Pontianak, kesultanan / Prov. Kalimantan Barat

ﻛﺴﻠﺘﺎﻧﻦ ڤونتيانق

 

Kesultanan Pontianak:  1771–1950. Terletak di Kalimantan, Kalimantan Barat. Kesultanan ini adalah sebuah kesultanan Melayu yang didirikan pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, di daerah muara Sungai Kapuas yang termasuk kawasan yang diserahkan Sultan Banten kepada VOC Belanda. Ia melakukan dua pernikahan politik di Kalimantan, pertama dengan putri dari Kerajaan Mempawah dan kedua dengan putri dari Kesultanan Banjar (Ratu Syarif Abdul Rahman, putri dari Sultan Tamjidillah I, sehingga ia dianugerahi gelar Pangeran). Setelah mereka mendapatkan tempat di Pontianak, kemudian mendirikan Istana Kadriyah dan mendapatkan pengesahan sebagai Sultan Pontianak dari Belanda pada tahun 1779.
Gelar raja Pontianak: Sultan.

Sultanate of Pontianak: 1771 – 1950. Located on West Kalimantan.
Title of the king of Pontianak: Sultan.
For english, click here

Lokasi Pontianak


* Foto kesultanan Pontianak: link
* Foto penobatan Putra Mahkota kesultanan Pontianak, 24 okt. 2015: link
* Foto Keraton (Istana) Kadriah, kerajaan Pontianak: link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Kalimantan: link
* Foto raja2 di Kalimantan dulu: link
* Foto istana kerajaan di Kalimantan: link

* Foto suku Dayak: link
* Foto Kalimantan dulu: link
* Foto perang belanda di Kalimantan, abad ke-19: link


1 Kebangkitan kesultanan, 2004
2 Sultan sekarang

3 Sejarah
4 Daftar Raja
5 Istana / Palace
6 Peta Kalimantan kuno
7 Sumber / Source


1) Kebangkitan kesultanan, 2004

Setelah Sultan Hamid II wafat pada 30 maret 1978, terjadi kekosongan jabatan sultan di keluarga Kesultanan Paontianak. Kekosongan jabatan itu bahkan berlangsung selama 25 tahun. Namun pada 15 januari 2004, pihak bangsawan Istana Kadriyah mengangkat Syarif Abubakar Alkadrie sebagai Sultan Pontianak.


2) Sultan sekarang (2021)

15 juli 2017
Penobatan Sultan Pontianak ke X, Syarif (Melvin) Alkadrie.
Penobatan Sultan Pontianak yang ke X, Syarif Machmud Melvin Alkadrie, berlangsung sakral. Proses ritual adat ini selama tiga hari. Sejak kemarin hingga besok (16/7). Menggantikan almarhum ayahandanya Sultan Syarif Abubakar Alkadrie (72).

31 maret 2017
Sultan ke-IX Kesultanan Pontianak, Sultan Sy Abubakar bin Sy Mahmud bin Sultan Sy Muhammad Alkadrie dikabarkan mangkat dalam usia 73 tahun.

15  jan. 2004
Sultan Syarif Abubakar Alkadrie bin Syarif Mahmud Alkadrie bin Sultan Syarif Muhammad Alkadrie diangkat sebagai Sultan Pontianak IX.

15 juli 2017: Penobatan Sultan Pontianak ke X, Syarif (Melvin) Alkadrie.

———————-

31 Maret 2017: Sultan Pontianak IX, Syarif Abubakar Alkadrie, mangkat dalam usia 73 tahun.


3) Sejarah kesultanan Pontianak

Pendirian

Kesultanan ini didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie, seorang putra ulama keturunan Arab Hadramaut dari Kerajaan Mempawah, pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 yang ditandai dengan membuka hutan di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Pada tahun 1778 Syarif Abdurrahman dikukuhkan menjadi Sultan Pontianak. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Masjid Jami Pontianak (kini bernama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman) dan Istana Kadariyah yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Masa Kolonial

Pada tahun 1778, kolonialis Belanda dari Batavia memasuki Pontianak dengan dipimpin oleh Willem Ardinpalm. Sultan memberikan izin kepada Belanda saat itu menempati daerah di seberang istana kesultanan yang kini dikenal dengan daerah Tanah Seribu atau Verkendepaal. Palm kemudian digantikan oleh Wolter Markus Stuart yang bertindak sebagai Resident van Borneo’s Wester Afdeling I (1779-1784) dengan kedudukan di Pontianak. Semula, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie menolak tawaran kerjasama dengan negeri asing dari Eropa itu. Namun setelah utusan itu datang untuk kedua kalinya, Syarif menerima Belanda sebagai rekan persemakmuran dengan tangan terbuka.

Pada tanggal 5 Juli 1779, Belanda membuat perjanjian dengan Sultan mengenai penduduk Tanah Seribu agar dapat dijadikan daerah kegiatan bangsa Belanda yang kemudian menjadi kedudukan pemerintahan Resident het Hoofd Westeraffieling van Borneo (Kepala Daerah Keresidenan Borneo Barat) dan Asistent Resident het Hoofd der Affleeling van Pontianak (Asisten Residen Kepala Daerah Kabupaten Pontianak).

Pada tahun 1808, Sultan Syarif Abdurrahman wafat. Dia dimakamkan di Batu Layang, Pontianak. Selanjutnya, Syarif Kasim Alkadrie (1808-1819) naik tahta menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya. Di bawah kekuasaan Sultan Syarif Kasim, Kesultanan Pontianak semakin mempererat kerjasama dengan Kerajaan Belanda dan kemudian Kerajaan Inggris sejak tahun 1811.

Setelah Sultan Syarif Kasim wafat pada 25 Februari 1819, Syarif Usman Alkadrie (1819-1855) naik tahta sebagai Sultan Pontianak. Pada April 1855, Sultan Syarif Usman meletakkan jabatannya sebagai sultan dan kemudian wafat pada 1860.

Anak tertua Sultan Syarif Usman, Syarif Hamid Alkadrie (1855-1872), kemudian dinobatkan sebagai Sultan Pontianak pada 12 April 1855. Dan ketika Sultan Syarif Hamid wafat pada 1872, putra tertuanya, Syarif Yusuf Alkadrie (1872-1895) naik tahta setelah beberapa bulan ayahandanya wafat.

Pemerintahan Sultan Syarif Yusuf berakhir pada 15 Maret 1895. Dia digantikan oleh putranya, Syarif Muhammad Alkadrie (1895-1944) yang dinobatkan sebagai Sultan Pontianak pada 6 Agustus 1895. Pada masa ini, hubungan kerjasama Kesultanan Pontianak dengan Belanda semakin erat dan kuat. Masa pemerintahan Sultan Syarif Muhammad merupakan masa pemerintahan terpanjang dalam sejarah Kesultanan Pontianak.

Sultan Syarif Muhammad Alqadri diabadikan bersama keluarga kesultanan di Istana Qadriah Kesultanan Pontianak, tahun 1938.

Kesultanan Pontianak setelah kemerdekaan (1945)

Syarif Hamid, putera Sultan Syarif Muhammad dinobatkan menjadi Sultan Pontianak (1945-1978) pada 29 Oktober 1945 dengan gelar Sultan Syarif Hamid II, atau lebih dikenal dengan nama Sultan Hamid II.

Setelah peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, atas prakarsa Sultan Hamid II inilah, Kesultanan Pontianak dan kesultanan-kesultanan Melayu di Kalimantan Barat bergabung dengan Republik Indonesia Serikat. Pada masa itu Sultan Hamid II menjabat sebagai Presiden Negara Kalimantan Barat (Kepala Daerah Istimewa Kalimantan Barat) pada 1947-1950. Sultan Hamid II adalah perancang Lambang Negara Indonesia. Selain sebagai Ketua Perhimpunan Musyawarah Federal (Bijeenkomst voor Federaal Overleg / BFO) pada tahun 1949, ia juga menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio di Kabinet Republik Indonesia Serikat.

Setelah Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978, terjadi kekosongan jabatan sultan di keluarga Kesultanan Paontianak.
Namun pada 15 Januari 2004, pihak bangsawan Istana Kadriyah mengangkat Syarif Abubakar Alkadrie sebagai Sultan Pontianak.
Sumber Wiki: link

Sultan Sy. Muhammad Al-qadrie, 1895-1944


 4) Daftar Raja

– Sumber Wiki: link

Sultan-Sultan Kadriah Pontianak
No Sultan Masa pemerintahan
1 Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie bin Habib Husein Alkadrie 1 September 1778 – 28 Februari 1808
2 Sultan Syarif Kasim Alkadrie bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie 28 Februari 1808 – 25 Februari 1819
3 Sultan Syarif Usman Alkadrie bin Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie 25 Februari 1819 – 12 April 1855
4 Sultan Syarif Hamid Alkadrie bin Sultan Syarif Usman Alkadrie 12 April 1855 – 22 Agustus 1872
5 Sultan Syarif Yusuf Alkadrie bin Sultan Syarif Hamid Alkadrie 22 Agustus 1872 – 15 Maret 1895
6 Sultan Syarif Muhammad Alkadrie bin Sultan Syarif Yusuf Alkadrie 15 Maret 1895 – 24 Juni 1944
* Interregnum 24 Juni 1944 – 29 Oktober 1945
7 Mayjen KNIL Sultan Hamid II (Sultan Hamid Alkadrie bin Sultan Syarif Mihammad Alkadrie 29 Oktober 1945 – 30 Maret 1978
* Interregnum 30 Maret 1978 – 15 Januari 2004
8 Sultan Syarif Abubakar Alkadrie bin Syarif Mahmud Alkadrie bin Sultan Syarif Muhammad Alkadrie 15 Januari 2004 – 15 juli 2017


5) Istana Kadriah

Keraton Kadariah adalah istana Kesultanan Pontianak yang dibangun pada dari tahun 1771 sampai 1778 masehi. Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri adalah sultan pertama yang mendiami istana tersebut. Keraton ini berada di dekat pusat Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sebagai cikal-bakal lahirnya Kota Pontianak, Keraton Kadariah menjadi salah satu objek wisata sejarah. Dalam perkembanganya, keraton ini terus mengalami proses renovasi dan rekrontuksi hingga menjadi bentuk yang sekarang ini.
Foto Keraton (Istana) Kadriah, kerajaan Pontianak: link

– Tentang Istana Kadriah: http://melayuonline.com/ind/history/dig/326/istana-kadriah-pontianak
– Tentang Istana Kadriah: http://www.indonesia.go.id/in/provinsi-kalimantan-barat/pariwisata/10541-istana-kadriah-kesultanan-pontianak
The palace: link

——————-

Singgasana kesultanan Pontianak

Afbeeldingsresultaat voor singgasa kesultanan pontianak


7) Peta Kalimantan kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


7) Sumber / Source

– Sejarah Kesultanan Pontianak di Wiki: link
– Sejarah kesultanan Pontianak: https://www.orbitmetro.com/sejarah-kesultanan-pontianak/
Sejarah Kesultanan Pontianak: http://ilmusosial.net/sejarah-kerajaan-pontianak.html
Sejarah Kesultanan Pontianak: http://longsani.blogspot.co.id/2014/07/kerajaan-pontianak.html

– Daftar Raja: link
Sejarah Istana Kadriah: http://www.indonesia.go.id/in/provinsi-kalimantan-barat/pariwisata/10541-istana-kadriah-kesultanan-pontianak


Kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat, tahun 1800.


 

3 Comments

3 thoughts on “Pontianak, kesultanan / Prov. Kalimantan Barat

  1. Bassara

    Makamnya ada di Angke, Tambora, Jakbar

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas kommen. Paul, penerbit website

  2. Pingback: Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia | Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: