Manganitu, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara, kab. Kep. Sangihe

Kerajaan Manganitu terletak di pulau Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara.
Kerajaan Manganitu atau juga disebut Kerajaan Kauhis, berpusat di Paghulu pada tahun 1600 dibawah pemerintahan Raja Tolesan atau juga Liantolosang menantu dari Kulane Ansiga dari Kerajaan Salurang. Akhir kerajaan ini 1945.

The kingdom of Manganitu is located on the island of Sangihe, Kab. Sangihe Islands, North Sulawesi province.
The Kingdom of Manganitu or also called the Kauhis Kingdom, was centered in Paghulu in 1600 under the reign of King Tolesan or also Liantolosang’s son-in-law of Kulane Ansiga of the Salurang Kingdom.
This kingdom ended in 1945.
For english, click here

Lokasi kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara


Pulau Sangihe


* Foto foto kerajaan Manganitu: link
* Foto istana kerajaan Manganitu: link


Foto kerajaan2 di pulau Sangihe dulu: link


Video sejarah kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro, 1295-2018: link


KERAJAAN MANGANITU

Tentang Raja sekarang

Tidak ada info tentang raja sekarang.


Sejarah kerajaan Manganitu

– Sejarah lengkap kerajaan2 dan sistem pemerintahan di Kep. Sangihe: klik di sini

Sesudah tahun 1400 Kerajaan Tampunganglawo terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian Utara bernama Sahabe (Lumango) dan bagian Selatan bernama Manuwo (Salurang).

Setelah tahun 1530 kedua kerajaan ini kembali dapat dipersatukan lagi oleh Raja Makaampo (Makaampo Wawengehe) dengan wilayahnya mulai Sahabe, Kuma, Kuluhe, Manalu, Salurang sampai ke Lapango, dan Kerajaan ini disebut kerajaan Rimpulaeng dengan Pusat Pemerintahannya di Salurang (Moade) dan berakhir sampai Tahun 1575, karena Makaampo sudah dibunuh oleh Ambala seorang Pahlawan dari Mantelagheng (Tamako) dan saat itu ia ditemani oleh Hengkeng U Naung Pahlawan dari Siau yang disuruh oleh Raja Siau bernama Pontowuisang (1575-1612).

Kerajaan2 di P. Sangihe


Setelah berakhirnya masa kejayaan Rimpulaeng, kemudian di Tampunganglawo timbul lagi 3 buah Kerajaan seperti:
* Kerajaan Tahuna (Malahasa) berpusat di Tahuna (Bukide), dengan Rajanya Ansaawuwo yang disebut juga Tatehe atau Tatehewoba (1580-1625).
* Kerajaan Manganitu berpusat di Kauhis, dengan Rajanya Boo atau disebut juga Liung Tolosang (1600-1630).
* Kerajaan Kendahe berpusat di Makiwulaeng, dengan Rajanya Egaliwutang (1600-1640).

Pada tahun 1912 Wilayah kejoguguan Tamako dari kerajaan Siau diserahkan kepada kerajaan Manganitu. Oleh Raja Wellem M.P. Mokodompis, tahun 1916 pusat kerajaan Manganitu dipindahkan ke Tamako. Nama kerajaan berubah menjadi kerajaan Manganitu Tamako.

Willem M. P. Mokodompis menjabat raja Tahuna pada tahun 1928-1930 karena raja Christian Ponto dibuang oleh Belanda ke Luwuk, Sulawesi Tengah.

Tahun 1944 raja Willem M. P. Mokodompis ditangkap oleh tentara Jepang bernama Yamamoto dengan alasan Raja Willem M.P. Mokodompis adalah mata-mata Belanda. 19 Januari 1945 dipancung kepalanya oleh tentara Jepang di tanjung Tahuna.

Diangkat menjadi raja Manganitu setelah pensiun dari Jogugu Manganitu, sesudah Raja Darondo tidak ada lagi pengangkatan Raja.

Raja Manganitu, Willem Mocodompis dan Ratu Ella


Daftar raja

1) 1600-1645: Tolosang (Liungtolosang)
Raja pertama kerajaan Manganitu yang berpusat di Bowongtiwo.
2) 1645-1670:  Tompoliu (putra raja Tolosang)
Memindahkan pusta kerajaan di Tatahikang
Meninggal tahun 1670 dan dimakamkan di Tiala
3) 1670-1675: Bataha Santiago / nama sasahara (Putra raja Tompoliu)
Nama Baptis Don Sint Jugov Santiago
Lahir Tahun 1622
Memindahkan pusat kerajaan dari Tatahikang kembali ke Bowongtiwo.
4) 1675-1694: Charles Diamanti ( Adik dari Bataha Santiago)
Memindahkan pusat kerajaan dari Bowongtiwo ke Paghulu
Raja ini menandatangani kontrak dengan Belanda 10 Desember 1677
Pada saat inilah Kerajaan Manganitu berada dibawah pengaruh
Belanda.
5) 1694-1725: Marthin Joutulong Takaengetang
Putra dari Raja Tabukan bernama Don Fransiskus Makaampo Yuda I
Pada saat ini pusat kerajaan dipindahkan lagi dari Paghulu ke  Tatahikang. Pada masa ini Kerajaan Manganitu mendapat wilayah baru di bagian Manganitu Selatan, dengan batas dari Batumpuikang sampai ke Bitungmahangu. Raja Takaengetang memerintahkan rakyat menggali terusan didaerah Batunang dan menjadi awal kelahiran pulau Batunderang.

6) 1725-1750: Marthin Don Lazaru
Pada masa ini pusat kerajaan dipindahkan dari Tatahikang ke Paghulu.
Pada saat yang sama, Paghulu diubah menjadi Karatung.
Tahun 1750 Raja Lazaru terlibat pemancungan kepala orang dan ditangkap oleh Belanda lalu dibuang ke Kaap de Goede Hoop kemudian dipindahkan ke Madagaskar bersama 45 keluarga. Pada masa tua Lazaru dipindahkan ke Jawa sampai wafat dan dikuburkan dikompleks makam raja di Cirebon.

7) 1750-1770: Salmon Grahun Darunaling Katiandagho
Pada masa ini pusat kerajaan dipindahkan dari Paghulu ke Manganitu,  Raja inilah yang memprakarsai penimbunan rawa-rawa dengan batu karang.
8) 1770-1785: Marthin Lombangsuwu Katiandagho
Putra dari Raja S.G.D. Katiandagho.
Meninggal di pulau Balut karena mebantu saudaranya yang sedang berperang.
9) 1785-1792: Daniel Katiandagho Darunualing II
Dimakamkan di Tabukan.
10) 1785-1792: Bagunda Katiandagho
Adik dari raja Daniel Katiandagho
11) 1817-1848: Dirk Mokodompis Lokombanua III
Putra dari Jogugu Darongke
12) 1846-1855: Jacob Bastian Tamarol – Tampungan
13) 1855-1860: Hendrik Corneles Jacob Tamarol – Nonde
Makamnya ada dibawah Mimbar Gereja Petra Manganitu.
14) 1860-1864: Jacob Laurens Tamarol – Kasehang
Dimakamkan di Lapepahe – Manganitu selatan
15) 1864-1880: Manuel Mokodompis Hariraya – Tanawata

Setelah Raja ini wafat maka kerajaan Managanitu diperintah oleh :
5 orang presidensi pengganti Raja :
1) 1880-1881: S. Tingkue – Pontolaeng
2) 1881-1882: J. Makahekung – Manginteno
3) 1882-1883: D. Katiandagho – Kirahang
4) 1883-1886: Salmon Katiandagho Wintuaheng
5) 1886-1892: Lambert Pontoh

Setelah melalui pemerintahan presidensi pengganti raja maka diadakan lagi pengangkatan raja.

1) 1892-1905: J. E. Mokodompis Tampilang
2) 1905-1944: Wellem Manuel Pandensolang Mokodompis
3) 1945-1949: Alexander Abrosius Darondo (Ambong)

Pada tahun 1912 Wilayah kejoguguan Tamako dari kerajaan Siau diserahkan kepada Kerajaan Manganitu. Oleh Raja Wellem M.P. Mokodompis, tahun 1916 pusat kerajaan Manganitu dipindahkan ke Tamako. Nama kerajaan berubah menjadi Kerajaan Manganitu Tamako.
Willem M.P. Mokodompis menjabat raja Tahuna pada tahun 1928-1930 karena raja Christian Ponto dibuang Belanda ke Luwuk – Sulawesi Tengah.
Tahun 1944 raja Willem M. P. Mokodompis ditangkap oleh tentara Jepang bernama Yamamoto dengan alasan Raja Willem M.P. Mokodompis adalah mata-mata Belanda.19 Januari 1945 dipancung kepalanya oleh tentara Jepang. di tanjung Tahuna.
Diangkat menjadi raja Manganitu setelah pensiun dari Jogugu Manganitu.
Sesudah Raja Darondo tidak ada lagi pengangkatan Raja.

Willem Manuell Pandensolang Mokodompis, Raja kerajaan Manganitu

– Sumber / source: http://sangihepirua.blogspot.co.id/2011/10/silsilah-raja-manganitu.html
– Sumber / source: http://9soputan9.blogspot.co.id/2011/11/kerajaan-manganitu-kauhis.html


Istana kerajaan Manganitu

* Foto istana kerajaan Manganitu: link
* Video Rumah raja Manganitu: https://www.youtube.com/watch?v=SzYs7u7NLJ8

Manganitu, rumah raja Mocodompis. Sumber: https://sitaro.wordpress.com/2012/01/25/foto-adele-paulina-mocodompis-cucu-dari-raja-willem-manuel-pandesolang-mocodompis-1905-1942/

Manganitu, rumah raja Mocodompis.


Pembunuhan raja-raja Sangihe, 1942-1945

Pembunuhan para raja dan tokoh masyarakat Sangihe di Bungalawang Tahuna masa penjajahan Jepang menyimpan banyak misteri yang sampai saat ini belum terungkap jelas. Sejumlah penulis, saksi mata, bahkan keturunan dari para korban bersilang pendapat kapan tepatnya tragedi mengenaskan itu terjadi. Ada memastikan kejadiannya berlangsung tahun 1942, lalu 1944 dan paling banyak berpendapat di tahun 1945. Tanggal-tanggalnya bervariasi 7 Juli 1942, 25 Agustus 1942, 9 November 1944, Desember 1944 dan terbanyak tanggal 19 Januari 1945.

Pendapat seragam adalah korban terkenal yang dibunuh bersamaan, yakni: Raja Tahuna (Kendahe-Tahuna) Engelhard Bastiaan, Raja Tagulandang Willem Philips Jacob Simbat, Raja Manganitu Willem Manuel Pandengsolang Mocodompis, Raja Talaud P.G.Koagow, mantan Raja Tahuna Christiaan Nomor Pontoh, Jogugu (sebutan Kepala Distrik) Kendahe Anthoni, Jogugu Manalu (Tabukan Selatan) Karel Patras Macpal, serta istri dokter Gyula Cseszko bernama Emma Rosza Haday von Oerhalma, tenaga Zending di Tahuna Sangihe-Talaud asal Hongaria Eropa.

Ada menambahkan yang dieksekusi hari itu pun termasuk sang dokter sendiri (meski ditolak anak-anaknya dan saksi mata lain yang memastikan dokter Gyula tewas dalam kamp interniran di Tondano). Lalu terdapat nama guru agama G.Tatengkeng, kepala negeri Buang Kaliapas Jacobs yang versi lain telah dibunuh 25 Agustus 1942, Jogugu Tagulandang B.Jacobs, Jogugu Manganitu B.L.P.Jacobs (versi lain 1942); Jogugu Tamako H.J.P.Macahekum (selain versi Desember 1944). Kemudian ada Jogugu Ondong E.Marthing, Jogugu Taidi dan W.A.Kansil, ipar Raja Manganitu Willem Mocodompis yang memimpin Komite Nasional Siau. Data Belanda masih menambahkan nama B.Hengkenbala, seorang (kepala kelasi) KM Eiland Tahuna dari kesatuan KM-KNIL yang dieksekusi 19 Januari 1945.
– Sumber dan lengkap: https://sangihekab.go.id/2018/08/01/kematian-raja-raja-sangihe/


Sejarah singkat kerajaan2 di kepulauan Sangihe

Abad ke-13: Kerajaan Tampunganglawo.

Sesudah 1400 kerajaan Tampunganglawo terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian Utara bernama Sahabe (Lumango) dan bagian Selatan bernama Manuwo (Salurang).
Setelah tahun 1530 kedua kerajaan ini kembali dapat dipersatukan lagi oleh Raja Makaampo (Makaampo Wawengehe) dengan wilayahnya mulai Sahabe, Kuma, Kuluhe, Manalu, Salurang sampai ke Lapango, dan kerajaan ini disebut Rimpulaeng dengan pusat pemerintahannya di Salurang (Moade) dan berakhir sampai tahun 1575.

Kemudian di Tampunganglawo timbul lagi 3 buah kerajaan seperti:
* Kerajaan Tahuna (Malahasa) berpusat di Tahuna (Bukide), dengan Rajanya Ansaawuwo yang disebut juga Tatehe atau Tatehewoba (1580-1625).
* Kerajaan Manganitu berpusat di Kauhis, dengan Rajanya Boo atau disebut juga Liung Tolosang (1600-1630).
* Kerajaan Kendahe berpusat di Makiwulaeng, dengan Rajanya Egaliwutang (1600-1640).

1670: Kira-kira tahun 1670-an, selain kerajaan Tagulandang dan kerajaan Siau yang sudah ada sebelumnya di batas selatan (Kepulauan Siau Tagulandang Biaro), di Sangihe muncul sembilan kerajaan, yaitu:
Kerajaan Kendahe,
Kerajaan Taruna,
Kerajaan Kolongan,
Kerajaan Manganitu,
– Kerajaan Kauhis,
Kerajaan Limau,
Kerajaan Tabukan,
– Kerajaan Sawang (Saban) dan
– Kerajaan Tamako.

1900: Namun pada tahun 1900-an tersisa tiga kerajaan saja di Sangihe yaitu :
Kerajaan Tabukan,
Kerajaan Manganitu,
Kerajaan Kendahe-Taruna.
Kerajaan-kerajaan sebelumnya mengempis catat sejumlah sumber. Kerajaan Tamako menjadi bagian kerajaan Siau di Kepulauan Siau. Sementara, Raja kerajaan Limau ditumpas pasukan kiriman Gubernur Belanda di Maluku, Padtbrugge. Kerajaan ini hancur lebur. Kerajaan Sawang bergabung dengan kerajaan Tahuna. Kerajaan Kauhis bergabung dengan kerajaan Manganitu. Pada tahun 1898 kerajaan Kendahe dan kerajaan Taruna digabung menjadi satu.


Sumber kerajaan Manganitu

Sejarah kerajaan Manganitu: https://www.facebook.com/permalink.php?id=402494556575845&story_fbid=488880691270564
– Bentuknnya kerajaan Manganitu: http://sangihekab.go.id/home/index.php?document_srl=855&mid=Sejarah
– Tersisa dari kerajaan Manganitu:  http://www.suaramanado.com/berita/sangihe/sosial-budaya/2011/07/1987/yang-tersisa-dari-kerajaan-manganithu
– Keluarga raja Manganitu sekarang:  http://alffianwalukow.blogspot.co.id/2014/06/keluarga-dan-kerabat-raja-raja-manganitu.html
Foto Adele Paulina Mocodompis, cucu raja Willem Manuel Mocodompis: https://sitaro.wordpress.com/2012/01/25/foto-adele-paulina-mocodompis-cucu-dari-raja-willem-manuel-pandesolang-mocodompis-1905-1942/
Daftar Raja Manganitu:  http://sangihepirua.blogspot.co.id/2011/10/silsilah-raja-manganitu.html
Daftar raja Manganitu: http://9soputan9.blogspot.co.id/2011/11/kerajaan-manganitu-kauhis.html
– Keluarga dan kerabat raja raja Manganitu sekarang:  http://alffianwalukow.blogspot.co.id/2014/06/keluarga-dan-kerabat-raja-raja-manganitu.html
Makam raja raja Manganitu: http://alffianwalukow.blogspot.co.id/2014/06/makam-raja-raja-kerajaan-manganitu.html

Sumber kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejarah lengkap kerajaan2 dan sistem pemerintahan di Kep. Sangihe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kendahe-kerajaan-p-sangihe-prov-sulawesi-utara/sejarah-lengkap-kerajaan2-di-kep-sangihe/

– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://9soputan9.blogspot.co.id/2013/11/kerajaan-sangihe-talaud.html
–Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://wisatasangihe.blogspot.com/2018/10/sejarah-perkembangan-kerajaan-sangihe.html
– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kandhar-taruna-kerajaan/sejarah-lengkap-kerajaan2-kepulauan-sangihe-1/
– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kandhar-taruna-kerajaan/sejarah-lengkap-kerajaan2-kepulauan-sangihe-2/
Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://dhevinadalinda.blogspot.com/2014/10/cerita-sejarah-raja-gumansalangi-raja.html


Peta kuno Sangihe, Talaud dan Tagulandang

Kepulauan Sangihe, Talaud dan Tagulandang di Sulawesi Utara, tahun 1700.

——————————-

Peta Sangir dan Talaud, tahun 1724

————————————-

Peta Sangihe, Talaud dan Tagulandang tahun 1894


3 Comments

3 thoughts on “Manganitu, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara, kab. Kep. Sangihe

  1. Mariam B Smith

    Ibu dari kakek saya adalah salah satu dr keturunan raja Manganitu.Setelah ayah kakek meninggal dunia,ibunya menikah dgn Fam Darondo,sehingga kakek saya mendapat adik tiri bernama Suleman Darondo.Suleman mempunyai keturunan diantaranya bernama Sam Sam/Zamzam yg pd thn 50an terkenal sebagai Penyerang pd PERSMA Manado/sepak bola.adiknya Ibrahim/Bram karyawan TVRI Manado sekitar tahun 77-80an

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Sejarah menarik. Info ini sudah dimasukkan website. Paul, penerbit website.

  2. Edwin Katiandagho

    Dear penulis,
    Just info dan yang saya tahu dari catatan keluarga dan sesuai penuturan orang tua saya bahwa kami sebenarnya berasal dari Liuntuhaseng kenapa berubah menjadi Katiandagho ? karena raja ke tujuh sedang berada di philipine dan saat itu di daerah Dagho saudara saudara kami sedang berperang dengan orang mangindanou (Mindanao) yang datang menyerang sehingga beliau sangat di nantikan di Dagho dalam bahasa sangihe
    “Kekatiang bou Dangho” atau “ Kekatiang bou ragho” seringkali pengucapan Dango dalam bahasa sangihe menggunakan huruf R’
    Dan sejak saat itu namanya menjadi Katiandagho dan menjadi Marga sampai sekarang
    Nama aslinya adalah : ( Daniel Liuntuhaseng Grahun Darunualing )

    Raja Manganitu VII pada tahun 1740 – 1770 : Liuntuhaseng Grahun Darunualing Katiandagho

    Raja Manganitu VIII pada Tahun 1770- 1785: Salomon Lombangsuwu Katiandagho

    Raja Manganitu IX pada Tahun 1785 – 1792: Daniel Katiandagho ( Darunualing II )

    Raja Manganitu X pada Tahun 1785 – 1792: Bagunda Katiandagho

    Terima Kasih salam

    Edwin Katiandagho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: