Pasai (Samudra Pasai), Kesultanan / Sumatera – Aceh, Kab. Aceh Utara

Kesultanan (Samudra) Pasai: 1267–1521. Terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe, Kab. Aceh Utara, prov. Aceh.
Kesultanan ini juga disebut: Samudera Darussalam, atau Samudera Pasai.

The Sultanate of (Samudra) Pasai: 1267-1521.
This sultanate is also known as Samudra Darussalem, or Samudera Pasai. Located in the province of Aceh.

Samudra Pasai

Samudra Pasai

Provinsi Aceh (hijau)

Provinsi Aceh (hijau)


* Foto Kesultanan Aceh Darussalem: link
*
Foto wilayah Aceh: link
*
Foto perang belanda di Aceh (1873-1903): link
*
Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
*
Foto situs kuno di Sumatera:
link


Tentang Raja / About the king

See: link   Febr. 2013: Keturunan Raja dari 9 kerajaan di Aceh berkumpul. Pertemuan perdana para keturunan raja itu digagas oleh Dinas Pariwisata Provinsi Aceh di Banda Aceh. Pertemuan dihadiri sembilan keturunan raja atau yang mewakilinya, yakni dari kerajaan Pidie Sulaiman, Nagan, Negeri Daya, Pasai, Peurelak, Aceh, Trumon, Tamiang, dan Linge. 
Jadi, masih ada keturunan.

In 2013 there was a meeting of descendents of kings on Aceh. Also the hir of Pasai was there.
So there are still descendents.


Sejarah / History kerajaan Samudra Pasai

Kesultanan Pasai
, juga dikenal dengan Samudera Darussalam, atau Samudera Pasai, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Belum begitu banyak bukti arkeologis tentang kerajaan ini untuk dapat digunakan sebagai bahan kajian sejarah.Namun beberapa sejarahwan memulai menelusuri keberadaan kerajaan ini bersumberkan dari Hikayat Raja-raja Pasai, dan ini dikaitkan dengan beberapa makam raja serta penemuan koin berbahan emas dan perak dengan tertera nama rajanya.
Kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu, yang bergelar Sultan Malik as-Saleh, sekitar tahun 1267. Keberadaan kerajaan ini juga tercantum dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) karya Abu Abdullah ibn Batuthah (1304–1368), musafir Maroko yang singgah ke negeri ini pada tahun 1345. Kesultanan Pasai akhirnya runtuh setelah serangan Portugal pada tahun 1521.

– Sumber: link

———————-
Samudera Pasai, also known as Samudera and Pasai sometimes called Samudera Darussalam was a Muslim harbour kingdom on the north coast of Sumatra from the 13th to the 15th centuries CE. It was believed the word Samudera derived from Samudra meaning ocean in Sanskrit. According to Hikayat Raja-raja Pasai, it was said Merah Silu saw an ant as big as a cat, he caught it and ate it and he named the place Samandara. King Merah Silu later converted to Islam, known as Malik ul Salih, he was the sultan in year 1267 CE.
Little evidence has been left to allow for historical study of the kingdom.
Pasai exported its culture, and most importantly its language — an early form of Malay written in the Jawi alphabet — to a number of islands. Later, this language became the lingua franca among traders in what is now Indonesia and Malaysia.

– Source: Wiki


Wilayah Kekuasaan Kerajaan Samudera Pasai


Pemerintahan kerajaan Samudra Pasai

Dalam struktur pemerintahan terdapat istilah menteri, syahbandar dan kadi. Sementara anak-anak sultan baik lelaki maupun perempuan digelari dengan Tun, begitu juga beberapa petinggi kerajaan. Kesultanan Pasai memiliki beberapa kerajaan bawahan, dan penguasanya juga bergelar sultan.

Pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Malik az-Zahir, Kerajaan Perlak telah menjadi bagian dari kedaulatan Pasai, kemudian ia juga menempatkan salah seorang anaknya yaitu Sultan Mansur di Samudera. Namun pada masa Sultan Ahmad Malik az-Zahir, kawasan Samudera sudah menjadi satu kesatuan dengan nama Samudera Pasai yang tetap berpusat di Pasai. Pada masa pemerintahan Sultan Zain al-Abidin Malik az-Zahir, Lide (Kerajaan Pedir) disebutkan menjadi kerajaan bawahan dari Pasai. Sementara itu Pasai juga disebutkan memiliki hubungan yang buruk dengan Nakur, puncaknya kerajaan ini menyerang Pasai dan mengakibatkan Sultan Pasai terbunuh.

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Samudera_Pasai#Pemerintahan


Daftar Raja / List of kings

* 1267 – 1297:  Sultan Malikussaleh (Meurah Silu)
* 1297 – 1326:  Sultan Al-Malik azh-Zhahir I / Muhammad I
* 1326 – 133?:  Sultan Ahmad I
* 133? – 1349: Sultan Al-Malik azh-Zhahir II
* 1349 – 1406:  Sultan Zainal Abidin I Diserang Majapahit
* 1406 – 1428:  Ratu Nahrasyiyah
* 1428 – 1438:  Sultan Zainal Abidin II
* 1438 – 1462:  Sultan Shalahuddin
* 1462 – 1464:  Sultan Ahmad II
.
* 1464 – 1466:  Sultan Abu Zaid Ahmad III
* 1466 – 1466:  Sultan Ahmad IV
* 1466 – 1468:  Sultan Mahmud
* 1468 – 1474:  Sultan Zainal Abidin III
* 1474 – 1495:  Sultan Muhammad Syah II
* 1495 – 1495:  Sultan Al-Kamil
* 1495 – 1506:  Sultan Adlullah
* 1506 – 1507:  Sultan Muhammad Syah III
* 1507 – 1509:  Sultan Abdullah
* 1509 – 1514:  Sultan Ahmad V
* 1514 – 1517:  Sultan Zainal Abidin IV

– Sumber / Source: Wiki


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

Sejarah kerajaan Samudra Pasai di Wiki: link
– Sejarah kerajaan Samudra Pasai: http://sejarahanda.blogspot.co.id/2012/05/sejarah-kerajaan-samudra-pasai.html
– Sejarah kerajaan Samudra Pasai: http://sejarahbudayanusantara.weebly.com/kerajaan-samudra-pasai.html
Sejarah kerajaan Samudra Pasai: http://www.sejarahnusantara.com/kerajaan-islam/sejarah-kesultanan-samudera-pasai-1267%E2%80%931521-samudera-darussalam-10039.htm
Jejak kebudayaan persia di Samudra Pasai: http://misykah.com/jejak-kebudayaan-persia-di-samudra-pasai/

– Daftar Raja: Wiki
Keturunan Raja: link

English

– History of Pasai:  Wiki


Foto

Makam-makam lain yang dibiarkan tanpa pembatas. Salah satu makam di area ini hilang karena dijadikan jalan setapak. Makam-makam ini berada sekitar 15 meter dari makam Banta Ahmad. Sumber: http://hananan.com/2012/09/16/makam-makam-kuno-kerajaan-samudra/

Makam-makam lain yang dibiarkan tanpa pembatas. Salah satu makam di area ini hilang karena dijadikan jalan setapak. Makam-makam ini berada sekitar 15 meter dari makam Banta Ahmad. Sumber: http://hananan.com/2012/09/16/makam-makam-kuno-kerajaan-samudra/

Makam Ratu Nahrisyah di Aceh Utara.
Sultanah Nahrisyah binti Sultan Zainal Abidin Malikudhahir (1383-1400 M). Ia adalah seorang wanita yang arif dan bijaksana dan menjadi salah satu wanita di Aceh yang mempunyai peran penting di Kerajaan Samudera Pasai.
Kekuasan Samudera Pasai sendiri berlangsung kurang lebih dari abad ke-13 hingga 16 Masehi, yang akhirnya bergabung menjadi satu di bawah Kerajaan Aceh Darussalam.
Selain itu, Nahrisyah juga dikenal sebagai wanita yang arif dan bijak, memerintah dengan sifat keibuan dan penuh kasih sayang. Sumber: http://www.seputaraceh.com/read/12815/2012/11/02/nahrisyah-ratu-yang-agung-di-samudera-pasai

Makam Ratu Nahrisyah di Aceh Utara.
Sultanah Nahrisyah binti Sultan Zainal Abidin Malikudhahir (1383-1400 M). Ia adalah seorang wanita yang arif dan bijaksana dan menjadi salah satu wanita di Aceh yang mempunyai peran penting di Kerajaan Samudera Pasai.
Kekuasan Samudera Pasai sendiri berlangsung kurang lebih dari abad ke-13 hingga 16 Masehi, yang akhirnya bergabung menjadi satu di bawah Kerajaan Aceh Darussalam.
Selain itu, Nahrisyah juga dikenal sebagai wanita yang arif dan bijak, memerintah dengan sifat keibuan dan penuh kasih sayang. Sumber: http://www.seputaraceh.com/read/12815/2012/11/02/nahrisyah-ratu-yang-agung-di-samudera-pasai

Makam Ratu Nahrisyah . Sultanah Nahrisyah binti Sultan Zainal Abidin Malikudhahir (1383-1400 M). Ia adalah seorang wanita yang arif dan bijaksana dan menjadi salah satu wanita di Aceh yang mempunyai peran penting di Kerajaan Samudera Pasai.
Kekuasan Samudera Pasai sendiri berlangsung kurang lebih dari abad ke-13 hingga 16 Masehi, yang akhirnya bergabung menjadi satu di bawah Kerajaan Aceh Darussalam.
Selain itu, Nahrisyah juga dikenal sebagai wanita yang arif dan bijak, memerintah dengan sifat keibuan dan penuh kasih sayang. Sumber: http://www.seputaraceh.com/read/12815/2012/11/02/nahrisyah-ratu-yang-agung-di-samudera-pasai

Cakra Donya: Adalah sebuah lonceng yang berbentuk stupa buatan negeri Cina pada tahun 1409 M. Ukurannya tinggi 125cm sedangkan lebarnya 75cm. Pada bagian luar Cakra Donya terdapat beberapa hiasan serta simbol-simbol kombinasi aksara Cina dan Arab. Aksara Cina bertuliskan Sing Fang Niat Tong Juut Kat Yat Tjo, sedangkan aksara Arab sudah tidak terbaca lagi.

Cakra Donya: Adalah sebuah lonceng yang berbentuk stupa buatan negeri Cina pada tahun 1409 M. Ukurannya tinggi 125cm sedangkan lebarnya 75cm. Pada bagian luar Cakra Donya terdapat beberapa hiasan serta simbol-simbol kombinasi aksara Cina dan Arab. Aksara Cina bertuliskan Sing Fang Niat Tong Juut Kat Yat Tjo, sedangkan aksara Arab sudah tidak terbaca lagi.

Sungai ini konon pada jaman kerajaan Samudra dulu pernah ada lalu lintas kapal-kapal pedagang. Sumber: http://hananan.com/2012/09/16/makam-makam-kuno-kerajaan-samudra/

Sungai ini konon pada jaman kerajaan Samudra dulu pernah ada lalu lintas kapal-kapal pedagang. Sumber: http://hananan.com/2012/09/16/makam-makam-kuno-kerajaan-samudra/

Salah satu dari tiga makam di Gampong Samuti, Gandapura. Makam ini terletak di pinggir sebuah lapangan di dekat tambak-tambak ikan. Di samping makam terdapat sebuah sungai kecil. Info dari warga jaman dulu sungai ini besar dan dapat dilewati kapal-kapal. Sumber: http://hananan.com/2012/09/16/makam-makam-kuno-kerajaan-samudra/

Salah satu dari tiga makam di Gampong Samuti, Gandapura. Makam ini terletak di pinggir sebuah lapangan di dekat tambak-tambak ikan. Di samping makam terdapat sebuah sungai kecil. Info dari warga jaman dulu sungai ini besar dan dapat dilewati kapal-kapal. Sumber: http://hananan.com/2012/09/16/makam-makam-kuno-kerajaan-samudra/

Warga membaca relief ayat suci di Makam Sultan Zainal Abidin, raja ke-4 Kerajaan Samudra Pasai, Desa Kuta Karang, Kecamatan Samudra, Aceh

Warga membaca relief ayat suci di Makam Sultan Zainal Abidin, raja ke-4 Kerajaan Samudra Pasai, Desa Kuta Karang, Kecamatan Samudra, Aceh

Samudra Pasai (1267-1521Stempel Kerajaan Samudra Pasai yang digunakan pada awal abad IX Hijriah. Stempel berusia 683 tahun

Samudra Pasai. Stempel Kerajaan Samudra Pasai yang digunakan pada awal abad IX Hijriah. Stempel berusia 683 tahun


.

 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: