Tawaili, Kerajaan / Sul.Tengah – Kab. Donggala

Kemagauan (kerajaan) Tawaili terletak di Sulawesi, Kab. Donggala, prov. Sulawesi Tengah.
Kerajaan ini adalah kerajaan Suku Kaili.
Raja bergelar: Magau.

The kingdom of Tawaili is a kingdom in the Donggala region. Central Sulawesi.
The title of the king is Magau.

Klik foto untuk besar !

Wilayah Donggala

Kab. Donggala

Provinsi Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah (hijau)


* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Tentang Raja / About the king

Raja bergelar: Magau.

Representative: YM. Madika Andi Sompa Yotolembah
See daftar peserta silaturahmi nasional raja dan sultan nusantara III, 2013: link
He was invited for a meeting of royals in 2013.


I Sejarah / History kerajaan Tawaili – umum

Kerajaan Tawaeli adalah salah satu Kerajaan yang ada di Lembah Palu (Kota Palu Sekarang). Kerajaan Tawaeli pada masa jayanya merupakan Kerajaan yang memiliki wilayah cukup luas mulai dari Ogoamas (Kecamatan Sojol Utara, Donggala. sekarang) sampai Lasoani (Kecamatan Mantikulore, Palu sekarang).
Sebelum ditaklukkan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1904 wilayah Kabupaten Donggala adalah wilayah Pemerintah raja-raja yang berdiri sendiri-sendiri yaitu:

* Kerajaan Palu
* Kerajaan Sigi Dolo
* Kerajaan Kulawi
* Kerajaan Biromaru
* Kerajaan Banawa
* Kerajaan Tawaili
* Kerajaan Moutong.

Sumber: Wiki

II Sejarah kerajaan Tawaili

Sebelum abad ke 16 atau lebih tepatnya sebelum lembah palu terbentuk, telah berdiri sebuah kerajaan tua di Boya Peramba (Desa Nupabomba, sekarang). Tidak diketahui secara pasti tahun berdirinya, karena kurangnya literatur atau bukti fisik mengenai kerajaan ini salah satu faktornya karena masyarakat Suku Kaili sejak dahulu tidak mengenal Budaya Tulis.
Berdasarkan cerita rakyat yang di ceritakan secara turun temurun, Kerajaan Boya Peramba memiliki lima orang Langganunu. Langganunu adalah gelar asli bagi pemimpin kerajaan sebelum istilah MAGAU populer di tanah kaili.

Sekitar tahun 1550 anak Langganunu Marukaluli yang bernama Yuntonulembah setelah pulang dari Bone dan Luwu mulai memperkenalkan istilah baru untuk pemerintahan sebagai berikut:

  • Magau = Maharaja
  • Madika Malolo = Raja Muda
  • Madika Matua = Pelaksana Pemerintahan
  • Baligau = Ketua Adat
  • Galara = Hakim
  • Pabisara = Pambicara
  • Punggava = Urusan Tani dan Ekonomi

Masa kejayaan Kerajaan Tawaeli adalah sekitar tahun 1888 ketika dipimpin oleh Magau ke VI Yangge Bodu di mana pada masanya dia berhasil meluaskan wilayah Kerajaan Tawaeli sampai ke Ogoamas (Kecamatan Sojol Utara, Donggala. sekarang) dan Lasoani (Kecamatan Mantikulore, Palu. sekarang).

Hingga pada tahun 1936 ketika Magau ke XI Lamakampali Djaelangkara (Raja terakhir Tawaeli) membagi wilayah Kerajaan Tawaeli menjadi 2 wilayah distrik.

  • Tawaeli Utara = Ibukota Sirenja di bawah pimpinan H. Djamaludin Labulembah
  • Tawaeli Selatan = Ibukota Tawaeli di bawah pimpinan Abd. Muluk Yoto Labulembah

Pada tahun 1954 Kerajaan Tawaeli di bubarkan dgn Magau Lamakampali Djaelangkara sebagai Raja terakhir. Wilayahnya yang terdiri dari 2 Distrik di gabungkan dengan Kabupaten Donggala (dibentuk berdasarkan bekas wilayah Kerajaan Tua Pudjananti, dan Kerajaan Banawa) yang telah diresmikan pada tahun 1952.

– Sumber dan lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Tawaeli#Sejarah

Peta Tawaili, Parigi, Palu, Banawa, tahun 1916
Klik gambar untuk besar !

Peta Kayu Malue,Tawaili, Lambagu dan Labuan, tahun 1939

Sumber: Museum Volkenkunde Leiden, Netherlands

——————–

Before it was conquered by the Dutch government in 1904, there were several kingdoms in this region, namely:

* Kingdom of Palu
* Kingdom of Sigi Dolo
* Kingdom of Kulawi
* Kingdom of Biromaru
* Kingdom of Banawa
* Kingdom of Tawaili
* Kingdom of Moutong


Tentang Magau (Raja) Djaelangkara

Magau [Raja] Djaelangkara (foto di bawah) merupakan magau kerajaan Tavaili yang ke-7 yang dilantik pada hari selasa tanggal 22 mei 1900,beliau dikenal juga bergelar Mangge Dompo [paman dari Dompo, Dompo adalah anak dari Karandja lembah] dalam sejarah kerajaan Tavaili sang magau terkenal sebagai ahli politik dan seorang Negosiator ulung, hal tersebut dapat kita lihat ketika beliau berhasil memberi personal garansi kepada pihak nedherlands Indische saat peristiwa perang Donggala untuk melindungi Raja Malonda dari pasukan marsose pun demikian halnya yang beliau lakukan pada saat marsose mencoba menangkap iparnya Karanja lembah atau Toma I Dompo untuk disingkan ke pulau jawa [ jurnal UI;Sekelumit Sejarah Sulawesi tengah].
Berdasarkan silsilah yang dibuat Moh.Noor lembah di tahun 1985 dalam buku kita santina beliau menguraikan bahwa Magau Djaelangkara merupakan putera dari seorang madika Vatutela yang bernama Tanggarumpu [baso Kavola] dan ibunya bernama Dg.Manuru andi Tondra dari garis ayahnya beliau merupakan keturunan alim ulama karena ayah dari baso kavola, Datumpedagi tercatat merupakan imam masjid Tavaili.
Kisah tragis dialami beliau ketika jabatan Djaelangkara sebagai magau harus diakhiri melalui kamatian dikarenakan peristiwa kamate ri Baerumu [kematian di baerumu] peristiwa di racunnya magau di pantai sirenja tahun 1906 tepatnya di desa Baerumu oleh orang dekatnya yang telah menjadi kaki tangan belanda, peristiwa itu dilatarbelakangi kekhawatiran pihak kompani akan kegiatan pelatihan beberapa tadulako di desa baiya tepatnya di kayu Lei oleh magau Tavaili, beliau dimakamkan di belakang Masjid tavaili bersama kakeknya Datu Mpedagi.

– Sumber: Komunitas Historia Sulawesi Tengah, FB


Daftar Raja Tawaili

* Magau Ke I Labulembah alias Madika Tonavu Jara

Dia adalah cucu dari Langganunu Ke 3 Boya Peramba yang bernama Pialembah. Dia juga yang pertama membuka lokasi pemukiman yang dikenal sekarang dengan sebutan TAVA-ILI (Tawaeli) sekitar pertengahan abad ke 16

* Magau Ke II Yuntonulembah alias Langgo

Dia adalah anak dari Langganunu Ke 5 Boya Peramba yang bernama Marukaluli. Dia yang pertama membentuk susunan pemerintahan sepulangnya dari Bone dan Luwu dan sekaligus juga memperkenalkan sistem pemerintahan legislatif dengan istilah Libu Ntodea dan membentuk satu dewan adat bernama Kotta Pattanggota (empat penjuru wilayah).

* Magau Ke III Daesalembah alias Madika Baka Tolu

Daesalembah adalah anak dari Rendanuama (Saudara Magau Yuntonulembah).

* Magau Ke IV Mariama alias Magau Dusu

Mariama adalah anak ke empat dari Magau Daesalembah.

* Magau Ke V Dg. Pangipi alias Madika Beli

Dg. Pangipi adalah anak dari Daeasia (Daeasia merupakan cucu dari Yuntonulembah)

* Pemangku Jabatan Magau, Datumpedagi alias Pue Oge Nganga

Datumpedagi adalah saudara tiri Dg. Pangipi. Diangkat menjadi pelaksana harian sebagai Magau, atau pengganti Magau sementara karena Magau ke 6 dianggap belum cukup umur.

* 1888-1900: Magau ke VI Yangge Bodu alias Magau Pungu

Yangge Bodu adalah anak pertama Dg. Pangipi dengan Andi Tondrang. Di angkat oleh adat pada umur 12 tahun sehingga ditunjuk Wali Magau Datumpedagi untuk menggantikannya sementara. Yangge Bodu memerintah dari tahun 1888-1900,

* Magau Ke VII Djaelangkara alias Mangge Dompo

Djaelangkara merupakan keturunan ke 5 dari Magau Daesalembah melalui anak terakhirnya yang bernama Daetika.

* 1906-1908: Magau Ke VIII Tumpalembah alias Madika Bugi

Tumpalembah adalah anak dari Magau Yangge Bodu, kepemimpinan Magau Tumpalembah terbilang singkat hanya berlangsung selama 2 tahun 1906-1908.

* Magau Ke IX Labulembah alias Madika Kejo

Labulembah adalah adik kandung dari Magau Djaelangkara. Labulembah memerintah dari 1908 sampai 1912,

* Magau Ke X Yoto Labulembah alias Papa Itjesale

Yoto Labulembah atau lebih dikenal dengan nama Yotolembah alias Papa intjesale merupakan anak dari Magau Labulembah.

* Pemangku Jabatan Magau, Radja Tiangso

Radja Tiangso dilantik menjadi pejabat Magau karena Pewaris sah Tahta Kerajaan yaitu Lamakampali masih sangat muda untuk diangkat sebagai Magau. Radja Tiangso memerintah dari tahun 1926-1930.

* 1930-1936: Magau ke XI Lamakampali Djaelangkara

Lamakampali adalah anak dari Magau Djaelangkara. Diangkat menjadi Magau pada tahun 1930 namun baru pada tahun 1936 Lamakampali aktif menjalankan tugasnya sebagai Magau.

– Sumber dan lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Tawaeli#Daftar_Raja_Kerajaan_Tawaeli


Hubungan Kerajaan Tavaili dan Kerajaan Parigi.

Untuk hubungan kerajaan Tawaeli dan kerajaan Parigi, klik di sini


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah Tawaili di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Tawaeli#Sejarah
– Daftar raja Tawaili: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Tawaeli#Daftar_Raja_Kerajaan_Tawaeli
Sejarah Donggala: link

– Suku Kaili: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/kaili-kerajaan2-di-tanah-kaili/


Foto foto

xxx

These raja’s are from: Kerajaan Palu, Kerajaan Tawaili, Kerjaaan Sigi dan Kerajaan Banawa.

Raja kerajaan Banawa, Palu, Tawaeli, Lamatti

Raja kerajaan Banawa, Palu, Tawaeli, Lamatti. Klik foto untuk besar.

Raja Tawaili

Raja Tawaili

Kerajaan Tawaeli

Kerajaan Tawaeli. Raja Tawaeli: L Gagaramusu. 1888

Magau Djaelangkara

Makam magau djaelangkara dan DatuMpedagi di foto Kompleks pemakaman magau Tavaeli belakang Masjid Tavaili...

Makam magau Djaelangkara dan Datu Mpedagi; Kompleks pemakaman magau Tavaeli belakang Masjid Tavaili.

Makam magau djaelangkara dan DatuMpedagi di foto Kompleks pemakaman magau Tavaeli belakang Masjid Tavaili.

Makam Magau djaelangkara dan Datu Mpedagi; Kompleks pemakaman magau Tavaeli belakang Masjid Tavaili.

Tawaeli - Sumber: fawwas muthohar, FB

Labu Lembah, Magau Tawaeli – Sumber: fawwas muthohar, FB


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: