Latuhalat, negeri / P. Ambon – Prov. Maluku

Negeri Latuhalat terletak di pulau Ambon, kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Prov. Maluku.
Negeri Latuhalat di ujung tanjung Nusaniwe.
Pela kaweng dengan Allang yang berada di seberang di jazirah Leihitu.

Klik foto untuk besar!

Ambon

Prov. Maluku (hijau)

Prov. Maluku (hijau)

Peta satelite Latuhalat: http://wikimapia.org/5679414/Negeri-Latuhalat


* Foto foto negeri, kerajaan dan suku di Maluku: link


Present Raja: Raja Latuhalat (dilantik jan. 2014): Audy Salhuteru.

– Sumber: http://katongnews.blogspot.co.id/2014/01/keamanan-diperketat-saat-pelantikan.html


Sejarah negeri Latuhalat

Dahulu negeri-negeri di semenanjung Nusaniwe Pulau Ambon berada dalam suatu persekutuan yang disebut Uli Nusaniwe. Uli ini dipimpin oleh seorang raja bergelar Lopulalan. Selain raja Lopulalan terdapat juga pemimimpin lain dalam Uli Nusaniwe sehingga membentuk Pemerintahan Empat Perdana Nusaniwe.
Ketika Imperialisme barat menanamkan kekuasaanya di Ambon, kekuasan Lopulalan sebagai penguasa Uli Nusaniwe mulai melemah dan negeri-negeri bawahannya mulai melepaskan diri membentuk pemerintahan otonom.
Ukuhuri dan Soapapala (sekarang : Waimahu, ) membentuk suatu pemerintahan dalam negeri Latuhalat dipimpin oleh Raja Salhuteru(nama sebenarnya Latuhalat) dengan gelar Upu Latu Jorusana.
Pada masa kejayaan negeri Nusaniwe di jazirah Leitimor, raja Latuhalat berada dibawah pengaruh negeri ini dan hanya berkuasa sebagai orang kaya (gelar pemimpin) pada sebuah perkampungan (uku) yang disebut Ukuhuri (= Kampung tandu.
Raja pertama di negeri Latuhalat adalah Pautuselang Salhuteru kemudian diganti oleh putranya Pattikiring Salhuteru. Selanjutnya Raja yang ketiga adalah Latumanona Salhuteru.

– Sumber: http://www.smileambon.com/2012/04/sejarah-negeri-latuhalat-dan-marga.html

klik peta untuk besar

Ambon tahun 1617

Ambon tahun 1667


Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri-negeri di Maluku

Negeri negeri Maluku memiliki sistem pemerintahan sendiri. Susunan pemerintahan berdiri atas:
– Raja,
– Saniri,
– Soa,
– Kewang,
– Fam,
– Matinyo.

Untuk penjelasan susunan pemerintahan: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/struktur-pemerintahan-dan-masyarakat-negeri-maluku/


klik peta untuk besar

Peta Maluku 1640 (Gilolo = Halmahera)

Peta Maluku / Sulawesi 1683

Peta Maluku / Sulawesi 1740


Sumber

– Sejarah negeri Latuhalat: https://ambondepok.wordpress.com/2012/07/06/sejarah-negri-latuhalat/
– Sejarah negeri Latuhalat: http://www.smileambon.com/2012/04/sejarah-negeri-latuhalat-dan-marga.html
– Sejarah Pela Allang dan Latuhalat: https://ambondepok.wordpress.com/2012/07/05/sejarah-pela-allang-latuhalat/
– Raja baru dilantik jan. 2014: http://katongnews.blogspot.co.id/2014/01/keamanan-diperketat-saat-pelantikan.html
———————

– Struktur pemerintahan dan masyarakat Negeri di Maluku: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/struktur-pemerintahan-dan-masyarakat-negeri-maluku/
Sejarah Maluku: http://pelangimaluku.blogspot.co.id/2008/05/sejarah-maluku.html
– Sejarah Maluku: http://juliansoplanit.blogspot.co.id/2011/03/maluku-merupakan-salah-satu-propinsi.html
Sejarah Maluku: https://singalodaya.wordpress.com/2009/10/07/sejarah-maluku/comment-page-1/
.
Suku di Maluku: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/08/suku-di-maluku.html
– Suku di Maluku: http://www.lasamahu.com/2011/06/mengenal-suku-maluku-dari-dekat.html
– Asal usul penduduk Maluku:
http://www.angelfire.com/home/SiAPAPorto/asal_usul_mal.htm


Foto

Raja Latuhalat, John. Salhuteru

Foto: Raja Latuhalat, John. Salhuteru. Jan. 2014 dilantik raja baru: Audy Salhuteru

1 l

Raja Ambon. All the 34 raja’s, patihs and orang kaya’s of Ambon together with their staff and their banners with the symbols of the three kingdoms. About 1920. In the middle with crown: raja Leonard L. Rehatta van Soya. Photographer unknown. Picture from Pusaka (Indonesian Kingdoms Documentation Centre) in Vlaardingen (the Netherlands), used with permission of secretary Donald P. Tick.

Raja Ambon. All the 34 raja’s, patihs and orang kaya’s of Ambon together with their staff and their banners with the symbols of the three kingdoms. About 1920. In the middle with crown: raja Leonard L. Rehatta van Soya. Photographer unknown. Picture from Pusaka (Indonesian Kingdoms Documentation Centre) in Vlaardingen (the Netherlands), used with permission of secretary Donald P. Tick.


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: