Manganitu, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara

Kerajaan Manganitu terletak di pulau Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara.
Kerajaan Manganitu atau juga disebut Kerajaan Kauhis, berpusat di Paghulu pada tahun 1600 dibawah pemerintahan Raja Tolesan atau juga Liantolosang menantu dari Kulane Ansiga dari Kerajaan Salurang.

The kingdom of Manganitu is located on the island of Sangihe, Kab. Sangihe Islands, North Sulawesi province.
The Kingdom of Manganitu or also called the Kauhis Kingdom, was centered in Paghulu in 1600 under the reign of King Tolesan or also Liantolosang’s son-in-law of Kulane Ansiga of the Salurang Kingdom.

For english, click here

Klik foto untuk besar !

Wilayah kerajaan p. Sangihe sampai tahun 1957.

Lokasi P. Sangihe

 

 

 

 

 

 

 

 


* Foto foto kerajaaan Manganitu: link
* Foto istana kerajaan Manganitu: link
* Foto foto pulau Sangihe: link


Tentang Raja sekarang

Tidak ada info. There is no information about the king today.


Sejarah / History kerajaan Manganitu

Sesudah tahun 1400 Kerajaan Tampunganglawo terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian Utara bernama Sahabe (Lumango) dan bagian Selatan bernama Manuwo (Salurang).

Setelah tahun 1530 kedua kerajaan ini kembali dapat dipersatukan lagi oleh Raja Makaampo (Makaampo Wawengehe) dengan wilayahnya mulai Sahabe, Kuma, Kuluhe, Manalu, Salurang sampai ke Lapango, dan Kerajaan ini disebut kerajaan Rimpulaeng dengan Pusat Pemerintahannya di Salurang (Moade) dan berakhir sampai Tahun 1575, karena Makaampo sudah dibunuh oleh Ambala seorang Pahlawan dari Mantelagheng (Tamako) dan saat itu ia ditemani oleh Hengkeng U Naung Pahlawan dari Siau yang disuruh oleh Raja Siau bernama Pontowuisang (1575-1612).
Setelah berakhirnya masa kejayaan Rimpulaeng, kemudian di Tampunganglawo timbul lagi 3 buah Kerajaan seperti:
* Kerajaan Tahuna (Malahasa) berpusat di Tahuna (Bukide), dengan Rajanya Ansaawuwo yang disebut juga Tatehe atau Tatehewoba (1580-1625).
* Kerajaan Manganitu berpusat di Kauhis, dengan Rajanya Boo atau disebut juga Liung Tolosang (1600-1630).
* Kerajaan Kendahe berpusat di Makiwulaeng, dengan Rajanya Egaliwutang (1600-1640).

Raja Manganitu, Willem Mocodompis dan Ratu Ella


Daftar raja / List of kings

1) 1600-1645: Tolosang (Liungtolosang)
Raja pertama kerajaan Manganitu yang berpusat di Bowongtiwo.
2) 1645-1670:  Tompoliu (putra raja Tolosang)
Memindahkan pusta kerajaan di Tatahikang
Meninggal tahun 1670 dan dimakamkan di Tiala
3) 1670-1675: Bataha Santiago / nama sasahara (Putra raja Tompoliu)
Nama Baptis Don Sint Jugov Santiago
Lahir Tahun 1622
Memindahkan pusat kerajaan dari Tatahikang kembali ke Bowongtiwo.
4) 1675-1694: Charles Diamanti ( Adik dari Bataha Santiago)
Memindahkan pusat kerajaan dari Bowongtiwo ke Paghulu
Raja ini menandatangani kontrak dengan Belanda 10 Desember 1677
Pada saat inilah Kerajaan Manganitu berada dibawah pengaruh
Belanda.
5) 1694-1725: Marthin Joutulong Takaengetang
Putra dari Raja Tabukan bernama Don Fransiskus Makaampo Yuda I
Pada saat ini pusat kerajaan dipindahkan lagi dari Paghulu ke  Tatahikang. Pada masa ini Kerajaan Manganitu mendapat wilayah baru di bagian Manganitu Selatan, dengan batas dari Batumpuikang sampai ke Bitungmahangu. Raja Takaengetang memerintahkan rakyat menggali terusan didaerah Batunang dan menjadi awal kelahiran pulau Batunderang.

6) 1725-1750: Marthin Don Lazaru
Pada masa ini pusat kerajaan dipindahkan dari Tatahikang ke Paghulu.
Pada saat yang sama, Paghulu diubah menjadi Karatung.
Tahun 1750 Raja Lazaru terlibat pemancungan kepala orang dan ditangkap oleh Belanda lalu dibuang ke Kaap de Goede Hoop kemudian dipindahkan ke Madagaskar bersama 45 keluarga. Pada masa tua Lazaru dipindahkan ke Jawa sampai wafat dan dikuburkan dikompleks makam raja di Cirebon.

7) 1750-1770: Salmon Grahun Darunaling Katiandagho
Pada masa ini pusat kerajaan dipindahkan dari Paghulu ke Manganitu,  Raja inilah yang memprakarsai penimbunan rawa-rawa dengan batu karang.
8) 1770-1785: Marthin Lombangsuwu Katiandagho
Putra dari Raja S.G.D. Katiandagho.
Meninggal di pulau Balut karena mebantu saudaranya yang sedang berperang.
9) 1785-1792: Daniel Katiandagho Darunualing II
Dimakamkan di Tabukan.
10) 1785-1792: Bagunda Katiandagho
Adik dari raja Daniel Katiandagho
11) 1817-1848: Dirk Mokodompis Lokombanua III
Putra dari Jogugu Darongke
12) 1846-1855: Jacob Bastian Tamarol – Tampungan
13) 1855-1860: Hendrik Corneles Jacob Tamarol – Nonde
Makamnya ada dibawah Mimbar Gereja Petra Manganitu.
14) 1860-1864: Jacob Laurens Tamarol – Kasehang
Dimakamkan di Lapepahe – Manganitu selatan
15) 1864-1880: Manuel Mokodompis Hariraya – Tanawata

Setelah Raja ini wafat maka kerajaan Managanitu diperintah oleh :
5 orang presidensi pengganti Raja :
After King‘s death, the kingdom was ruled by Managanitu:
5 people substitute Kings:

1) 1880-1881: S. Tingkue – Pontolaeng
2) 1881-1882: J. Makahekung – Manginteno
3) 1882-1883: D. Katiandagho – Kirahang
4) 1883-1886: Salmon Katiandagho Wintuaheng
5) 1886-1892: Lambert Pontoh

Setelah melalui pemerintahan presidensi pengganti raja maka diadakan lagi pengangkatan raja.
After the reign of king substitutes, there were again kings.

1) 1892-1905: J. E. Mokodompis Tampilang
2) 1905-1944: Wellem Manuel Pandensolang Mokodompis
3) 1945-1949: Alexander Abrosius Darondo (Ambong)

Pada tahun 1912 Wilayah kejoguguan Tamako dari kerajaan Siau diserahkan kepada Kerajaan Manganitu. Oleh Raja Wellem M.P. Mokodompis, tahun 1916 pusat kerajaan Manganitu dipindahkan ke Tamako. Nama kerajaan berubah menjadi Kerajaan Manganitu Tamako.
Willem M.P. Mokodompis menjabat raja Tahuna pada tahun 1928-1930 karena raja Christian Ponto dibuang Belanda ke Luwuk – Sulawesi Tengah.
Tahun 1944 raja Willem M. P. Mokodompis ditangkap oleh tentara Jepang bernama Yamamoto dengan alasan Raja Willem M.P. Mokodompis adalah mata-mata Belanda.19 Januari 1945 dipancung kepalanya oleh tentara Jepang. di tanjung Tahuna.
Diangkat menjadi raja Manganitu setelah pensiun dari Jogugu Manganitu.
Sesudah Raja Darondo tidak ada lagi pengangkatan Raja.

Willem Manuell Pandensolang Mokodompis, Raja kerajaan Manganitu

– Sumber / source: http://sangihepirua.blogspot.co.id/2011/10/silsilah-raja-manganitu.html
– Sumber / source: http://9soputan9.blogspot.co.id/2011/11/kerajaan-manganitu-kauhis.html


Istana kerajaan Manganitu

* Foto istana kerajaan Manganitu: link

Video Rumah raja Manganitu: https://www.youtube.com/watch?v=SzYs7u7NLJ8


Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejak abad 15 di P. Sangihe muncul pemerintahan lokal/tradisional. Pertama kali, dibuktikan lewat catatan jurutulis Magellan tahun 1421, Antonio Pigaffeta. Di Sangihe, Pigafetta mencatat ada empat raja. Dua di Siau dan satu di Tagulandang. Tapi sumber sejarah tiga abad sesudahnya, hasil tulisan F. Valentijn yang datang ke Sangihe awal abad ke-18, menyebut awalnya hanya dua saja kerajaan di Sangihe, yaitu Tabukan dan Kalongan. Menurutnya, nanti kira-kira tahun 1670 muncul sembilan kerajaan di Sangihe, yaitu:
* Kerajaan Kendahe,
* Kerajaan Taruna,
* Kerajaan Kolongan,
* Kerajaan Manganitu (Kauhis),
* Kerajaan Limau,
* Kerajaan Tabukan,
* Kerajaan Sawang (Saban) dan
* Kerajaan Tamako.

Namun, kemudian kerajaan yang terakhir (Tamako) menjadi bagian Siau. Sementara, Raja Limau ditumpas pasukan kiriman Padtbrugge. Kerajaan ini hancur lebur. Dan, Sawang bergabung dengan Kerajaan Taruna dan Kerajaan Kolongan. Sedangkan Kauhis bergabung dengan Manganitu.

Pada tahun 1898 Kerajaan Kendahe dan Kerajaan Taruna digabung menjadi satu. Di dua wilayah inilah tahun 1919 Raja Soleman Ponto memerintah dengan pusatnya di Kota Tahuna kini. Artinya, pada tahun 1900-an tersisa empat kerajaan saja: Tabukan, Manganitu, Siau dan Kendahe-Taruna.
– Sumber: http://thekawanua.blogspot.co.id/2010/02/kerajaan-kendahe-dan-sekitarnya.html


Sumber kerajaan Manganitu

Sejarah kerajaan Manganitu: https://www.facebook.com/permalink.php?id=402494556575845&story_fbid=488880691270564
– Bentuknnya kerajaan Manganitu: http://sangihekab.go.id/home/index.php?document_srl=855&mid=Sejarah
– Tersisa dari kerajaan Manganitu:  http://www.suaramanado.com/berita/sangihe/sosial-budaya/2011/07/1987/yang-tersisa-dari-kerajaan-manganithu
– Keluarga raja Manganitu sekarang:  http://alffianwalukow.blogspot.co.id/2014/06/keluarga-dan-kerabat-raja-raja-manganitu.html
Foto Adele Paulina Mocodompis, cucu raja Willem Manuel Mocodompis: https://sitaro.wordpress.com/2012/01/25/foto-adele-paulina-mocodompis-cucu-dari-raja-willem-manuel-pandesolang-mocodompis-1905-1942/
Daftar Raja Manganitu:  http://sangihepirua.blogspot.co.id/2011/10/silsilah-raja-manganitu.html
Daftar raja Manganitu: http://9soputan9.blogspot.co.id/2011/11/kerajaan-manganitu-kauhis.html
– Keluarga dan kerabat raja raja Manganitu sekarang:  http://alffianwalukow.blogspot.co.id/2014/06/keluarga-dan-kerabat-raja-raja-manganitu.html
Makam raja raja Manganitu: http://alffianwalukow.blogspot.co.id/2014/06/makam-raja-raja-kerajaan-manganitu.html

Sumber kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejarah kerajaan di Sangihe: http://9soputan9.blogspot.co.id/2013/11/kerajaan-sangihe-talaud.html
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://dhevinadalinda.blogspot.co.id/2014/10/cerita-sejarah-raja-gumansalangi-raja.html
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://sangihekab.go.id/home/index.php?document_srl=855&mid=Sejarah
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://manado.tribunnews.com/2013/06/25/asal-usul-manado-siau-dan-sangihe-talaud
– Raja raja Sangihe Talaud: http://raja-rajasangihetalaud.blogspot.co.id/2016/08/800×600-normal-0-false-false-false-en.html
– Sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi Utara: https://arkeologiriset.wordpress.com/2017/11/01/sejarah-sangihe-pilipina/


Peta kuno Sangihe, Talaud dan Tagulandang

Kepulauan Sangihe, Talaud dan Tagulandang di Sulawesi Utara, tahun 1700.

——————————-

Peta Sangir dan Talaud, tahun 1724

————————————-

Peta Sangihe, Talaud dan Tagulandang tahun 1894


 

Advertisements
1 Comment

One thought on “Manganitu, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara

  1. Edwin Katiandagho

    Dear penulis,
    Just info dan yang saya tahu dari catatan keluarga dan sesuai penuturan orang tua saya bahwa kami sebenarnya berasal dari Liuntuhaseng kenapa berubah menjadi Katiandagho ? karena raja ke tujuh sedang berada di philipine dan saat itu di daerah Dagho saudara saudara kami sedang berperang dengan orang mangindanou (Mindanao) yang datang menyerang sehingga beliau sangat di nantikan di Dagho dalam bahasa sangihe
    “Kekatiang bou Dangho” atau “ Kekatiang bou ragho” seringkali pengucapan Dango dalam bahasa sangihe menggunakan huruf R’
    Dan sejak saat itu namanya menjadi Katiandagho dan menjadi Marga sampai sekarang
    Nama aslinya adalah : ( Daniel Liuntuhaseng Grahun Darunualing )

    Raja Manganitu VII pada tahun 1740 – 1770 : Liuntuhaseng Grahun Darunualing Katiandagho

    Raja Manganitu VIII pada Tahun 1770- 1785: Salomon Lombangsuwu Katiandagho

    Raja Manganitu IX pada Tahun 1785 – 1792: Daniel Katiandagho ( Darunualing II )

    Raja Manganitu X pada Tahun 1785 – 1792: Bagunda Katiandagho

    Terima Kasih salam

    Edwin Katiandagho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s