Bandung, kabupaten / Prov. Jawa Barat

Kabupaten Bandung: dibentuk 1641. Terletak di Tatar Pasundan, Provinsi Jawa Barat.

Kabupaten (Regency) of Bandung was founded in 1641. Located on Jawa, Provinsi Jawa Barat.
For english, click here

Lokasi kabupaten Bandung


* Foto Kabupaten Bandung: link

* Foto foto Batavia (Jakarta) masa dulu: link
* Foto foto Jawa masa dulu: link
* Foto foto situs kuno di Jawa: link


Sejarah / History

I Garis sejarah kerajaan di Jawa / line of history of kingdoms on Jawa: link

II Sejarah / History kabupaten Bandung

Kabupaten Bandung lahir melalui Piagam Sultan Agung Mataram, yaitu pada tanggal 9 bulan Muharram tahun Alif atau sama dengan hari sabtu tanggal 20 april 1641 Masehi. Bupati pertamanya adalah Tumenggung Wiraangunangun (1641-1681 M). Dari bukti sejarah tersebut ditetapkan bahwa 20 April sebagai Hari Jadi Kabupaten Bandung. Jabatan bupati kemudian digantikan oleh Tumenggung Nyili salah seorang putranya. Namun Nyili tidak lama memegang jabatan tersebut karena mengikuti Sultan Banten. Jabatan bupati kemudian dilanjutkan oleh Tumenggung Ardikusumah, seorang Dalem Tenjolaya (Timbanganten) pada tahun 1681 – 1704.
– Sumber dan sejarah lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bandung

Daftar Bupati / list of Bupati

1678 Bandung dibentuk / state founded.

1) 1641-1681: Bupati pertama kabupaten Bandung adalah Tumenggung Wiraangunangun Jabatan bupati kemudian digantikan oleh Tumenggung Nyili yang merupakan salah satu anak kandungnya. Nyili tidak lama dalam memangku jabatan sebagai bupati karena mengikuti Sultan Banten.

2) 1681-1704: Jabatan bupati kemudian dilanjutkan oleh Tumenggung Ardikusumah, seorang Dalem Tenjolaya (Timbanganten) hingga akhir tahun 1704.

3) 1704-1707: Selanjutnya kedudukan Bupati Kabupaten Bandung dari R. Ardikusumah diserahkan kepada putranya R. Ardisuta yang diangkat tahun 1704 setelah Pemerintah Hindia Belanda mengadakan pertemuan dengan para bupati se-Priangan di Cirebon.

4) 1707-1747: Pada 1707 R. Ardisuta yang terkenal dengan nama Tumenggung Anggadiredja I wafat. Namanya sering disebut Dalem Gordah. Sebagai penggantinya adalah putra tertuanya yang bernama Demang Hatapradja yang bergelar Anggadiredja II hingga 1747.

5) 1763-1794: Pada masa ini Pemerintahan kabupaten Bandung dikendalikan oleh Anggadiredja III, kiprahnya yang tercatat sejarah adalah tatkala Kabupaten Bandung disatukan dengan Timbanganten. Bahkan pada 1786, Anggadiredja III memasukkan Batulayang ke dalam pemerintahannya.

6) 1794-1829: Pada masa ini pemerintahan kabupaten Bandung dipimpin oleh Adipati Wiranatakusumah II. Pada 25 Mei 1810, saat pemerintahannya, ibukota Kabupaten Bandung dipindahkan dari Karapyak atau sekarang dikenal dengan Dayeuhkolot ke tepi sungai Cikapundung atau alun-alun Kota Bandung sekarang.
Pemindahan ibukota itu atas dasar perintah dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda Daendels dengan alasan daerah baru tersebut dinilai akan memberikan prospek yang lebih baik terhadap perkembangan wilayah tersebut.

7) 1846-1874:  Kepala pemerintahan kabupaten Bandung dipegang oleh Bupati Wiranatakusumah IV, ibukota Kabupaten Bandung berkembang pesat dan beliau dikenal sebagai bupati yang progresif.
Bupati Wiranatakusumah IV merupakan peletak dasar masterplan Kabupaten Bandung, atau lebih dikenal dengan istilah Negorij Bandoeng. Pada 1850, Bupati Wiranatakusumah IV mendirikan pendopo Kabupaten Bandung dan Mesjid Agung. Lalu, beliau pula yang menjadi pemrakarsa pembangunan Sekolah Raja atau Pendidikan Guru, serta mendirikan sekolah untuk par menak atau Opleiding School Voor Indische Ambtenaaren).
Atas jasa-jasanya dalam membangun Kabupaten Bandung di segala bidang, Bupati Wiranatakusumah IV mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Hindia Belanda berupa Bintang Jasa, sehingga masyarakat menjulukinya dengan sebutan Dalem Bintang.

Wiranatakusumah IV, Bupati Bandung sejak tahun 1846 hingga tahun 1874.

Wiranatakusumah IV, Bupati Bandung sejak tahun 1846 hingga tahun 1874. 8) 1884 – 1893: Masa ini pemerintahan dipimpin oleh R. Adipati Kusumahdilaga. Di masa pemerintahan R. Adipati Kusumahdilaga, rel kereta api mulai dibangun, tepatnya tanggal 17 Mei 1884. Akibat pembangunan rel kereta api tersebut, ibukota Bandung semakin ramai. Penduduknya takhanya pribumi, bahkan terdapat bangsa Eropa, dan Cina turut menetap di ibukota kabupaten Bandung. Dampak dari penduduk yang beragam, perekonomian kabupaten Bandung semakin maju.

9) 1893-1918: Setelah R. Adipati Kusumahdilaga wafat, penggantinya adalah R.A.A. Martanegara. Pada masa pemerintahan bupati R.A.A. Martanegara, beliau pun terkenal sebagai perencana kota yang handal. Martanegara juga dianggap mampu menggerakkan rakyatnya untuk berpartisipasi aktif dalam menata wilayah kumuh menjadi permukiman yang nyaman. Pada 21 Februari 1906, di masa pemerintahan R.A.A. Martanegara, Bandung sebagai ibukota Kabupaten Bandung berubah statusnya menjadi Gementee (Kotamadya).

10) 1912-1931: Masa ini merupakan periode pertama Aria Wiranatakusumah V menjabat sebagai bupati Bandung. Beliau lebih dikenal dengan sebutan Dalem Haji.

11) 1931-1935: Jabatan Bupati Bandung dipegang oleh R.T. Sumadipradja, beliau adalah Bupati ke-13.

12) 1935-1945: Masa ini merupakan periode kedua bagi Aria Wiranatakusumah V menjabat sebagai bupati Bandung, dan sebagai bupati yang ke-14.

Bupati Bandung Raden Adipati Aria Wiranatakoesoema beserta istri.


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234


Sumber / Source

– Sejarah kabupaten Bandung di Wiki: link
Sejarah Kabupaten Bandung:  http://muhaemin42.blogspot.co.id/2013/07/sejarah-berdirinya-kabupaten-bandung.html
Sejarah kabupaten Bandung: http://kabupaten-bandung.blogspot.co.id/2012/08/sejarah-kabupaten-bandung.html
Daftar bupati Bandung: http://kabupaten-bandung.blogspot.com/2012/08/sejarah-kabupaten-bandung.html


R.A.A. Wiranata Kusumah, Bupati Bandung

R.A.A. Wiranata Kusumah, Bupati Bandung

 

——————————
Raden Tumenggung Endoeng Soeryaputra

Raden Tumenggung Endoeng Soeryaputra

 

———————————–
Raden Adipati Aria Muharam Wiranatakusumah. Muharam adalah nama kecilnya. Wiranatakusumah V adalah gelarnya sebagai Bupati Bandung. Ia lahir di Bandung, 1888. Sumber: https://serbasejarah.wordpress.com/2010/03/01/r-a-a-wiranatakusumah-%E2%80%9Craja-sunda%E2%80%9D-terakhir/

Raden Adipati Aria Muharam Wiranatakusumah. Muharam adalah nama kecilnya. Wiranatakusumah V adalah gelarnya sebagai Bupati Bandung. Ia lahir di Bandung, 1888.


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s