Mataram, kerajaan / P. Lombok – prov. Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Mataram terletak di Pulau Lombok. Berdiri sampai tahun 1894.

The kingdom of Mataram was located on the island of Lombok. It existed until 1894.
For english, click here

pulau Lombok

Lokasi pulau Lombok


* Foto kerajaan Mataram: link
* Foto pulau (island) Lombok: link
* Foto intervensi Belanda di Lombok 1894: link


Sejarah kerajaan Mataram

Sumber dan lengkap: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/kedatuan-di-gumi-sasak-1.html

Kerajaan Mataram sebagai penguasa tunggal di pula uLombok berturut-turut diperintah oleh tiga raja.
Raja yang pertama Anak Agung Ketut Karangasem IV (1838-1850), yang mengkonsolidasikan Mataram sebagai kerajaan tunggal yang bercorak sentralistik dan represif.
Raja kedua adalah Anak AgungMade Karangasem (1850-1872), di bawah raja inilah dilakukan renovasi atas Taman Kelepug menjadi Taman Mayura. Dibangun pula Pura Meru, Tamaiq Suranadi, Lingsar, dan dirintisnya pembangunan Taman Narmada yang diberi ukir kawi dan selesai tahun 1866. Kemudian Cakranegara (negara yang sudah bulat bersatu) ditata sebagai pusat pemerintahan.
Raja terakhir yang paling bungsu adalah Anak Agung Gede Ngurah Karangasem (1872-1894), yang dinobatkan sebagai raja dalam usia 70 tahun lebih.

1894 Belanda mengirim ekspedisi yang sempurna dan melakukan penyerangan terhadap Mataram dari berbagai penjuru. Serangan pada tahun 1894 tersebut berhasil menghancurkan dan membakar puri hingga hampir rata dengan tanah. Mataram kemudian dapat ditaklukkan.


Daftar raja Mataram

* 1838-1850: Raja Anak Agung Ketut Karangasem IV, yang mengkonsolidasikan Mataram sebagai kerajaan tunggal yang bercorak sentralistik dan represif.
* 1850-1872: Raja Anak Agung Made Karangasem, di bawah raja inilah dilakukan renovasi atas Taman Kelepug menjadi Taman Mayura. Dibangun pula Pura Meru, Tamaiq Suranadi, Lingsar, dan dirintisnya pembangunan Taman Narmada yang diberi ukir kawi dan selesaitahun 1866 M. Kemudian Cakranegara (negara yang sudah bulat bersatu) ditata sebagai pusat pemerintahan.
* 1872-1894: Raja terakhir yang paling bungsu: Anak Agung Gede Ngurah Karangasem.


Sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok permulaan

Menurut isi Babad Lombok, kerajaan tertua yang pernah berkuasa di pulau ini bernama Kerajaan Laeq (dalam bahasa sasak laeq berarti waktu lampau), namun sumber lain yakni Babad Suwung, menyatakan bahwa kerajaan tertua yang ada di Lombok adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan dipimpin oleh Raja Betara Indera. Kerajaan Suwung kemudian surut dan digantikan oleh Kerajaan Lombok. Pada abad ke-9 hingga abad ke-11 berdiri Kerajaan Sasak yang kemudian dikalahkan oleh salah satu kerajaan yang berasal dari Bali pada masa itu.

Di Lombok, dalam perkembangannya meninggalkan jejak berupa empat kerajaan utama saling bersaudara, yaitu Kerajaan Bayan di barat, Kerajaan Selaparang di Timur, Kerajaan Langko di tengah, dan Kerajaan Pejanggik di selatan. Selain keempat kerajaan tersebut, terdapat kerajaan-kerajaan kecil, seperti Parwa dan Sokong serta beberapa desa kecil, seperti Pujut, Tempit, Kedaro, Batu Dendeng, Kuripan, Samarkaton dan Kentawang. Seluruh kerajaan dan desa ini selanjutnya menjadi wilayah yang merdeka, setelah kerajaan Majapahit runtuh. Di antara kerajaan dan desa itu yang paling terkemuka dan paling terkenal adalah Kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok.

– Kajian tentang kerajaan-kerajaan di Lombok, klik di sini


Masuknya Islam di Lombok
.
Sebelum masuknya Islam, masyarakat yang mendiami pulau Lombok berturut-turut menganut kepercayaan animisme, dinamisme kemudian Hindu. Islam pertama kali masuk melalui para wali dari pulau Jawa yakni sunan Prapen pada sekitar abad XVI, setelah runtuhnya kerajaan Majapahit.

Dalam menyampaikan ajaran Islam, para wali tersebut tidak serta merta menghilangkan kebiasaan lama masyarakat yang masih menganut kepercayaan lamanya. Bahkan terjadi akulturasi antara Islam dengan budaya masyarakat setempat, karena para penyebar tersebut memanfaatkan adat-istiadat setempat untuk mempermudah penyampaian Islam. Kitab-kitab ajaran agama pada masa itu ditulis ulang dalam bahasa Jawa Kuno. Bahkan syahadat bagi para penganut Wetu Telu dilengkapi dengan kalimat dalam bahasa Jawa Kuno. Pada masa itu, yang diwajibkan untuk melakukan peribadatan adalah para pemangku adat atau kiai saja.

Kerajaan Lombok, ketika Kerajaan ini dipimpin oleh Prabu Rangkesari, Pangeran Prapen, putera Sunan Ratu Giri datang mengislamkan kerajaan Lombok. Dalam Babad Lombok disebutkan, pengislaman ini merupakan upaya dari Raden Paku atau Sunan Ratu Giri dari Gersik, Surabaya yang memerintahkan raja-raja Jawa Timur dan Palembang untuk menyebarkan Islam ke berbagai wilayah di Nusantara. Proses pengislaman oleh Sunan Prapen menuai hasil yang menggembirkan, hingga beberapa tahun kemudia seluruh pulau Lombok memeluk agama Islam, kecuali beberapa tempat yang masih memepertahankan adat istiadat lama.

– Sumber dan lengkap: http://fadlisworld.blogspot.co.id/2014/09/sejarah-masuknya-islam-di-lombok.html


Peta kuno Lombok

Untuk peta kuno lokasi pulau Lombok, abad ke-15, 1660, 1683, 1683, 1725, 1800-an, klik di sini

Lokasi Lombok, tahun 1660


Sumber kerajaan Mataram

– Sejarah kerajaan Mataram Lombok: https://agusyulionopati.blogspot.co.id/2017/02/makalah-kerajaan-kerajaan-di.html
– Sejarah kerajaan Mataram Lombok: http://hubbulwatoni.blogspot.co.id/p/blog-page_13.html

Sumber kedatuan / kerajaan kuno di Lombok

– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://suparmanol.blogspot.co.id/2010/12/sejarah-kedatuan-sasak.html
– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/kedatuan-di-gumi-sasak-1.html
– Sejarah kerajaan di Lombok: https://oediku.wordpress.com/2010/12/29/sejarah-dan-asal-usul-lombok/
– Sejarah kerajaan di Lombok: http://www.lomboksociety.web.id/2018/02/sejarah-lombok.html

Sumber masuk Islam di Lombok

– Masuk Islam di Lombok: http://fadlisworld.blogspot.co.id/2014/09/sejarah-masuknya-islam-di-lombok.html
– Masuk Islam di Lombok: http://situs9.blogspot.co.id/2014/08/masuk-dan-berkembangnya-agama-islam-di.html