Amfoan, kerajaan / P. Timor – prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Amfoan terletak di pulau Timor, prov. Nusa Tenggara Timur, Kab. Kupang.
Kerajaan ini berdiri sejak abad ke-17.

The kingdom of Amfoan. Located on the island of Timor, district of Kupang.
This kingdom exists since the 17th century.
For english, click here

Lokasi kab. Kupang

———————–
Lokasi pulau Timor

 


* Foto raja-raja sekarang di Timor: link
* Foto raja-raja dulu di Timor: link

* Foto situs kuno pulau Timor: link
* Foto suku Timor: link


Tentang raja kerajaan Amfoan (2019)

Raja Amfoang sekarang: Robert Gordon Manoh; dilantik 27/9/2001.
Ia merupakan putera ke-4 dari raja terakhir yang berkuasa, dan merupakan anggota dewan setempat.

Raja Robert Manoh of Amfoan. Foto Private Collection mr. D. Tick

Raja Robert Manoh of Amfoan


Sejarah kerajaan Amfoan

Pada abad ke-16, bangsa Portugis tiba di P. Timor, dan ratusan tahun kemudian tibalah bangsa Belanda. Pertempuran kedua bangsa untuk memperebutkan hegemoni di pulau tersebut pun berkecamuk. Sejumlah kerajaan di pulau tersebut secara bergantian bersekutu dengan kedua belah pihak dan juga dengan orang Topas, kelompok penduduk berdarah campuran yang sudah sejak lama memegang kekuasaan di bagian yang dikuasai Imperium Portugal.

Kerajaan Amfoang berada di sisi barat Oecussi-Ambeno, pusat kekuatan bangsa Portugis dan Topas. Oecussi-Ambeno berada di bawah pengaruh Amfoang. Pada tahun 1659, hanya seorang pendeta yang tinggal di sini menurut sumber Belanda. Menurut sumber Belanda dari abad ke-17, kerajaan Sonbai tumpang tindih dengan kerajaan Amfoang. Sonbai berperan sebagai pemimpin di Timor Barat.

Pada tahun 1683, Nai Toas, pemimpin militer Amfoang yang juga saudara raja, mencari perlindungan di Kupang bersama dengan 154 pengikutnya. Karena popularitasnya, ia takut dibunuh oleh raja. Lainnya juga ikut melarikan diri dan bermukim di Oesapa, Kelapa Lima, Kupang. Pada tahun itu juga, Amfoang memutuskan untuk bersekutu dengan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan menjadi salah satu dari “5 Sekutu Setia” Belanda, yang sejak abad ke-18 membentuk kekuatan kecil di Timor.

Hingga tahun 1756, VOC memegang kekuasaan tertinggi di Timor Barat meskipun penguasa setempat (raja) masih memegang kendali langsung atas wilayahnya. Pada tahun 1800, Belanda membagi Amfoang dalam 2 bagian: Amfoang Naikliu dan Amfoang Timau. Raja Amfoang Naikliu berkuasa di Naikliu dan sejumlah desa kecil, sementara raja Amfoang Timau berkuasa di pegunungan dan pedalaman. Antara tahun 1864-1870, kerajaan Sonbai dan Sorbian Amfoang berperang di kerajaan Kupang untuk hak pemanfaatan pinang. Pada tahun 1910, kedua kerajaan yang sebelumnya terpecah itu dipersatukan oleh Talnoni, raja Amfoang Naikliu. Wangsa tersebut tidak diakui oleh penduduknya.

Pada abad ke-20, kerajaan tersebut dikuasai oleh Hindia-Belanda. Hingga tahun 1962, raja Amfoang memiliki kekuasaan lokal. Raja Amfoang Robert Mano.

Orang Brani dari Amfoan

 


Daftar raja kerajaan Amfoan

  • Nai Toas (1683-after 1698)
  • Am Fo’an (?-1708)
  • Dom Manuel (1708-1718) [son]
  • Daniel (1718-1748) [uncle]
  • Bartolomeus I (1748-1776) [son]
  • Daniel Bartolomeus (1776-1783) [son]
  • Bartolomeus II Nai Toas (1783-1795) [brother]
  • Babneno (1795-?)
  • Jacob Bartolomeus (1800-1802)
  • Bartholomeus III (1802-1806)
  • Jacob Bartolomeus (1806-?) [saudara]
  • Abi Aunoni (fl. 1829)
  • Manoh Aunoni (fl. 1832)
  • Neno (c. 1830s)
  • Fini Manoh Aunoni (sebelum 1845-1850)
  • Willem Bartolomeus Manoh (1850-1858) [nephew]
  • Willem Sanu Aunoni (1858-1880) [putera Fini Aunoni]
  • Anna Elisabeth Aunoni (1881-1902) [cucu]
  • Willem Tafin Talnoni (1902-1914) [alleged uncle]
  • Soleman Willem Talnoni (1915-1921) [putera]
  • Adreanus Talnoni (1922) [saudara]
  • Mutis Oil Amanit (1923-1930)
  • Semuel Oil Amanit (1930-1943) [saudara]
  • Willem Oil Amanit (1943-1948; wafat 1996) [putera Mutis Oil Amanit]
  • Semuel Oil Amanit (1948-1962, kali ke-2).

– Sumber:  https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_rulers_of_Timor#Kings_of_Amfoan.5B10.5D

Usif Pah Raja Robert G. Manoch dari Amfoan (dilantik sept. 2001)


Sejarah kerajaan-kerajaan di pulau Timor

Pulau Timor dihuni sebagai bagian dari migrasi manusia yang telah membentuk Australasia secara lebih umum. Pada tahun 2011, bukti ditemukan pada manusia di Timor Timur pada 42.000 tahun yang lalu, di lokasi gua Jerimalai.
Sekitar 3000 SM, migrasi kedua membawa orang Melanesia. Orang-orang Veddo-Australoid sebelumnya mengundurkan diri saat ini ke pedalaman pegunungan. Akhirnya, proto-Melayu tiba dari Cina selatan dan Indocina utara.

Catatan sejarah paling awal tentang pulau Timor adalah Nagarakretagama abad ke-14, Canto 14, yang mengidentifikasi Timur sebagai pulau di dalam wilayah Majapahit. Timor dimasukkan ke dalam jaringan perdagangan Jawa, Cina, dan India kuno pada abad ke-14 sebagai pengekspor cendana aromatik, budak, madu dan lilin, dan diselesaikan oleh Portugis, pada akhir abad ke-16, dan Belanda, yang berbasis di Kupang, pada pertengahan abad ke-17.

Pulau Timor dijajah oleh Portugis pada abad ke-16; mengklaim pada tahun 1520. Para pelaut Portugis mungkin pertama kali tiba di Timor Timur sekitar tahun 1514. Penjelajah Eropa menemui beberapa kerajaan kecil di awal abad ke-16. Yang paling penting adalah Wehale di Timor Tengah. Pada waktu itu, lereng-lereng bukit diliputi hutan kayu cendana. Perdagangan kayu cendana sangat menguntungkan, dan pohon-pohon ini saja sudah cukup menjadi alasan bagi orang Portugis untuk mendirikan pos perdagangan. Gereja Katolik juga berminat pada daerah itu dan ingin mengirim para misionaris untuk menobatkan penduduk pribumi. Kedua faktor ini menggerakkan orang Portugis untuk mulai menjadikan pulau ini jajahan mereka pada tahun 1556.
VOC Belanda tiba pada tahun 1640, mendesak Portugis ke Timor Lorosa’e dan bentuk koloni Belanda-Timor.
Pertengkaran antara Belanda dan Portugal akhirnya menghasilkan sebuah perjanjian tahun 1859 dimana Portugal menyerahkan bagian barat pulau tersebut ke Belanda.

Zaman kebangkitan nasional (1900-1942)

Pada masa sesudah tahun 1900, kerajaan-kerajaan yang ada di Nusa Tenggara Timur pada umumnya telah berubah status menjadi status menjadi Swapraja. Swapraja-swapraja tersebut, 10 berada di Pulau Timor (Kupang, Amarasi, Fatuleu, Amfoang, Molo, Amanuban, Amanatun, Mio mafo, Biboki, Insana). Swapraja-swapraja tersebut terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang wilayahnya lebih kecil. Wilayah-wilayah kecil itu disebut Kafetoran-kafetoran.

Zaman pemerintahan Hindia Belanda

Wilayah Nusa Tenggara Timur pada waktu itu merupakan wilayah hukum dari keresidenan Timor dan daerah takluknya. Keresidenan Timor dan daerah bagian barat (Timor Indonesia pada waktu itu, Flores, Sumba, Sumbawa serta pulau-pulau kecil sekitarnya seperti Rote, Sabu, Alor, Pantar, Lomblen, Adonara, Solor).

Keresidenan Timor dan daerah takluknya berpusat di Kupang, yang memiliki wilayah terdiri dari tiga afdeling (Timor, Flores, Sumba dan Sumbawa), 15 onderafdeeling dan 48 Swapraja. Afdeeling Timor dan pulau-pulau terdiri dari 6 onderafdeeling dengan ibukotanya di Kupang. Afdeeling Flores terdiri dari 5 onder afdeeling dengan ibukotanya di Ende. Yang ketiga adalah Afdeeling Sumbawa dan Sumba dengan ibukota di Raba (Bima). Afdeeling Sumbawa dan Sumba ini tediri dari 4 oder afdeeling.

Keresidenan Timor dan daerah takluknya dipimpin oleh seorang residen, sedangkan afdeeling di pimpin oleh seorang asisten residen. Asisten residen ini membawahi Kontrolir atau Controleur dan Gezaghebber sebagai pemimpin Onder afdeeling. Asisten residen, kontrolir dan gezaghebber adalah pamong praja Kolonial Belanda. Para kepala onder afdeling yakni kontrolir dibantu oleh pamong praja bumi putra ber pangkat Bestuurs assistant. (Ch. Kana, 1969,hal . 49-51).

Zaman kemerdekaan (1945-1975).

Setelah Jepang menyerah, Kepala Pemerintahan Jepang (Ken Kanrikan) di Kupang memutuskan untuk menyerahkan pemerintahan atas Kota Kupang kepada tiga orang yakni Dr.A.Gakeler sebagai walikota, Tom Pello dan I.H.Doko. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena pasukan NICA segera mengambil alih pemerintahan sipil di NTT, dimana susunan pemerintahan dan pejabat-pejabatnya sebagian besar adalah pejabat Belanda sebelum perang dunia II.
Dengan demikian NTT menjadi daerah kekuasaan Belanda lagi, sistem pemerintahan sebelum masa perang ditegakkan kembali. Pada tahun 1945 kaum pergerakan secara sembunyi-sembunyi telah mengetahui perjuangan Republik Indonesia melalui radio. Oleh karena itu kaum pegerakan menghidupkan kembali Partai Perserikatan Kebangsaan Timor yang berdiri sejak tahun 1937 dan kemudian berubah menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Perjuangan politik terus berlanjut, sampai pada tahun 1950 dimulai pase baru dengan dihapusnya dewan raja-raja. Pada bulan Mei 1951 Menteri Dalam Negeri NIT mengangkat Y.S. Amalo menjadi Kepala Daerah Timor dan kepulauannya menggantikan H.A.Koroh yang wafat pada tanggal 30 Maret 1951. Pada waktu itu daerah Nusa Tenggara Timur termasuk dalam wilayah Propinsi Sunda Kecil.

Amanatun usif fetor tefnai Adrianus Nakbena, raja Amanatun Don Kusa Banunaek, Raja Amfoang Roby Manoh, Raja Amarasi Yesaya Robert M Koroh

Amanatun usif fetor tefnai Adrianus Nakbena , raja Amanatun Don Kusa Banunaek, Raja Amfoang Roby Manoh, Raja Amarasi Yesaya Robert M Koroh


Peta-peta kuno P. Timor

Klik di sini untuk peta kuno P. Timor tahun 1521, 1550, 1600, 1650, 1700-an, 1733, 1762, 1900, 1902.

Timor tahun 1521


Sumber / Source

– Kerajaan Amfoan Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Amfoang

– Tentang Amfoan (bah. inggris): http://riaulingga.blogspot.co.id/2005/08/amfoan-west-timor-ntt.html
Sejarah batas tanah antara Amfoan dan Fatuleu: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=602595189782877&id=465189110190153
Kerajaan Amfoan ancam perang Timor Leste: http://regional.kompas.com/read/2009/06/12/14290486/kerajaan.amfoang.ancam.perang.timor.leste
– Daftar raja kerajaan Amfoan: https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_rulers_of_Timor#Kings_of_Amfoan.5B10.5D

Bahasa German

Sejarah Amfoang: https://de.wikipedia.org/wiki/Amfo’an


Kerajaan-kerajaan di Timor tahun 1900


3 Comments

3 thoughts on “Amfoan, kerajaan / P. Timor – prov. Nusa Tenggara Timur

  1. Pingback: Untukmu Amfo’an – Roni's Blog

  2. orias

    bagaimana sejarahnya raja taebenu yang dikupang?.

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Kami kurang tahu tentang raja-raja di Timor. Spesialis kerajaan-kerajaan di Timor adalah Donald Tick, mail: kupang1960@gmail.com. Facebook: donald tick, kerajaan indonesia.
      Terima kasih, Paul, penerbit website

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: