Pucangsula, Kerajaan / Jawa – Kab. Rembang

Kerajaan Pucangsula adalah kerajaan kuno yang terletak di Nusa Kendeng Argapura (Pulau kuno yang lepas dari Nusa Yawapegwan), sekitar tepi barat Pegunungan Lasem Argapura.
Gunung Lasem, dengan puncak Argopuronya, merupakan sebuah gunung kecil yang terletak di sebelah timur kota Lasem kabupaten Rembang, prov. Jawa Tengah.
Kerajaan ini berdiri pada abad ke-6.

Kabupaten Rembang

Kabupaten Rembang

Provinsi Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah


* Foto foto Jawa dulu, situs kuno dan Batavia: link


Raja raja kerajaan Pucangsula

1. Dhatu Hang Sam Badra yang terkenal sebagai pendeta Kanung yang mengajarkan kepercayaan suci Hwuning terutama tentang Endriya pra Astha kepada murid-muridnya di Pertapaan Argasoka, Gunung Tapaan. Dia memiliki 2 putri yang cantik dan tangguh, yaitu Dewi Sibah (Sie Ba Ha) dan Dewi Simah (Ratu Shima, raja kerajaan Kalingga).
Hang Sam Badra mendirikan pelabuhan Pucangsula di lereng barat Pegunungan Lasem Argapura, pada abad ke – 6.
2. Dattsu Sie Ba Ha (Dewi Sibah) dia adalah armada laut (laksamana) wanita pada masa pemerintahan Hang Sam Badra. Dia terkenal kejam dan bengis kepada perompak di Lautan Pucangsula, terutama perompak laki-laki yang tampan. Dia akhirnya menjadi istri dari Rsi Agastya Kumbayani (Haricandana) dan memiliki seorang putra bernama Arya Asvendra.
3. Arya Asvendra, dia adalah putra Rsi Agastya Kumbayani dan Dewi Sibah. Pada masa pemerintahan dia, dibangun pasraman/tempat suci di Bukit Gebang (Butun) dan mensikretiskan ajaran Hwuning dari kakeknya (Sam Badra) dan ajaran Siwa dari ayahnya (Rsi Agastya).

Anak Arya Asvendra adalah Arya Untaka yang diselamatkan oleh patihnya Arya Asvendra, kelak anaknya ini dijadikan raja di Hangjuruhan (Kanjuruhan) dekat Kali Brantas sampai Singosari. Pada masa kerajaan Kanjuruhan, Raja Gajayana membuat tempat suci pemujaan yang sangat bagus guna memuliakan Rsi Agastya. Sang raja juga menyuruh membuat arca sang Rsi Agastya dari batu hitam yang sangat elok, sebagai pengganti arca Rsi Agastya yang dibuat dari kayu cendana oleh nenek Raja Gajayana.

Kerajaan Pucangsula dipecah wilayahnya menjadi 3 pada masa pemerintahan Hang Sam Badra (Bhadrawarman):

  1. Pucangsula, berkuasa di sisi timur, dengan Dewi Sibah sebagai rajanya.
  2. Keling (Kalingga), berkuasa di sisi tengah dan Pulau Muria, dengan Ratu Shima sebagai rajanya.
  3. Baturretna, berkuasa di sisi barat sampai berbatasan dengan Sunda, dengan Rsi Agastya Kumbayani (Haricandana) sebagai rajanya

– Sumber dan lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Pucangsula#Raja-raja


Sumber

– Tentang kerajaan Pucangsula: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Pucangsula
– 8 Butir ajaran pada masa peradaban Pucangsula:
https://gilangsuryas.wordpress.com/2015/04/20/endriya-pra-astha-8-butir-ajaran-pada-masa-peradaban-pucangsula/
– Raja raja kerajaan Pucangsula: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Pucangsula#Raja-raja
– Sejarah kota Pucangsula: http://rembangtoday.com/2016/02/06/legenda-kota-pucangsula-yang-misterius/


 

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: