Samudra Pasai, kesultanan / Sumatera – Prov. Aceh

Kesultanan Samudra Pasai: 1267–1521, juga dikenal dengan Samudera Darussalam, adalah kesultanan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Kesultanan ini didirikan oleh Marah Silu, yang bergelar Sultan Malik as-Saleh, sekitar tahun 1267. Kesultanan Pasai sendiri akhirnya runtuh setelah ditaklukkan oleh Portugal tahun 1521 yang sebelumnya telah menaklukan Melaka tahun 1511, dan kemudian tahun 1524 wilayah Pasai sudah menjadi bagian dari kedaulatan Kesultanan Aceh.

The Sultanate of Samudra Pasai: 1267-1521.
This sultanate is also known as Samudra Darussalem, or Samudera Pasai. Located in the province of Aceh.
For english, click here

Lokasi Lhokseumawe


* Foto Kesultanan Samudra Pasai: link


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kesultanan Aceh

* Foto kesultanan Aceh Darussalem: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh: link
*
Foto Aceh dulu: link
*
Foto perang Aceh-belanda (1873-1903): link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


KESULTANAN SAMUDRA PASAI

Tentang Raja

Tidak ada info tentang raja sekarang (2017).


Sejarah kesultanan Samudra Pasai, 1267–1521

– Sumber: https://www.kompas.com/stori/read/2021/04/21/163539479/kerajaan-samudera-pasai-sejarah-masa-kejayaan-dan-peninggalan?page=1

Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di nusantara yang berkuasa dari abad ke-13 hingga abad ke-16. Samudera Pasai terletak di pesisir utara Sumatera, lebih tepatnya di Kota Lhokseumawe, Aceh.
Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Nazimuddin al-Kamil, seorang laksamana dari Mesir. Nazimuddin kemudian mengangkat Marah Silu sebagai pemimpin pertama Samudera Pasai dengan gelar Sultan Malik as-Saleh. Kendati demikian, Marah Silu yang diakui sebagai pendiri dan pemimpin pertama Samudera Pasai. Sementara raja atau sultan yang berhasil membawa Samudera Pasai pada puncak kejayaan yaitu Sultan Mahmud Malik Az Zahir, yang berkuasa dari tahun 1326-1345.
Bukti keberadaan kerajaan Samudera Pasai dapat ditemukan dari catatan Marcopolo dan catatan Ibnu Battutah. Kerajaan Samudera Pasai menjadi pusat perdagangan karena letaknya strategis di dekat Selat Malaka. Di abad ke-13, Selat Malaka merupakan jalur perdagangan internasional yang dilalui pedagang dari Jazirah Arab, India, dan China.

Sejarah

Dari catatan Ibnu Battutah, dapat dipastikan bahwa kerajaan Samudera Pasai berdiri lebih awal dibandingkan dinasti Usmani di Turki, kira-kira pada tahun 1297.
Perkiraan tersebut dikuatkan dengan catatan Marcopolo, seorang saudagar dari Venesia, Italia, yang singgah di Samudera Pasai pada 1292. Marcopolo menerangkan bahwa telah melihat keberadaan kerajaan Islam yang berkembang pada waktu itu, yakni Samudera Pasai dengan ibukota Pasai. Selain dua catatan tersebut, sejarah kerajaan Samudera Pasai juga dapat dilacak dari Hikayat Raja Pasai.
Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari dua kerajaan, yakni Samudera dan Pasai. Penggabungan tersebut dilakukan oleh Marah Silu, raja pertama dengan gelar Sultan Malik Al-Saleh yang memimpin dari tahun 1285-1297. Setelah Marah Silu wafat, digantikan oleh putranya bernama Sultan Muhammad yang bergelar Malik Al Tahir (1297-1326).

Masa kejayaan

Masa kejayaan kerajaan Samudera Pasai berlangsung saat dipimpin oleh Mahmud Malik Az Zahir. Sultan Mahmud Malik Az Zahir adalah raja ketiga Samudera Pasai yang memerintah dari tahun 1326-1345. Ia meneruskan mempimpin setelah Marah Silu atau Sultan Malik Al Saleh (raja pertama) dan Sultan Muhammad Malik Az Zahir atau Sultan Malik al Tahir I (raja kedua). Pada masa kepemimpinannya kerajaan Samudera Pasai mengalami perkembangan pesat dan terus menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan Islam di India maupun Arab.

Puncak kejayaan kerajaan Samudera Pasai juga ditandai dengan aktivitas perdagangan yang sudah maju, ramai, dan menggunakan koin emas sebagai alat pembayaran. Koin emas yang disebut dirham ini pertama kali diperkenalkan oleh Sultan Muhammad Malik Az Zahir, ayah Mahmud Malik Az Zahir, dan kemudian digunakan secara resmi di kerajaan. Pada masa kejayaannya, Samudera Pasai merupakan pusat perniagaan penting di kawasan nusantara. Samudera Pasai memiliki banyak bandar yang dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negeri, seperti Cina, India, Siam, Arab, dan Persia.
Kerajaan ini juga dikenal sebagai penghasil rempah-rempah terkemuka di dunia dengan lada sebagai komoditas andalannya. Tidak hanya itu, Samudera Pasai juga menjadi produsen sutra, kapur barus, dan emas. Di samping sebagai pusat perdagangan, Samudera Pasai juga merupakan pusat perkembangan agama Islam. Menurut Ibnu Batutah, Sultan Samudera Pasai disebut sebagai sosok yang menjunjung tinggi agama dan berhasil mengislamkan penduduk di daerah-daerah sekitarnya. Masa kejayaan Samudera Pasai juga dipengaruhi oleh lemahnya pengaruh Kerajaan Sriwijaya.

Kemunduran

Seiring perkembangan zaman, Samudera Pasai mengalami kemunduran. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan runtuhnya kerajaan Samudera Pasai. Menjadi sasaran kerajaan Majapahit yang berambisi menyatukan nusantara. Munculnya pusat politik dan perdagangan baru di Malaka yang letaknya lebih strategis. Lahirnya kerajaan Aceh Darussalam, yang kemudian mengambil alih penyebaran agama Islam.

Wilayah kekuasaan kerajaan Samudera Pasai


Daftar Raja

* 1267 – 1297:  Sultan Malikussaleh (Meurah Silu)
* 1297 – 1326:  Sultan Al-Malik azh-Zhahir I / Muhammad I
* 1326 – 133?:  Sultan Ahmad I
* 133? – 1349: Sultan Al-Malik azh-Zhahir II
* 1349 – 1406:  Sultan Zainal Abidin I Diserang Majapahit
* 1406 – 1428:  Ratu Nahrasyiyah
* 1428 – 1438:  Sultan Zainal Abidin II
* 1438 – 1462:  Sultan Shalahuddin
* 1462 – 1464:  Sultan Ahmad II
.
* 1464 – 1466:  Sultan Abu Zaid Ahmad III
* 1466 – 1466:  Sultan Ahmad IV
* 1466 – 1468:  Sultan Mahmud
* 1468 – 1474:  Sultan Zainal Abidin III
* 1474 – 1495:  Sultan Muhammad Syah II
* 1495 – 1495:  Sultan Al-Kamil
* 1495 – 1506:  Sultan Adlullah
* 1506 – 1507:  Sultan Muhammad Syah III
* 1507 – 1509:  Sultan Abdullah
* 1509 – 1514:  Sultan Ahmad V
* 1514 – 1517:  Sultan Zainal Abidin IV

– Sumber / Source: Wiki

Silsilah Samudra Pasai


Makam pendiri kerajaan Islam Samudera Pasai

Makam Raja Islam (Malikussaleh), merupakan situs purbakala yang cukup monumental di Nusantara, malah di Asia Tenggara. Ini adalah kuburan pendiri kerajaan Islam Samudera Pasai yang bernama Meurah Silu yang bergelar Malik al-Saleh atau yang lebih dikenal dengan Malikussaleh, dan merupakan raja pertama kerajaan Samudra Pasai yang pernah menyebarkan Islam di Asia Tenggara (tahun 1270-1297 M).


Peta Aceh dulu

Peta Aceh tahun 1646. Achem, from ‘Livro do Estado da India Oriental’, an account of Portuguese settlements in the East Indies, by Pedro Barreto de Resende

———————————–

Peta Aceh 1595


Sumber / Source

Sejarah kerajaan Samudra Pasai di Wiki: link
– Sejarah kerajaan Samudra Pasai: http://sejarahanda.blogspot.co.id/2012/05/sejarah-kerajaan-samudra-pasai.html
– Sejarah kerajaan Samudra Pasai: http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/kerajaan-samudra-pasai.html
Sejarah kerajaan Samudra Pasai: http://www.ilmudasar.com/2016/10/Sejarah-Berdirinya-Runtuhnya-Kehidupan-Peninggalan-Kerajaan-Samudera-Pasai-Adalah.html
Sejarah kerajaan Samudra Pasai: https://balubu.com/kerajaan-samudera-pasai/

– Daftar Raja: Wiki


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: