Suwawa, kerajaan / Sulawesi – Prov. Gorontalo

Kerajaan Suwawa terletak di Sulawesi, provinsi Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango.

The kingdom of Suwawa was located on Sulawesi, provinsi Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango.
For english, click here

Lokasi Suwawa di provinsi Gorontalo


* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Sejarah Kerajaan Suwawa

Sebelum masa penjajahan keadaan daerah Gorontalo berbentuk kerajaan-kerajaan yang diatur menurut hukum adat ketatanegaraan Gorontalo. Kerajaan-kerajaan itu tergabung dalam satu ikatan kekeluargaan yang disebut “Pohala’a”. Menurut Haga (1931) daerah Gorontalo ada lima pohala’a:

  • Pohala’a Gorontalo
  • Pohala’a Limboto
  • Pohala’a Suwawa
  • Pohala’a Boalemo
  • Pohala’a Atinggola

Menurut catatan sejarah, Jazirah Semenanjung Gorontalo (Gorontalo Peninsula) terbentuk kurang lebih 1300 tahun lalu, di mana Kerajaan Suwawa telah ditemukan berdiri pada sekitar tahun 700 Masehi atau pada abad ke-8 Masehi. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya makam para Raja di tepian hulu sungai Bulawa. Tidak hanya itu, makam Raja Suwawa lainnya dapat kita temukan di hulu sungai Bone, yaitu makam Raja Moluadu (salah seorang Raja di Kerajaan Suwawa) bersama dengan makam istrinya dan anaknya.

Namun, sebagai salah satu jazirah tertua di Sulawesi dan Nusantara, Semenanjung Gorontalo pun tidak hanya memiliki catatan sejarah pada prasasti makam-makam Rajanya dahulu, melainkan pula memiliki situs prasejarah yang telah ditemukan.
– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Gorontalo

Ismail Pongoliu Usman, Jogugu Suwawa, 1941

suwawa - Ruler-jogugu of Suwawa-Bone in Gorontalo marea in 1941.

 

Kerajaan Suwawa dimulai sejak raja Mokotambibulawa Tahun 668 M.

Kerjaan Suwawa merupakan kerajaan tertua atauinduk bahkan disebut Tiyombu (leluhur) dari  kerajaan-kerajaan yang ada di Gorontalo bahkan di daerah sekitarnya. Seiring dengan perkembangan dan penyebaran penduduk, maka sekitar tahun 400-500 M lahirlah pula kerajaan lainnya di daerah sekirtarnya. Kerajaan-kerajaan yang dimaksud, yaitu kerajaan Limboto, kerajaan Gorontalo, kerajaan Bulango, dan kerajaan Atinggola.

Pada akhir abad ke-13 awal abad ke-14, berdiri kerajaan Suwawa dengan pusat pemukiman di kaki gunung Tilongkabila bernama Bangio dengan Rajanya bernama Ayudugio.
Kerajaan ini yang terus berkembang meluas ke wilayah BONE sampai ke Bintauna, yang di tandai dengan adanya Raja Olongia Lo Suwawa, Olongia Lo Bone, Olongia Lo Bone – Suwawa dan Olongia Lo Bintauna – Suwawa  .
Penyatuan kerajaan – kerajaan tersebut, akhirnya menjadi astu kerajaan Besar yang di sebut kerajaan Suwawa atau Pohala’a Suwawa.

Suwawa sendiri memiliki banyak kesamaan dengan Mongondow. Kedua daerah ini dahulunya diperintah oleh dua orang bersaudara yaitu Raja Pulumoduyo di Suwawa (Semenanjung Gorontalo bagian timur) dan Raja Mooduto di Bolaang mongondow (Semenanjung Minahasa bagian Barat). Kedua saudara ini pada suatu ketika berperang dan berakhir dengan kematian Raja Pulumuduyo di daerah yang sekarang disebut Pinogu (Pinogumbata/ Pilohumbala), yaitu sebuah dataran di dalam Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.
Tidak hanya catatan sejarah, adapun kompleks makam raja-raja Kerajaan Suwawa masih bisa dijumpai oleh masyarakat luas di sekitaran daerah hulu sungai Bulawa, tepatnya di kaki bukit Sinandaha. Beberapa makam yang teridentifikasi yaitu makam Raja Moluadu (salah satu Raja dalam Kerajaan Suwawa) dan istrinya, Ratu Sendena atau Sandeno beserta kedua anaknya yang terletak tepat di hulu sungai Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Suwawa

Paling kiri: Jogugu Suwawa: Ismail Usman. Sumber foto: Beranda museum sejarah Gorontalo.

Sumber foto: Beranda museum sejarah Gorontalo.


Daftar raja kerajaan Suwawa

Tidak jelas apakah daftar ini benar; tidak ada sumber daya lain di internet.
– Sumber: http://zull.my.id/daftar-nama-nama-raja-gorontalo/

  • Ige (królowa Suwawy na terenie Celebesu Południowego ok. 1350-1380)
  • Dulanoali ( 1380-1390)
  • Luadu (1390-1400)
  • Buruali (1400-1410)
  • Aidugia (1410-1420)
  • Purubulawan (1420-1430)
  • Ohito (1430-1450)
  • Maindoa (1450-1470)
  • Mooduto I (1470-1500)
  • Biini I (1500-1510)
  • Bomboluawo (1510-1530)
  • Tilagunde (1530-1550)
  • Gulimbala (1550)
  • Dagutanga (1550-1570)
  • Mooduto II (1570-1590)
  • Mooluado (1590-1600)
  • Aibugia (1600-1610)
  • Dulandimo (1610-1620)
  • Pongoliu (1620-1640)
  • Gulanguma (1640-1650)
  • Bouwa (1650-1660)
  • Gintaelangi (1660-1680)
  • Biini II (1680-1700)
  • Bobigi (1700-1706)
  • Tilombe (1706-1720)
  • Pulubulawan (1720-1730)
  • Bumbulo (1730-1746)
  • Walango (1746-1798)
  • Mogolaingo (1798-1800)
  • Pulumodoiong (1800-1830)
  • Humungo (1830-1839)
  • Sapjatidien Iskandar Muhammad Wartabone Illahu (1839-1858)
  • Abd al-Latif Muhammad Tengaho (1858-1870)
  • Interregnum 1870-1902
  • Ahmad Adam (1902-1907)
  • Dżahari Wartabone (regent 1907-1925)
  • Jahja Udopu Camaru (ok. 1925-?)

Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

Sejarah kerajaan Suwawa: https://id.wikipedia.org/wiki/Gorontalo
– Sejarah kerajaan Suwawa: http://www.gorontaloprov.go.id/profil/sejarah
– Asal mula nama Pinogu (Suwawa sekarang): http://pinogu.blogspot.nl/2008/05/sejarah-asal-mula-nama-pinogu.html