
Kepala Soa: Latumeten
Marinjo: Satumalay

Marga: 
Latumeten
Maulany
Satumalay
Singkery
Salsuwan (lenyap)

Soa 5: PAPALA
Kepala Soa: Risakotta
Marinjo: Tuhusula

Marga:
Risakotta
Tuhusula
Leasa
Matitah (lenyap)

Soa 6: PARI atau TAMBAHAN
Kepala Soa: Lekatompessy
Marinjo: tidak diketahui

Marga:
Lekatompessy
Salamor
Nanuru
Hunila
Risakotta
Wattilete
Soselissa

2) Pela dan Gandong
Negeri Latuhalat pela dengan negeri Seilale.


Cari nama Fam SOA, pela, gandong, klik di sini


Subjek penting budaya Maluku

1) Penjelasan Baileo negeri Maluku: klik di sini
2) Foto foto Baileo di Maluku: klik di sini
3) Penjelasan Pela dan Gandong, klik di sini
4) Penjelasan Panas Pela, klik di sini
5) Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri Maluku, klik di sini
6) Penjelasan Fam, marga dan SOA, klik di sini

Ambon tahun 1817


Peta Maluku kuno

Untuk peta kuno Maluku, 1493, 1616, 1630, 1700, 1706, 1714, 1750, 1750, 1753, 1756, 1764 klik di sini

Peta Maluku 1640 (Gilolo = Halmahera)


Sumber negeri Latuhalat

– Sejarah lengkap negeri Latuhalat: Sejarah lengkap negeri Latuhalat
– Sejarah negeri Latuhalat: https://ambondepok.wordpress.com/
– Sejarah Pela Allang dan Latuhalat: https://ambondepok.wordpress.com/


Foto

Raja raja Ambon tahun 1920
All the 34 raja’s, patihs and orang kaya’s of Ambon together with their staff and their banners with the symbols of the three kingdoms. About 1920. In the middle with crown: raja Leonard L. Rehatta van Soya. Photographer unknown. Picture from Pusaka (Indonesian Kingdoms Documentation Centre) in Vlaardingen (the Netherlands), used with permission of secretary Donald P. Tick.

 ————————————–

Raja-raja dari Ambon 30-8-1925. Dari kanan ke kiri: raja Nusanive, Kilang, Soya, Halong

Raja-raja dari Ambon 30-8-1925. Dari kanan ke kiri: raja Nusanive, Kilang, Soya, Halong


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: